
Sudah seminggu semenjak pertemuan terakhir Ares dengan Lyra setelah pertengkaran itu. Ares sangat ingin mengunjungi Lyra, tapi dia tidak tahu harus bagaimana dan memulai dari mana. Hingga yang dapat dilakukannya hanya mengawasi Lyra dari kejauhan.
Seperti pagi ini, dengan jelas dia menyaksikan Lyra yang telah berangkat ke kampus dengan sepeda motor bersama seorang wanita yang bernama Shera, yang Ares ketahui sebagai sahabat Lyra.
* * *
“ Benar kau akan segera mengajukan permohonan skripsimu? ” tanya Shera pada Lyra, yang saat ini mereka berdua sedang berada di kantin.
“ Ya aku akan mengerjakan skripsiku di semester ini ” jawab Lyra
“ Kenapa terburu-buru? ”
“ Aku tidak ingin saat nanti kandunganku sudah besar, aku masih harus mengurus kuliahku. Dengan segera menyelesaikan maka aku dapat fokus mengurus bayiku nantinya ” jelas Lyra
“ Dengan nilai ipkmu, menurutku kau akan dapat menyelesaikannya ”
“ Aku bersyukur untuk itu, tapi saat ini aku bingung dosen pembimbingku mengatakan untuk melakukan itu, aku harus menambah pengalaman magangku ”
“ Magang? ”
“ Ya, itu di perlukan sehingga aku dapat memenuhi semua nilai praktikumku ”
“ Tapi kondisimu saat ini, kau nyakin akan mengambil magang? ”
“ Itu yang membuat aku bingung, akanku pertimbangkan lagi ” tambah Lyra
“ Sebaiknya kau mencari perusahaan ternama, itu akan lebih menjamin ”
“ Aku sudah dapat beberapa rekomendasi dari dosennya ”
Aku harus segera merencanakan semua tindakanku kedepannya, aku tidak ingin selalu bergantung pada keputusan mereka. Aku akan memiliki kehidupanku sendiri bersama anakku, ucap Lyra dalam hati.
Selesai dengan jam kuliahnya hari ini, Lyra segera kembali ke rumah. Dia akan menelpon Eslin menanyakan pendapatnya mengenai rencana magangnya.
“ Halo Eslin ” sapa Lyra dari handphonenya
“ Halo Lyra, apa terjadi sesuatu? kau baik-baik saja? ” Eslin langsung merasa khawatir karena biasanya Lyra jarang menelponnya.
“ Tidak terjadi apa-apa aku baik ”
“ Oo syukurlah ”
“ Aku hanya ingin konsultasi padamu, mengenai sesuatu ”
“ Oke, mengenai apa? ”
“ Menurutmu apakah tidak masalah jika aku melakukan pekerjaan paruh waktu, untuk tugas magang kuliahku? ”
“ Magang.. begini Ly, aku tidak melarang tapi apakah magangnya harus dilakukan sekarang, karena usia kandungan awal itu rentan. Banyak yang perlu di takutkan ” jelas Eslin
“ Aku ingin segera menyelesaikan skripsiku, sehingga dapat wisuda dengan sedikit lebih cepat. Sebelum perutku membesar dan aku ingin fokus merawat bayiku. Aku juga takut saat perutku sudah besar, pasti sulit untuk diterima magang ” tutur Lyra
“Kira-kira berapa lama kau akan magang? ”
__ADS_1
“ kurang lebih 3 bulan ”
“ Saat ini kondisi tubuhmu cukup sehat dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan, selama pekerjaan yang dilakukan tidak berat itu tidak masalah. Walaupun begitu yang lebih mengerti kondisi tubuh kita adalah diri sendiri, menurutku bagaimana perasaanmu mengenai apakah nyakin bisa melakukannya adalah yang terpenting ” Eslin kembali menjelaskan pendapatnya pada Lyra.
“ Aku merasa tubuhku cukup fit, dan baik-baik saja ” jawab Lyra
“ Kalau begitu kau bisa melakukannya, tapi ingat bahwa tidak boleh terlalu berat sampai menyebabkan kelelahan. Bisa sangat berbahaya, ibu hamil juga di sarankan untuk tetap melakukan aktivitas atau olahraga tidak hanya diam. Jadi menurutku itu tidak masalah ”
“ Aku merasa tenang setelah mendengar penjelasan darimu, terima kasih banyak Eslin ” balas Lyra
“ Ya sama-sama, yang terpenting tetap berpikir positif ”
“ Tentu, kalau begitu aku akan menutup telponnya ”
“ Oke ” jawab Eslin.
Lyra meletakkan handphone nya, di meja sebelah ranjang. Dia mengelus perutnya.
“ Hei kita akan bekerja keras mulai hari ini, kau anak yang rajinkan. Anak pintar tetaplah sehat ” ucapnya sambil tersenyum bahagia.
