
“ Bagiku itu sangat seksi. Tidak pernah aku melihat tubuh wanita semenarik itu ” ucap Ares cepat.
“ Anda membuatku merasa malu...tidak perlu berbohong ”
“ Aku tidak berbohong, lihat aku! Apa aku kelihatan berkata bohong sekarang? ” Ares bertanya tegas.
Lyra memandang mata Ares namun tak menemukan kebohongan di sana. Dia lalu menggeleng pelan.
“ Benar aku tidak berbohong. Perutmu membesar tapi tidak sedikit pun mengurangi kecantikanmu. Kamu bahkan terlebih mempesona ”
“ Badanku akan semakin besar seiring waktu dan Anda akan segera berubah pikiran akan hal itu ”
“ Aku tidak bisa menjanjikan apa pun. Tapi aku nyakin akan tetap melihatmu sebagai satu-satunya wanita yang tercantik ” tutur Ares.
Lyra jelas tersipu malu mendengar itu.
“ Terima kasih itu terdengar sangat baik ” ucap Lyra.
“ Kalau begitu kita sudah bisa pergi sekarang ” Ares meraih ponselnya dan menggenggam tangan Lyra mengajaknya mengikuti dia.
* * * *
“ Tuan sebenarnya Anda akan membawaku kemana? ” tanya Lyra setelah mereka berkendara lumayan lama.
“ Tunggulah sebentar lagi kita sampai, aku harap kamu menyukainya ” ucap Ares sambil kembali fokus mengemudi.
Lyra terus memandangi jalanan yang mereka lewati, hingga matanya di suguhkan pemandangan laut. Barulah dia sadar mereka memasuki kawasan pantai.
“ Pantai?! ” tanyanya antusias.
Ares mengangguk pelan.
“ Wow! Aku benar-benar ingin pergi ke pantai! ”
“ Kita akan segera ada di sana ”
Mobil Ares terus melaju baru setelah melewati beberapa gazebo akhirnya Ares memberhentikan mobil itu.
“ Kita akan turun di sini?! ” Lyra bertanya cepat setelah mendapat anggukan dari Ares dengan bersemangat dia keluar dari mobil.
“ Wah! Kita berada di pantai!! ” peliknya tertahan sangking senangnya.
“ Boleh kita pergi ke pinggir pantainya?! ”
“ Hmm...tapi tetap berhati-hati ” jawab Ares.
Lyra segera berlari kecil dengan semangat menuju pinggiran pantai itu. Dia berlari mengejar ombak dan berlari lagi ketika ombak akan membasahi kakinya.
“ Ly, pelan-pelan! Kemari sebentar! ” panggil Ares.
Lyra dengan cepat menghampiri pria itu.
“ Buka sepatumu agar tidak basah dan perhatikan siapa tahu ada cangkang kerang. Itu bisa melukai kakimu ” ungkap Ares sembari melepaskan sepatu Lyra.
Lyra memperhatikan Ares yang berjongkok untuk membuka sepatunya, rasanya benar-benar mendebarkan.
“ Terima kasih ” ucapnya lalu dia kembali berlari ke pinggir pantai.
“ Dia bersemangat sekali ” guman Ares.
Ares duduk di gazebo memperhatikan Lyra yang asik bermain di pinggir pantai.
“ Tuan!! ” panggil Lyra dari sana.
__ADS_1
“ Ada apa? ” secepatnya Ares mendekati Lyra takut terjadi sesuatu padanya.
“ Coba lihat ini...aku menemukannya tadi bukankah ini bintang laut ” Lyra mengulurkan tangannya menunjukkan sesuatu pada Ares.
“ Ya ampun!! ” Ares membalikkan telapak tangan Lyra cepat benda itu jatuh dan segera hilang terseret ombak.
“ Tuan...kenapa membuangnya ” sungut Lyra tidak terima.
“ Sini aku lihat tanganmu baik-baik saja kan? ” Ares memeriksa satu persatu jemari Lyra.
“ Tanganku baik, ada apa? ”
“ Yang kamu pegang tadi itu sejenis bulu babi. Kamu nyakin tidak merasa sesuatu terjadi pada tanganmu? ” Ares masih khawatir.
“ Tidak aku tidak merasakan apa pun ” jawab Lyra menyadari ternyata Ares segera menyingkirkan benda itu karena berbahaya.
“ Baiklah...sebaiknya ayo beristirahat sebentar ” Ares membawa Lyra menuju gazebo.
“ Kamu tunggu di sini aku ambilkan air ”
Lyra tersenyum melihat perlakuan dan perhatian Ares padanya.
“ Minumlah ” Ares memberikan botol yang telah dibukanya pada Lyra.
“ Boleh aku pergi berjalan-jalan di pinggir pantai lagi? ” tanya Lyra.
“ Setelah istirahat kita akan pergi ”
Mendengar jawaban itu Lyra tersenyum bahagia.
Benar saja setelah beristirahat Ares mengajak Lyra berjalan-jalan di pinggir pantai itu.
“ Kalau kamu merasa lelah segera katakan ” ucap Ares menggenggam tangan Lyra. Lyra menganggukkan kepala dan mengikuti pria itu berjalan beriringan.
“ Aku pikir kamu pasti butuh waktu untuk berlibur sejenak. Pergi menikmati keindahan alam merupakan salah satu solusinya ” jawab Ares.
“ Aku menyukai ide itu ” Lyra tersenyum pada Ares.
“ Kamu mau bepergian ke tempat lain? Selama seminggu ini agar tidak bosan ”
“ Itu pasti menyenangkan, tapi tidak ” Lyra menggeleng pelan.
