Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Foto Pernikahan


__ADS_3

Lyra mengerjapkan matanya perlahan.


“ Eughh ” lenguhnya panjang.


“ Tidurmu nyenyak ” sapa Ares.


“ Tuan! ” pekik Lyra terkejut mendapati Ares yang berdiri memandanginya.


“ Bersiaplah kita akan pergi ke kantor ” ajak Ares.


Lyra melirik jam yang ada di meja di sampingnya.


“ Jam 9?! Kenapa tidak membangunkan aku? ” sesal Lyra nampaknya Ares akan terlambat pergi karena dia.


“ Kamu begitu nyenyak jadi aku tunggu saja ”


“ Seharusnya bangunkan aku, Tuan terlambat karena aku ” Lyra beranjak tergesa-gesa.


“ Santai saja, Ly. Siapa yang akan marah kalau aku terlambat ” Lyra tak menghiraukan itu dan segera bergegas masuk ke kamar mandi.


Lyra mandi dengan cepat, dan segera keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang di lilit ke tubuhnya. Dia akan memakai pakaiannya di walk in closet.


“ Akh!! ” pekik Lyra kaget mendapati Ares yang sedang duduk di ranjang. Ares yang semula fokus ke ponselnya melihat ke arah Lyra.


Ares melotot kaget dengan pemandangan yang di lihatnya saat ini.


“ Kenapa Anda tidak pergi keluar ” sungut Lyra dan segera berlari masuk ke walk in closet.


Dia tidak melihatnyakan?! Astaga kenapa dia harus melihatku hanya dengan handuk ini, rutuk Lyra dalam hati.


Sementara Ares dengan sulit menelan salivanya, bagaimana jiwa kelelakiannya tidak bangkit saat menyaksikan Lyra yang hanya menggunakan handuk sepangkal paha. Melihat kulit putih polos Lyra dan *********** yang menyembul setengah tidak tertutup sepenuhnya. Ares terpaksa menghela napas berkali-kali untuk menetralkan diri.


“ Sesulit ini harus menahan nafsu terhadap istri sendiri ” gumannya, akhirnya dia memutuskan keluar kamar dari pada bertemu Lyra dan saling canggung.


Setelah sekitar 15 menit kemudian Lyra keluar dari kamar dia mengenakan gaun formal berwarna hijau toska. Dalam kondisinya saat ini sepertinya pakaian yang cocok untuknya hanya gaun.


“ Kita bisa berangkat sekarang ” ajak Lyra pada Ares.


“ Kamu sarapan dulu. Tidak perlu terburu-buru seperti itu ”


“ Boleh aku sarapannya nanti saja, saat ini aku tidak berselera. ” tolak Lyra.


“ Aku akan pesankan makanan dari kantin kantor nanti. Jangan menolak ” tegas Ares.


Lyra mengangguk cepat dan mereka segera berangkat.


Setelah melewati perjalanan itu akhirnya mereka tiba di kawasan perusahaan itu. Lyra memandang kagum untuk kedua kalinya melihat gedung tinggi itu. Saat sebelumnya datang ke sini dia hanya sebentar dan segera pergi.

__ADS_1


Lyra meremas pinggiran gaunnya gugup.


“ Tidak perlu setegang itu.” tutur Ares melihat Lyra yang nampak gelisah.


Lyra menggeleng tetapi tak bisa berbohong dia benar-benar gugup.


Ares yang telah turun dari mobil segera membukakan pintu untuk Lyra.


“ Ayo, tidak perlu takut ” Ares menggenggam tangan Lyra yang berkeringat karena gugup.


“ Aku takut...apa yang akan di pikirkan oleh karyawan Anda ” bisik Lyra pelan.


“ Apa yang bisa mereka pikirkan? Kamu adalah istriku cukup itu yang perlu mereka tahu ” ucap Ares tenang.


Karena itu aku takut dan gugup. Saat Tuan memperkenalkan aku sebagai istrimu. Apa yang akan mereka pikirkan? Apa aku pantas bersanding dengan Anda?, batin Lyra bertanya risau.


Mengetahui kegugupan Lyra Ares menggenggam tangannya erat mencoba membuatnya sedikit santai.


Begitu mereka memasuki kantor, setiap karyawan yang berada di sana segera menunduk hormat.


Ares terus berjalan tanpa membalas sapaan hormat itu, dan segera menuju lift.


“ Hufffftt ” desah Lyra lega setelah mereka berada berdua di dalam lift.


“ Tenang saja kamu tidak perlu gugup seperti itu ” Ares menenangkan Lyra.


“ Aku rasa mereka pasti bertanya-tanya bagaimana bisa perempuan seperti aku menjadi istri Anda ” ucap Lyra lesu.


Dan benar saja setiap mereka selesai melewati para karyawan itu. Mereka akan bergunjing dan bertanya-tanya apa itu benar istri pemilik perusahaan itu. Karena sebelumnya Ares tidak pernah membawa istrinya dan identitas wanita itu juga sangat privasi.


