
Lyra segera turun dari mobil Ares berlari cepat menuju kamarnya dan mengunci diri di sana. Ares yang melihat itu segera menyusul Lyra ke dalam, namun setelah mendapati pintu kamar yang di kunci dia memilih membiarkan Lyra, kemungkinan wanita itu butuh waktu sendiri.
Sepanjang perjalanan tadi Lyra hanya diam tetap bungkam meskipun Ares mengajaknya bicara.
“ Dasar berandal kecil itu! Lihat saja aku akan menghukummu. Berani sekali dia menceritakan hal yang tidak benar tentangku! Gavrill sialan! ” rutuk Ares. Dia lalu masuk ke kamar yang biasa dipakai olehnya jika berada di rumah Lyra.
“ Bodoh! Berengs*k! Dia jelas-jelas selingkuh! ” maki Lyra.
“ Aku juga bodoh! Mengapa aku tidak melawan saat dia menciumku! Apa kau suka disentuh olehnya Hah! Dasar wanita bodoh! ” Lyra merutuki dirinya sendiri.
Lyra kesal karena rencana yang dia susun untuk memberi pelajaran pada Ares malah gagal total. Bahkan ia menyesali yang terjadi Ares malah menciuminya dengan mudah.
Lyra menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya, karena banyak menangis tak dapat dia pungkiri dia kelelahan dan akhirnya jatuh terlelap ke alam mimpi.
* * *
“ Haiss sialan! ” baru pagi hari tapi Lyra sudah kesal saat melihat dirinya di pantulan cermin sehabis mandi tadi.
“ Tanda terkutuk! Leherku penuh kissmark! Akhh aku harus menutupi ini! ” Lyra mengacak-acak rambutnya melampiaskan kekesalannya.
Dengan terpaksa Lyra harus mengenakan baju turtleneck untuk menutupi lehernya. Hari ini tentu dia tetap harus masuk kerja.
Lyra keluar dari kamarnya langsung menuju dapur berusaha mengabaikan keberadaan Ares yang duduk di sofa ruang keluarga.
Ares merasa lega melihat Lyra yang telah keluar kamar. Dia lalu menyusul Lyra ke dapur.
“ Boleh aku minta tolong buatkan sarapan untukku juga ” pinta Ares.
Lyra tetap diam dengan cepat dia mengolesi roti dengan selai lalu memberikannya pada Ares tanpa berkata apapun.
Lyra lalu duduk di kursi berhadapan dengan Ares dia ingin cepat-cepat menyelesaikan sarapannya.
“ Aku tidak ingin minum susu hari ini, ganti dengan jus saja ” perintah Ares lagi.
Lemari esnya disampingmu! Ambil saja sendiri apa aku pesuruhmu!, batin Lyra geram.
Dia meraih gelas berisi susu dihadapan Ares segera membuangnya ke wastafel. Lalu mengambil gelas lain dan mengisinya dengan jus dan meletakkan di hadapan Ares.
“ Terima kasih ” ucap Ares.
Ares berusaha agar Lyra mau bicara dengannya tapi wanita itu tetap diam.
“ Kamu masih marah karena masalah semalam. Biar aku katakan lagi Shakira bukanlah kekasihku, sebelum aku menikah denganmu juga dia tidak pernah menjadi kekasihku. Untuk masalah panggilannya untukku itu sekadar panggilan semata. Kalau kamu tidak suka aku akan bilang agar dia tidak memanggilku begitu. Dan ketika dia menciumku itu kebiasaannya sebagai sapaan. Shakira lama tinggal di luar negeri. Aku akan katakan padanya untuk tidak menciumku ” ucap Ares panjang lebar.
__ADS_1
Lyra mendengar hal itu tapi memilih mengacuhkan Ares.
“ Gavrill juga salah paham makanya dia bilang begitu, kalau kamu bertemu dengan Shakira dia akan menjelaskan semuanya padamu ” lanjut Ares lagi.
Lyra tetap tak mengacuhkan dia malah sibuk dengan ponselnya.
“ Lyra... kamu mendengarkan aku bicara dari tadi ”
Jangankan menjawab menoleh saja Lyra tak mau.
“ Lyra aku sudah mengatakan semuanya padamu setidaknya dengarkan aku bicara jangan berpura-pura sibuk dengan ponselmu ”
Astaga untuk pertama kalinya ada seseorang yang tidak mendengarkan saat aku bicara! Wanita ini! Selalu saja keras kepala!, geram Ares dalam hati karena melihat Lyra masih tetap fokus dengan ponselnya.
