
“ Aku akan berbuat baik sehingga kamu tidak perlu mandi dua kali ” ucap Ares setelah melepas ciumannya dan mengangkat tubuh Lyra.
Ares membaringkan Lyra perlahan di atas ranjang dengan dia di posisi tetap di atas Lyra walau tidak menindihnya.
“ Aku akan bertanya meskipun tidak peduli apa jawabanmu aku akan tetap melakukannya. Tapi kamu mau kita melakukannya sekarang? ” Ares mengucapkan setiap katanya tepat didepan wajah Lyra.
Jantung Lyra berdebar tak beraturan dia tak tahu apakah pria yang berada di atas tubuhnya itu dapat mendengar irama keras jantungnya.
“ Belum punya jawaban ” lanjut Ares karena Lyra nampak ling-lung.
“ Nampaknya jawabanku tidak dibutuhkan ” lirih Lyra.
Ares tersenyum smirk mendengar jawaban istrinya itu.
Dengan cepat dia kembali mencium Lyra, menjelajahi setiap tubuh Lyra dengan bibirnya. Membuat Lyra benar-benar melambung jauh.
Sangat ahli Ares tanpa kesulitan sudah membuat Lyra benar-benar berada di bawahnya dengan tubuh polosnya.
Lyra meremas kuat punggung Ares saat pria itu berada di belahan gundukan kembar miliknya, berlama-lama disana. Meninggalkan banyak tanda kecupan cinta disana.
“ A-ada apa? ” tanya Lyra saat Ares mengangkat tubuhnya menjauh.
Ares menatapnya intens. Tapi yang dirasakan Lyra sungguh berbeda dia benar-benar tidak sanggup jika pria itu harus bermain tarik ulur dengannya. Dia ingin kegiatan mereka dilanjutkan sampai mereka sampai pada batasannya masing-masing.
“ Apa kita akan berhenti? ” ujar Lyra tak menduga bahkan saat ini Ares masih tetap diam.
“ Tidak mungkin aku melakukannya dengan berpakaian lengkap ” jawab Ares sedikit memberi kode pada Lyra.
“ Apa? ” tanya Lyra bingung.
Dia berpikir sejenak dan tersadar.
Apa dia bermaksud agar aku yang membuka bajunya? Sebelumnya juga dia bisa membukanya sendiri. Sekarang kenapa harus berpikir dulu?, batin Lyra tak tenang.
Lyra menggelengkan kepalanya seolah menolak ide Ares.
“ Bantu aku ” Ares meletakkan tangan Lyra di kemejanya.
Lyra hanya terdiam kaku tak tahu harus berbuat apa, dia bingung kenapa hanya untuk berhubungan badan saja mereka harus melalui tahap yang membingungkan.
“ Kenapa diam? Buka kancingnya satu persatu ” ucap Ares penuh penekanan.
Lyra menelan salivanya kuat, dan dengan canggung dia membuka satu persatu kancing kemeja Ares hingga menampakkan dada bidang dan otot-otot perut Ares.
__ADS_1
Napas Lyra tertahan saat dia menurunkan kemeja itu dari bahu Ares, dia memejamkan matanya.
“ Ouh..” ringis Ares.
Lyra segera membuka matanya terkejut saat menyadari kukunya mengenai luka di lengan Ares.
Cepat-cepat dia melepas kemeja Ares.
“ Maaf, aku tidak bermaksud-
Belum selesai Lyra bicara Ares sudah me.***** bibir Lyra, menciumnya begitu lama hingga bibir Lyra terasa kebas.
“ Anda membalas dendam, bibirku mati rasa ” protes Lyra saat Ares melepas ciuman panas itu.
“ Sebaiknya jangan berlama-lama lagi, lanjutkan ” pinta Ares.
Lyra memandang ke arah pandangan Ares.
Celana?! Apa aku juga yang harus membuka celananya?! Tidak!!
“ A-aku tidak bisa ” jawab Lyra terbata-bata.
“ Lakukan saja! ” tegas Ares dan meletakkan tangan Lyra di pinggangnya.
Lyra menggigit bibir bawahnya tidak sanggup membayangkan dia membukakan celana pria itu.
Ares hanya dapat menahan rasa gemasnya melihat istrinya yang sangat pemalu itu, bahkan saat ini pipi Lyra jelas sekali memerah.
Tidak ingin menunda-nunda lagi Ares menurunkan celana itu secepat kilat dari tubuhnya, dan segera melanjutkan aksinya di atas tubuh Lyra.
Dia menciumi Lyra sampai wanita itu benar-benar siap untuk menerima kembali kehadirannya.
Setelah memberi waktu Lyra untuk bernapas sejenak, dia mengecup pelan dahi wanita itu. Dan dengan satu gerakan pasti menyatukan tubuh mereka.
