
Sesampainya di rumah, Lyra bergegas keluar mobil. Dia sangat bersemangat, Ares yang melihat itu segera mengikuti Lyra. Dibukanya bagasi mobil untuk membawa belanjaan mereka.
Dengan cepat Lyra meraih beberapa plastik besar yang berisi anggur.
“ Sudah biarkan aku yang membawanya itu pasti berat ” ucap Ares sembari akan mengambil bungkusan dari tangan Lyra.
“ Tidak apa-apa, Tuan bisa membawa yang sebagian lagi ” jawab Lyra, dengan langkah sedikit berlari dia masuk ke dalam rumah.
“ Hati-hati jangan berlari ”
Tapi peringatan Ares tak dihiraukan oleh Lyra.
Astaga dia bersemangat sekali, batin Ares.
Lalu segera dia menyusul Lyra masuk ke dalam rumah, dengan belanjaan lainnya.
Dilihatnya Lyra yang sudah sibuk menyusun buah-buah anggur itu ke dalam lemari es.
“ Lakukan nanti saja, istirahat lah sebentar ” ucap Ares
“ Iya aku akan menyelesaikan ini dengan cepat ”
Lagi-lagi nampaknya Lyra tidak ingin di ganggu dari kegiatannya. Bahkan ketika Ares menawarkan diri untuk membantu langsung di tolak, akhirnya ia memutuskan meninggalkan Lyra sendiri dan duduk di sofa.
Tak berapa lama, nampak Adhisti keluar dari kamar menuju dapur. Sesampainya di dapur, dia meraih gelas dan mengambil air minum. Selesai minum dia mengamati Lyra yang terlalu sibuk, hingga tak menyadari kehadirannya.
“ Sedang menyusun belanjaan? ” tanyanya pada Lyra.
“ Oh! Adhisti, kau di sini. Sudah merasa lebih baik? ” Lyra sedikit terkejut
“ Sudah lebih baik, kau pergi belanja sendiri? ”
“ Tidak, Tuan Ares menemaniku tadi ”
“ Ohh ” ucap Adhisti, singkat lalu di memeriksa belanjaan itu, mencari sesuatu yang mungkin dia sukai.
Nyatanya dia terkejut ternyata semua bungkusan itu hanya berisi buah anggur.
“ Hanya ada buah anggur? Sebanyak ini? ” tanya Adhisti
“ Iya aku memang hanya ingin membeli anggur, aku rasa tidak terlalu banyak ” tukas Lyra santai
Sebanyak ini, dia sebut tidak terlalu banyak. Aku tidak mengerti, batin Adhisti.
“ Baiklah aku kembali ke kamar dulu ”
Lyra hanya membalas dengan anggukan.
Adhisti yang berjalan ke kamar, menghampiri Ares.
“ Kak, apa tidak salah? untuk apa buah anggur sebanyak itu? ” tanyanya penasaran pada Ares.
“ Aku juga tidak tahu, tapi Lyra mengatakan dia mau semua itu ”
“ Apa mungkin wanita hamil jika mengidam seperti ini? ”
“ Mengidam? ” tanya Ares penasaran dengan apa yang dimaksud Adhisti.
“ Itu seperti dorongan untuk harus memakan atau menginginkan sesuatu yang disebabkan bawaan bayinya ”
Ares mengangguk seakan baru mengerti alasan Lyra, yang mengalami perubahan emosi yang tiba-tiba, dan keinginan anehnya.
* * *
__ADS_1
From Author
Teman-teman readers semua maaf mengecewakan. Sebagai seorang penulis aku sendiri merasa gagal. Bagaimana selama hampir 2 bulan hiatus, tidak melanjutkan novel ini.
Novel ini adalah karya pertama aku, sebagai pemula yang banyak kekurangan. Aku benar-benar minta maaf. Untuk teman-teman yang menunggu novel ini di update.
Ini mungkin terdengar sebagai sebuah alasan, tapi beberapa waktu yang lalu. Aku mengalami perubahan besar dalam hidup aku, berbagai permasalahan pribadi yang muncul, dan tuntutan agar aku bisa beradaptasi dengan perubahan baru dalam hidup aku. Benar-benar pukulan emosi yang berat.
Sehingga dengan tak bertanggung jawab nya, aku menelantarkan karya yang sangat ingin aku selesaikan dengan baik.
Bagaimana aku sangat senang dengan komentar semangat dari teman-teman semua, bagaimana teman-teman menyukai karya ini. Saat ini novel ini memang belum terlalu di minati, tapi menerima satu komentar, satu like dari satu pembaca saja. Tidak tahu bagaimana mengatakan bahwa itu sangat memuaskan.
Kedepannya aku berharap dapat konsisten, dan terus berkarya.
* * *
Lyra duduk di sofa di depan Ares, dengan sebuah piring yang penuh dengan buah anggur. Dia memakannya dengan lahap.
Ares menatap Lyra, dia senang melihat ekspresi ceria Lyra yang sangat jarang dilihatnya.
Apakah buah anggur memang seenak itu?
Ares sedikit mendekat dan mengambil sebiji anggur dari piring Lyra dan memakannya.
