
“ Dia bahkan mentertawakan aku, dia ini sebenarnya sayang istri atau tidak. Apa dia mau istrinya di pandang buruk oleh orang lain? ” , kesal Lyra dalam hati.
Lalu selanjutnya mereka hanya diam menikmati perjalanan itu.
Setelah akhirnya mereka berhenti di kawasan pelabuhan, Lyra jelas bertanya-tanya mengapa mereka berada di pelabuhan tapi karena dia kesal dengan Ares dia memutuskan untuk tidak bertanya.
“ Silakan, Nona ” Gavrill membukakan pintu untuk Lyra.
“ Tuan kapalnya ada di sebelah sana ” lanjut Gavrill sambil menuntun Ares dan Lyra.
Ares terus mengandeng tangan Lyra tapi di biarkan begitu saja oleh Lyra.
“ Ayo aku akan membantumu ” Ares membantu Lyra menaiki kapal itu. Lyra menurut saja, dia sudah terkagum-kagum sejak tadi melihat kapal besar dan mewah itu. Pastinya selain para awak kapal hanya mereka penumpang di kapal itu.
“Seperti ini rupanya gaya hidup orang kaya ” , ucap Lyra dalam hati.
Ares mengajak Lyra duduk di kursi yang telah di atur di kapal itu, Lyra sibuk memperhatikan setiap sudut kapal itu.
Kemudian kapal itu mulai bergerak meninggalkan pelabuhan, Gavrill meninggalkan mereka berdua di sana, dan memilih pergi ke ruangan kemudi kapal. Berbincang-bincang dengan kapten kapal itu.
Angin laut berhembus cukup kencang membuat pinggiran gaun Lyra ikut tertiup. Lyra menikmati semua itu rasanya menyenangkan.
“ Kalau kamu merasa mual segera katakan ” pinta Ares yang melihat Lyra berjalan ke sudut kapal.
“ Aku hanya ingin merasakan hembusan anginnya saja, aku tidak mabuk laut ” jawab Lyra.
Ares hanya duduk dan memperhatikan wanita itu.
“ Sebenarnya kita akan pergi kemana? ” tanya Lyra.
“ Kalau perginya saja sudah naik kapal sebesar ini, lalu seberapa mewah pesta itu”, batin Lyra.
“ Kita akan pergi ke pulau X pestanya di adakan di sana ” jawab Ares.
“ Pulau X? Bukannya itu pulau pribadi ya? Apa teman Anda itu pemilik pulau itu? ” Lyra semakin terkejut saat mendengar jawaban Ares, sehingga dia harus bertanya semuanya pada Ares.
“ Pulau X memang pulau pribadi, tapi temanku bukan pemiliknya ” ujar Ares sambil menyesap santai minuman di tangannya.
“ Dia bukan pemiliknya tapi bisa mengadakan pesta di pulau yang sangat privasi itu?! ” ungkap Lyra tak kala terkejut, siapa pun di negara itu tahu bagaimana pulau X, terkenal dengan julukan pulau mewah yang sangat privasi karena merupakan milik seseorang, yang bahkan untuk bisa menginjakkan kaki di pulau itu tidak bisa sembarang orang.
“ Mungkin dia dekat dengan pemiliknya ” jawab Ares dengan smirknya.
Lyra segera mendekat ke arah Ares, dan segera duduk di samping pria itu.
“ Tuan!! Kenapa tidak bilang langsung kita akan pergi kemana tadi!! Aku pasti sudah bersiap-siap tadi tidak tampil seperti ini. Bagaimana kalau orang-orang disana nanti malah membicarakan penampilanku ” ucap Lyra mendengus kesal.
“ Siapa yang berani membicarakanmu katakan padaku. Aku akan memberinya pelajaran ” ungkap Ares dengan nada membunuh.
__ADS_1
“ Kalau mereka membicarakanku itu salah Anda!!” Lyra menyiku pelan lengan Ares.
“ Percaya padaku kamu sangat cantik dan tidak akan ada satu pun yang berani mengkritik penampilanmu ” Ares mencubit pelan hidung Lyra karena melihat wajah cemberut wanita itu.
Lyra mengambil buah anggur di depannya dan mengunyahnya cepat melampiaskan kemarahannya.
Ares benar-benar tidak sanggup untuk tidak tertawa melihat tingkah Lyra, hingga dia tergelak karenanya. Lyra melirik Ares yang tertawa dan semakin bertambah kesal.
* * *
“ Mendekatlah, jangan menjauh sedikit pun dariku ” dengan posesif Ares merangkul pinggang Lyra begitu mereka turun dari kapal itu.
“ Aku juga tidak ingin mendapat masalah di tempat yang tidak aku kenal ” lirih Lyra.
“ Kamu masih kesal ”
“ Tidak tahu ”
“ Menggemaskan ” Ares mencium pipi Lyra cepat.
“ Nasib! Nasib! Mengapa aku harus melihat tingkah mereka? ”, batin Gavrill geleng-geleng kepala, karena dia berjalan di belakang Ares dan Lyra.
Setelah berjalan akhirnya mereka tiba di lokasi pesta itu. Ares menggandeng pinggang Lyra dan membawa wanita itu berjalan di karpet merah yang di sediakan di sana.
