Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Kamu Pintar Sekali Mengungkit


__ADS_3

“ Peluk aku ” pintanya dengan kepala yang menelusup ke leher Lyra.


Lyra mencoba mencerna perintah Ares itu. Tangannya tergeletak kaku di pinggang Ares sementara pria itu mendekapnya erat.


Ares menikmati saat-saat itu, kepalanya yang terbenam di ceruk leher Lyra. Menghirup bebas aroma tubuh wanita itu. Tubuh yang menempel sehingga dia dapat merasakan panas tubuh Lyra di tubuhnya.


“ Sangat menenangkan.... ” guman Ares lembut.


Lyra meremang merasakan hembusan napas pria itu di kulitnya.


“ Tu-tuan lepaskan.... ” ucap Lyra gugup.


“ Biarkan seperti ini sebentar ”


Deggg!!!


Jantung Lyra serasa mencelos mendengar suara rendah Ares yang begitu seksi.


Hingga dia benar-benar tak berkutik dan tetap bertahan didekapan Ares.


“ Permisi ini saatnya pemeriksaan ” Dokter memasuki ruangan Lyra.


“ Maaf saya akan kembali nanti ” ucap Dokter itu kaku.


Lyra refleks mendorong Ares menjauh karena terkejut dan malu saat dokter melihat mereka dengan posisi seperti itu.


“ Tidak! Anda bisa memeriksa sekarang! ” teriak Lyra memanggil dokter itu kembali. Lyra salah tingkah membenarkan kembali posisi duduknya.


Akhirnya dokter itu tidak jadi pergi dan kembali untuk memeriksa Lyra.


Ares bahkan sangat terkejut ketika Lyra mendorongnya begitu saja.


“ Apa yang Anda tunggu? Dokternya ingin memeriksaku ” ucap Lyra menyadarkan Ares yang masih melamun.


Ares lalu beranjak dari ranjang.


“ Permisi Nona, kita akan mencek tekanan darah Anda terlebih dahulu ” ucap Dokter wanita itu.


Lyra mengangguk dan mengikuti arahan dokter.


“ Apa Nona masih merasakan sakit di bagian perut? ” tanya dokter itu.


“ Aku tidak merasa sakit, hanya saja terkadang perutku terasa menegang ” jawab Lyra.


“ Baiklah apa ada gejala lain? Pendarahan tidak terjadi lagi kan? ”


“ Ya dokter tidak ada gejala lain. Pendarahannya juga sudah berhenti ”


“ Baiklah kalau masalah perut Anda yang terkadang menegang itu merupakan efek pemdarahan sebelumnya. Dimana rahim mulai memperbaiki sel-sel yang sempat rusak. Kalau tegangnya terjadi lagi Nona bisa mengatasinya dengan bernapas pelan dan teratur. Tapi jika tegangnya terasa menyakitkan. Anda harus segera memberitahu kami ” jelas Dokter itu.


“ Tentu terima kasih Dokter ” balas Lyra.


“ Hari ini Nona sudah bisa makan makanan lain selain bubur. Saran saya tetap harus makanan lembut, usahakan tidak pedas dan terlalu berminyak ” ujar Dokter itu.


Lyra mengangguk senang mendengar penjelasan dokternya.


“ Kalau begitu saya permisi dulu Nona. ”


“ Baik terima kasih ” balas Lyra.

__ADS_1


“ Usaha meningkatkan mood bumil biasanya membantu proses pemulihan Tuan ” ucap Dokter itu tersenyum kepada Ares sebelum menghilang di balik pintu.


“ Kamu dengarkan perkembangan moodmu penting. Jadi jangan suka bersedih, apalagi sampai stres. Kalau kamu punya hal yang dikhawatirkan beritahu padaku langsung. Jangan memendamnya sendiri ” tegas Ares.


“ Anda terdengar seperti seorang yang sangat perhatian ” protes Lyra.


“ Aku memang sangat perhatian. Terutama tentangmu ”


“ Jangan membuat aku mengatakan bukti bahwa Anda bukanlah seorang yang perhatian ” ancam Lyra.


“ Wah baiklah coba sebutkan mengapa kamu mengatakan aku tidak perhatian ” tantang Ares.


“ Pertama, bahkan Anda baru menemuiku beberapa bulan setelah menghamiliku. Kedua, Anda bahkan dengan tidak berperasaan mempertanyakan siapa ayah anakku. Ketiga, tanpa bertanya padaku Anda memaksaku pindah. ” Lyra terus mengungkapkan banyak hal.


Ares hanya tersenyum dan manggut-manggut.


“ Anda mendengarkan aku kan? ” ucap Lyra setelah melihat Ares yang tak mendengarkannya sama sekali, padahal dia sudah lelah bicara dari tadi.


“ Kamu pintar sekali mengungkit. ” ucap Ares gemas mengacak rambut Lyra.


“ Aku tidak mengungkit tapi itu memang benar ” ujar Lyra kesal karena Ares nampak tak mengakuinya.


“ Oke..Oke aku minta maaf. Sifatku memang sangat buruk. Aku janji tidak akan begitu lagi ” Ares mengangkat sebelah tangannya seperti mengucapkan sebuah sumpah.


“ Sudahlah...Anda juga tidak akan benar-benar menepatinya ” desah Lyra malas.


