
“ Sampai jumpa Pak ” ucap Lyra mengucapkan salam perpisahan pada Robert, karena ini sudah tiba waktunya pulang.
“ Iya, hati-hati di jalan Lyly ” balas Robert.
Lyra berjalan ke menuju halte bus biasa dia menunggu bus, yang memiliki rute rumahnya. Lyra memiliki berdiri di ujung halte, karena di halte itu juga ada seorang pria dengan jaket dan topi, yang menutupi wajahnya.
Kenapa malam ini haltenya sepi sekali, aku sedikit takut. Cepatlah bus segeralah datang, batin Lyra.
“ Ahhh!! Anda siapa? ”
Brukk!!
* * *
Ares melangkah melewati pekarangan depan rumah Lyra, sekarang sudah jam 9 malam. Tadi dia memberi perintah pada bawahannya untuk membeli buah anggur, tadi pagi dia menyadari persediaan anggur di rumah Lyra tinggal sedikit. Jadi dia berniat untuk mengantarkan buah itu pada Lyra.
Ting tong ting tong!
Lama Ares menekan bel, dan sesekali memanggil Lyra tapi tidak ada jawaban maupun pintu terbuka. Sebenarnya Ares tahu kode rumah, hanya saja dia tidak ingin menerobos masuk begitu saja.
“ Dia pergi kemana? ” tanya Ares bingung, akhirnya dia memutuskan untuk membuka pintu itu sendiri.
Lampu rumah tidak menyala, begitu juga lampu kamar.
“ Lyra! Lyra! ”
Ares telah mencari ke seluruh penjuru rumah tapi tidak menjumpai sosok Lyra.
“ Kemana dia? ini sudah lewat dari waktu pulang kantor ” gumannya risau.
Dia mulai mencari nomor Lyra di handphonenya, tapi berapa kali pun dia menelpon, panggilannya tidak masuk. Ares memutuskan menelpon Adhisti.
“ Halo kak, ada apa tumben menelpon? kakak tidak pulang? ” tanya Adhisti begitu menjawab telpon Ares.
“ Belum aku masih di rumah Lyra, apa kau tahu Lyra pergi kemana? ” tanyanya.
“ Tapi kakak bilang sedang di rumah Lyra, bukannya harusnya dia ada di sana ” Adhisti juga bingung.
“ Kalau dia ada di sini, untuk apa aku menelpon mu ” kesal Ares.
“ Benarkah? aku tidak tahu kak, semenjak tadi pagi aku belum bertemu Lyra, kakak sudah coba menelponnya ”
“ Sudah tapi handphonenya tidak aktif, menurutmu kemana dia pergi? ” Ares semakin gelisah.
__ADS_1
“ Aku akan coba menanyai teman kampusku yang lain, nanti kalau sudah ada kabar aku hubungi lagi kak ” Adhisti memutus sambungan telepon itu.
Ares mondar-mandir di ruangan itu, ia masih mencoba bersabar menunggu Lyra pulang. Siapa tahu dia hanya pergi keluar sebentar. Ares terpikir sesuatu, dia memutuskan bertanya pada anak buahnya yang dia suruh mengawasi Lyra.
“ Kemana Lyra pergi? ” tanyanya tergesa-gesa begitu telpon itu di jawab.
“ Maaf Tuan, bukannya Nona muda sudah pulang. Tadi setelah keluar dari kantor Nona segera menunggu di halte seperti biasanya ” jawab anak buahnya.
“ Bodoh!! Kalau dia ada di sini aku tidak akan menelponmu, apa kau melihat Lyra naik ke bus!? ” bentak Ares.
“ Maaf Tuan, karena Nona sudah menunggu di halte. Saya berpikir Nona akan pulang seperti biasa. Maaf Tuan ini kelalaian saya ”
“ Tidak becus!! Segera periksa kembali ke kantornya, kau harus menemukan dia secepatnya! ”
“ Baik Tuan ”
Ares segera mengakhiri panggilan itu, dia mengepal jarinya. Sekarang emosinya semakin tak tertahan bagaimana bisa tidak ada yang tahu Lyra dimana.
“ Halo Gavrill ” Ares kembali menelpon.
“ Halo Tuan, ada apa Tuan? ” jawab Gavrill cepat karena mendengar nada yang tidak menyenangkan dari Tuannya itu.
“ Segera datang ke rumah Lyra sekarang juga! ” perintah Ares tegas.
“ Ta-
“ Tapi Tuan bukankah masa liburku masih ada seminggu lagi ” rutuk Gavrill tetap melanjutkan ucapannya. Gavrill mengambil cuti selama sebulan, tapi belum habis berlibur dia harus bekerja lagi.