* * *
Lyra sudah memutuskan perusahaan mana dia akan melamar. Dari antara perusahaan itu dia akan melamar ke Founding Company, dimana perusahaan yang bergerak di bidang kehotelan itu merupakan sebuah perusahaan ternama dan juga sponsor terbesar kampus Lyra.
Setelah bersiap dari pukul 5 pagi tadi, dia segera berangkat dengan taksi online yang dipesannya. Sekitar 15 menit disinilah dia sekarang berdiri, tepat di depan gedung perusahaan besar itu.
“ Hufttt ” Lyra menghembuskan nafasnya membuang perasaan gugupnya.
Lyra melalui setiap tahapan pelamaran pekerjaan itu, bersama beberapa calon pemagang lainnya.
Ehhh pria yang waktu itu, batinnya.
“ Baiklah nona silakan perkenalkan diri anda ” ucap seorang dari pewawancara itu.
“ Terima kasih atas kesempatannya Tuan, Nama saya Lyra, saat ini saya adalah seorang mahasiswa..... ” Lyra menjelaskan secara rinci mengenai profil dirinya.
“ Anda masih mahasiswa, dari CV Anda benarkah Nona pernah memenangkan Lomba yang di adakan perusahaan kami? ” pertanyaan kembali dilontarkan pada Lyra.
“ Benar Tuan ”
“ Lomba? ” tanya pria itu penasaran, seseorang yang di sampingnya membisikkan sesuatu.
“ Benarkah?! ” dia terlihat lebih terkejut lagi.
“ Benarkah Nona Lyra adalah pemenang Lomba desain bangunan 2 tahun lalu? ” tanyanya lagi memastikan.
“ Benar Tuan, saat itu saya meraih juara pertama dan juga memperoleh beasiswa dari perusahaan ini ” jawab Lyra tenang.
“ Wow!! ” serunya.
Setelah diberi beberapa pertanyaan lainnya, Lyra telah menyelesaikan wawancara itu. Dia akan di hubungi kembali jika berhasil lulus.
* * *
__ADS_1
Sore hari Lyra kembali ke rumahnya, dia segera mandi. Setelah makanan yang dipesannya tiba dia melanjutkan makan.
“ Kerja bagus hari ini, kamu adalah anak yang baik. Kita akan makan banyak untuk merayakannya ” ucap Lyra bersemangat sambil mengusap-usap pelan perutnya.
Seakan belum kenyang, setelah makan semua makanan itu, Lyra masih lanjut memakan buah anggur.
Ting tong ting tong
Lyra langsung tegang begitu mendengar bunyi bel rumahnya.
Jangan dia, tolong jangan dia. Aku belum siap bertemu dengannya.
Dia lalu berjalan perlahan ke arah pintu. Dilihat dari kamera bel pintu, ternyata Adhisti yang datang. Lyra lalu membuka pintu.
“ Lyra ” sapa Adhisti dengan senyuman.
Lyra tersenyum kaku, dia belum sepenuhnya siap jika nanti Adhisti mengungkit masalah Ares padanya.
“ Ada apa? ” tanya Lyra
“ Aku hanya ingin menyapamu, karena kebetulan lewat sini ” jawab Adhisti.
“ Masuklah ” ajak Lyra bagaimana pun tidak mungkin dia mengusir Adhisti tanpa alasan.
“ Ini aku membelikannya dari perjalanan tadi ” Adhisti menyerahkan sebuah bungkusan pada Lyra.
“ Terima kasih harusnya tidak usah repot ”
“ tidak masalah, aku berpikir mungkin kau suka itu tart rasa anggur ”
Lyra mengangguk, sembari menyimpan bungkusan ke lemari es.
“ Aku akan memakannya nanti, baru saja aku selesai makan ” tambahnya.
“ Kakak sudah mengatakan untuk tidak terlalu sering mengganggumu, tapi kau tahu aku keras kepala. Maaf ya, Ly. Tapi aku sangat ingin bertemu denganmu, di kampus kita jarang bertemu ” jelas Adhisti
Lyra memandang Adhisti sejenak mencoba memahami maksud perkataannya.
“ Tidak apa-apa, jangan terlalu di pikirkan ” jawabnya kaku.
“ Kakak pasti sibuk ya akhir-akhir ini, oleh karena itu dia tidak datang beberapa hari ini ” tukas Adhisti.
Dia tidak menceritakan masalah itu pada Adhisti.
“ Hubungan kami tidak sedekat itu hingga harus memberi kewajiban pada Tuan Ares untuk memperhatikan ku ” ucap Lyra datar
"Jangan biarkan situasi lebih berarti daripada hubungan."-Anonim
From Author
Untuk teman-teman readers yang baik, sekiranya jika teman-teman menyukai novel ini. Dapat membantu dengan memberikan dukungan dan juga merekomendasikan novel ini kepada para pembaca lain.
Author ucapkan terimakasih kepada teman-teman yang tetap stay tuned nungguin novel ini.
__ADS_1
Mystorios_Writer 💐💐