“ Kenapa katanya tadi menyenangkan ”
“ Tuan pasti memiliki banyak pekerjaan yang menumpuk, selama merawatku di rumah sakit Anda bahkan tidak pergi bekerja sama sekali. Lalu jika pergi bersamaku untuk sekadar berlibur, bagaimana dengan pekerjaan Anda ” jelas Lyra.
“ Aku pemilik perusahaan itu, apa masalahnya jika aku tidak masuk bekerja ” ucap Ares santai.
“ Justru karena Tuan pemilik perusahaan jadi tanggung jawab Anda besar. Kita pergi ke pantai seperti ini saja sudah cukup. Lagian seminggu pasti cepat berlalu ”
“ Kamu benar-benar sebuah kejutan. Aku tidak menyangka kamu memikirkan itu ” puji Ares.
Lyra membalas dengan anggukan pada pria itu.
“ Ehh! Ini apa? ” Lyra menggali sedikit pasir pantai karena melihat benda berkilauan dari sana.
“ Sebuah cincin. Nampaknya seseorang telah kehilangan ini ” Dia menunjukkan cincin itu pada Ares.
“ Buang saja tidak penting juga ” ucap Ares tak terlalu mempedulikan itu.
“ Tapi Tuan nampaknya cincin ini berharga coba lihat ini terbuat dari emas. Seseorang pasti kesulitan mencarinya sekarang. Bagaimana kalau kita cari pemiliknya ” pinta Lyra.
“ Lyra siapa tahu cincin itu sudah berada di sana berapa lama. Lalu dari mana kita tahu pemiliknya masih ada di pantai ini ”
__ADS_1
“ Benar juga...” desah Lyra kecewa. Dia membersihkan cincin itu sesaat lalu karena penasaran mencobanya di jemarinya, sementara Ares hanya memperhatikan Lyra.
“ Hei!! Dasar pencuri ini cincinku!! ”
“ Awwww” ringis Lyra setelah tangannya sedikit tercakar kuku seorang wanita yang tiba-tiba menghampirinya dan menarik cincin itu secara paksa.
“ Apa masalahmu?!! ” bentak Ares keras pada wanita itu dan mendorongnya menjauh dari Lyra.
Ares meraih tangan Lyra dan melihat jari Lyra yang terluka bekas cakaran wanita itu.
“ Bisa-bisanya kalian dengan bangga berduaan seperti ini setelah mencuri! ” bentak wanita itu.
“ Mencuri!! Aku akan menutup mulut busukmu!! ” Ares sangat marah mendengar wanita itu.
“ Tuan...tenanglah sebentar. Maaf Nona sebenarnya ada apa? Cincin itu milik Anda? ” tanya Lyra mencoba tidak terpancing emosi.
“ Tentu saja, ternyata kamu mencurinya! ”
“ Maaf Nona aku menemukannya tergeletak tadi. Untunglah kalau begitu jika cincin itu milik Anda ” jelas Lyra.
“ Tergelatak apanya? Bilang saja kamu mencuri. Jelas-jelas tadi tidak tahu malu memakainya! ” hardik wanita itu.
“ Sialan! Tutup mulutmu! Aku bisa membeli 100 cincin murahan seperti itu!! Berani sekali kau menghina istriku!! ” bentak Ares tapi dengan sigap Lyra mencegah Ares.
“ Maaf Nona memang benar saya menemukannya, jika tidak percaya. Nona silakan ambil saja cincin itu tidak masalah ”
“ Jelas aku akan mengambilnya! Ini milikku!! ”
“ Bukannya berterima kasih!! ” bentak Ares.
“ Sudahlah Tuan..”
“ Sayang! Sayang! ” seorang pria menghampiri wanita itu.
“ Sayang lihatlah ini cincinku ternyata mereka mencurinya ” ucap wanita itu menunjuk Lyra.
“ Dasar!! Istriku sudah katakan dia menemukannya, untuk apa dia mencuri benda murahan itu!! ” rutuk Ares.
“ Maaf Tuan....maaf Nona saya benar-benar minta maaf atas kejadian ini. Istri saya bersalah atas itu ” ucap pria itu menunduk.
“ Tidak apa-apa Tuan ” balas Lyra.
“ Kamu malah membela mereka ” sungut wanita itu lalu berjalan cepat meninggalkan suaminya di sana.
“ Sayang! ” panggil pria itu namun tak di hiraukan.
“ Sekali lagi saya benar-benar minta maaf, dan juga sangat berterima kasih. Dia bersikap seperti itu karena cincin itu adalah cincin pernikahan kami. Seharian ini kami telah mencarinya di sepanjang pantai. Saya harap Tuan dan Nona dapat mengerti ” jelas pria itu menyesal.
“ Sudah tidak masalah Tuan, sebaiknya Anda segera menghampiri istri Anda kasihan dia pasti sangat ketakutan akan kehilangan benda berharga miliknya ” balas Lyra tersenyum.
Lalu pria itu pun pergi mengejar istrinya.
“ Sialan!! Apa pentingnya benda murahan itu?! Beraninya dia menuduhmu! ” rutuk Ares masih marah atas kejadian itu.
“ Jika dilihat dari segi harga cincin itu mungkin memang murah dan tidak terlalu berharga. Tapi jika di lihat dari segi artinya itu sangat penting bagi wanita itu ” ujar Lyra.
“ Kenapa kamu mengatakan benda itu penting? Itu hanya sebuah perhiasan biasa ”
“ Bukan perhiasan biasa. Itu cincin pernikahannya ” balas Lyra.
“ **Kita memiliki kadar kebahagiaan kita sendiri, sehingga mengungkapkan rasa syukur yang berbeda ”-Anonim
Mystorios_Writer📸📸**
__ADS_1