Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Terima Kasih Karena telah Menyelamatkanku


__ADS_3

Ares membantu Lyra naik ke kursi roda, karena lukanya Lyra belum bisa berjalan. Setelahnya Lyra dibawah ke ruangan baru yang telah di siapkan oleh Gavrill.


“ Tuan semuanya sudah siap, seluruh lantai dua sudah di reservasi. Aku juga telah mengatur pengawal yang berada di setiap jalur masuk lantai ini dan yang berjaga di depan pintu ruang rawat Nona nanti ” lapor Gavrill sambil berjalan beriringan bersama Ares yang mendorong kursi roda Lyra.


“ Bagus pastikan semua aman, dan periksa setiap petugas yang merawat Lyra ” jawab Ares


“ Baik Tuan ”


“ Tunggu Tuan lantai dua di reservasi, maksudnya di kosongkan? ” tanya Lyra terkejut


“ Iya ” Ares menjawab singkat


“ Itu tidak perlu, seharusnya tidak perlu di reservasi bagaimana nasib orang lain yang di pulangkan dari rumah sakit ini karena alasan tidak ada kamar. Padahal seharusnya mereka bisa di rawat ” keluh Lyra


“ Keamananmu harus di utamakan saat ini ”


“ Jika mereka dalam keadaan darurat dan harus segera di rawat, tapi tidak mendapatkan pertolongan. Aku benar-benar merasa jahat, itu karena aku ” guman Lyra sendu.


“ Sudahlah jangan memikirkan hal yang tidak perlu ” ucap Ares.


Tidak perlu bagaimana, apa dia tidak kasihan memikirkan orang lain yang lebih membutuhkan kamar rawat itu. Nyatanya harus dikosongkan dan tak terpakai, dasar kadang dia tidak memakai hatinya, rutuk Lyra dalam hati.


Mereka tiba di sebuah ruangan yang lebih besar dari ruang rawat Lyra sebelumnya, ranjang pasiennya lebih besar. Di sana juga terdapat set sofa, televisi, dan beberapa furnitur lainnya.


Lyra di baringkan kembali ke ranjang itu.


“ Apa kakimu masih sakit? ” tanya Ares yang melihat Lyra meringis menahan sakit.


“ Karena efek obat penenangnya habis, sakitnya mulai terasa ” jawab Lyra.


“ Aku akan suruh dokter memberikan obat penenang lagi ” ucap Ares


“ Tidak perlu Tuan, obat penenang tidak baik untuk janin. Aku akan menahan sakitnya mungkin itu hanya sebentar ” larang Lyra


“ Baiklah ” jawab Ares.


Lalu Ares duduk di sofa, membiarkan Lyra kembali istirahat. Setelah sekitar setengah jam nampak Lyra yang telah masuk ke alam mimpi tertidur dengan lelapnya.


Gavrill datang ke sana, dia memberitahukan sesuatu kepada Ares.


“ Tidak mungkin meninggalkan Lyra sendiri ” ucap Ares setelah mendengarkan perkataan Gavrill.


“ Aku juga berpikir begitu Tuan, masuklah Nona ” ucap Gavrill sedikit berseru ke arah pintu.


Pintunya terbuka, dan nampak Adhisti datang dengan senyuman jahilnya.


“ Kalian merencanakan ini? ” tanya Ares yang melihat kerja sama Gavrill dan Adhisti.


“ Tidak juga Tuan, Nona Adhisti terus memaksa ingin datang. Jadi aku membawanya sepertinya itu bukan ide buruk, kita bisa membiarkan Nona Adhisti menjaga Lyra. Dan Tuan bisa pergi tanpa perlu khawatir lagi ” jelas Gavrill panjang lebar, Adhisti nampak bangga ketika dia dipercayakan menjaga Lyra.


“ Baiklah ” jawab Ares pasrah.


Lalu dia pergi bersama Gavrill.


* * *

__ADS_1


Lyra membuka matanya perlahan. Kemudian dia mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan mencari sosok Ares.


“ Adhisti? ” tanyanya karena yang dilihatnya bukan Ares tapi Adhisti.


“ Lyra! Kamu sudah bangun! ” seru Adhisti senang lalu menghampiri Lyra.


“ Iya tadi aku tertidur ”


“ Lyra ” ucap Adhisti lalu memeluk Lyra erat.


“ Aku khawatir sekali padamu... hikss... hiks.. beruntung kamu baik-baik saja ” tangisnya.


“ Maaf merepotkan ” ucap Lyra dia mengelus punggung Adhisti menenangkannya.


“ Waktu kakak memberitahu kau menghilang.. aku takut sekali.. kami sudah mencari ke semua tempat tapi tidak menemukanmu.. hiks.. hikss.. aku bahkan sempat berpikir kau meninggalkan kami.. hikss.. ternyata kau diculik ” isak Adhisti


“ Terima kasih karena mencariku ” ucap Lyra terharu tanpa sadar air matanya juga menetes.


