Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Pria paling Ber*ngs*k di Dunia!!


__ADS_3

“ Si-siapa ayahnya? ” tanya Ares


“ APA?! ”


Ares menatap Lyra, ekspresi Lyra berubah menjadi marah.


“ Ly, tidak apa-apa aku akan membiarkanmu pergi bersama pria itu, aku tidak akan memaksamu tetap menjalani perjanjian itu ini juga demi anakmu ” tutur Ares.


Dada Lyra naik turun tak menentu, kemarahannya memuncak mendengar perkataan Ares.


Bodoh jika aku sempat percaya pria ini baik, aku tahu itu tidak mungkin beraninya dia menuduhku hamil anak pria lain, rutuk Lyra dalam hati.


“ Lyra beritahu aku siapa ayahnya ”


“ BAJ*NG*N!!! BERANINYA KAU MENUDUHKU SEPERTI ITU!! AKU AKAN MEMBUNUHMU!! ” teriak Lyra dengan cepat dia turun dari ranjang tanpa rasa takut dia memukuli Ares dengan tinjunya.


“ Kurang ajar!! aku bodoh sekali sempat berempati padamu!! KAU PRIA PALING BER*NGS*K DIDUNIA!! ”semua makian itu Lyra lontarkan sembari tangannya yang terus memukuli Ares, hatinya sakit dengan teganya Ares menuduh dia seperti itu.


Ares terdiam menerima setiap pukulan Lyra, dia merasa dia pantas menerimanya, setelah Lyra mulai tenang dia menahan tangan Lyra.


“ Tenangkan dirimu! ingat kondisimu ” ucapnya lembut.


Lyra menepis keras tangan Ares.


“ Jangan berpura-pura peduli padaku, kau selalu berpikir aku wanita murahan yang tidur dengan banyak priakan. Hah?! lalu untuk apa kau bertingkah seperti ini!!! ”


“ Ti-tidak Lyra aku tidak berpikir seperti itu ”


“ Jangan menipuku lalu apa maksudmu dengan menanyakan pria mana ayah anakku?! ”


“ A-aku hanya berusaha membantumu kau sudah menggugurkan anakmu denganku, aku tidak mau kau mengalami hal seperti itu lagi oleh karena itu aku menanyakan siapa ayahnya ” ucap Ares dengan ekspresi polos.


Lyra kembali tercengang mendengar perkataan Ares.


“ Kau sudah kehilangan akal! menurutmu sudah berapa kali aku hamil?! ”


“ Maksudmu?! ” Ares semakin bingung.


Lyra membuang napasnya kasar meredam emosinya.


“ Kau masih berpikir aku menggugurkan kandunganku? ” Lyra balik bertanya.


“ Walaupun aku sangat sedih mendengar itu, tapi aku tidak akan menyalahkanmu lagi Lyra ”


“ Kau memang tidak berhak menyalahkanku untuk apa pun ” ucap Lyra sinis, lalu dia kembali duduk di ranjang menjaga jarak dengan Ares.


Ares masih berpikir bahwa semua perkataan Lyra benar, dia tidak berhak menyalahkan Lyra untuk apapun. Ares lalu bergeser dan menyandarkan tubuhnya ke sebuah lemari kecil di sana. Tatapannya kosong ke depan, sejenak mereka berdua terdiam.


Mengapa sulit sekali membuat dia mengerti, batin Lyra. Dia menatap Ares yang duduk di dekat lemari, pria itu nampak kacau.


“ Aku... aku tidak pernah menggugurkan kandunganku ” ucap Lyra perlahan.

__ADS_1


Telinga Ares menangkap suara Lyra, sontak dia menoleh tak sabar ke arah Lyra meminta kepastian kembali pada wanita itu.


“ Waktu itu aku memang pernah berencana untuk melakukannya, tapi beruntung ada seseorang yang mencegahku. Oleh karena itu surat-surat itu ada dilaci, tanpa sengaja terbawa dari klinik itu ” jelas Lyra tanpa melihat Ares, dia hanya menatap lurus ke arah dinding didepannya.


Ares yang mendengar itu seketika hatinya di selimuti kebahagiaan hingga tanpa sadar dia berhambur memeluk Lyra dengan erat.


Lyra yang menerima serangan itu merasa terancam, dengan cepat dia mendorong Ares.


“ Men-menjauh dariku ” ucap Lyra gugup.


Ares lalu menjauhkan dirinya dari Lyra, dia sadar tindakannya tadi pasti membuat Lyra ketakutan.


“ Maaf aku tidak bermaksud. Ta-tapi Lyra bisakah kau mengulangi perkataanmu itu benarkan ” tanya Ares


“ Aku benar-benar sedang hamil, usianya memasuki minggu keenam, dan pria yang menghamiliku adalah kau ” ucap Lyra dengan memberi penekanan di akhir.


“ Aku tidak mau kau menuduhku yang bukan-bukan, tapi kalau kau sendiri yang tidak mau mengakui bayi ini anakmu itu terserah padamu ”


“ Ya Tuhan!! ” Ares melonjak kegirangan hampir saja dia memeluk Lyra lagi tapi dengan cepat Lyra menghindar.