Lyra melihat sekelilingnya memperhatikan reaksi setiap orang yang ada di sana, dia malah keheranan karena semua orang menunduk hormat ke arah mereka.
“ Kenapa mereka menunduk seperti itu? ” bisik Lyra pada Ares.
Karepmu!!
Lyra hanya bisa bertanya-tanya dalam hati, bertanya pada Ares dan mendapatkan jawaban ngawur seperti itu lagi. Malah akan terasa menyebalkan.
“ Mari kita sambut kedatangan Tuan Ares Crimson dan Nyonya Crimson ” seorang pria menyorakkan nama Ares dari atas panggung dan segera di sambut oleh riuh tepuk tangan para tamu di sana.
Dengan santai Ares memberi kode, dan segera tepuk tangan itu berhenti.
“ Bukankah sambutan ini terlalu berlebihan ” lirih Lyra.
“ Menurutku juga begitu ” ucap Ares santai.
“ Berikan micnya padaku ” ucap seorang pria, lalu MC itu memberikan mic itu.
“ Saya Farhan Isak dengan segala hormat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada Tuan Ares ” ucap pria itu.
Para tamu segera bertepuk tangan.
Lyra memandang Ares dengan heran, karena pria itu nampak bertepuk tangan juga.
__ADS_1
“ Pesta ini dapat dilaksanakan seperti ini dan ditempat ini semuanya karena Tuan Ares sudah memberi izin, dan seperti yang kita ketahui pulau X merupakan pulau pribadi milik Tuan Ares. Di izinkan mengadakan pesta di sini merupakan suatu kehormatan untuk saya. Bersulang untuk Tuan Ares Crimson ” pria bernama Farhan itu mengangkat gelas di tangannya sebagai simbolis bersulang.
Ares membalas dengan mengangkat sedikit gelas yang ada di tangannya. Lyra bolak-balik menatap heran pria yang ada di atas panggung itu dan Ares.
Jika sesuai yang di katakan pria itu berarti pemilik pulau itu adalah Ares.
“ Anda pemilik pulau ini? ” tanya Lyra tercengang.
“ Lebih tepatnya kita, kenapa kamu nampak terkejut begitu ” lontar Ares lalu meletakkan gelasnya dan menuntun Lyra mendekat ke arahnya.
“ Bagaimana bisa aku tidak terkejut Anda bahkan punya sebuah pulau, lalu sebenarnya seberapa kaya Anda? ” ujar Lyra bertanya pada Ares.
“ Aku tidak terlalu kaya, hanya beruntung saja bisa mendapatkan pulau ini ” ucap Ares yang terasa seperti sebuah kebohongan besar bagi Lyra, dan terdengar seperti merendah untuk meninggi.
Setelahnya beberapa saat kemudian banyak orang mulai menghampiri mereka dan saling memperkenalkan diri masing-masing.
“ Semoga Tuan bisa menikmati pesta kecil-kecilan ini ” ucap Farhan sambil menyalami Ares.
Darimananya ini pesta kecil-kecilan? Harusnya kalau mau pesta yang kecil jangan memakai satu pulau, sungut Lyra dalam hati.
Ares menarik tangannya cepat menyudahi salaman mereka.
“ Tentu pestamu, sangat bagus ” jawab Ares.
Lyra menanggapi beberapa ucapan dari tamu-tamu pesta itu, yang dapat di pastikan kebanyakan adalah kolega bisnis Ares.
“ Nyonya Crimson ternyata seorang yang sangat cantik ” puji seorang wanita yang mengandeng tangan Farhan.
“ Terima kasih, Anda juga sangat cantik ” balas Lyra dengan senyuman.
“ Tuan dan Nyonya dia adalah tunanganku. Pesta ini ku adakan khusus untuknya ” ucap Farhan sambil mencium pipi wanita itu.
“ Semoga pesta kalian lancar ” balas Ares.
“ Aku akan membawa istriku beristirahat sebentar dia pasti sudah lelah setelah perjalanan tadi. Silakan menyapa tamu yang lain ” lanjut Ares dan mengajak Lyra pergi dari kerumunan pesta itu.
“ Kita akan beristirahat sebentar di sini ” Ares menggeser kursi untuk Lyra.
Lyra lalu duduk di kursi itu.
“ Sekarang kamu sudah merasa tenang. Benarkan yang aku katakan tidak ada seorang pun yang berani membicarakanmu ” ujar Ares bangga.
“ Hei! Tuan pemilik pulau!! Kalau aku tahu tempat ini milik Anda aku tidak perlu khawatir karena itu. Jika ada yang berani mengatakan sesuatu tentangku Tuan pasti akan mengusirnya dari pulau itu! ” tegas Lyra kesal karena Ares masih meledeknya.
“ Benar! Benar! Hahahha aku akan menenggelamkan mereka ” ucap Ares tertawa puas.
“ ihhh ” lirih Lyra bergidik ngeri melihat Ares tertawa puas setelah mengatakan akan menenggelamkan seseorang.
__ADS_1
“**Hidup itu bukan soal menemukan diri Anda sendiri, hidup itu membuat diri Anda sendiri.” -George Bernard Shaw.
Mystorios_Writer🌄🌄**