Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Aku Sangat Mencintaimu


__ADS_3

Ares berjalan cepat masuk ke rumahnya, dengan sangat bersabar dia menunggu hingga sore hari.


Dia segera masuk ke kamar Lyra, menghampiri Lyra. Ternyata gadis itu sedang tertidur matanya membengkak dan sembab Ares tahu Lyra pasti menangis cukup lama. Dia membelai rambut Lyra.


Lyra tersentak saat merasakan sentuhan di kepalanya hingga dia segera terbangun.


“ Tuan ” ucapnya dengan suara serak karena menangis tadi.


“ Tidurlah lagi, aku malah membangunkanmu ” sesal Ares.


Lyra menggeleng pelan.


“ Aku sudah lama tertidur ” ucapnya.


Lyra lalu duduk bersandar pada ranjang, di susul oleh Ares yang duduk di sisi ranjang itu.


“ Matamu sampai bengkak begini ” Ares menyentuh kelopak mata Lyra.


“ Aku pasti kebanyakan tidur ”


“ Perkataan mereka tentangmu tidak benar sedikit pun, jangan menghiraukan itu ” Ares sedikit menarik tubuh Lyra ke pelukannya.


“ Perkataan siapa maksud Anda? ” tanya Lyra berpura-pura tidak tahu maksud Ares.


“ Aku sudah tahu semua yang terjadi di kantor hari ini, maaf seharusnya aku tidak membiarkan mereka membicarakanmu ”


Lyra menyembunyikan wajahnya yang kembali di basahi air mata di dada Ares.


“ Aku sudah memberi mereka pelajaran. Dengan lancangnya mereka berani mengusikmu ”


“ Sepertinya semua orang akan berpikir sama, memang tidak sepantasnya aku di nikahi oleh Tuan ” ucap Lyra sendu.


“ Mereka mengatakan itu hanya karena merasa iri padamu, kamu sangat sempurna sehingga mereka merasa tersaingi.”


Lyra menggelengkan kepala tidak membenarkan perkataan Ares.


“ Mereka memang benar aku menghambat pekerjaan Anda dengan berada di sana...”


“ Aku yang mengajakmu ke perusahaanku dan aku tidak merasa kamu menghambat pekerjaanku. Itu semua anggapan salah, Ly. Jangan mempercayai itu ”


“ Aku juga tidak ingin mempercayainya, tetapi rasanya menyakitkan saat mereka mengatakan aku menggoda dan menjebak Anda dengan kehamilan ” Lyra mengusap air matanya.


“ Aku sudah memberikan hukuman yang pantas untuk orang-orang itu ” ucap Ares.

__ADS_1


“ Yang terpenting aku tahu kamu tidak seperti yang mereka bicarakan. Kamu wanita yang sangat baik dan juga calon ibu yang hebat. Aku memujamu ” Ares mengangkat wajah Lyra hingga menatapnya.


“ Tidak ada yang lebih pantas bagiku selain kamu untuk menjadi istri. Jika ada orang yang mengatakan hal seperti itu lagi, kamu dapat mengatakan dengan pasti bahwa akulah yang menggoda dan menjebakmu dengan kehamilan. Karena itu memang kebenarannya, Ly. Aku tidak mau kehilanganmu ” ungkap Ares tulus.


Lyra begitu terharu mendengar itu hingga dia tak dapat berkata-kata.


Ares menciumi seluruh wajah Lyra.


“ Aku menyukai setiap yang ada padamu. Tidak peduli apa anggapan orang lain. Aku sangat mencintaimu ”


Lyra begitu terkejut mendengar pengakuan tiba-tiba dari pria itu, untuk pertama kalinya dia mendengar pria itu mengatakan mencintainya.


Ares mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Lyra dengan sangat lembut. Lyra yang menerima rasa hangat dan lembut sentuhan bibir Lyra tidak menunjukkan penolakan sama sekali. Dia terbawa ke dalam nikmatnya permainan Ares dan memejamkan matanya.


Tanpa sadar Lyra mengalungkan tangannya di leher Ares dan menelusupkan jemarinya di rambut Ares, seakan meminta Ares memperdalam ciuman mereka.


Ares dengan tidak terburu-buru tetap menciumi Lyra dengan lembut membiarkan wanita itu terbuai.


Ares menarik pinggang Lyra mendekat ke arahnya hingga Lyra terduduk di pahanya. Ciuman yang mulanya hanya di dominasi Ares berganti, Lyra mulai membalas ciuman itu bahkan sedikit lebih kasar.


Ares diam membiarkan Lyra dengan bebas mengeksplor ciuman mereka, memainkan lidahnya di mulut Ares. Lyra memegangi kepala Ares agar tidak menjauh darinya.


