Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Mas!?


__ADS_3

Lyra tidak pergi kemanapun hari ini, dia hanya beres-beres rumah semampunya. Dan selebihnya Lyra menghabiskan waktu dengan mengerjakan beberapa tugas yang ada di laptopnya.


Hpnya berbunyi sebentar menandakan ada sebuah pesan yang masuk. Lyra membuka pesan itu.


Lyra hari ini aku tidak bermalam di rumahmu ya. Aku akan pulang ke rumah ada yang harus ku kerjakan. Hati-hati kalau butuh sesuatu minta bantuan kakak


Tulis Adhisti dalam pesannya.


“ Mau bagaimana lagi, nampaknya tidak ada yang berjalan lancar. Sekarang kalau Tuan Ares datang aku malah akan tinggal berdua dengannya ” guman Lyra pasrah.


“ Hoam.. ” Lyra menguap pelan.


“ Aku mengantuk sekali.. ” ucapnya lalu dia berjalan ke ranjangnya, sesaat setelah berbaring dia langsung tertidur pulas.


“ Cantik sekali..”


“ Bagaimana bisa kamu memiliki wajah secantik ini, yang bisa membuat hatiku berdebar tak menentu ”


Ares mengusap lembut pipi Lyra.


“ Satu-satunya wanita yang sangat cantik, aku menyukaimu ”


Cup!


Dengan lembut Ares mengecup bibir Lyra.


“ Be-berhenti menggodaku seperti itu Tuan ”


“ Jangan! ”


Teriak Lyra tiba-tiba segera dia terduduk. Gelagapan dipeganginya bibirnya. Lalu dicubitnya lengannya.


“ Aww! ”


“ Apa ini! aku sudah bangun... lalu tadi itu hanya mimpi? ”


Lyra memandangi seluruh kamar mencari keberadaan Ares di sana.


“ Benar hanya mimpi akhh! kenapa denganku akhir-akhir ini aku suka memikirkan hal mesum akh! ” rutuknya kesal lalu mengacak-acak rambutnya.


Dia berdiri di depan kaca riasnya.


“ Apa yang salah denganmu? Bisa-bisanya bermimpi seperti itu! ” bentak Lyra pada pantulannya di cermin.


Lyra merasa kesal pada dirinya sendiri dia melangkah lemah keluar kamarnya.


“ AAAAHH!! ” teriak Lyra terkejut sampai ia mundur beberapa langkah ke belakang.


“ Apa?! ada apa?! ” tanya Ares ikut terkejut mendengar teriakan Lyra dengan cepat dia memakai kaosnya, karena sebelumnya dia bertelanjang dada.


Lyra memegangi dadanya berusaha menarik nafas.


“ Ada apa, Ly? ” tanya Ares lagi karena Lyra tak kunjung menjawab.


Lyra memberi kode dengan tangannya bahwa dia baik-baik saja.


“ Kenapa berteriak? ”


“ Aku baru bangun tidur tadi lalu saat keluar kamar aku terkejut mendapati Anda ada di sini, aku pikir tidak ada siapa pun tadi ” jelas Lyra


“ Aku pikir ada sesuatu karena kau berteriak seperti habis melihat hantu ”


Bagaimana tidak terkejut, kau sudah seperti Kuyang yang tiba-tiba muncul, batin Lyra.


“ Maaf sudah membuat Anda terkejut ”


“ Iya tidak apa-apa ”


“ Kapan Anda datang? ” tanya Lyra

__ADS_1


“ Tadi tapi kamu masih tidur jadi tidak aku bangunkan ” jawab Ares


“ Tunggu... Tuan masuk ke kamar saat aku tidur tadi? ” selidik Lyra


“ Aku tidak masuk, hanya membuka pintu sedikit dan mendapati kau sedang tertidur ” ucap Ares cepat


“ Benarkah? ”


“ Ya tentu saja, untuk apa aku masuk saat kau tidur ” tanggap Ares


Lyra menatap tajam mata Ares mencari kebohongan disana, sampai Ares sedikit gugup.


“ Sudahlah kalau begitu ”


“ Ke-kenapa? Kenapa menanyakan itu? ” sekarang Ares yang bertanya gugup.


“ Tidak aku hanya sekadar bertanya ” jawab Lyra sekenanya.


Tidak mungkinkan aku bertanya itu tadi mimpi atau bukan. Tapi entah mengapa jelas-jelas aku seperti mendengar Tuan Ares bicara dan... akh.. sudahlah.


Lyra melihat ke arah jendela langit luar mulai menggelap. Baru dia tersadar ternyata sudah tertidur cukup lama.


“ Aku baru selesai mandi tadi, kamu lapar? aku akan pesankan makanan ” ucap Ares saat melihat Lyra menuju dapur.


“ Sepertinya tidak perlu Tuan aku akan ingin memasak ”


“ Tapi kakimu masih sakit ” risau Ares


“ Sudah lebih baik, aku bisa berjalan tanpa tongkat sekarang, Anda tidak memperhatikan ” ucap Lyra


Ares berdiri lalu berjalan ke sapu, di pandangnya Lyra dari atas ke bawah.


“ Benar ternyata kau sudah bisa berdiri tanpa tongkat, aku tidak sadar ” ucapnya kagum melihat betapa cepat pemulihan wanita itu.


“ Iya aku banyak berlatih tadi ” tutur Lyra tersenyum, lalu dia memulai aktivitasnya mengambil bahan masakan dari kulkas.


“ Tuan ingin aku buatkan sesuatu? ” tawar Lyra


Lyra mengangguk lalu meneruskan kegiatannya.


Ares duduk di kursi meja makan, sambil terus memperhatikan Lyra.


“ Hmm ” Lyra berdehem


Ares memandangnya seakan bertanya ada apa.


