
Bab ini mengandung adegan 21+
Jadi untuk teman-teman yang lagi puasa, sebaiknya di baca setelah selesai berbuka☺
“ Satu hal yang harus kamu ketahui Nyonya Crimson, tidak perlu ada pembicaraan masa lalu di ranjang kita. ” tegas Ares dan segera menindih tubuh Lyra pelan.
Lyra memejamkan matanya menunggu tindakan Ares selanjutnya.
“ Jangan tutup matamu kamu tak ingin menatapku ” pinta Ares
Lyra menggelengkan kepalanya cepat.
Ares mencium kedua kelopak mata Lyra.
“ Masih tidak ingin menatapku? ”
“ Anda ini pemaksa sekali ” Lyra membuka matanya menatap Ares.
“ Ayo tidur aku mengantuk ” lanjut Lyra.
“ Kamu benar-benar mengantuk? ”
“ Hmmm...aku mau tidur ” lirih Lyra.
Menghela napas ringan Ares akhirnya berbaring di samping Lyra.
“ Tidurlah ” ucap Ares menaikkan selimut menutupi tubuh mereka.
“ Hahhahhha ” Lyra segera tergelak.
“ Kenapa kamu tertawa? ” tanya Ares heran.
“ Hufttt...” lenguh Lyra begitu bisa mengatur pernapasan sehabis tertawa.
“ Lucu sekali Anda benar-benar menurut untuk tidur ” ucap Lyra dengan tawa kecil.
“ Maksudnya kamu tidak serius ingin tidur? ” ujar Ares cepat.
“ Menurut Anda? ” balas Lyra mengedipkan matanya jahil.
“ Dasar!! Wanita ini aku akan membuatmu tidak bisa tidur! ” Ares segera menindih Lyra dan mencium Lyra secara tiba-tiba.
“ Kamu senang menjahili aku? ” tanya Ares setelah melepaskan ciumannya.
“ Hmmm ” jawab Lyra lirih.
Ares kembali mencium Lyra dengan rakus.
“ Masih berpikir untuk bermain-main denganku ”
Lyra hanya menanggapi pria itu dengan tersenyum nakal, yang membuat Ares tidak bisa menahan diri untuk tidak segera menikmati Lyra.
“ Nakal sekali ” geram Ares lembut.
__ADS_1
Kemudian dia kembali mencium Lyra, perlahan turun ke leher jenjang Lyra.
“ Jangan melakukan itu besok aku harus pergi ke kampus ” Lyra tidak ingin kesulitan menutupi tanda-tanda yang akan di tinggalkan pria itu di sana.
“ Dia mulai pintar memberikan larangan ” , batin Ares, dia menurut dan hanya mengecupi pelan leher Lyra.
Setelah melepaskan kaos yang di pakai Lyra dan membuat wanita itu polos.
Ares tahu semua titik sensitif Lyra sehingga dia akan segera memohon agar Ares terus menjamahnya.
“ Eugh ” leguh Lyra tertahan ketika Ares bergelayut padanya bagaikan seorang bayi besar yang kelaparan.
Dengan sekali hentakan Ares menyatukan diri dengan Lyra. Pinggulnya bergerak perlahan memulai iramanya.
Makin lama makin cepat berpaju dan membuat tubuh Lyra bergoncang hebat.
“ Akhhh....” satu erangan panjang dari Ares dan kemudian pria itu berbaring di samping Lyra.
Napas Ares masih tersengal-sengal setelah percintaan panas itu. Begitu juga Lyra, dia mendekat kepada Ares dan memeluk pria itu.
“ Terima kasih kamu luar biasa ” ucap Ares sambil mengecup dahi Lyra.
Lyra tersipu malu menerima pujian itu, dia tidak menjawab Ares dan memilih tetap diam dalam dekapan pria itu.
“ Dia sudah tidur ”, ucap Lyra dalam hati begitu mendengar hembusan napas teratur dari Ares, padahal baru sesaat yang lalu pria itu berbicara padanya.
Lyra mengangkat wajahnya menatap Ares untuk memastikan. Setelah melambaikan tangannya di depan wajah Ares dan Ares tidak memberikan reaksi apa pun. Lyra nyakin pria itu sudah benar-benar terlelap.
“ Dia pasti kelelahan hari ini ” Lyra membelai pelan rambut Ares.
“ Sedikit pembalasan karena telah membuat tubuhku penuh tanda ” ujarnya sambil tertawa jahil.
Lalu dia kembali membaringkan tubuhnya dan tak lama ikut terlelap bersama Ares.
* * *
“ Wah..wanita ini memang penuh kejutan ” guman Ares kembali melihat dua tanda merah yang nampak menjolok di lehernya.
Lyra masih tertidur pulas saat itu.
“ Dia benar-benar membuatnya di tempat yang cukup terlihat ”
Ares mendekat kepada Lyra.
