Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Anda nyakin akan Menjalankan Ide Ini?


__ADS_3

“ Hubungan kami tidak sedekat itu sehingga memberi Tuan Ares kewajiban untuk memperhatikanku ” ucap Lyra.


“ Tapi tetap saja kalian akan segera punya, bayi sudah seharusnya kakak menjagamu ” timpal Adhisti.


“ Aku tidak memerlukan itu ”


“ Aku tidak berniat untuk membela atau memuji kakakku, tapi menurutku dia menyayangi anak kalian dan tentunya sama denganmu ”


“ Ya ” jawab Lyra dingin.


“ Kau pasti tidak menyukainya karena sifatnya yang keras ya, sebenarnya dia orang yang baik. Dan buktinya kalian akan segera punya anak ”


“ Kau tahu kenapa sekarang aku hamil anak kakakmu? ”


“ Ya?! ”


“ Dia memaksaku untuk berhubungan badan dengannya, dan ya kalau kau bilang itu sifatnya. Maka apakah salahku jika aku menganggap itu tindakan pemerk*saan? Lalu setelah semua itu aku di tinggalkan seperti sampah ” ucap Lyra dengan penuh penekanan.


“ Ly...


“ Menurutmu bagaimana perasaanku, setelah semua itu karena aku mengandung anaknya lalu dengan dia bersikap baik padaku sepenuhnya aku akan percaya... jawabannya tidak ”


Adhisti terdiam mendengar semua perkataan Lyra.


“ Aku berusaha menerima semua kejadian itu, tapi kau tahu bayangan bahwa suatu waktu semua kebaikan kalian hanya sandiwara semata untuk merebut anakku dariku tidak pernah bisa hilang dari pikiranku. Seandainya saat itu kau tidak menuduhku, membuatku terikat pernikahan bodoh ini. Maka semua ini tidak akan terjadi ” tambah Lyra lagi.


Adhisti mulai mengerti semua penyebab sifat dingin dan ketakutan yang dialami Lyra.


“ Ly.. kakak dan aku tidak pernah berniat untuk memisahkanmu nantinya dengan anakmu, karena kau memiliki hak atas anak itu ” ucap Adhisti berusaha menyakinkan Lyra.


“ Sudahlah aku tidak ingin membahas apapun lagi, kalian bisa melakukan apapun yang kalian inginkan. Aku tidak peduli asalkan itu tidak menggangguku. Jika urusanmu sudah selesai kau bisa pergi ” ucap Lyra lalu dia berlalu pergi meninggalkan Adhisti.


* * *


Adhisti duduk terdiam di sofa di ruang keluarga rumahnya, semua perkataan Lyra berputar-putar di pikirannya.


“ Adhisti! Hei Adhisti! ”


“ Ehh kakak, sejak kapan kakak pulang? ” tanyanya bingung setelah sedikit terkejut dengan kedatangan Ares.


“ Sudah berapa kali aku memanggilmu, tapi tak menjawab. Jangan terlalu sering melamun ” ucap Ares.


“ Aku hanya kepikiran satu hal.. ” guman Adhisti.


“ Ada apa? ” tanya Ares ingin tahu

__ADS_1


“ Apakah sesulit itu memperbaiki hubungan? ”


“ Maksudmu? ” Ares bingung


“ Setelah kita merusak kepercayaan seseorang, maka untuk memperbaiki hubungan dengan orang tersebut akan lebih sulit ” jelasnya.


“ Mungkin itu benar ”


“ Melakukan hal-hal jahat pada Lyra, dan merusak kepercayaannya. Untuk memperbaikinya cukup sulit ”


“ Kau sedang membicarakan Lyra ” balas Ares yang mulai mengerti arah pembicaraan Adhisti.


“ Iya.. dia berpikir bahwa kakak atau aku akan merebut anaknya dari dia, dan hanya memanfaatkannya saja ”


“ Sudah berapa kali aku mengatakan padanya bahwa aku tidak pernah berniat seperti itu ”


“ Bukan masalah berapa kali kakak mengatakan hal itu padanya, tapi apa tindakan kakak untuk membuatnya percaya. Dia membuat benteng pembatas antara dia dan kita, karena kita banyak menyakitinya itu wajar ” jelas Adhisti.


Ares tak menjawab perkataan Adhisti.


“ Tadi aku bertemu dengannya, aku baru tahu bahwa dia hamil karena kakak memaksanya. Harusnya kakak minta maaf dan menjelaskan padanya bahwa kakak tidak meninggalkannya, tapi karena urusan pekerjaan ”


“ Itu mungkin akan terdengar seperti sebuah alasan ” jawab Ares


“ Tapi lebih baik, dari pada harus menanggung rasa di abaikan dan dibuang. Aku hanya ingin mengatakan itu, bagaimana pun aku tidak seharusnya terus ikut campur urusan kalian. Aku pergi ke kamar dulu kak ” Adhisti meningggalkan Ares sendiri memberinya waktu untuk merenungkan perkataannya.