Ternyata kalian mencariku, aku bersalah telah berpikir yang bukan-bukan terhadap Tuan Ares, sesal Lyra dalam hati.


“ Aku ingin ikut mencari.. tapi kakak tidak mengizinkan..” ucap Adhisti tersedak-sedak


“ Itu berbahaya ” jawab Lyra


“ Benar.. aku tidak memikirkan itu, kakak sudah cukup khawatir tapi aku malah tambah menyusahkannya ”


“ Tidak apa-apa ”


“ Aku bersyukur kakak bisa menyelamatkanmu, selama kau menghilang kakak tak henti-hentinya mencari ke semua tempat, dan memerintah anak buahnya untuk segera menemukanmu ” cerita Adhisti.


Perlahan Adhisti melepaskan pelukannya, mengambil tisu dan menghapus air mata yang membasahi wajahnya.


“ Aku benar-benar senang, sampai tidak bisa mengendalikan perasaanku ”


Lyra tersenyum mendengar itu, dia senang ternyata kehadirannya memang diharapkan oleh Adhisti dan juga Ares.


“ Tuan Ares pergi kemana? ” tanya Lyra begitu Adhisti tenang.


“ Sepertinya dia punya urusan penting di kantor, kakak pergi bersama Gavrill tadi ” jawab Adhisti


“ Oh ”


“ Apa kau terluka parah, Ly? kak Ares bilang kau harus di rawat beberapa hari ini ” tanya Adhisti


“ Sebenarnya tidak ada luka serius, aku terlalu di bagian paha jadi tidak bisa berjalan selama lukanya belum sembuh, mungkin karena itu dokter mengharuskan aku di rawat inap ” jelas Lyra.


“ Itu pasti sakit sekali ”


“ Tidak apa-apa ”


Selanjutnya Lyra dan Adhisti terus melanjutkan obrolan mereka, terkadang mereka tertawa, dan terkadang merasa terharu.


Tak lama Ares telah datang kembali.


“ Urusan kakak sudah selesai? kakak kembali cukup cepat ” tanya Adhisti menghentikan obrolannya dengan Lyra begitu melihat Ares memasuki ruangan itu.

__ADS_1


“ Ya tidak ada yang terlalu penting, hanya urusan biasa ” jawab Ares


“ Oh ” jawab Adhisti


Tiba-tiba perut Lyra berbunyi keras.


“ Astaga... ” ucapnya malu.


“ Hahahah kamu lapar, Ly. Tidak apa-apa tidak perlu malu ” ucap Adhisti sambil tertawa


Ares juga sontak tersenyum melihat itu.


“ Iya aku lapar sekali tadi aku hanya makan bubur ” ucap Lyra sendu


“ Pantas saja kamu merasa lapar ” tukas Adhisti


Lebih tepatnya empat mangkuk bubur, batin Ares tapi memilih tak mengatakan itu daripada Lyra malah marah nanti.


“ Kalau begitu biar aku belikan makanan dulu sebentar ” ucap Adhisti.


Lyra memandang ke arah Ares seakan meminta izin.


“ Dokter sudah mengizinkan kau memakan makanan lain ” ucap Ares.


Merasa jawaban Ares benar-benar membuatnya senang, Lyra tersenyum ceria.


“ Baiklah aku pergi dulu ya ” pamit Adhisti, lalu meninggalkan Lyra dan Ares di ruangan itu.


Ares duduk di sofa sambil memeriksa beberapa file kantor dari handphonenya.


“ Tuan ” panggil Lyra pelan.


“ Iya, apa kau memerlukan sesuatu? ” tanya Ares


“ Tidak, hmmm aku ingin... ”


Ini lebih sulit dari perkiraanku, rutuk Lyra.


“ Kau ingin sesuatu? Bilang saja biar aku ambilkan ” ucap Ares


“ Aku ingin berterima kasih ” ucap Lyra cepat


“ Ya?! ”


“ Terima kasih karena telah menyelamatkan aku, maaf karena sebelumnya aku menyalahkan Anda. Padahal kalian semua khawatir dan pasti kerepotan untuk mencariku ” tutur Lyra


“ Itu tidak merepotkan, tentu saja aku akan mencari kemanapun jika tidak berhasil menemukanmu. Maaf karena sangat lambat datang, sehingga kau harus menderita begitu lama bersama para penculik itu ” ucap Ares


“ Tidak apa-apa, aku bersyukur Tuan segera menemukanmu aku saat itu sebelum para penculik itu ” Lyra mengingat kembali saat dia hampir kehilangan kesadarannya, dan sesuai dugaannya yang menemukannya Ares.


“ Iya, aku juga bersyukur untuk itu ”


“ Tuan apakah Andai yang mencabut ranting yang menusukku? ” tanya Lyra


"**Dalam cinta ada dua hal: tubuh dan kata-kata" - Joyce Carol Oates.

__ADS_1


Mystorios_Writer 🌻🌻**


__ADS_2