Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Siap Untuk Apa Maksudnya?


__ADS_3

“ Aku tahu Tuan marah, aku minta maaf ” lanjut Lyra dengan penyesalan. Lalu dia akhirnya memilih menyingkir dari hadapan pria itu.


“ Ly, tunggu sebentar ” Ares menahan tangan Lyra.


Lyra melirik tangannya yang di pegang Ares seolah meminta Ares melepaskan tangannya.


“ Baiklah, aku mengaku memang menghindarimu tapi bukan karena aku marah. Aku punya alasan untuk itu ” ucap Ares setelah melepas tangan Lyra.


Lyra menghela napas pelan.


“ Nampaknya kita memang seperti ini. Lebih baik menghindar dari pada memilih membicarakannya. Setiap ada masalah kita selalu seperti ini. Aku bahkan bingung akan bagaimana kita nantinya ” Lyra mendelikkan bahunya pasrah.


“ Kamu benar aku juga menyesal untuk itu, aku tidak tahu cara menyelesaikan sebuah masalah hingga selesai, dan aku buruk dalam berkomunikasi. Untuk masalah ini juga aku tidak tahu harus bagaimana menghadapimu setelah semuanya ” ungkap Ares.


“ Lalu mengapa Anda setidaknya memilih untuk mendengarkan penjelasanku. Aku berniat meluruskan masalah ini ”


“ Benar, tapi...aku tidak bisa mengendalikan diri saat berdekatan denganmu. Oleh karena itu aku menghindar setiap kita bertemu ”


“ Mengendalikan apa? ” tanya Lyra tak paham apa yang harus di kendalikan pria itu saat bersamanya, apa itu kemarahannya?


“ Aku tidak tahu kapan pengendalian diriku runtuh dan akhirnya segera melahapmu ” suara Ares terdengar berat.


Pipi Lyra seketika memerah mendengar itu, sekarang dia tahu apa maksud Ares.


“ Aku sudah katakan semuanya bahkan saat ini aku berusaha sebaik mungkin menahan diri, bayanganmu menari-nari di pikiranku. Dan sekarang kamu berada tepat di hadapanku jelas sekali bukan kemarahan yang datang padaku ”


Lyra segera berubah waspada dan memilih mundur menjauh sedikit dari Ares.


“ Ba-baiklah aku sekarang mengerti, aku pikir Tuan marah padaku ” ucapnya kaku.


“ Aku tahu kamu bermaksud baik, siapa bisa menduga jika terjadi hal buruk saat itu. Kamu hanya memikirkan keselamatan anak kita ”


Lyra mengangguk cepat membenarkan ucapan Ares.


Mereka berdua terdiam canggung.


“ Kalau begitu masih ada yang ingin kamu bicarakan? ” tanya Ares setelah merasa suasana benar-benar kaku.


“ Iya aku ingin membahas sesuatu dengan Anda, bisakah kita membicarakannya sambil duduk mungkin segelas kopi ” Lyra menunjuk ke arah ruang keluarga.


Ares mengangguk, lalu mereka berjalan beriringan menuju ruang keluarga dengan jarak.


Rasanya seperti aku sedang mengajak pria untuk minum dan membicarakan tentang kencan dengannya, rutuk Lyra sambil mengingat kalimatnya saat mengajak Ares tadi.


“ Anda tunggu sebentar akan aku buatkan kopinya ” ucap Lyra lalu segera menuju dapur meninggalkan Ares yang telah duduk di sofa.


“ Ini Tuan ” Lyra menyodorkan cangkir ke arah Ares setelah kembali beberapa saat lalu.


“ Terima kasih tapi nampaknya ini bukan kopi ” ungkap Ares.


“ Ahhh iya, aku pikir minum kopi malam hari bisa menyebabkan Anda susah tidur. Jadi aku buatkan teh saja ” Lyra menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

__ADS_1


“ Baiklah ” jawab Ares dan mulai menyeruput teh yang di berikan Lyra.


“ Aku sudah mencari tahu tentang itu, hubungan se.ks di perbolehkan walaupun saat hamil ” ucap Lyra cepat.


“ Huukk!! ” Ares tersedak mendengar itu.


“ Tuan tidak apa-apa? ” tanya Lyra panik.


Ares mengangkat tangannya sebagai kode bahwa dia baik-baik saja.


Dia ingin membicarakan hal itu. Makanya mengajakku ke sini, batin Ares gugup.


“ Ternyata saat itu bisa saja jika kita melakukannya...kalau dilakukan dengan cara yang benar ” Lyra mengucapkannya dengan sesekali memalingkan wajah dari Ares.


“ Kita belum tahu caranya, jadi tidak masalah. Keputusan yang tepat untuk berhenti ” ujar Ares.


Lyra berusaha mengatur pernapasannya.


“ Eslin mengirim file yang menjelaskan soal itu, aku sudah membacanya. Sebaiknya Tuan baca juga akan aku kirim nanti ”


Ares menjawab dengan anggukan.


