
“ Bunda ” panggil anak itu tersenyum pada Shakira.
“ Bunda?! ” tanya Lyra sedikit bingung dari mana dan mengapa anak itu memanggil Shakira begitu.
“ Rakai udah selesai sama dokternya? ” Shakira bertanya lembut pada anak itu.
“ Sudah Bunda, Om Dokternya baik tadi Raka juga di kasih pensil sama buku, Bun ” cerita anak laki-laki itu antusias.
Lyra tetap diam tercengang melihat adegan di depannya. Shakira mengerti Lyra pasti bingung dia mendekat dan berbisik pada Lyra.
“ Dia adalah Rakai anak angkatku, kamu bisa memanggilnya Raka ” bisiknya pelan pada Lyra.
Lyra mengangguk pelan.
“ Raka ucapkan salam ini Tante Lyra, istrinya Om Ares ” Shakira mendekatkan Raka pada Lyra.
“ Halo Tante aku Raka ”
“ Hi ” balas Lyra tersenyum pada Raka.
“ Bunda tadi bilang Tantenya punya bayi, tapi mana Raka tidak lihat ” ucap Raka celingak-celinguk seperti mencari sesuatu.
“ Coba tanya Tantenya bayinya ada dimana ” jawab Eslin sambil tertawa.
“ Tante Raka mau tahu bayinya ada dimana? ” tanya Raka lembut.
“ Kamu manis sekali...bayinya sekarang masih ada di perut Tante ” Lyra menurunkan selimutnya menunjukkan perutnya.
“ Tante menyimpan bayinya di perut? ” tanya Raka bingung.
“ Hahahha bisa di bilang begitu ” tawa Lyra gemas mendengar pertanyaan polos dari Raka.
“ Umur Raka berapa? ” tanyanya sambil membelai pipi anak itu lembut.
“ 4 tahun Tante ” jawab Raka.
“ Anak yang pintar ” puji Lyra kagum melihat betapa lancarnya Raka bicara dan juga cukup sopan.
“ Aku membawa Raka ikut ke sini karena dia sangat ingin bertemu Dokter. Jadi aku membawanya bersamaku tidak apa-apakan, aku takut dia malah mengganggumu ” jelas Shakira.
“ Tentu saja tidak mana mungkin dia membuatku terganggu, dia anak yang manis ” Lyra mentoel pipi Chubby Raka.
“ Kamu Ibu yang hebat dia anak yang pintar dan sangat sopan ” puji Lyra.
“ Kamu terlalu memuji, aku bukanlah Ibu yang cukup sempurna. Tapi aku berusaha menjadi yang terbaik untuknya ” ucap Shakira.
Lyra mengangguk sambil tersenyum.
“ Kamu juga akan menjadi Ibu yang hebat nanti. Aku katakan ya menjadi Ibu itu benar-benar hal terindah ” lanjut Shakira.
“ Kamu cukup berani melakukan ini walaupun tanpa suami ” balas Lyra.
__ADS_1
“ Hmmm...entahlah aku hanya berpikir lebih mudah bagiku jika aku tidak harus berbagi banyak hal dengannya nanti maksudku jika aku punya suami otomatis setiap hal, keputusan, tindakan aku harus mendiskusikan dengannya terlebih dahulu. Aku rasa aku tidak cocok dengan hal itu, aku lebih suka bebas ” jelas Shakira.
“ Itu tindakan yang cukup mandiri ” ucap Lyra kagum.
“ Benar, tapi memiliki seorang suami juga tidak terlalu buruk. Kamu bisa merencanakan membentuk keluarga yang sempurna. ”
“ Aku harap begitu ” Lyra tersenyum tulus pada Shakira.
Mereka berdua membicarakan banyak hal, tertawa karena cerita-cerita lucu maupun tingkah lucu Raka. Lyra juga merasa cukup baikan setelah berbicara dengan Shakira karena wanita itu sangat ramah, baik, dan juga memiliki selera humor yang bagus.
Tiba-tiba pintu terbuka, dan Ares masuk ke ruangan itu. Saat pertama kali masuk dia tercengang melihat Lyra yang tertawa lepas di ranjangnya.
Lyra menghentikan tawanya ketika menyadari kehadiran pria itu.
“ Kamu sudah datang ” ucap Shakira pada Ares.
“ Iya urusannya sudah selesai. Semuanya baik-baik saja? ” tanya Ares ragu-ragu karena dia heran melihat betapa Lyra nampak bahagia dengan kehadiran Shakira. Awalnya dia mengira Lyra tidak akan suka, oleh karena itu dia terburu-buru untuk segera melihat keadaan kedua wanita itu.
“ Menurutmu? ” ucap Shakira balik bertanya.
“ Nampaknya semua baik-baik saja. Untunglah ” ucap Ares lega.
“ Tentu saja memangnya mengapa kami harus bermasalah. Iyakan, Ly? ”
“ Ya benar ” jawab Lyra cepat.
“ Om!! ” seru Raka antusias berlari ke arah Ares.
