Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Romantis?


__ADS_3

“ Suami? ” tanya Aslan tak kala terkejut.


Lyra juga melotot tak percaya kepada Ares.


“ Kenapa terkejut aku memang suamimu ” ucapnya pada Lyra.


Suasananya benar-benar tegang dan hening.


“ Waktu berkunjung sudah habis ini waktunya dia istirahat, jadi silakan pergi ” ucap Ares buka suara, dia menatap jengah ke arah Aslan.


“ Tunggu hal itu benar Lyra? ” tanya Aslan pada Lyra tak mengubris perkataan Ares.


Dengan pelan Lyra mengangguk.


“ Dia memang suamiku, biar aku perkenalkan dia-


“ Tidak perlu mereka sudah tahu siapa aku ” sela Ares


“ Be-benarkah?! ” tanya Lyra tak menyangka


“ Sepertinya banyak yang harus kamu jelaskan Lyra, ayo pergi Robert ” ucap Aslan marah lalu dengan cepat dia keluar dari ruangan itu di ikuti oleh Robert.


Lyra benar-benar tak mengerti akan situasi yang terjadi, apa yang harus dia jelaskan? kenapa Aslan marah? Dia bahkan lebih tak mengerti.


“ Kau harus menjelaskan apa padanya? ” tanya Ares tak kalah kesal pada Lyra


“ Apa?! aku juga tidak mengerti kenapa situasinya jadi begini ” jawab Lyra frustasi


“ Jangan bilang kau merahasiakan statusmu? ”


“ Aku tidak merahasiakan apapun Tuan, di CV ku jelas sekali tertera bahwa aku sudah menikah bahkan.... aku juga buat kalau aku sedang hamil ” jelas Lyra


“ Aku juga tidak ingin menipu siapa pun, bagiku sudah resiko jika aku ditolak karena keadaanku ” tambahnya


“ Lalu apa reaksinya tadi seakan-akan baru tahu kau menikah ” ucap Ares


“ Aku juga bingung, lalu apa maksud Tuan kalau mereka sudah mengenal Anda? ”


“ Tentu saja siapa yang tidak mengenalku di negara ini, dan pada tingkatan mereka jelas mereka menaruh sedikit dendam padaku ”


“ Dendam? sebenarnya apa sih maksud kalian dari tadi aku tak paham ” keluh Lyra


“ Sudahlah lupakan, bagus karena kau tidak berbohong sejak awal ” ucap Ares


“ Setidaknya beritahu aku sedikit, supaya paham situasinya ” rengek Lyra


“ Ayo aku akan membawamu keluar ke sekitar taman rumah sakit, sudah beberapa hari ini kau hanya berbaring ”


“ Aku masih belum bisa berjalan Tuan ”


“ Siapa yang menyuruhmu berjalan ”


“ Lalu? ”


Ares berjalan lalu mendekatkan sebuah kursi roda, Lyra langsung mengerti sehingga tidak bertanya lagi.


“ Cukup dipapah saja Tuan ” ucap Lyra ketika Ares akan membantunya duduk ke kursi roda

__ADS_1


“ Kakimu bisa sakit nanti, biarkan aku mengendongmu ” tolak Ares


“ Ta-tapi Tuan.. ”


“ Kau tidak mau? ”


“ Bukan itu masalahnya.. a-aku pasti berat ” ucap Lyra malu-malu


“ Tidak masalah bagiku ” ucap Ares lalu dengan mudahnya dia mengangkat tubuh Lyra ala bridal style menuju kursi roda itu.


Perlahan dia mendudukkan Lyra di sana.


“ Terima kasih ” ucap Lyra


Ares mendorong kursi roda Lyra melewati lorong lalu masuk ke lift.


“ Kau akan kembali bekerja? ” tanya Ares membuka pembicaraan


“ Setelah sembuh tentu saja, akan sangat sia-sia jika tidak diteruskan kurang lebih akan selesai dalam satu bulan ” jawab Lyra


“ Bagaimana kalau kau dipecat karena alasan sudah menikah? ”


“ Tapikan sedari awal aku juga sudah memberitahu bahwa aku sudah menikah, mereka menerima ”


Pintu lift terbuka kini mereka ada di lantai satu Ares mendorong kursi roda itu menuju ke taman.


“ Kalau mereka berubah pikiran dan ingin memecatmu, tidak perlu takut kau bisa melanjutkannya di perusahaan ku ” ucap Ares lagi begitu mereka sudah tiba di taman. Ares mendekatkan kursi roda Lyra ke arah bangku taman, sehingga dia bisa duduk di bangku itu.


“ Sebenarnya dibandingkan dengan perusahaan Anda, pasti kriteria aku bekerja di sana tidak masuk kualifikasi benarkan? ” tanya Lyra pada Ares


“ Itu benar aku membuat aturan untuk tidak menerima karyawan yang sedang hamil, tapi tidak masalah jika dia sudah bekerja lama di perusahaan menikah dan hamil ” jelas Ares


“ Tentu saja kau akan di terima bekerja di perusahaanku. Tidak masalah aku pemilik perusahaan ”


“ Itu namanya nepotisme ” ejek Lyra


“ Kenapa itu jadi masalah, dengar ya pindahlah ke perusahaanku kau tidak perlu bekerja ”


“ Tidak bekerja? lalu untuk apa aku di sana? ”


“ Cukup berada di ruangan ku seharian menemani aku bagaimana ” bisik Ares menggoda begitu dekat ke telinga Lyra.


