Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Prioritas Kalian adalah Pernikahan


__ADS_3

Lyra keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah sehabis keramas. Benar seperti yang dikatakan Ares semua barang-barang yang ada di sana baru. Lyra memakai gaun rumahan selutut berwarna peach.


“ Hah?! Dia tertidur ” Lyra sedikit terkejut yang mendapati Ares telah tertidur pulas di atas kasurnya.


“ Selama merawatku di rumah sakit dia pasti kurang tidur ” gumannya lalu menaikkan sedikit selimut ke tubuh Ares.


Lyra duduk di kursi rias yang ada di kamar itu, setelah memeriksa laci Lyra kembali terkagum-kagum.


“ Bagaimana dia bisa membeli semua kosmetik ini, semua yang biasa aku pakai. Bahkan di susun sesuai tempat biasanya. ” Lalu dia memakai krim wajah dan menyapukan sedikit lipstik berwarna pink alami di bibirnya.


Lyra kemudian keluar kamar dia berniat mengelilingi rumah itu.


Lantai atas kamar terdapat ruangan gym, dan beberapa kamar. Sedangkan di lantai bawah hanya ada kamar Lyra dan Ares. Lalu dapur yang sangat luas, tepat berhadapan dengan ruang keluarga terdapat taman yang dipenuhi bunga, dan terdapat air mancur di sana.


Halaman rumah yang begitu luas, setelah berjalan ternyata sejajaran dengan dapur terdapat kolam renang.


Lyra menarik napas merasakan sejuknya udara sore hari itu, dia hanya mengelilingi rumah itu dan masih hanya bagian utama rumah. Tapi dia sudah kelelahan dan akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam.


Lyra masuk ke dapur memutuskan untuk membuat makanan yang bisa dimasak di dapur itu.


“ Apa dia sudah merencanakan untuk pindah jauh-jauh hari sebelumnya? Bahkan semua bahan makanan sudah lengkap di sini ” guman Lyra mendapati kulkas yang penuh.


* * *


Ares menggerjapkan matanya, sesaat setelah kesadarannya terkumpul dia mencari sosok Lyra. Kemudian segera tergesa-gesa bangun karena tidak mendapati keberadaan Lyra di kamar itu.


“ Lyra ” panggil Ares


Dia mencari ke bagian depan rumah melewati ruang keluarga, ruang tamu, dan mencari keluar rumah namun tak menemukan keberadaan Lyra.


Sedikit berlari Ares kembali mencari di lantai atas namun tidak menemukan Lyra di sana. Kemudian Ares menuju bagian belakang.


“ Lyra ” panggil Ares lagi.


“ Aku di dapur!! ”


Mendengar sahutan Lyra dengan cepat Ares menuju dapur, dan mendapati wanita itu sedang sibuk memasak di sana.


“ Lyra ” ucapnya nampak kelelahan.


“ Anda nampak panik? ada apa? ” tanya Lyra bingung.


“ Aku terbangun dan tidak mendapati keberadaanmu di kamar. Aku panik dan mencari hampir ke semua tempat. Untunglah kamu ada di sini ” terang Ares.


“ Memangnya aku bisa pergi ke mana tidak perlu sepanik itu ” Lyra kembali sibuk dengan masakannya.


“ Aku takut terjadi sesuatu padamu ” Ares memeluk Lyra dari belakang.


Lyra menegang.


“ Lain kali beritahu aku saat ingin pergi kemana pun ” lanjut Ares.

__ADS_1


“ Tuan sedang tidur tadi, makanya aku bilang rumah ini terlalu besar. Jadi Anda sendiri yang kelelahankan ” ucap Lyra gugup.


“ Hmm aku kelelahan dan juga sangat takut kamu pergi ” Ares menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Lyra.


Lyra merasa geli saat merasakan bibir Ares di kulitnya.


“ Bisakah Anda menjauh? Aku sedang memasak ” Lyra tidak nyakin apa dia akan sanggup berlama-lama jika Ares seperti itu.


“ Kamu sudah selesai mandi harusnya jangan memasak kamu jadi berkeringat lagi ” ucap Ares bukannya melepaskan pelukannya.


“ Ti-tidak masalah aku bisa mandi lagi agar tidak bau ”


“ Siapa yang mengatakan bau? Aroma tubuhmu sangat harum walau berkeringat ” Ares mengendus-endus leher Lyra.


“ Tuan aku sedang memasak bisakah Anda melepaskan aku ” pinta Lyra.


Ares lalu melepaskan Lyra, dia tersenyum smirk mendapati wajah Lyra yang bersemu malu. Dia berdiri di samping Lyra dan memandangi wanita itu.


“ Duduklah Tuan aku akan menyajikannya ” ujar Lyra.


“ Biar aku bantu ” Ares menyusun peralatan makan di meja. Sehingga lebih mudah bagi Lyra untuk menaruh semua makanan itu di meja.