“ Aku pergi dulu ” ucapnya setelah memberikan satu ciuman singkat di bibir Lyra.
Kemudian Ares melangkah keluar dari kamar itu.
“ Bangunkan dia nanti ” perintah Ares kepada pelayannya, karena Lyra akan pergi kuliah di siang hari. Makanya dia membiarkan istrinya itu tidur untuk saat ini.
Ares melangkah cepat menuju ruangannya melewati para karyawannya yang berdiri dan membungkuk hormat menyambut kedatangannya.
“ Apa aku tidak salah lihat? Tanda yang di leher Tuan Ares ” guman seorang karyawan terhadap teman yang di sampingnya.
__ADS_1
“ Tutup mulutmu kalau kau masih ingin bekerja di sini ” balas karyawan itu, mengetahui jika sampai pergunjingan bodoh mereka terdengar oleh Bosnya itu maka tidak akan ada kesempatan untuk terus berada di sana.
Karyawan itu akhirnya hanya dapat terdiam dan kembali melanjutkan pekerjaannya masing-masing.
“ Antar berkasnya sekarang ke ruanganku ” perintah Ares kepada sekretaris wanita yang bekerja untuknya membantu Gavrill.
“ Baik Pak ” jawab sekretaris itu dan segera membawa berkas di tangannya dan menyusul Ares ke ruangannya.
“ Minta pertanggungjawaban terhadap yang membuat laporan ini ” Ares menyerahkan kembali berkas itu setelah memeriksanya.
“ Ba-baik Tuan ” Sekretaris itu menjawab gugup karena dia tidak memperhatikan perintah yang di berikan Ares barusan.
“ Tetaplah fokus jika kamu masih ingin bekerja di sini ” tegas Ares.
“ Maaf Tuan saya tidak akan mengulanginya lagi ”
Sekretaris itu menyesali dirinya yang sibuk memikirkan tanda di leher Ares sampai-sampai dia tidak memperhatikan saat Ares sedang bicara padanya.
“ Ini kontrak kerja yang akan di bahas dengan Debest Company? ” tanya Ares sambil menunjuk satu map yang ada di depannya.
“ Benar Tuan ” jawab sekretaris itu cepat.
Ares membuka berkas itu dan membacanya dengan seksama.
“ Seharusnya sebentar lagi pertemuan untuk menandatangani kontrak inikan, belum ada kabar dari mereka? ”
“ Pada pertemuan sebelumnya telah di jadwalkan hari ini penandatanganan kontrak, tetapi tadi saya mendapat telpon yang memberi tahu perwakilan dari Debest Company akan datang terlambat Tuan ” jelas sekretaris itu.
“ Sangat tidak kompeten dia pikir dia bisa menunda pertemuan semaunya, siapa yang dikirim sebagai perwakilan? ” geram Ares marah mendengar itu.
“ Wakil direktur perusahaan mereka Tuan ”
“ Wakil direktur? Lalu melakukan tindakan seperti ini. Karena dia anak pemilik perusahaan dia berpikir bisa melakukan hal bodoh seperti ini ” Ares segera mengetahui wakil direktur yang dimaksud, setahunya wakil direktur itu merupakan pewaris tunggal Debest Company. Tentunya kabar mengenai seberapa tidak kompeten pewaris itu juga pernah terdengar oleh Ares.
“ Hubungi mereka jika pertemuan tidak dilakukan sesuai jadwal, maka kesepakatan dibatalkan ” perintah Ares dengan tegas.
“ Baik Tuan ” Sekretaris itu segera permisi pada Ares dan segera menjalankan perintah Bosnya itu.
* * *
“ Kurang ajar sekali! Bisa-bisanya dia memberikan ancaman itu! ” sungut pria itu sembari berjalan mengikuti Sekretaris Ares dan juga di ikuti oleh sekretarisnya.
“ Silakan Tuan ” ucap sekretaris Ares setelah meminta izin dari Ares untuk mempersilahkan tamu itu masuk.
Ares memandang kedatangan tamunya itu, yang nampak kacau. Aroma alkohol sangat kuat menyebar setelah kedatangan pria itu. Dari penampilannya yang acak-acakan Ares menduga dia pasti di seret dari sebuah bar atau apalah untuk menghadiri pertemuan ini.
Pria itu mendekat menghampiri Ares yang duduk di sofa.
“ Halo Tuan Ares, perkenalkan saya Gerry Sanjaya ” dia mengulurkan tangannya asal kepada Ares.
Ares melontarkan tatapan sinis melihat perilaku tidak hormat pria itu.
“ Duduklah ” perintahnya singkat tak membalas uluran tangan pria itu.
__ADS_1
“ **Jika cinta terasa menyakitkan, apa pantas disebut sebagai cinta ”-Anonim
Mystorios_Writer 🍵🍵**