
“ Tuan apakah Anda yang mencabut ranting yang menusukku? ” tanya Lyra.
Ares terkejut mendengar pertanyaan Lyra itu.
Apakah dia ingat apa yang terjadi? Ciuman itu? astaga dia bisa salah sangka, batin Ares
“ Oh iya aku mengeluarkan ranting itu untuk menghentikan pendarahannya ” jawab Ares setenang mungkin
“ Oh.. ”
“ Kenapa? Apa ada sesuatu yang mengganggumu? ” tanya Ares berusaha menyelidiki apakah Lyra mengingat kejadian itu.
“ Ahh tidak aku hanya senang saja tahu bahwa Tuan membantuku ” jawab Lyra
Mungkin hanya halusinasi ku saja, tidak mungkinkan itu benar. Tuan Ares tahu aku punya trauma. Itu hanya halusinasi saja, tapi bagaimana bisa aku memikirkan ilusi seperti itu.. akhhh... bodoh sekali.
“ Lyra ”
“ Ah iya?! apa?! ” Lyra sedikit terkejut karena dia melamun.
“ Aku bertanya kau mau makan apa. Adhisti mengirim pesan bertanya kau mau apa saja ” jelas Ares
“ Oh.. aku ingin makan... nasi grombyang, nasi uduk dengan ayam, nasi padang lauknya daging rendang hmmm... apalagi ya? oh tom yam seafood hmm satu lagi spaghetti panggang ” tutur Lyra dengan semangat
Ares menuliskan semua yang diucapkan Lyra.
“ Untuk minumannya kau mau apa? ” tanya Ares lagi
“ Minuman... ” Lyra berpikir sejenak
“ Aku mau bubble tea, milktea boba.. oh.. dan tiramisu boba ” ucap Lyra setelah dia sudah punya daftar minuman yang diinginkannya.
“ Baiklah ” jawab Ares, lalu dia mengirimkan daftar pesanan itu pada Adhisti.
Ponsel Ares berbunyi menandakan ada panggilan masuk.
“ Halo Isti ” ucapnya menjawab panggilan itu
“ Ya daftar apa itu? aku hanya pergi ke kantin rumah sakit, makanan itu tidak ada di menu. Kalau mau makan nasi padang ya pergilah ke warung nasi padang ” rutuk Adhisti, terkejut dengan daftar makanan yang dikirimkan Ares
“ Sudahlah usahakan semuanya dapat, kalau perlu minta bantuan pada orang lain atau pesan online saja. Lyra bilang dia ingin makan itu ” ucap Ares santai
“ Ohhh.. dari mana aku mendapatkan semua itu. Aku cari sebisaku tapi tidak menjanjikan semua makanannya ada ” dengan terpaksa Adhisti harus mencari semua makanan tadi, dia menyugar rambutnya pelan memikirkan kemana dia harus mencari terlebih dahulu.
“ Oke ” jawab Ares lalu mengakhiri panggilan itu.
“ Ada apa? ” tanya Lyra sedari tadi dia sudah penasaran isi pembicaraan Ares dan Adhisti karena Ares tidak menyalakan speakernya tadi.
“ Tidak ada apa-apa, Adhisti hanya ingin memastikan apa masih ada yang kurang ” ucap Ares
“ Ohh itu sudah cukup, aku hanya ingin makan itu ” tutur Lyra tenang.
Ares mengangguk pelan, dia tersenyum geli mendengar Lyra mengatakan dia hanya ingin makan itu. Padahal makanan yang dimintanya sudah berbagai macam.
__ADS_1
* * *
“ Ini.. ini makanannya ” ucap Adhisti gos-gosan sambil membawa banyak bungkusan masuk ke ruangan itu.
“ Atur pernapasan dulu ” ucap Ares
Atur pernapasan? Dasar kakak tak tahu diuntung! harusnya suami yang mencari apa yang diinginkan istrinya saat mengidam. Ini malah aku yang mencari setengah mati, Adhisti merutuki Ares dalam hati.
“ Iya ” jawabnya singkat
Adhisti lalu menyiapkan makanan itu di bantu Ares.
“ Maaf merepotkan ya ” ucap Lyra pada Adhisti
“ Hei.. jangan bilang begitu, ini bukan sesuatu yang merepotkan. Kalau kau ingin makan sesuatu langsung bilang jangan di pendam, kakak bisa mencarikannya, benarkan kak? ” ucap Adhisti penuh penekanan
“ Tentu saja ” jawab Ares tahu maksud Adhisti.