“ Terima kasih untuk makanannya ” ucap Ares setelah menyuapkan makanan itu ke mulutnya.


“ Semoga rasanya tidak buruk ” ucap Lyra tersenyum.


“ Masakanmu rasanya enak, kalau yang buruk itu masakan Adhisti ”


“ Astaga! Tuan kita belum mengabari Adhisti, bagaimana kalau dia mencari kita ” Lyra gelisah mengingat itu.


“ Nanti biar aku telpon dia ” jawab Ares.


Lyra menggeleng cepat.


“ Telpon dia sekarang, Adhisti pasti sudah pulang kuliah ”


“ Baiklah ” Ares menuruti perkataan Lyra dan menelpon Adhisti.


“ Halo, Isti. Kamu ada dimana sekarang? ” tanya Ares.


“ Aku sedang berada di cafe dengan temanku. Aku akan pulang sebentar lagi ” jawab Adhisti.


“ Bisa nyalakan speakernya ” pinta Lyra.


Ares menyalakan speaker dan mendekatkannya ke arah Lyra.


“ Adhisti begini, kakak dan Lyra memutuskan pindah dari rumah Ibu. Jadi sebaiknya kamu pulang ke sini karena mulai sekarang kita akan tinggal di sini ” jelas Ares.


“ Wait..wait pindah rumah?! Hari ini?! Kakak ini bagaimana Lyra baru saja keluar dari rumah sakit dan sudah memaksanya pindah ” Adhisti terdengar marah.


Lyra tersenyum mendengar itu.

__ADS_1


“ Adhisti aku tidak apa-apa, walau sebenarnya benar Tuan Ares terlalu terburu-buru ” ucapnya.


“ Ly! Benar kamu tidak masalah? ”


“ Tidak, jadi kamu juga bersiaplah untuk tinggal di sini ” ajak Lyra.


Adhisti diam sejenak dan berpikir.


“ Begini, Ly. Aku bukannya menolak untuk tinggal di sana. Tapi aku memilih akan tetap tinggal di rumah aku dan kakak.”


“ Kenapa? ”


“ Bukan apa-apa, hanya saja aku juga ingin mandiri dan tidak menggangu kamu dan kakak lagi. Kalian sudah menikah dan tidak seharusnya aku tinggal bersama kalian lagi ” jelas Adhisti.


“ Tidak kenapa begitu? Aku dan kakakmu tidak merasa terganggu jangan berpikir begitu ” protes Lyra.


“ Aku akan mencoba untuk mandiri, Ly. Dan kamu bersama kakak juga harus memulai semuanya dari awal. Jangan khawatir bukan berarti aku tidak akan berkunjung ke sana, dan juga walaupun tetap di rumah inikan masih banyak pekerja rumah. Aku tidak akan takut ”


“ Tuan jelaskan padanya seharusnyakan kita tinggal bersama ” Lyra menyuruh Ares untuk mengajak Adhisti.


“ Mau bagaimana lagi jika Adhisti ingin mandiri kita juga tidak boleh menghalanginya ” ucap Ares santai.


“ Tapi..”


“ Lyra tenanglah aku hanya ingin mencoba mencapai keinginanku, kamu dan kakak sudah menikah prioritas kalian adalah pernikahan kalian. Jadi tidak perlu memikirkan aku ” ucap Adhisti.


Lyra tetap tidak rela tetapi dia juga tidak ingin menghalangi keinginan Adhisti seperti yang dikatakan Ares.


“ Kamu harus sering berkunjung ke sini. Rumah ini sangat besar rasanya terlalu sepi tinggal berdua di sini ” ucapnya pasrah.


“ Tentu saja, kamu harus jaga kesehatan. Kakak jangan membuat Lyra bersedih! Atau menggangunya Kakak harus menjaga Lyra! ” perintah Adhisti.


“ Kalau begitu sudah dulu ya, aku harus menemui temanku dulu ” Adhisti memutus panggilan itu.


“ Ternyata Adhisti tidak ingin tinggal di sini ” guman Lyra malas.


“ Dia pasti sudah memikirkannya sebelumnya, setidaknya kita harus menghargai keputusan Adhisti. ” jelas Ares.


“ Di rumah sebesar ini kalau Anda sedang pergi bekerja, aku akan tinggal sendiri ”


“ Kenapa? Kamu takut ”


“ Bukan hanya saja terasa sepi sekali ”


“ Kamu mau aku beri solusi ”


Lyra memandang Ares menantikan ucapan pria itu.


“ Kita bisa membuat banyak anak, sehingga rumah tidak akan sepi ” ujar Ares.


“**Selamat berbahagia. Pernikahan adalah gerbang menuju kehidupan penuh misteri. ”-Anonim.

__ADS_1


Mystorios_Writer🍂🍂**


__ADS_2