
Lyra tidak berlama-lama di walk in closet setelah dia keluar di merapikan ranjang yang berantakan dan memunguti pakaiannya yang berserak akibat ulah Ares tadi.
Berbeda dengan Lyra nampaknya dapat di mengerti Ares membutuhkan lebih banyak waktu di kamar mandi.
“ Hufft dasar wanita bodoh! ” Lyra memukul pelan kepalanya.
“ Harusnya jangan melakukan hal itu tadi. Dia sudah mengatakan untuk berhenti, tapi malah aku yang menggeranyangi tubuhnya ” guman Lyra frustasi, dia mondar-mandir di depan pintu kamar mandi menunggu pria itu keluar dan menjelaskan semuanya.
Ceklek!
Suara pintu terdengar dan Ares keluar dari kamar mandi, dengan hanya menggunakan handuk yang melilit pinggangnya.
Pipi Lyra memerah melihat kembali tubuh berotot Ares, dia menelan salivanya kuat menahan diri.
“ Tu-tuan mengenai hal... ” Lyra berucap gugup.
“ Berbalik! ” perintah Ares.
Mendengar perintah tiba-tiba itu Lyra segera menurut dan berbalik membelakangi pria itu.
“ Ada apa? ” tanyanya bingung setelah dia menyadari mengapa dia di suruh berbalik oleh Ares.
“ Tetap seperti itu! ” tegas Ares lagi.
Dia semarah itu? Aku tidak bermaksud menyakitinya, batin Lyra sedikit sedih.
“ Tuan aku ingin menjelaskan-
“ Tidak ada yang perlu di jelaskan, Ly. Aku akan pergi ke kamarku ” belum selesai Lyra bicara Ares telah menyelanya dan segera keluar dari kamar itu.
“ Apa pantas dia melakukan ini? Aku juga tidak mengharapkan hal itu terjadi. Mengapa dia marah padaku? ” ucap Lyra kecewa saat Ares telah meninggalkannya dan nampaknya tidak mau bicara dengan wanita itu.
Ares menutup pintu kamarnya cepat.
“ Astaga!! Bagaimana aku bisa bersikap normal lagi di hadapannya?! ” rutuknya kesal.
“ Bahkan melihat siluet tubuhnya saja sudah membuatku berimajinasi tentang hal-hal panas. ” Ares memerintahkan Lyra untuk segera berbalik dan tidak menghadap padanya karena dia juga tidak sanggup menahan godaan untuk kembali menyentuh wanita itu.
Bayang-bayang wajah Lyra saat menciumnya dan penampakan tubuh polos Lyra berputar-putar di otaknya.
* * *
Siapa sangka yang di harapkan Ares adalah menghindari Lyra untuk mengendalikan keinginan dirinya. Mendapat dugaan yang salah dari wanita itu.
Lyra merasa Ares sangat marah padanya sehingga setiap melihatnya pasti pria itu segera mencari alasan untuk segera pergi, bahkan enggan untuk menatap wajah Lyra.
Seperti pagi tadi, saat mereka berpapasan karena bersamaan keluar dari kamar. Belum sempat Lyra menyapa Ares malah langsung masuk lagi ke kamarnya dengan alasan harus mengambil sesuatu.
Ares juga langsung pergi tanpa sarapan dan tidak menawarkan Lyra untuk ikut ke kantornya. Padahal sebelumnya Ares selalu menyempatkan diri untuk sarapan bersama Lyra dan terus membujuk Lyra agar ikut bersamanya.
Lyra memandang jenuh televisi di depannya, dia duduk dengan kaki terlipat di atas sofa.
__ADS_1
“ Apa yang salah denganku? Fakta dia sedang marah padaku, kenapa sangat mengganggu? ” guman Lyra bertanya-tanya.
“ Aku harus minta saran dari siapa...aku tidak tahu cara membujuk pria saat marah ” Lyra berpikir sejenak, lalu setelah mendapat ide dia mengambil ponselnya.
“ Halo, Eslin ” sapa Lyra cepat begitu panggilan itu di jawab.
“ Iya ada apa, Ly? ” tanya Eslin.
“ Aku ingin minta saran darimu, kamu tidak sibukkan? ”
“ Aku senggang, ceritakan saja ”
“ Begini...aku sedang hamil..maksudku saat sedang hamil..” Lyra bingung dan gugup untuk menceritakan hal itu.
“ Kenapa? Kamu ingin menanyakan sesuatu tentang kehamilan ” ucap Eslin karena Lyra tak kunjung melanjutkan pembicaraannya.
“ Benar...hmmm ”
Normalkan menanyakan hal itu? Tidak apa-apa santai dan katakan saja.
“ Saat sedang hamil apakah hubungan se.ks di perbolehkan? ” tanya Lyra cepat dengan pipi semerah tomat.
“ Hahahaha kamu ingin menanyakan hal itu ” terdengar Eslin tergelak.