“ Tidak buruk ” ucapnya santai setelah dia mencoba anggur itu.
Ketika Ares mengambil anggur itu, Lyra segera menghentikan tindakannya, dan menatap Ares dengan marah.
“ Ada apa? " tanya Ares setelah sadar dengan tatapan Lyra padanya.
“ Ini anggurku! Kenapa mengambilnya!! ” bentak Lyra.
Ares terkejut, tak tahu apa yang terjadi sehingga Lyra semarah itu.
“ Tidak mau! Anda memang selalu seperti itu, selalu bertindak sesuka hati!! Pemaksa! Egois! ”
Lyra berjalan dengan cepat, meninggalkan Ares dan masuk ke kamarnya.
“ Egois? aku hanya memakan satu buah anggur apa itu tindakan egois? ” guman Ares tak mengerti situasi yang terjadi.
Lyra mengunci kamarnya, dan duduk di ranjang.
“ Bahkan aku tidak bisa menikmati buah anggurku, mengapa harus mengambil punyaku? itukan hanya milikku ” rutuk Lyra sambil mengusap air matanya. Dia marah sampai menangis karena masalah itu.
* * *
Sudah jam 8 malam, tapi Lyra belum juga keluar dari kamar. Ares khawatir dengan kondisinya. Dia tidak tahu harus berbuat apa, takutnya Lyra masih marah. Adhisti juga sudah pergi sore tadi, Ares tidak tahu akan bertanya pada siapa.
Dia berdiri di depan pintu kamar Lyra, perlahan dia mengetuk pintu.
“ Lyra... Lyra... ”
Tapi tidak ada jawaban dari Lyra. Ares jadi panik, memikirkan kemungkinan terburuk. Dia segera mencari kunci cadangan. Dan dengan cepat membuka pintu.
Dilihatnya Lyra yang berbaring di ranjang, Ares mendekat lalu menyentuh dahi Lyra.
" Hufff untuklah dia baik-baik saja ”
Dia tidur sangat nyenyak, tidak tega membangunkannya.
Akhirnya Ares memutuskan untuk duduk di sisi ranjang menunggu Lyra bangun, dan memesan makanan. Supaya ketika bangun nanti Lyra bisa makan malam.
Sampai beberapa menit Ares disibukkan dengan ponselnya, dia sedang memeriksa beberapa laporan perusahaan.
__ADS_1
Lyra perlahan mulai membuka matanya perlahan, dia menggeser tubuhnya, dan melihat sekeliling. Kini matanya menangkap sosok Ares, yang duduk di sebelahnya.
“ Kenapa Tuan di sini?! ”
“ Kau sudah bangun, aku hanya takut terjadi sesuatu padamu semenjak sore kau tidak keluar ”
“ Aku ketiduran.. ”
Nampaknya dia masih marah
Suasana hening sejenak
“ ehm.. aku akan mandi... ” ucap Lyra
“ Oh ya tentu, aku akan keluar kalau begitu ”
Ares meninggalkan Lyra sendiri dikamarnya.
“ Hufft.. sebenarnya hubungan seperti apa ini, aku bahkan bingung dengan perubahan sifatnya. Bagaimana dia tiba-tiba berubah lembut begitu.. ” rutuk Lyra, ia menyugar rambutnya seakan kesal memikirkan hal itu.
Tak lama pesanan makanan datang, Ares lalu menyiapkan makanan di meja makan.
“ Ly! Lyra! makanan sudah datang sebaiknya keluarlah untuk makan malam ” panggil Ares
“ Baiklah sebentar Tuan " terdengar jawaban Lyra dari dalam kamar.
Lyra telah tiba di depan meja makan, matanya berbinar melihat semua makanan yang nampak lezat itu. Dia memang sudah lapar.
“ Duduklah ” ajak Ares
Lyra dengan semangat mengambil makanan untuknya, Ares yang melihat itu ikut senang.
“ Pelan-pelan saja.. ” ucap Ares sambil mendekatkan air putih pada Lyra.
Lyra hanya mengangguk, dan tetap melanjutkan makan dengan lahap.
Ares juga mulai ikut makan.
“ Aku minta maaf ” ucap Ares tiba-tiba
“ Untuk apa? ” tanya Lyra
“ Karena mengambil anggur milikmu, aku tidak tahu kau tidak suka ketika orang lain mengambilnya darimu ”
“ Aku tidak marah ” jawab Lyra santai
“ Serius? ”
Tadi dia bahkan sampai membentakku, tapi katanya dia tidak marah
“ Hanya sedikit kesal saja ” tambah Lyra
“ Kesalmu berarti dalam tingkat tinggi ” guman Ares pelan
“ Anda mengatakan sesuatu? ”
“ Tidak ” jawab Ares
Beruntung dia tidak mendengarnya bisa-bisa mengamuk
“ Hoek huenk hwuek..
"**Aku benar-benar minta maaf kamu harus melewati masa-masa itu tanpa penjelasan. Membuatmu bertanya-tanya, membuatmu menunggu." - Tere Liye
__ADS_1
Mystorios_Writer🔸🔹**