“ Ini nasi padang, nasi grombyang, nasi uduk, tom yam, dan spaghettinya ” jelas Adhisti
“ Terima kasih ” ucap Lyra girang
“ Tapi kau tidak membeli makanan untuk kalian? ” tanya Lyra
“ Tenang saja aku beli dua porsi tom yam untukmu dan untukku, kakak aku belikan spaghetti panggang juga itu makanan kesukaannya ” jawab Adhisti
“ Benarkah? ” tanya Lyra lagi
“ Iya dari dulu aku suka spaghetti ” jawab Ares
Mereka mulai memakan makanannya, begitu juga Lyra yang dengan lahapnya memakan spaghetti panggang itu.
Tunggu.. ini tidak bisa dibiarkan, bagaimana jika nanti bayinya malah mirip Tuan Ares juga karena kesukaannya juga sama.. wah.. tidak bisa jadi sembilan bulan di rahimku hanya meminjam begitu... tidak adil
“ Akhh! Menyebalkan! ” rutuk Lyra tanpa sadar
“ Ada apa? ” tanya Ares bingung karena Lyra tiba-tiba terlihat marah
“ Tidak ada apa-apa Tuan ” jawab Lyra memalingkan wajahnya dari arah Ares dan Adhisti dia masih kesal.
Adhisti menatap Ares bingung seakan bertanya apa yang membuat Lyra tiba-tiba marah.
Lyra makan semua makanan itu dengan lahap, tapi dia juga masih kesal memikirkan fakta bahwa nanti anaknya akan mirip dengan Ares.
Mereka telah selesai makan, Ares dan Adhisti mulai di sibukkan dengan ponselnya sembari duduk di sofa. Lyra menatap ke arah Ares dengan tatapan kesal.
Berulang kali dia membuang nafasnya kasar.
Kalau anak laki-laki wajahnya mirip Tuan Ares mungkin tidak apa-apa itu akan bagus, ehh tidak bagaimana dengan sikapnya? itu pasti bencana. Jika perempuan ahhh itu lebih buruk, Lyra tak henti-hentinya memikirkan masalah itu
Adhisti dan Tuan Ares sangat mirip, wajah dan sifatnya mirip. Ohh tidak kekuatan gennya cukup kuat. Kalau anakku benar-benar duplikatnya nanti, menyedihkan sekali nasibku harus menghadapi sikap keras kepala mereka.
Kembali Lyra menghembuskan nafasnya kasar, Ares mulai menyadari tatapan Lyra dan juga sudah berapa kali wanita itu mendengus kesal.
__ADS_1
“ Lyra ”
“ Hmm ”
Sekarang apa yang membuatnya marah, batin Ares
“ Ada yang membuatmu kesal? ” tanya Ares
“ Tidak ”
“ Lalu kenapa kau nampak sedang marah? ”
“ Aku tidak marah ”
Adhisti menyentil bahu Ares memberi kode pada Ares untuk berhenti bicara. Ares mengerti akhirnya dia pun memilih diam.
“ Selain spaghetti apa ada makanan lain yang Anda suka atau tidak suka? ” tanya Lyra tiba-tiba
“ Hmm aku suka spaghetti dan toast tidak peduli rasa apa ” jawab Ares gugup takut salah menjawab
Yess aku tidak suka toast, batin Lyra girang.
“ Aku tidak suka makanan dengan rasa mint ” tambah Ares
Tunggu.. sejak hamil aku juga jadi tidak suka rasa mint, padahal dulu es krim kesukaanku rasa mint coklat
Lyra kembali lesu mendengar perkataan Ares tentang makanan yang tidak di sukainya.
“ Sebenarnya ada apa? Kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu ” ucap Ares
“ Tidak aku hanya ingin tahu saja ” jawab Lyra berbohong
“ Kau boleh bertanya hal lain yang ingin kau tahu, tidak masalah ” jelas Ares
Lyra tidak menjawab dia terdiam.
“ Bagaimana kalau bayinya mirip Anda? ” tanya Lyra cepat.
“ Ya?! ” ucap Ares bingung maksud pertanyaan Lyra. Adhisti juga sama terkejutnya dengan Ares.
“ Bagaimana kalau bayinya mirip Anda Tuan? ” ulang Lyra penuh penekanan
“ Itu tidak masalah, bukankah bagus jika seorang anak mirip ayahnya ” jawab Ares percaya diri
“ Itu bencana ” ucap Lyra lesu
"**Kamu tahu kamu sedang jatuh cinta ketika kamu tidak bisa tidur karena kenyataan pada akhirnya lebih baik dari mimpimu." - Dr. Seuss
From author
Sebagai ucapan terima kasih author karena novel ini telah mencapai seribu like lebih, dan 20 K popularitas. Author double up, semoga kalian tidak bosan dengan cerita novel ini 😊
Terima kasih atas dukungannya teman-teman mohon bantuannya untuk novel ini
__ADS_1
Mystorios_Writer🔥🔥**