
“ Terima kasih sudah menjemputku tadi ” ucap Lyra sambil memegang handel pintu kamarnya, karena dia berencana langsung masuk ke kamarnya.
“ Iya, tapi kamu tetap tidak akan memanggilku Mas lagi ” balas Ares.
“ Aku tidak tahu itu tergantung bagaimana Anda. Jangan membahasnya sekarang, kalau begitu aku masuk dulu ” Lyra lalu menutup pintu kamarnya.
Aku harus membuktikan padanya kalau Shakira hanya sahabatku, batin Ares.
* * *
Hari itu Lyra bangun agak siang, karena sekarang akhir pekan. Jadi dia tidak harus pergi bekerja.
“ Eughhhh ” lenguhnya panjang perlahan dia turun dari kasur dan segera menuju kamar mandi.
Setelah selesai mandi Lyra sedang merias wajahnya dengan riasan tipis, dan menyisir rambutnya yang basah sehabis keramas tadi.
Lyra lalu mengambil ponselnya, dia menelepon Eslin ingin menanyakan keadaan mereka. Karena semalam dia hanya memberi alamat rumah Eslin pada Gavrill.
“ Halo Ly... ” suara berat Eslin.
“ Kalian baik-baik saja? ” tanyanya.
“ Tidak kepalaku pusing aku tidak akan sanggup pergi kemana-mana hari ini ” ucap Eslin lemah.
“ Hmmm istirahatlah aku hanya ingin memastikan kalian baik-baik saja ”
“ Iya maaf ya kita harus membatalkan rencana pergi menonton-
“ Siapa mengizinkanmu membatalkannya berikan ponselnya. Dengar Lyra kita tetap akan pergi ” tegas Shera dari seberang.
“ Haiiss apa kau secepat itu pulih dari mabukmu ” ejek Lyra
“ Aku hanya sedikit pusing, siang nanti pasti sudah baikan ”
“ Aku masih pusing!! Kita tidak akan pergi!! ” teriak Eslin membantah perkataan Shera.
“ Astaga! Pergi mandi agar mabukmu hilang!! ” bentak Shera.
“ Jangan dengarkan dia aku akan menyeretnya kalau dia tidak mau. Kita tetap akan pergi jarang sekali kita bisa lenggang seperti sekarang ” jelas Shera.
“ Iya iya kalau begitu kau urus Eslin ” balas Lyra.
“ Serahkan padaku ” jawab Shera antusias.
Lyra mengakhiri panggilan itu. Lalu dia berjalan keluar kamar.
“ Sudah bangun ” sapa Ares
“ Iya ” jawab Lyra singkat lalu dia menuju ke dapur untuk sarapan. Dia menikmati sarapannya dengan tenang karena Ares tidak mengajaknya bicara.
Lyra mencuci piring dan gelas yang baru di pakai dan meletakkan kembali ke tempatnya.
“ Lyra kamu sudah selesai? ” tanya Ares
Lyra menjawab dengan mengangguk.
“ Kalau begitu kemari aku ingin menunjukkan sesuatu ” ajak Ares menyuruh Lyra duduk di sebelahnya.
Lyra menurut saja dan duduk di samping Ares. Pria itu meraih iPadnya lalu menunjukkannya pada Lyra.
__ADS_1
“ A-apa ini? ” tanya Lyra bingung setelah melihat sebuah video yang di tunjukkan Ares.
“ Itu yoga untuk ibu hamil ” jawab Ares
“ Iya aku tahu itu yoga ibu hamil, maksudku mengapa Anda menunjukkannya padaku? ”
“ Aku menyarankan agar kamu mengikuti yoga ini juga, aku mendengar bahwa mengikuti yoga khusus ibu hamil akan mempermudah persalinanmu nanti ” jelas Ares.
Lyra menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“ Memang benar, tapi aku masih magang. Belum ada waktu ” ucap Lyra.
“ Benar juga ” desah Ares kecewa.
“ Begini saja aku akan ikut yoga saat magangku telah selesai ”
Ares diam berpikir sejenak kemudian dia baru menyetujui perkataan Lyra itu. Selanjutnya Ares menjelaskan banyak hal pada Lyra.
Seperti apa larangan untuk ibu hamil, makanan yang boleh di makan maupun yang tidak boleh di makan. Tanda-tanda jika ada gejala yang berbahaya untuk janin.
Lyra bahkan sampai terkagum-kagum karena pria itu tahu lebih banyak di bandingkan dirinya.
“ Anda mempelajari semua itu? ” tanya Lyra penasaran setelah Ares menjelaskan posisi tidur yang baik untuk ibu hamil.
“ Iya aku membaca beberapa buku, artikel, dan menanyakan pada dokter ” jawab Ares.
“ Ohh ” guman Lyra.
“ Kalau kamu merasakan sesuatu jangan pernah ragu untuk memberitahuku ” tegas Ares
“ Iya ” jawab Lyra singkat.
“ Aku akan cek up tiga hari lagi ”
“ Aku akan ikut menemanimu ”
Lyra hanya berdehem mengiyakan.
* * *
“ Anda tidak akan pergi keluar? ” tanya Lyra basa-basi dia ingin meminta izin pada Ares untuk pergi ke bioskop nanti.
“ Tidak ini akhir pekan aku tidak punya jadwal, ada apa? ” tanya Ares berusaha mencari tahu maksud Lyra.