Mereka semua sangat heran saat kini Ares datang bersama istrinya.


**“ *Beruntung sekali wanita itu! ”


“ Ternyata pantas Tuan Ares merahasiakan keberadaan istrinya, lihat saja istrinya secantik itu ”


“ Wanita itu pasti mengikat Tuan Ares dengan kehamilannya kalau tidak mungkin dia bisa di pilih menjadi istrinya ”


“ Sudah kelihatan dia tipe wanita penggoda, usia semuda itu tapi demi uang rela menikah dengan Tuan Ares* ”**


Seperti itulah pergunjingan yang terdengar dari para karyawan itu, tapi pastinya mereka hanya berani membicarakan itu di belakang.


* * *


Akhirnya mereka tiba di ruangan Ares, Lyra memandang ruangan yang nampak berbeda dari sebelumnya ketika datang ke sini. Sofa di ruangan itu di ganti menjadi bentuk sofa santai yang kita bahkan bisa berbaring di sana.


Sebelumnya hanya meja kerja Ares yang ada di sana, tapi sekarang ada satu meja kerja lain di sana. Cukup dekat dengan meja kerja Ares.

__ADS_1


“ Sepertinya ruangan Tuan banyak berubah ” guman Lyra.


“ Iya aku mengganti sofanya agar kamu nyaman dan menambah meja kerja di sana siapa tahu kamu mengerjakan tugasmu di sini ” jelas Ares.


“ Anda menyiapkan semua ini? Bagaimana kalau sebelumnya aku tidak setuju untuk ikut ke kantor? ” tanya Lyra tak percaya Ares menyiapkan semuanya hanya karena dia akan datang ke kantor itu.


“ Sejujurnya aku akan sedikit memaksamu untuk tetap ikut ” ujar Ares jujur.


“ Sudah ku duga ” balas Lyra.


“ Kalau begitu kamu bisa duduk bersantai di sini aku akan melihat pekerjaanku dulu. Dan makananmu akan segera tiba ”


“ Anda memesannya secepat itu ” Lyra kemudian duduk di sofa itu dan memang cukup nyaman. Dia masih sibuk mengagumi setiap sudut ruang kerja Ares memperhatikan furnitur yang ada di sana, juga beberapa lukisan yang terpajang di dinding, dan berbagai bukti penghargaan perusahaan.


Setelah makanan di antar masuk oleh seorang sekretaris wanita, Lyra pun memulai makannya.


Ares memperhatikan sekilas Lyra yang menyantap makanannya dengan lahap. Dia senang wanita itu nampak bahagia.


“ Aku kekenyangan ” ucap Lyra sambil memegangi perutnya.


“ Benarkah...kamu suka makanannya ” ujar Ares tapi tetap fokus pada laptop di depannya.


“ Iya makanannya enak. Aku tidak menyangka makanan kantin perusahaan seenak itu ” puji Lyra.


“ Kalau kamu mau sesuatu bilang saja, aku akan suruh sekretarisku membawakannya untukmu ”


Lyra mengangguk cepat. Karena merasa sudah duduk terlalu lama, Lyra berdiri membaca berbagai penghargaan yang terpajang di sana. Begitu banyak penghargaan untuk Ares sebagai pengusaha terbaik.


“ I-ini?! ” guman Lyra sedikit terkejut melihat bingkai foto berukuran besar terpajang di dinding ruangan Ares. Karena Lyra membelakangi sisi itu hingga dia baru melihatnya sekarang.


Lyra mengingat momen di foto, itu adalah saat dia dan Ares telah selesai menerima pemberkatan dan Pendeta menginstruksikan pengantin boleh berciuman. Lyra saat itu belum siap namun dengan cepat Ares menciumnya. Begitu cepat hingga bahkan Lyra masih belum nyakin saat itu apa benar dia telah kehilangan ciuman pertamanya.


Dan melihat sekarang foto itu terpajang di ruangan itu, di foto itu wajah Lyra hanya terlihat sebagian karena tertutup wajah Ares.


“ Kapan foto ini sempat di ambil? ” tanya Lyra.


Ares melihat arah yang di tunjuk Lyra.


“ Tentu saja saat hari pernikahan kita ” jawab Ares pasti.


“ Tapi aku tidak melihat ada fotografer saat itu ”


“ Mungkin kamu yang tidak menyadarinya, aku punya banyak foto pernikahan kita ”


Lyra diam tercengang mendengar itu.


Benarkah? Aku berpikir momen pernikahan itu tidak penting baginya dan membiarkannya berlalu begitu saja. Tidak ku sangka dia bahkan memajang salah satu foto pernikahan kami, ucap Lyra dalam hati.

__ADS_1


“**Kita harus ingat bahwa sama seperti pandangan hidup yang positif dapat meningkatkan kesehatan yang baik, demikian juga tindakan kebaikan setiap hari.” — Hillary Clinton


Mystorios_Writer⛲⛲**


__ADS_2