Sontak Lyra merinding.


“ A-apa maksud Tuan...a-aku jelas tidak mau ” ucap Lyra gugup pipinya seketika memerah.


“ Kenapa tidak mau? ” tanya Ares dengan nada lembut


“ Kalau tidak bekerja, percuma saja berarti aku benar-benar tidak akan punya keahlian dan pengalaman ” jelas Lyra cepat berusaha mengendalikan topik pembicaraan.


“ Di sana kau juga bisa mengerjakan sesuatu.. dan menambah keahlian sekaligus pengalaman dengan-


“ Tidak mau! aku tidak mau melakukan pekerjaan tidak senonoh seperti itu Tuan! ” teriak Lyra karena tidak sanggup mendengar Ares membicarakan hal itu tepat berbisik di telinganya.


“ Tidak senonoh? apa yang maksudnya? ” tanya Ares sambil memperhatikan orang-orang di sekitar yang menatap aneh ke arah mereka karena mendengar perkataan Lyra.


“ Sampai kapanpun aku tidak akan mau mengerjakan hal seperti itu, kenapa Anda memaksaku? ” sergah Lyra marah.

__ADS_1


“ Kenapa kau kesal? aku hanya ingin kau bekerja jadi sekretaris ku, apa itu benar-benar membuatmu marah? ”


“ Sekretaris? ”


Jadi maksudnya bekerja di ruangan yang sama menambah pengalaman, bekerja sebagai sekretaris ohh.. astaga aku bahkan malu dengan pikiranku sendiri.


“ i-itu aku tidak berpikir bahwa maksud Anda menjadi sekretaris ” lanjut Lyra


“ Jangan bilang kau berpikir aku memintamu mengerjakan hal-hal aneh ”


“ Iya eh! maksudku tidak ” jawab Lyra gelagapan


“ Hahahhahaha ” tawa Ares


Aduh malu sekali aku, dasar otak sialan. Bisa-bisanya mencerna kalimat saja sepayah itu, batin Lyra, dia memegangi wajahnya yang memanas karena malu.


“ Apa yang kau pikirkan kita kerjakan jika berada di satu ruangan? ” tanya Ares lanjut menggoda Lyra.


Lyra menelan ludahnya susah payah, tenggorokannya serasa kering dan tak mampu bicara sangking malunya.


Ares tertawa kecil melihat betapa merahnya pipi Lyra dan ketika dia salah tingkah.


Apa dia sekarang berusaha menjahili aku, benar-benar memalukan, ucap Lyra dalam hati dia secepat mungkin memalingkan wajahnya dari Ares agar pria itu tidak memperhatikan wajahnya yang memerah.


“ Baiklah lupakan hal itu ” ucap Ares


“ Hmm iya hahahah tentu saja ” balas Lyra tertawa canggung, dia menatap sekeliling berusaha mencari sesuatu untuk mengalihkan topik pembicaraan.


“ Wow ternyata air mancur itu bagus sekali ” tunjuknya ke arah air mancur.


“ Benar itu bagus sekali, dan juga tempat yang romantis ” ucap Ares sambil memberikan sebotol air mineral pada Lyra.


Lyra menerima air itu karena memang dia menjadi sangat haus saat itu.


Romantis?


Lyra bertanya-tanya dalam hati maksud Ares dengan mengatakan itu, dia menatap air mancur itu lagi.


“ Uhuk! uhuk! ” Lyra terbatuk-batuk setelah hampir tersedak sangking terkejutnya mendapati matanya melihat pemandangan pasangan kekasih yang sedang berciuman mesra di depan air mancur.


“ Kau tidak apa-apa? minumlah perlahan ” ucap Ares


Jadi itu alasan dia mengatakan romantis, aku menyesal menunjuk ke arah air mancur, sesal Lyra dalam hati. Karena suasananya malah tambah canggung menurutnya.


Setelah kembali tenang Lyra meletakkan botol air itu di bangku taman.


“ Jadi kau suka dengan air mancur nya? ” tanya Ares tiba-tiba


Kenapa lagi membahas itu apa sengaja membuatku malu.


“ Iya ” ucap Lyra sambil mengangguk ringan.


Ares mendekatkan wajahnya ke arah Lyra.


“ A-ada apa Tuan? ”


“ Sepertinya tadi kau salah paham, jika kau menginginkan itu bilang saja bagiku itu bukan suatu pekerjaan tapi kewajiban ” bisiknya halus di telinga Lyra

__ADS_1


Lyra tidak bisa bicara apapun lagi, kini wajahnya semerah udang rebus.


Melihatnya malu-malu seperti ini benar-benar hal yang menyenangkan, batin Ares dengan smirk yang terukir di wajahnya.


__ADS_2