“ Maaf maaf ” ucapnya.


“ Aku benar-benar tidak menduga ini, Lyra terima kasih banyak sudah mempertahankannya. Bagaimana ini? aku tidak tahu betapa bersyukurnya aku ”


Lyra hanya diam, tapi dia juga bersyukur Ares senang dengan kehamilannya hanya itu yang diharapkan oleh Lyra.


“ Sudahlah lupakan saja aku akan berusaha menerima semua ini, demi anakku. Kau pulanglah sekarang sudah jam 2 subuh ”


“ Baiklah aku akan pulang, kau istirahatlah ”


Lyra mengangguk, lalu Ares berjalan pergi keluar dari apartemen itu.


Setelah Ares pergi Lyra mengambil selimut dari atas ranjang, dia pergi menuju sofa. Sudah lama dia tidak dapat tidur di kamar itu, Lyra selalu tidur di sofa. Tidak bisa berbohong Lyra memang merasa sangat lelah sekarang, jadi dengan cepat dia berbaring di sofa.


Ares tiba di depan mobilnya, dia meraba sakunya mencari kunci mobilnya, tapi tidak berhasil menemukannya.


Apa tertinggal di kamar Lyra? Ohh astaga aku terpaksa harus menggangunya lagi, rutuk Ares karena kecerobohannya meninggalkan kunci mobilnya.


Ting tong ting tong


Lyra sedikit terkejut mendengar suara bel berbunyi. Dia menyingkirkan selimut dari tubuhnya dan berjalan menuju pintu. Lyra membuka pintu pelan dia terkejut melihat Ares berdiri di sana.


“ Ada apa? ” tanya Lyra


“ Ehmm maaf Ly, sepertinya aku meninggalkan kunci mobilku di kamarmu ”


Lyra lalu menggeser tubuhnya mempersilakan Ares masuk.


“ Ambillah ”


Ares lalu melangkah menuju kamar, langkahnya terhenti ketika melewati sofa ruang tengah. Dilihatnya selimut dan bantal yang ada di sofa.

__ADS_1


“ Apa ada yang salah? ” tanya Lyra ketika dilihatnya Ares terdiam di sana.


“ Ohh tidak apa-apa, aku pergi mengambil kuncinya ” jawab Ares sembari melanjutkan langkahnya, Lyra tidak mengikuti Ares dia kembali duduk di sofa.


Tak berapa lama Ares sudah kembali dari kamar.


“ Aku sudah menemukannya ” ucapnya sambil menunjukkan kunci yang ada di tangannya.


“ Baguslah ” jawab Lyra singkat.


“ Ly, apa aku boleh bertanya? ”


“ Hah?! Ya ”


“ Kau tidur di sofa? ”


“ Iya aku memang tidur di sofa ”


“ Kenapa? ” tanya Ares


Tapi Lyra diam tak menjawab, dia bingung harus memberitahu Ares alasannya karena dia trauma tidur di kamar.


“ Kau mengalami trauma karena kejadian malam itu, sehingga kau tidak bisa tidur di kamar. Maaf ” lanjut Ares.


“ Tidak perlu terus meminta maaf, itu menggangguku. Tapi benar aku tidak bisa tidur di kamar ”


“ Sudah berapa lama? ”


“ Ya? ”


“ Maksudku sudah berapa lama kau tidur di sofa? ”


“ Semenjak malam itu ” ucap Lyra sambil membuang napas dia tidak ingin mengingat malam itu.


“ Pasti sangat tidak nyaman tidur di sofa ”


“ Ya? ” Lyra tidak percaya pendengarannya apa Ares peduli padanya.


“ Lupakanlah kalau begitu aku pergi ”


Ares lalu melangkah cepat dari apartemen itu, dia melajukan mobilnya cepat menembus jalanan yang sepi.


Dia mengalami hal-hal buruk karena aku, bisa-bisanya aku selama ini berharap bahwa dia akan baik-baik saja. Betapa tidak tahu dirinya aku, tindakanku memaksanya saat itu meninggalkan trauma mendalam untuknya. Tubuhnya mengurus mungkin karena dia tertekan dan juga menderita setiap malam dibayangi ketakutan malam itu. Aku harusnya yang dihukum untuk semua itu, Ares bergelut dengan perasaan dan pikirannya sendiri.


Rasa bersalah semakin memuncak ketika mengetahui Lyra bahkan tidak dapat beristirahat dengan tenang dikamarnya karena perbuatannya, tapi kemana saja dia selama ini. Dia membiarkan gadis itu menanggung semua itu sendirian, bahkan dengan teganya dia juga hampir melukai gadis itu lagi-lagi karena pertanyaan bodohnya.


“ Kau harus berusaha memperbaiki semua ini Ares. Ini semua salahmu ” ucap Ares pada dirinya sendiri.


"**Awal yang baru sering kali disamarkan sebagai akhir yang menyakitkan." - Lao Tzu


Mystorios_Writer 💠**

__ADS_1


__ADS_2