“ Ke-kenapa? Apa itu memalukan? ” Lyra semakin malu saat Eslin mentertawakannya.
“ Tidak maaf aku hanya merasa lucu saja kamu sangat gugup hanya untuk menanyakan itu. Saat hamil tentu saja hubungan se.ks di perbolehkan ” jelas Eslin.
“ Ya?! Jangan bilang?! ”
“ Apa?! ” pekik Lyra terkejut dengan reaksi Eslin.
“ Kamu melakukannya dengan suamimu? Kalian berhubungan se.ks?! Kamu mau?! ” tanya Eslin cepat
“ Per-pertanyaan apa itu..a-aku tidak melakukannya. Aku bertanya karena penasaran saja ”
Sebenarnya belum melakukan, tapi hampir...
“ Benar kalian tidak melakukan itu? ”
“ Hei tentu saja. Ka-kamu ini aneh sekali ” Lyra menjawab dengan berat.
“ Aneh sekali menanyakan itu, hal wajar kamu berhubungan badan dengan suamimu. Memangnya harus dengan siapa lagi. Tidak perlu takut kalian bisa melakukannya walaupun saat ini kamu hamil ” tutur Eslin.
“ Ya!! Aku sudah bilang tidak melakukan itu!! ” teriak Lyra.
“ Ampun! Gendang telingaku pecah! Kalau tidak melakukan ya sudah. Jangan berteriak seperti itu, Ly. ” sungut Eslin sambil mengusap telinganya.
“ Astaga...maaf...maaf ” ucap Lyra malu dengan reaksinya yang berlebihan.
“ Ya sudah kalau kamu ingin tahu tentang hal itu aku akan kirimkan file yang bisa kamu baca, di sana akan di jelaskan cara berhubungan se.ks yang aman saat hamil. Pokoknya tata caranya lah ” tukas Eslin.
__ADS_1
“ Baiklah makasih, aku akan membacanya saat senggang ” ucap Lyra berusaha menutupi niatnya.
“ Hmmm...bilang suamimu jangan bermain kasar ” ucap Eslin dan segera memutuskan panggilan itu.
“ Ya!! Jangan berpikir yang tidak-tidak!! ”bentak Lyra tapi saat melihat layar ponselnya ternyata Eslin sudah mengakhiri panggilan itu.
“ Bagaimana ini? Apa sangat tertebak ya? Ahhh malunya ” desah Lyra pasrah.
Begitu Lyra mendapat pesan dari Eslin yang berisi file itu, dia langsung membaca dan mempelajarinya.
* * *
Ares masuk ke dalam rumah dengan perlahan berusaha tak menimbulkan suara, dia sengaja pulang jam 11 malam, yang pastinya Lyra telah tertidur. Karena jam tidur Lyra paling lama jam 10 malam.
Dia masih belum bisa bersikap normal jika harus berdekatan dengan Lyra, bahkan bertatapan saja serasa ada sengatan listrik yang mengalir.
“ Tuan sudah pulang? ”
Ares menghentikan langkahnya, berbalik dan mendapati Lyra yang sedang duduk di sofa ruang keluarga.
Mati aku! Kenapa dia masih bangun?!, batin Ares.
“ I-iya, aku akan masuk ke kamarku ” ucap Ares dengan segera ingin melanjutkan langkahnya ke kamar.
Lyra yang melihat itu sudah tidak sabar lagi melihat Ares yang benar-benar menghindarinya.
Dengan cepat dia mendahului Ares, dan mencegah pria itu masuk ke dalam kamar.
Ares langsung terperanjat saat Lyra sudah ada di hadapannya, dia segera mundur ke belakang.
“ A-ada apa, Ly? ”
“ Anda semarah itu padaku ” tegas Lyra.
“ Marah? tidak aku tidak marah padamu ”
“ Tuan berbohong, aku tahu sikapku menyebalkan saat itu. Tapi semuanya di luar perkiraanku ” rutuk Lyra.
“ Tapi aku tidak marah padamu ” Ares bingung.
“ Anda mengatakan tidak marah tetapi selalu menghindariku, menyuruhku menjauh, dan melihatku saja Tuan tampak tak sudi ” protes Lyra.
“ Ly, kamu salah paham aku tidak marah padamu ”
“ Lalu kenapa Anda menghindariku? Aku bisa jelaskan yang terjadi waktu itu ”
Bagaimana mengatakannya aku berusaha menghindar, karena aku tidak sanggup mengendalikan pikiran, dan takutnya tindakanku, ucap Ares dalam hati.
“ Aku tahu Tuan marah, aku minta maaf ” lanjut Lyra dengan penyesalan.
“ **Ayo mulai dengan menarik napas, dan ingat satu hal yang pantas Anda syukuri hari ini ”-Mystorios_Writer
__ADS_1
Mystorios_Writer 🤺🤺**