“ Sebenarnya aku ingin pergi menonton dengan teman-temanku. Aku ingin meminta izin Anda. Aku akan pulang sebelum sore ” jelas Lyra agar Ares tak menolak.
“ Kamu harus pulang tepat waktu, kalau begitu pergilah ” ucap Ares.
“ Baiklah kalau begitu aku akan pergi sekarang. Sampai jumpa ” girang Lyra lalu dia segera pergi. Karena tak berapa lama taksi yang dipesannya telah datang.
Lyra berjalan cepat memasuki mall itu, karena mereka akan menonton di bioskop mall tersebut.
“ Aduh aku terlambat sekali ” gumannya terburu-buru begitu melihat jam tangannya.
Lyra melihat sekeliling mencari keberadaan Shera dan Eslin. Akhirnya dia melihat mereka yang sedang duduk menunggunya.
“ Maaf aku terlambat tadi jalanannya macet ” ucapnya begitu dia tiba.
“ Tidak apa-apa tapi filmnya akan di mulai 10 menit lagi ” tutur Shera.
__ADS_1
“ Kalau begitu sebaiknya kita masuk saja ” ajak Lyra.
“ Tunggu 5 menit lagi aku habiskan minumanku dulu ” pinta Eslin lemah sambil meminum ice americano di depannya.
“ Kamu nyakin baik-baik saja? ” tanya Lyra melihat Eslin yang masih nampak pusing.
“ Entahlah palingan nanti begitu filmnya mulai aku sudah tidur ” ucapnya malas.
“ Heisss banyak alasan, ayo cepatlah ” Shera menarik tangan Eslin menyeretnya berjalan menuju bioskop.
Mereka lalu duduk di kursi yang bersebelahan. Kemudian mereka mulai fokus menonton film yang mulai di putar.
Mereka tertawa pelan ketika terdapat adegan yang lucu di film itu.
“ Lucu sekali ” guman Lyra pelan. Tanpa sengaja Lyra mengalihkan pandangannya ke arah depan karena dia seperti mengenali seseorang di sana.
Lyra memicingkan matanya berusaha fokus mengenali sosok itu.
Shakira?! Ya benar itu Shakira, batinnya setelah dia melihat jelas wajah wanita itu.
Dia memperhatikan wanita itu yang sedang asik tertawa bersama pria di sampingnya.
Siapa pria itu? Apa itu Mas Ares? Tidak.. tidak tadi jelas dia mengatakan tidak akan pergi kemana pun. Itu pasti bukan dia, batin Lyra.
Lyra berusaha melihat wajah pria itu namun sulit karena terhalang oleh penonton lain, dan juga Shakira.
Lyra jadi tidak bisa fokus menonton film itu, perhatiannya teralih pada Shakira dan pria itu. Dengan teliti dia berusaha mencari tahu siapa pria itu.
“ Mas Ares? ” gumannya pelan tak terdengar oleh Shera dan Eslin karena mereka sedang tertawa.
Itu Mas Ares! Dia berbohong jelas sekali itu dia. Aku ingat jelas jam tangan itu dia juga mengenakannya tadi, batin Lyra dia meremas tangannya kuat menahan emosinya. Setelah dia nyakin bahwa pria itu Ares setelah mengenali jam tangan yang dikenakan pria itu.
Lyra kembali melihat ke arah Shakira, dan naasnya dia harus melihat adegan itu di depan matanya. Dadanya serasa sesak dan bagaikan di tusuk berkali-kali setelah melihat betapa mesranya kedua orang itu saling bercumbu.
Lyra merasa matanya berkaca-kaca, tapi dia berusaha keras menahan air matanya.
“ A-aku pulang duluan ya. Ada urusan tiba-tiba ” ucapnya pada Shera dan Eslin.
“ Kenapa? ” tanya Shera begitu juga Eslin tak kala bingung mengapa Lyra ingin pulang duluan.
“ Ada urusan mendadak aku harus segera pergi. Nanti ku beritahu ” jawabnya lalu segera dia bergegas keluar dari bioskop itu.
“ Apa dia tidak apa-apa? ” tanya Eslin
“ Semoga saja ” ucap Shera pasrah.
* * *
Lyra segera menghambur masuk ke dalam rumahnya. Dia mencari sosok Ares di rumah itu tapi dia tak menjumpai pria itu di sana.
Perlahan air mata Lyra mulai berjatuhan dan semakin tak dapat di tahannya. Sepanjang perjalanan tadi dia berdoa agar Ares berada di rumah setidaknya dugaannya salah.
Tapi mengetahui bahwa Ares tidak ada di rumah membuat hatinya benar-benar hancur.
“ Akhh hiks hikss akhh.. ” tangisnya histeris sambil memukuli dadanya mengurangi rasa sesak di sana.
“ Mengapa hatiku sakit sekali melihat itu? Se-seharusnya tak sesakit ini hikss hiks aku sudah tahu dia mencintai wanita itu. A-aku tidak tahu hikss hatiku sakit sekali hikss ” tangisnya sambil meringkuk memeluk lututnya.
"**Tidak ada seorangpun yang bisa kembali ke masa lalu dan memulai awal yang baru lagi. Tapi semua orang bisa memulai hari ini dan membuat akhir yang baru." - Maria Robinson
__ADS_1
Mystorios_Writer🍸🍸**