* * *


Pagi itu tepat pukul 7 pagi Lyra sudah siap dan cukup rapi. Dia akan pergi ke Founding Company, betapa mengejutkannya ketika kemarin dia menerima telepon bahwa ia di terima bekerja di sana. Tentunya itu hal yang cukup menggembirakan sehingga dengan antusias Lyra mempersiapkan dirinya. Ia segera pergi dengan taksi yang dipesannya.


“ Apa hari ini Nona akan pergi melamar pekerjaan? ” tanya supir taksi itu pada Lyra.


“ Hmm.. sebenarnya ini hari pertamaku bekerja ” jawab Lyra


“ Jadi itu penyebab Anda sangat gugup Nona ” balas supir taksi itu dengan senyuman


“ Cukup terlihat ya... huftt... padahal aku sudah berusaha menenangkan diri ” guman Lyra lirih


“ Aku jadi teringat putriku dia juga sama gugupnya dengan Anda saat pertama kali pergi bekerja ” supir taksi itu selanjutnya banyak bercerita tentang putrinya, hingga tak terasa mereka tiba di tujuan.


“ Terima kasih banyak pak ” ucap Lyra sebagai salam perpisahan pada supir taksi itu.


“ Semoga berhasil ” ucap sang supir taksi membalas ucapan Lyra.


Lyra berjalan cepat dan teratur ke arah resepsionis, setelah menanyakan kemana dia harus pergi selanjutnya, Lyra meneruskan perjalanannya hingga tiba di depan sebuah ruangan. Yang diketahuinya sebagai ruangan CEO perusahaan tersebut, dia juga merasa sedikit bingung mengapa dia disuruh ke sana. Setelah beberapa kali ketukan terdengar suara yang mengizinkannya untuk masuk dari ruangan tersebut.

__ADS_1


“ Selamat pagi pak, saya Lyra pekerja magang ” ucap Lyra memperkenalkan diri pada seorang pria yang nampak duduk di sebuah kursi yang membelakangi Lyra.


Perlahan kursi itu berputar dan menunjukkan sosok pria itu.


Mata Lyra melotot setelah tahu siapa pria itu.


“ Selamat pagi ” sapa pria itu dengan senyuman khasnya.


Dia adalah CEO perusahaan ini, lalu untuk apa dia ikut untuk mewawancarai pelamar kerja, dan juga ingin bertemu dengan ku, ucap Lyra dalam hati.


“ Kamu masih mengingatku kan ” ucap pria itu membuyarkan lamunan Lyra.


“ Benar pak ” jawab Lyra.


“ Duduklah ”


Lyra lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan pria itu.


“ Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu lagi, tapi aku juga senang untuk itu ”


“ Terima kasih sudah menerima saya bekerja disini pak Aslan ”


Ya pria itu adalah Aslan, pria yang ditemui Lyra dihotel, dan di supermarket wakil itu.


Aslan menatap Lyra intens, mencoba menebak ekspresi Lyra.


Dia nampak biasa saja, bahkan tidak nampak terkejut atau terkesan sedikit pun, rutuk Aslan dalam hati.


Sebenarnya selama dia menunggu Lyra di ruangannya, Aslan bersiap-siap ingin memberi sedikit kejutan dan rasa misterius, agar ketika Lyra melihatnya akan terkejut dan terkesan. Tapi nampaknya dia harus kecewa.


“ Kamu sesuai untuk kualifikasi yang perusahaan ini cari, oleh karena itu aku tidak akan menyia-yiakan kesempatan untuk merekrutmu ” jelas Aslan.


“ Saya cukup senang mendengarnya pak ” jawab Lyra.


“ Baiklah kamu pasti bingung mengapa aku memanggilmu ke sini, aku ingin sedikit menanyakan suatu hal padamu ” ucap Aslan serius


“ Baiklah saya akan menjawab jika saya tahu pak ”


“ Begini aku cukup terkejut bahwa kau adalah pemilik desain yang berhasil menang lomba itu, aku sendiri cukup terkesan akan desain rancangan itu. Aku ingin tahu apakah menurutmu desain itu dapat di kerjakan menjadi sebuah bangunan nyata? ”


“ Bangunan nyata? maksud bapak mendirikan bangunan sesuai desain itu? ” tanya Lyra terkejut


“ Ya kau benar, jika menurutmu desainmu memang layak untuk di kerjakan, maka aku akan melaksanakan nya ” ucap Aslan nyakin


“ Maaf Pak, Anda nyakin akan menjalankan ide ini? ” tanya Lyra tak kalah syok setelah mendengar lagi perkataan Aslan.

__ADS_1


"**Jika saya mencoba yang terbaik dan gagal, setidaknya saya telah melakukan yang terbaik." - Steve Jobs


Mystorios_Writer 🧊🧊🧊**


__ADS_2