“ Apa ada yang salah? Sedari tadi Tuan terus menatapku ” ucap Lyra mulai risih dengan tatapan Ares.


“ Tidak aku hanya suka melihatmu memasak ” jawab Ares dengan senyumannya yang sulit diartikan.


Lyra terdiam sejenak lalu dia berbalik lagi ke arah kompor.


“ Dasar aneh ” gumannya pelan.


Aku sangat suka melihatmu yang sedang serius memasak dan berdiri di sana, membuatku ingin memelukmu dari belakang.. menghirup dalam aroma tubuhmu yang sedikit berkeringat. Oh betapa menyenangkannya itu, ucap Ares dalam hati sampai dia tersenyum-senyum sendiri.


Setelah kurang lebih lima belas menit Lyra telah selesai memasak. Lyra menyajikan masakannya ke dua piring, lalu memberikan piring itu kepada Ares tanpa bicara.


“ Terima kasih ” ucap Ares


“ Iya silakan di makan.. mas ”


“ Mas?! ” lonjak Ares terkejut


Wajah Lyra seketika memerah dan panas dingin.


“ I-iya Anda tidak suka.. ” ucapnya tak kala gugup


“ Tidak tidak aku suka eh maksudku tak masalah kamu memanggil begitu ” bantah Ares cepat.

__ADS_1


Lyra mengangguk canggung. Ares tidak tahu betapa senangnya dia mendengar Lyra memanggilnya mas.


“ Spaghetti ini enak sekali, kamu juga suka spaghetti? ” ucap Ares memuji masakan Lyra


“ Sebenarnya tidak terlalu ” jawab Lyra


“ Tapi aku lihat kamu sering makan spaghetti ”


“ Iya akhir-akhir ini semenjak hamil aku suka, mungkin bawaan bayinya Mas ” setiap Lyra memanggil Ares tanpa sadar wajahnya memerah dan terkesan canggung.


“ Ohh ternyata ada yang seperti itu juga ya ” tukas Ares.


Aku malu sekali.. aku tidak menyangka hanya mengubah panggilan saja bisa secanggung ini, batin Lyra.


Selanjutnya mereka menyelesaikan makan tanpa bicara apa pun lagi, bagaimana tidak sepertinya mereka berdua sama-sama canggung.


* * *


Lyra menyibukkan diri dengan menonton televisi dan Ares sibuk dengan handphonenya.


“ Besok aku akan pergi ke kampus untuk menemui Dosenku, Anda mengizinkan? ” tanya Lyra buka suara.


“ Tidak perlu seformal itu bicara santai saja, selama kamu merasa sudah bisa ya tidak apa-apa ” jawab Ares


“ Ah.. iya mas ”


Lyra kembali melanjutkan menonton televisi. Berbeda dengan Ares malah beranjak dari duduknya. Lyra melihat ke arah Ares dia menduga pria itu akan pergi ke kamarnya, tapi ternyata tidak Ares malah duduk tepat di sampingnya.


“ A-ada apa?! ” tanyanya pada Ares


Ares tak langsung menjawab dia malah menatap Lyra lama, yang semakin membuat Lyra bingung dan salah tingkah.


“ Boleh aku menyapanya? ” tanya Ares dengan suara rendahnya yang terdengar seksi.


“ Ya?! Hmm maksudku silakan saja ” jawab Lyra gelagapan.


Ares semakin mendekat kepada Lyra, setelahnya dengan sangat lembut dia mengusap perut Lyra.


“ Kamu jadilah anak baik, jangan merepotkan Mamamu ” ucapnya.


Jantung Lyra berdetak semakin cepat, bagaimana tidak Ares mengusap perutnya tapi tatapan pria itu terpaku tepat ke wajah Lyra. Sebesar apa pun Lyra berusaha memalingkan wajah menghindari tatapan Ares tapi dia tidak bisa menolak untuk menatap lentik tajam pria itu.


Dengan cepat Ares meraih pinggang Lyra hingga wanita itu tepat di pelukannya.


“ Mas?! ” lonjak Lyra terkejut dengan gerakan Ares dia menyanggakan tangannya sebagai penghalang antara dia dan dada pria itu.


“ Kamu cantik " ucap Ares begitu lembut tepat di depan wajah Lyra yang begitu dekat dengannya.


Lyra begitu terhipnotis otaknya memerintahkan untuk berontak tapi tenaganya seakan tidak ada ditubuhnya.


Sehingga saat Ares membelai lembut rambutnya lalu pipinya dia tidak bisa berbuat apa-apa.


“ Mas.. lepaskan aku ” gumannya pelan.


Ares membelai bibir Lyra dengan ibu jarinya menghentikan ucapan Lyra. Ares terus menatap Lyra dengan intens.


“ A-aku-


Belum sempat Lyra bicara Ares telah menutup mulut Lyra dengan mulutnya. Ares memegang tengkuk Lyra mencium Lyra lembut.


Lyra cukup terkejut tapi tak mampu menolak Ares. Dengan lihainya Ares mengeksplor lembut bibir Lyra, mengabsen setiap yang ada di sana. Hingga tanpa sadar Lyra mulai memejamkan mata menikmati ciuman Ares.


“ Akh! ” teriak Lyra mendorong Ares keras.


Ares membeku ketika Lyra mendorongnya saat mereka berciuman seperti itu


“ Maaf ” ucap Lyra lalu dia segera berlari ke kamarnya.


"**Kita berdua mungkin punya kesamaan, kita sedang berlari. Aku berlari menuju sesuatu. Kamu berlari menjauhi sesuatu." (Rantau 1 Muara, Ahmad Fuadi)

__ADS_1


Mystorios_Writer🌕🌕**


__ADS_2