“ Aku berjanji akan menepatinya, dan berusaha lebih peka ”


“ Waktu itu Anda juga berjanji. Tapi tetap saja melanggarnya. Aku tidak mau percaya dengan janji palsu ”


“ Lihatlah kamu mengungkit masa lalu lagi. Tapi sekarang aku sungguh-sungguh akan menepatinya ” tegas Ares.


“ Baiklah kamu boleh melakukan sesuatu jika aku tidak menepati janjiku lagi nanti ”


“ Kalau Tuan tidak menepatinya, aku boleh pergi jauh dari Anda ” ucap Lyra sembarang.


“ Tidak aku tidak akan mengizinkan hal itu. Kamu boleh meminta atau melakukan hal lain tapi tidak pergi dariku ” ucap Ares cepat sambil memegang kedua pundak Lyra.


Lyra terkejut melihat raut serius pria itu padahal dia hanya berbicara asal saja.


“ Kenapa aku tidak boleh pergi dari Anda? ” tanya Lyra mendongakkan wajahnya menatap Ares.


“ Karena kamu itu milikku ” tegas Ares.


Lyra tertawa mendengar itu.


“ Anda tahu sepertinya aku kerap kali mendengar kalimat itu ketika bersama Anda ” ucapnya tergelak.


“ Lyra dengarkan aku, kamu tidak boleh mengatakan akan pergi menjauh dariku lagi. Aku tidak ingin mendengarmu mengatakan hal itu lagi ” ujar Ares serius dan menekankan setiap katanya.


Lyra berhenti tertawa dan menatap pria itu. Ares juga menatap Lyra dalam.


“ Aku hanya asal bicara saja ” Lyra menurunkan tangan Ares dari bahunya.


“ Tetap saja kamu tidak diizinkan mengatakan hal itu lagi ”


“ Baru saja tadi Anda berjanji, tapi lihatlah dari mana bentuk perhatian. Anda hanya memaksakan kehendak ” sindir Lyra.


“ Aku tidak mentoleransi yang satu ini, Ly. Kamu boleh mengatakan hal lain tapi tidak perpisahan ” tegas Ares tetap serius.

__ADS_1


“ Baiklah, Anda membuatku takut...kenapa serius sekali ” rutuk Lyra kesal.


“ Astaga maaf aku hanya ingin kamu mengerti. Jangan takut lagi aku tidak marah ” Ucap Ares dengan nada lembut.


Lyra mendengus kesal.


“ Hei jangan merajuk seperti itu. Wajah kesalmu bukan terlihat menyeramkan malah terlihat lucu ” goda Ares.


Lyra tak menjawab dia meraih ponselnya. Memutuskan bermain ponsel mengabaikan Ares.


Ares tertawa kecil melihat gadis itu kesal dia mendekatkan kursinya ke arah ranjang.


“ Aku mau bertanya kenapa kamu itu suka sekali mendorongku secara tiba-tiba ” ucap Ares mengajak Lyra bicara.


Lyra tak menjawab dan memilih terus memandangi ponselnya.


“ Apa kamu sengaja? Aku hampir mati jantungan setiap kamu mendorong ku ”


“ Apalagi saat kita berciuman waktu itu. Kamu juga mendorongku, padahal kamu juga menikmati-


“ Berhenti membicarakan hal yang tidak benar. Saat itu Anda menciumku secara tiba-tiba jelas saja aku mendorong Anda ” sergah Lyra cepat.


“ Iya awalnya tapi kamu juga menikmatinyakan ”


“ Huffttt bisakah Anda tidak membicarakan hal itu lagi ” Lyra menghela napas.


“ Tadi kamu juga mendorongku ” ujar Ares.


“ Dokternya melihat kita begitu. Anda tidak malu ”


“ Kalau Dokternya tidak datang kamu tidak akan melepaskan pelukannya ”


Lyra memutar bola mata malas, kembali memainkan ponselnya.


“ Hei! Kamu dengar tidak!! ” bentak Ares


Bughh!!!


“ Awwww!! ” pekik Ares setelah Lyra memukul kepalanya kuat.


Lyra membuka matanya dengan tangan yang masih mengepal.


“ Oh! Astaga Anda baik-baik saja?! ” tanyanya terkejut melihat Ares yang memegangi kepalanya kesakitan.


“ Kepalaku sakit sekali kamu memukulku sangat keras ”


“ Itu juga salah Anda kenapa membentakku tiba-tiba, jelas saja aku refleks memukul Anda karena takut ” Lyra meniup pelan kepala Ares.


“ Aku hanya bercanda ” ringis Ares.


“ Salah Anda bercanda seperti itu hahaahah ” tawa Lyra.


“ Refleksmu cepat sekali ” ucap Ares mengosok pelan kepalanya.


“ HahHAhAh siapa suruh bercanda seperti tadi hahahahah ” Lyra tertawa lepas merasa cukup lucu saat kejadian itu terasa begitu cepat. Begitu Ares membentaknya dengan cepat tinjunya melayang ke Ares.


"**Jika seorang wanita menangis karena disakiti oleh seorang pria, maka para malaikat akan mengutuk setiap langkah kaki pria tersebut". -Ali bin Abi Thalib


Mystorios_Writer🍭🍭**

__ADS_1


__ADS_2