“ Iya Om, aku menjaga Tante Lyra tadi juga bicara dengan Om Dokter ” Raka bercerita pada Ares.
“ Wah..Raka baik sekali mau membantu menjaga Tantenya ” Ares merasa gemas sehingga dia mencium pipi Raka.
Lyra kagum melihat betapa lembut pria itu memperlakukan Raka dan mereka nampak sangat dekat.
“ Om kapan bayinya keluar dari perut Tante Lyra? Apa bayinya akan terus di simpan di perut? ” tanya Raka.
“ Bayinya masih harus di perut Tante beberapa bulan lagi. Setelah cukup besar baru bisa keluar ” jawab Ares.
“ Ooo ” guman Raka membulatkan mulutnya.
“ Om kapan datang ke rumah? Aku harus menyusun Legoku. Bunda tidak tahu malah merusaknya ” pinta Raka.
“ Setelah Tante Lyra sembuh Om datang bermain ke rumah Raka ” janji Ares.
“ Dia itu pemuja sejati Ares. Dia selalu bilang kalau Om Ares ada di sini pasti bisa, harusnya Om Ares seperti itu terus ” ucap Shakira pada Lyra.
“ Dia bahkan tidak mengizinkan aku menyentuh mainan Legonya. Katanya aku akan lebih mengacaukannya. Padahal aku sudah berusaha membantunya ”
Lyra tertawa mendengar penuturan Shakira.
“ Kamu akan tahu rasanya saat punya anak cowok. Lalu kamu harus dipaksa untuk bisa merakit robot ” lanjut Shakira.
__ADS_1
“ Itu pasti merepotkan tapi juga menyenangkan ” balas Lyra.
“ Benar sekali...karena Ares sudah ada di sini. Aku akan pulang, Ly. Aku akan berkunjung lagi nanti ” pamit Shakira.
“ Iya terima kasih sudah menemaniku, juga maaf sudah merepotkan ”
“ Tidak merepotkan sama sekali. Cepatlah sembuh ” Shakira memeluk Lyra sejenak.
“ Ayo Raka kita pulang. Pamit sama Tante dulu ” ucap Shakira. Ares lalu menurunkan Raka dari gendongannya.
Raka berjalan menuju Lyra. Setelah meminta Lyra untuk menunduk sedikit dia mencium kedua pipi Lyra.
“ Aku pulang dulu Tante. Semoga Tante cepat sembuh ” tuturnya lembut.
“ Hmm terima kasih, kamu baik sekali ” Lyra mengusap rambut Raka.
Lalu Raka menghampiri Shakira kembali dan memegang tangannya.
“ Bye bye, Ly. ” pamit Shakira melambai pada Lyra.
Lyra membalas dengan melambai ke arah mereka.
Ares ikut mengantarkan Shakira dan Raka sampai keluar.
“ Terima kasih untuk hari ini. ” ucap Ares pada Shakira.
“ Kamu harus berterima kasih dengan layak. Hampir saja Lyra mengusirku. Kenapa tidak bilang kalau dia salah paham padaku? ” rutuk Shakira.
“ Jika aku mengatakannya kau akan menolak datang, tapi kamu nampaknya menjelaskannya dengan baik ” jawab Ares santai.
“ Dasar! Untung saja aku segera mengerti situasinya. Kalau tidak bisa saja Lyra malah semakin salah paham. Mau bagaimana pun kamu harus membayar usahaku hari ini ” tegas Shakira.
“ Baiklah.. baiklah kamu mau apa? ” ucap Ares pasrah.
“ Kapan-kapan kamu harus menjaga Raka. Kamu maukan Raka di jaga sama Om Ares? ” Shakira bertanya pada Raka.
“ Mau ” jawab Raka cepat.
“ Anak pintar. Kamu dengarkan jadi kalau kamu sudah senggang segera kabari aku. Biar aku antar Raka secepatnya ” lanjut Shakira.
“ Astaga, baiklah. Tidak masalah jika hanya menjaga Raka ” balas Ares.
“ Baguslah kalau begitu. Oh iya aku peringatkan padamu jangan membuat Lyra menangis. Wanita akan menjadi jelek jika banyak menangis! ” tegas Shakira memperingatkan Ares.
“ Dia menangis saja nampak sangat cantik. Jangan khawatir menurutku dia tidak akan berubah menjadi jelek. ” ucap Ares santai.
“ Ya ampun. Lihatlah pria yang terobsesi pada istrinya ini. Aku penasaran perasaan siapa yang lebih banyak Lyra atau kau. Tapi ya sudahlah aku pergi dulu ” Shakira melambai kepada Ares dan berlalu pergi bersama Raka.
Dia tetap cantik saat menangis, dan sangat cantik saat tertawa, ucap Ares dalam hati.
"*Cinta sejati itu memandang kelemahan, lalu dijadikan kelebihan untuk saling mencintai." - * Habibie
__ADS_1
Mystorios_Writer 🔥🔥**