“ Hmmm...kalau begitu nikmati teh Anda, aku akan tidur duluan ” lanjut Lyra.


Belum sempat Ares menjawab dia segera berdiri dan berjalan cepat. Ares menatap Lyra heran karena dia nampak salah tingkah.


Saat teringat sesuatu Lyra lalu menghentikan langkahnya.


“ Apa? Siap untuk apa maksudnya? Dia ingin aku katakan saja saat ingin....” guman Ares


“ Akh!! benarkah dia meminta aku mengatakan saat aku ingin melakukannya lagi?! ” pekik Ares tak percaya pendengarannya.


Lyra mengunci pintu kamarnya cepat, dan segera menghambur ke ranjang.


“ Astaga mati aku! Bisa-bisanya aku mengatakan itu?! ” Lyra menepuk-nepuk jidatnya.


“ Saat sudah siap katakan saja? Akhh aku tidak percaya mulutku mengatakan itu. Lalu bagaimana nanti kalau dia benar-benar memintaku untuk melakukannya ” guman Lyra panik.


“ Bodoh!! Kenapa ada orang sebodoh aku!! ” Lyra merutuki dirinya sendiri.


* * *


Lyra sudah bangun pukul 6 pagi, jadi setelah selesai mandi dia memutuskan menyiapkan sarapan. Nampaknya Ares belum bangun karena pria itu belum keluar kamarnya.


Lyra dengan cekatan menyiapkan semua sarapan itu, hanya butuh waktu setengah jam masakannya telah terhidang di atas meja.


“ Apa aku bangunkan saja? ” guman Lyra saat melihat jam di ponselnya.


Dia lalu berjalan menuju kamar Ares, setelah berpikir panjang akhirnya dia mengetuk pintu itu.


“ Tuan Anda sudah bangun? Ini sudah hampir pukul 7 ” ucap Lyra.

__ADS_1


“ Sudah, Ly. Masuklah pintunya tidak di kunci ” jawab Ares dari dalam kamar.


Dengan enggan Lyra membuka pintu itu, dan ternyata Ares sudah mulai bersiap dengan pakaian kantornya.


“ Aku kira Tuan belum bangun, kalau begitu aku tunggu di meja makan ” ujar Lyra


“ Kamu bisa membantuku sebentar, aku sedikit kesusahan memasangkan dasiku ” Ares menunjukkan dasi itu pada Lyra.


“ Ahh iya tapi aku tidak jamin akan rapi ”


Ares tersenyum dan menyerahkan dasi itu pada Lyra.


Dengan sedikit berjinjit Lyra mengalungkan dasi itu dan memasangkannya pada Ares.


“ Sudah...bagaimana menurut Anda? ” ucap Lyra begitu dia selesai.


“ Sangat rapi terima kasih ” balas Ares.


Lyra mengangguk dan memutuskan untuk pergi menuju meja makan. Karena Ares juga masih harus menyiapkan beberapa keperluan lainnya.


Setelah beberapa menit Ares menyusul Lyra, dan di sambut senyuman hangat wanita itu.


“ Ly, sebaiknya buatkan aku kopi saja. Daripada jus ” ucap Ares saat melihat Lyra akan bergerak mengambil minuman untuknya.


“ Aku tahu ” jawab Lyra karena setelah tinggal dengan Ares dia telah memperhatikan kebiasaan pria itu.


“ Ini kopinya ” Lyra meletakkan gelas itu di dekat Ares.


“ Bagaimana kamu tahu aku tidak suka kopi yang manis? ” tanya Ares setelah mencicipi kopi buatan Lyra.


“ Untuk pagi Anda tidak suka kopi yang terlalu manis, siang Anda lebih suka meminum segelas cappucino panas, dan kalau malam biasanya Tuan tidak minum kopi ” tutur Lyra.


“ Kamu mengingat jelas semua hal itu ” Ares kagum dengan seberapa cepat Lyra memahami kebiasaannya.


“ Aku memperhatikannya dan saat di kantor Tuan hanya minum cappucino, jadi aku langsung paham ”


“ Ternyata kamu memperhatikan itu ”


Lyra membalas dengan tersenyum.


“ Ly, tentang ucapanmu semalam ”


Lyra langsung menegang saat Ares membahasnya.


“ Tenanglah aku tidak akan memintanya sekarang, tapi aku harap sesuai yang kamu katakan aku bisa mengatakannya saat sudah siap ” ucap Ares menantikan respon Lyra.


Tak tahu harus bagaimana Lyra hanya membalas dengan senyuman.


Tanggung sendiri resiko akibat perbuatanmu!! Aku harus siap saat dia memintaku nanti. Lagian ide dari mana sampai aku mengatakan hal itu, batin Lyra sedikit menyesal.


“ **Ada seseorang yang mengatakan senyuman indah jika ada ketulusan di dalamnya ”-Anonim.

__ADS_1


Mystorios_Writer 🍭🍭**


__ADS_2