Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Memori Menyakitkan


__ADS_3

“ Tidak aku suka di sini. Lagian akan pindah kemana? ” rutuk Lyra.


“ Rumahku, ayo tinggal serumah ” jawab Ares.


Lyra diam tak menanggapi pria itu, betapa dia tidak kesal saat Ares dengan mudahnya mengutarakan niatnya untuk menyuruh Lyra pindah rumah. Dan ini untuk kedua kalinya.


“ Kita bisa tinggal bersama Adhisti di rumah yang lebih besar dari rumah ini. Aku ingin menyiapkan ruang yang lebih luas untuk anak kita bertumbuh setelah lahir nanti ” jelas Ares.


Lyra menghela napas kesal.


“ Tuan.... menurut Anda rumah, tempat, suasana harus mewah baru bisa layak disebut tempat kita berkembang ” cela Lyra.


“ Bukan begitu, aku hanya berpikir mungkin lebih memungkinkan jika anak kita nanti tumbuh di lingkungan yang cukup layak ”


“ Mewah tidak patokan untuk tumbuh kembang seorang anak itu baik. Oke...aku paham Anda mungkin merasa rumah ini tak cukup layak dan jauh dari kata mewah. Melebihi itu semua bisakah Tuan menurunkan standar Anda sedikit, rumah ini nyaman sederhana dan begitu hangat akan suasana keluarga ” Lyra mencoba menjelaskan panjang lebar pada Ares.


“ Baiklah rumah ini memang nyaman tapi bagaimana suasana keluarga yang baik bisa tercipta jika kita tidak tinggal serumah di sini. Aku juga Adhisti seharusnya kita tinggal serumah ” bujuk Ares.


“ Tuan aku juga ingin anak kita saat lahir merasakan suasana keluarga yang lengkap dan aku juga berharap Anda selalu ada untuk anak kita nanti. Tapi untuk tinggal bersama apa harus aku yang mengalah? Mengapa harus aku juga yang terus pindah ke tempat yang Anda mau? ” tanya Lyra penuh penekanan pada Ares.


“ Aku hanya melihat mana yang terbaiknya, Ly. ”


“ Anda nyakin itu yang terbaik? Seharusnya rumah ini cukup layak untuk tumbuh kembang seorang anak karena Tuan sendiri yang mengatakan bahwa kalian berdua menghabiskan masa kecil di sini. Atau aku yang salah ingat? ”


“ Benar ini rumah masa kecil kami. Tapi tak semua tentang masa kecil itu indah termasuk rumah ini ” ucap Ares penuh arti.


“ A-apa maksudnya? Masa kecil yang tidak indah dan rumah ini? ” tanya Lyra ragu-ragu melihat perubahan ekso serius pria itu.

__ADS_1


“ Aku mengatakan padamu kami tinggal di rumah ini bersama ibuku. Dia wanita yang sederhana dan tidak mementingkan kemewahan, dan menyukai suasana rumah yang hangat seperti rumah ini ”


Lyra fokus mendengarkan tidak berniat menyela Ares.


“ Saat aku kecil, aku begitu mempercayai itu. Namun ternyata semua itu salah rumah hangat ini hanya penampakan luarnya saja ” tutur Ares. Lyra mengamati Ares baru kali ini dia melihat pria itu nampak berat untuk menceritakannya.


“ Ternyata faktanya tidak seindah itu. Rumah tak lebih adalah penjara bagi kami, terutama bagi kami ” ucap Ares dengan kepedihan di nada suaranya.


“ Ba-bagaimana bisa rumah ini bagai penjara? ” tanya Lyra ragu-ragu takut melewati batas dimana pria itu tidak ingin hal itu di ungkit.


“ Aku tidak ingin menceritakan atau mengingat kisah menyedihkan itu lagi. Yang pasti bagi aku dan Adhisti rumah ini adalah tempat yang diciptakan oleh Ayahku untuk memenjarakan Ibuku di dalamnya. Ibuku di kekang semua kebebasannya surut hanya sebatas rumah ini ” Ares menceritakannya dengan lambat.


“ Maaf aku tidak tahu tentang itu ” ucap Lyra prihatin mendapati sepotong memori kelam pria itu.


“ Kamu tidak bersalah atas itu jangan minta maaf. Karena hal itu, aku mengajakmu pindah dari sini. Bagiku dan Adhisti mungkin lebih baik memulai awal yang baru di tempat lain daripada di sini karena menyimpan memori yang tidak pantas untuk diingat ” Ares masih nampak sedikit tegang dan kaku setelah menceritakan hal itu.