Tangan Ares memeluk pinggang Lyra erat tak ingin lepas dari wanita itu.


Lyra dengan berani mendaratkan kecupan di leher Ares dan menyesapnya kuat meninggalkan beberapa tanda di sana.


Bukannya berhenti Lyra berubah sangat agresif membuka satu persatu kancing kemeja Ares dan menelusupkan tangannya ke dada pria itu.


Ares cukup menggila di buatnya, dengan kesadarannya Ares menahan tangan Lyra.


“ Ja-jangan seperti ini, Ly. Aku tidak akan tahu apakah sanggup menahan diri ” ucapnya memperingatkan.


Perkataan Ares tak di hiraukan Lyra, dia mendaratkan ciumannya di dada Ares.


“ Ly..eugh..aku peringatkan sebaiknya berhenti ” Ares dengan kuat menahan diri, dia bahkan menggengam rambut Lyra erat sehingga ikatan rambut wanita itu menjadi berantakan.


Lyra terus bergerak menghujani Ares dengan ciuman. Hingga tak sanggup lagi menahan diri, Ares dengan cepat mengangkat tubuh Lyra ke pangkuannya di raihnya resleting gaun yang di kenakan Lyra.


Menarik gaun itu dari tubuh Lyra dengan tetap menciumi wanita itu. Tubuh Lyra hanya di tutupi oleh bra dan ****** ********. Ares dengan cepat menarik pengait bra itu dan melepaskannya dari tubuh Lyra.


Lyra memandang Ares seolah kesadarannya sudah mulai pulih bahwa mereka telah melewati batas.


Tapi sudah terlambat Ares segera mengalungkan tangan Lyra kembali ke lehernya, menciumi gadis itu.

__ADS_1


Melepaskan kemejanya sendiri Ares menarik Lyra lebih dekat kepadanya hingga tubuh polos mereka bergesekan.


“ Tu-tuan... ” ucap Lyra dengan desah.an


Tangan Ares tidak tinggal diam dia menjamah kedua gundukan itu, meremasnya pelan sehingga si empunya melenguh panjang.


Ares menurunkan ciumannya ke leher Lyra dan berlanjut turun ke dadanya. Lyra menggeliat frustasi dengan sensasi yang di berikan Ares, dia menekankan kepala Ares ke dadanya.


“ Eughhh....ahhh..ahh ” suara nakal itu lolos begitu saja dari mulutnya.


Apa hari ini aku benar-benar akan mengulang kejadian malam itu?, batin Lyra.


Ares membaringkan Lyra perlahan bertumpu pada kedua tangannya dia mencumbui Lyra di atas tubuh wanita itu.


Lyra mengigit bibir bawahnya mencoba meredam sensasi yang menghujamnya. Bahkan nampak rakus Ares senantiasa menghisap satu persatu puncak payudara Lyra.


Berlanjut turun menciumi perut Lyra lalu pahanya, dan berhenti di pusat tubuh Lyra. Ares menurunkan ****** ***** Lyra satu-satunya pakaian yang tersisa di tubuh wanita itu.


Ares dengan posisi siap untuk memasuki wanita itu.


“ Berhenti Tuan!! ” pekik Lyra.


Ares memandang wanita itu seolah bertanya.


“ Bayinya!! Kita tidak bisa melakukannya sembarangan! Itu bisa membahayakan bayinya! ” Lyra memperingatkan.


Ares terdiam tak tahu harus bagaimana lagi, dia akan sangat tersiksa jika semua hasratnya tidak terlepas saat itu juga.


“ Tapi, Ly...” desahnya frustasi.


“ Anda belum tahu itu berbahaya bagi bayinya atau tidak. Melakukan hal itu tanpa tahu mana yang aman untuk kehamilan akan sangat berbahaya ” jelas Lyra lagi dia benar-benar mengandalkan logikanya saat ini.


Ares membuang napasnya kasar, lalu dengan cepat turun dari ranjang dan segera menuju kamar mandi. Untuk menuntaskan semua yang tertunda tadi.


Lyra menaikkan selimut menutupi tubuhnya.


“ Haiiis ” dia menyugar rambutnya kasar.


“ Maaf....” sesalnya, lalu dengan cepat dia berdiri dan melilitkan selimut ke tubuhnya. Berjalan masuk menuju walk in closet.


Membiarkan Ares melihatnya dalam kondisi telanjang seperti itu akan menimbulkan masalah baru.


Kata-kata Motivasi dari Author

__ADS_1


“ ***Memutuskan berhenti pada saat seperti itu, siksaannya berat loh, Lyra. Kasihan Ares nya😅”


Mystorios_Writer😘😘***


__ADS_2