Ares bergerak sangat lembut, perlahan mengubah ritme namun masih dibatas aman mereka.
Lyra tidak bisa berpikir atau berkata-kata lagi, dia bahkan menggigit bibirnya untuk menahan sensasi yang di berikan Ares padanya.
“ Jangan ditahan aku ingin mendengar suara indahmu ” ujar Ares dengan suara beratnya.
Akhirnya suara-suara nakal itu berkeluaran dari bibir Lyra begitu saja, tanpa dapat di tahannya lagi.
Tubuh Lyra benar-benar serasa terbakar akan semua sentuhan yang diberikan Ares padanya. Mungkin sangking panasnya oleh karena itu tubuh mereka basah oleh keringat masing-masing.
__ADS_1
Lyra merasa melayang seketika saat Ares mengubah posisi mereka dan memberinya kenikmatan penuh. Lyra tidak tahu apa mereka berhasil menjalani hubungan ini dengan perlahan, yang pasti baginya ini semua merupakan hal baru.
Dia bahkan tidak mengetahui sejak kapan dia begitu mendambakan pria itu, berharap Ares tidak berhenti. Suara-suara yang keluar dari mulutnya benar-benar bukan bagian dari dirinya sebelumnya. Untuk saat ini Lyra mengakui bahwa dia sendiri tidak mengenal dirinya dengan baik, dari sudut pandangnya Ares lebih mengenalnya karena pria itu tahu setiap bagian-bagian tubuh Lyra yang bahkan sama sekali tak pernah dia sadari.
Dengan suara erangan keras Ares mereka sampai pada pelepasannya. Ares berbaring dengan napas terpacu di samping Lyra, dan memeluk wanita itu.
“ Bukankah aneh ini masih jam 6 sore? ” guman Lyra.
“ Hmmm” jawab Ares berdehem.
“ Apa wajar melakukan hal ini pada sore hari? ”
“ Wajar saja, itu bisa dilakukan kapan saja subuh, pagi, sore, malam. Kapan saja kita mau melakukannya ”
“ Itu terdengar tidak etis, rasanya sedikit melelahkan aku mengantuk. Bagaimana ini aku ingin tidur? ” Lyra menguap.
“ Tidurlah, aku akan membangunkanmu sebentar lagi untuk mandi ”
Ares menaikkan selimut menutupi tubuh mereka.
“ Kalau ingin melakukannya secara perlahan harusnya kita melakukan ini dimalam hari ”
Ares merasa cukup gemas dengan Lyra yang masih mengoceh dengan mata tertutup itu.
“ Aku lupa kamu ingin melakukannya dengan perlahan, baiklah aku minta maaf. Lalu kenapa tidak menolak tadi? ” tanya Ares sambil mengecup pelan bibir Lyra.
“ Bukankah kalau ditolak juga tidak berpengaruh. Lagian aku tidak mau Anda malah mencari kepuasan di tempat lain. Karena aku terus menolak ”
“ Darimana kamu tahu hal seperti itu? ” tanya Ares bingung bagaimana istrinya yang polos itu bisa memikirkan hal seperti itu.
“ Di google banyak artikel yang menjelaskan suami yang mencari pelampiasan pada wanita lain karena tidak puas dengan istrinya ” lirih Lyra.
Ares hanya dapat tertawa kecil setelah mengetahui pemikiran istrinya itu. Dia mendekap Lyra erat.
Apa dia masih berpikir aku tertarik dengan wanita lain? Bagaimana aku bisa memikirkan wanita lain saat kamu semenarik ini, batin Ares.
“ Jangan merasa terbebani karena itu, kalau kamu tidak merasa nyaman bilang saja. Aku tidak akan memaksa apalagi sampai mencari pelampiasan ke tempat lain.” jelas Ares.
“ Hmmm ” jawab Lyra asal karena dia sudah setengah sadar antara hampir terlelap ke dalam tidurnya.
“ Setiap melakukannya denganmu saja aku langsung lupa rasa tubuhmu walau baru mencobanya. Aku ingin terus merasakan setiap inci tubuhmu. Aku kecanduan denganmu. Untuk apa aku mencari wanita lain ” tutur Ares dia lalu memeluk Lyra lagi dan menikmati saat itu sebentar sebelum dia beranjak untuk mandi. Dia memandangi wajah Lyra yang nampak begitu tenang saat terlelap seperti itu.
“ Cantik sekali ” puji Ares tersenyum puas.
__ADS_1
“ **Sekarang bintang bersinar begitu terang, tetapi terkadang kita lupa cahaya itu berasal dari matahari. Sekali lagi sang bintang hanya perantara ”-Mystorios_Writer.
Mystorios_Writer 🌌🌌**