“ Aku pernah bilang membawamu tinggal di sini tidak akan mengubah kenangan akan rumah ini. Mungkin itu kesalahanku juga membawamu tinggal di sini, berharap rumah ini sesuai dengan suasana yang kamu inginkan ”


“ Dan itu benar aku suka rumah ini ” sela Lyra.


“ Aku juga bodoh mengharap dengan mengajakmu tinggal di sini bisa menghapus memori menyakitkan itu. Ternyata aku salah itu tidak berhasil, setiap berada dirumah ini kenangan itu serasa mencekikku perlahan, lalu mendapatimu tergulai lemas di rumah ini membuat semuanya semakin menyakitkan ” tutur Ares.


Lyra tidak tahu harus berbuat apa karena saat ini pria itu nampak rapuh, ingin dia menenangkan Ares tapi tak tahu harus mulai dari mana.


“ Aku ingin kita mulai awal yang baru di rumah kita sendiri tanpa ada kenangan masa lalu.” Ares menatap Lyra seakan benar-benar mengajak wanita itu untuk mengikutinya.


Lyra meremaa jarinya kuat, mengetahui fakta menyakitkan Ares dan rumah itu membuatnya merasa bersalah.

__ADS_1


“ Aku tidak tahu harus memutuskan apa tapi itu juga menggangguku untuk terus membuat Anda juga Adhisti harus selalu merasa sedih dengan berada di rumah ini bersamaku. Rasanya aku ingin bilang seharusnya tidak perlu datang ke sini jika itu menyakitkan ” jelas Lyra.


“ Aneh bukan kami berdua tetap datang dan menahan perasaan sakit itu. Mungkin karena itu kamu. Maaf karena membuatmu harus mengetahui sisi gelap rumah ini padahal kamu menyukainya. Aku benar-benar berharap kamu mau ikut bersamaku tinggal di rumahku bukan rumah ini ” ajak Ares.


Bagaimana aku mengatakannya? Jika Anda memiliki memori buruk tentang rumah ini aku juga punya kenangan buruk di rumah Anda, batin Lyra frustasi.


“ A-aku tidak bisa..maaf ” jawab Lyra pelan.


“ Boleh aku tahu alasanmu menolak tinggal denganku? ” tanya Ares dengan kekecewaan yang jelas.


“ Aku tahu di rumah ini terasa menyakitkan bagi Anda, ta-tapi Tuan...aku juga... ” Lyra menghela napas sejenak.


“ Aku juga mungkin tidak sanggup untuk kembali...melangkahkan kaki di rumah Anda lagi. Membayangkannya saja terasa menyiksa untukku ” lanjut Lyra perlahan.


“ Mengapa? Apa yang membuat kamu berpikir begitu? ” tanya Ares cepat.


Lyra meremas tangannya kuat.


“ Mungkin bagi wanita momen pernikahan itu penting dan berharga, saat kita harus berpisah dengan keluarga kita dan di sambut oleh keluarga baru. Tapi saat pernikahan kita itu tidak terasa membahagiakan atau kita lewati dengan momen yang berharga. Itu berlalu secepatnya aku tahu tidak berguna untuk menyesalinya. ”


Ares mencoba memahami penjelasan wanita itu.


“ Aku juga ingin mengalami sedikit kebahagiaan di hari itu walaupun pernikahan kita berjalan dengan tidak sewajarnya. Aku menjalaninya tanpa perpisahan dengan keluarga karena aku tidak punya satu pun. Lalu...saat seharusnya aku di sambut oleh keluarga baruku. Aku di usir saat itu juga. Tidak sama sekali aku menyalahkan Adhisti saat itu sekarang aku mengerti mengapa dia berbuat seperti itu ”


“ Aku juga tidak menyalahkan Anda yang saat itu. Tapi rasanya begitu menyakitkan saat untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di tempat yang seharusnya menjadi rumah baru bagiku, namun semuanya berubah tidak ada yang menerimaku. Rasanya begitu sakit.....juga sangat kesepian ” ujar Lyra sambil menyeka air mata di sudut matanya.


"**Kamu tahu hanya ada satu orang yang membuat hidupku begitu indah dan menakjubkan, adalah kamu, Cintaku."-Anonim

__ADS_1


Mystorios_Writer🌱🌱**


__ADS_2