Gavrill menduga ini masalah darurat jadi secepat kilat dia melajukan mobilnya menuju lokasi Ares saat ini.
Sampai di rumah Lyra, Gavrill segera turun dari mobil. Berniat masuk ke dalam rumah, tapi sepertinya itu tidak perlu Bosnya sudah nampak berdiri menunggu nya di teras rumah.
“ Kita harus pergi ke Founding Company ” ucap Ares sambil berjalan cepat menuju mobil.
“ Founding Company? ” tanya Gavrill bingung. Dia lalu bergegas menyusul Ares dan segera melajukan mobil itu.
“ Ada apa Tuan? Kenapa kita pergi ke Founding Company? ” Gavrill kembali bertanya karena melihat ketidak tenangan Tuannya itu.
“ Kita harus mencari Lyra ke sana, aku tidak tahu dia berada sekarang ”
“ Nona Lyra menghilang? ”
“ Orang yang aku suruh mengawasinya mengatakan bahwa dia akan pulang dan sedang menunggu bus di halte. Tapi sampai sekarang Lyra tidak pulang, handphonenya juga tidak aktif. Mereka belum menemukan keberadaannya ” jelas Ares panjang lebar untuk pertama kalinya.
__ADS_1
“ Aneh sekali, Nona Lyra tidak pernah seperti ini ” ucap Gavrill juga mulai khawatir.
“ Segera perintahkan anak buahku mencari ke semua tempat kemungkinan Lyra berada ” perintah Ares.
“ Baik Tuan ”
Gavrill sibuk menelpon ke setiap anak buahnya sambil menyetir mobil itu.
Begitu mereka tiba di perusahaan itu, Gavrill segera turun untuk mencari keberadaan Lyra di sana. Karena tidak mungkin dia membiarkan Tuannya merendahkan diri menanyai para pekerja di sana.
“ Maaf Tuan Nona Lyra sudah pulang dari tadi sore sesuai waktunya, yang ada di kantor hanya tinggal beberapa karyawan yang mengambil lembur saja ” jawab Resepsionis itu pada Gavrill karena tak henti-hentinya pria itu menanyainya.
“ Izinkan aku mencek ke ruangan karyawan kantor ini, siapa tahu Nona Lyra masih ada di sini ” desak Gavrill.
“ Maaf Tuan, tapi tindakan itu tidak di izinkan. Saya mohon Anda mengerti ” tegas sang Resepsionis.
“ Ada ribut-ribut apa ini? ” tanya Robert yang kebetulan akan pulang.
“ Maaf Pak, begini Tuan ini memaksa ingin masuk untuk mencari Nona Lyra. Sebelumnya sudah saya beritahu bahwa Nona Lyra sudah pulang ” jelas Resepsionis itu.
Gavrill berbalik ke arah Robert, dia tetap akan memaksa memeriksa keberadaan Lyra.
“ Begini Tuan, ini adalah perusahaan yang memiliki aturan, dan sesuai aturan tidak sembarang orang boleh masuk ke sini. Ada keperluan apa dengan karyawan kami? ” ucap Robert
“ Saya sedang mencari Nona Lyra, terakhir kali Nona Lyra berada di lokasi ini ” jawab Gavrill.
“ Maaf Tuan sesuai yang dikatakan Nona ini, Lyra memang sudah pulang sedari tadi. Apa terjadi sesuatu padanya? ” tanya Robert lagi
“ Sampai sekarang Nona Lyra belum pulang dan keberadaannya juga tidak diketahui ” ucap Gavrill lalu dia segera bergegas pergi dari sana.
“ Kalau boleh tahu apa hubungan Anda dengan Lyra? ” tanya Robert sedikit keras karena Gavrill yang telah menjauh.
“ Saya tidak memiliki kewajiban menjawab pertanyaan Anda ” jawab Gavrill dingin.
Gavrill berjalan cepat menuju ke mobil.
“ Tuan Nona tidak ada di sini, mereka mengatakan Nona sudah pulang dari kantor sedari sore tadi ” lapor Gavrill.
“ Sialan! siapa yang berani bermain-main denganku. Aku tidak mau tahu caranya segera temukan Lyra! ” bentak Ares.
Dimana kau sekarang? Jangan katakan kau pergi jauh dariku. Tidak... tidak itu tidak benar kau tidak mungkin melarikan diri. Lalu dimana kau sekarang aku sangat khawatir, batin Ares.
"**Kamu membuat hatiku tumbuh melampaui tubuhku, dan sekarang kamu tidak ada di sini, hampa."-Anonim
__ADS_1
Mohon dukungannya untuk novel ini😊😀
Mystorios_Writer ⛈️⛈️**