Ares mengetuk-ngetukkan jarinya ke meja. Bersabar menunggu wanita itu melunak.
“ Lyra jangan paksa aku harus membuatmu bicara dengan caraku sendiri! ” geram Ares tertahan.
“ Aku sudah memperingatkanmu kalau kamu masih tetap diam aku akan-
“ Anda akan melakukan apa?! Mencium! Meremas dadaku! It's Damn!! ” bentak Lyra
Ares terkejut dengan Lyra yang memakinya tapi juga senang karena Lyra akhirnya buka suara.
Lyra tertawa getir mendengar itu.
“ Anda tidak pernah berubah Tuan! Anda tetaplah pria berengs*k! ” geram Lyra
“ Hei jangan suka memaki dengan mulut manismu Nona, bukankah sebelumnya kita sudah sepakat kamu tidak akan memanggil Tuan lagi ” ucap Ares santai
“ Hahaha lupakan itu mungkin saat itu kepalaku bermasalah sehingga memanggil Anda dengan sebutan itu ”
“ Tapi sebenarnya itu tidak pantas untuk hubungan kita ” lanjut Lyra
“ Kamu berharap hubungan kita apa? Bukannya sebelumnya kamu yang mengatakan agar hubungan kita tetap sebatas orang tua untuk bayinya ” sindir Ares
“ Ya aku bilang begitu tapi jelas Anda tidak cocok menjadi orang tua yang baik untuk anakku ” cerca Lyra
“ Ohh aku kurang baik dalam hal apa? ” tanya Ares tenang pada Lyra
“ Semuanya! ” bentak Lyra lalu dia segera berjalan pergi meninggalkan Ares.
“ Shakira akan menemuimu!! ” teriak Ares pada Lyra yang telah keluar dari rumah itu.
__ADS_1
“ Aku tidak akan menemuinya!! ” geram Lyra.
Lyra segera naik ke taksi itu menuju kantornya.
* * *
“ Hei! Bisa-bisanya kamu meninggalkan pesta tanpa pamit ” ucap Robert begitu dia masuk ke ruangan Lyra. Lyra sedikit terkejut menyadari kedatangan Robert karena sebelumnya dia sedang fokus mengetik di laptopnya.
“ Maaf Pak aku ingin menemui kalian terlebih dahulu sebelum pergi tapi-
“ Tapi suamimu sudah tidak sabar menunggu untuk segera berada di rumah ” potong Robert cepat.
“ A-apa yang Anda maksud Pak ” ucap Lyra malu mendengar perkataan Robert
“ Hei! jangan pikir bisa menipuku. Melihat bagaimana suamimu menarikmu dari kerumunan sudah jelas dia terbakar api cemburu ”
“ Haiis Anda suka mengarang ”
“ Dia pasti sangat kesal saat melihat istri cantiknya di antara banyak pria dan marah karena ternyata saat itu istrinya tampil cukup menarik untuk pria hahahhaha ” ledek Robert
“ Sudahlah aku jelaskan pun tidak ada gunanya juga Pak ” pasrah Lyra
“ Oke oke maaf Lyly, aku hanya bercanda. Aku senang kamu baik-baik saja. Kami sempat khawatir kamu meninggalkan pesta karena ada masalah ”
“ Maaf sudah merepotkan dan terima kasih juga telah mengkhawatirkanku Pak ” balas Lyra
“ Jangan di pikirkan aku cukup mengerti situasinya. Mungkin kamu harus menjelaskan pada King, dia mungkin belum terlalu mengerti. Maklumlah pria bujang itu masih polos ” ucap Robert sambil terkekeh.
Mulai lagi apa dia akan terus membicarakan hal-hal aneh padaku, batin Lyra.
“ Aku akan minta maaf pada Pak Aslan, dan yang Anda bilang itu tidak benar Pak ” sangkal Lyra.
“ Baiklah kalau begitu aku pergi dulu ”
Lyra membalas dengan anggukan malas.
“ Apa dia banyak bekerja di sana? Sehingga kamu harus memakai turtleneck di cuaca panas ini ” ucap Robert cepat lalu segera menutup pintu sebelum diamuk Lyra.
Lyra melotot tak percaya mendengar hal itu.
“ Ahhhh.. aku jadi bahan candaan ” desahnya malas.
"**Aku belajar bahwa hidup ini menyenangkan kalau kita melihat dari sudut pandang yang tepat. Bahagia cuma akan menjadi rumit kalau kita terlalu tinggi berharap."- Fiersa Besari
__ADS_1
Mystorios_Writer🌞🌞**