
Dia tetap cantik saat menangis, dan sangat cantik saat tertawa, ucap Ares dalam hati.
Lalu dia berjalan kembali ke kamar rawat Lyra.
Lyra melihat kedatangan Ares kembali, tapi suasana cukup canggung. Ares juga tidak berkata apa pun dan Lyra juga tidak tahu harus bicara apa pada pria itu.
“ Kamu sudah makan? ” tanya Ares memecah keheningan.
Lyra menjawab dengan menggelengkan kepala.
“ Belum lapar? ” tanya Ares lagi.
Lyra menggelengkan kepala lagi.
“ Kamu lapar? ”
Lyra menganggukkan kepalanya.
“ Menggemaskan sekali. Aku akan ambilkan makanan ” ucap Ares lalu keluar dari kamar.
Lyra seketika tersipu malu mendengar Ares mengatakan bahwa dia menggemaskan.
Tak berapa lama Ares datang dengan semangkuk bubur.
“ Ini ” Ares menyendok bubur itu dan menyuapkan pada Lyra.
“ A-aku bisa sendiri ” ucap Lyra malu-malu.
“ Tidak apa-apa. Buka mulutmu ” pinta Ares.
Lyra membuka mulutnya menerima suapan Ares.
“ Shakira sudah menjelaskan semuanya. Seharusnya aku memberitahumu segera, jadi kamu tidak akan salah paham ” ucap Ares.
“ Iya dia sudah menceritakan semuanya padaku ” balas Lyra.
“ Maaf telah membuatmu salah paham dan merasa sedih karena hal itu ”
“ Hmmm tidak apa-apa, itu salahku juga harusnya aku bertanya langsung pada Anda hari itu ”
“ Bertanya tentang apa? ”
“ Waktu itu aku melihat Shakira berciuman dengan seorang pria di bioskop. Aku pikir itu Anda karena jam tangan pria itu sama dengan Anda dan juga karena saat itu Anda juga tidak ada di rumah. Harusnya aku langsung bertanya Anda pergi kemana. Bukannya memikirkan hal-hal itu ” jelas Lyra.
“ Aku tidak pergi ke bioskop hari itu. Aku di telpon untuk urusan kantor tiba-tiba ” jawab Ares.
“ Iya, Shakira juga menunjukkan kalau pria itu bukan Anda ”
“ Karena itu kamu marah saat itu? ”
“ Ti-tidak untuk apa aku marah ” sangkal Lyra.
“ Jangan mengulanginya lagi, menangis sampai sakit seperti ini. ” Ares mendekat dan mengusap sudut bibir Lyra karena ada bubur yang belepotan.
“ A-aku tidak menangis. Mengapa Anda berpikir aku menangis? Aneh sekali aku menangis karena hal itu ” ucap Lyra berbohong padahal jelas dia menangis semalaman saat itu.
“ Karena kamu merasa cemburu ”
“ Apa?! Anda berpikir terlalu jauh ” Lyra memalingkan wajahnya agar Ares tak melihat pipinya yang memerah.
“ Shakira juga mengatakannya. Tidak baik membuat seorang wanita merasa cemburu, benarkan? ” ucap Ares dengan nada menggoda.
“ Aku tidak begitu. Shakira mungkin hanya bicara asal saja ”
“ Ahhh berarti aku yang salah menduga. Padahal aku berharap kamu cemburu ”
__ADS_1
“ Untuk apa? Ta-tadi Shakira banyak bercerita soal Anda ” ucap Lyra cepat berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
“ Benarkah dia bercerita apa saja tentangku? ”
“ Banyak dia bercerita kalian sudah bersahabat sejak lama, dia juga mengatakan Anda kurang mampu bersosial ”
“ Dia membicarakan hal buruk ”
“ Mengapa Anda tidak tertarik dengan hubungan asmara? Padahal Shakira wanita yang cantik dan menarik Anda tidak tertarik dengannya? ”
“ Pacaran dengan Shakira, aku tidak pernah tertarik padanya. Dia itu wanita yang sangat ambisius dan sangat sulit di atur. Kalau pun aku berpacaran tidak akan pernah memacarinya. Aku akan memilih mengencani wanita lain ”
“ Lalu apa Anda pernah memiliki kekasih yang lain? ” tanya Lyra.
“ Kamu mengatakan kekasih yang lain itu terdengar aneh. Karena aku cuma punya satu kekasih ”
Lyra terkejut mendengar itu.
“ Siapa? ” tanyanya sedih.
“ Dia itu wanita yang cantik, aku sangat menyukai senyumannya. Walau dia jarang tersenyum padaku. Dia benar-benar mempesona ” tutur Ares dengan semangat.
“ Anda sesuka itu padanya? ” Lyra semakin sedih, padahal tadi dia senang karena mengetahui Ares tidak memiliki kekasih. Nyatanya Ares menyukai wanita lain.
“ Iya aku sangat menyukainya. Saat dia menunjukkan banyak sisi dirinya tidak satu pun yang tidak aku suka ”
“ Dia sangat beruntung ” guman Lyra sendu.
“ Tidak aku yang beruntung karena dia bukan sekadar kekasihku saja, tapi juga istriku ”
“ Ohh dia juga istrimu ” Lyra belum mencerna perkataan Ares.
“ Istri....Apa?! ” pekiknya terkejut setelah mengerti maksud perkataan Ares.
“ Iya wanita itu kamu. Katanya tidak cemburu kenapa sedih begitu ” Ares mencubit hidung Lyra gemas.
“ Memang benar wanita yang aku sukai itu kamu. Wanita pertama yang membuatku tertarik. Aku tidak bercanda saat mengatakannya ” Ares menatap Lyra intens.
“ Hentikan.. aku tidak akan tertipu ” sungut Lyra.
“ Kenapa? Kamu tidak mengizinkan aku menyukaimu? ”
“ Anda terus mengatakan hal aneh...”
“ Aneh bagaimana? Aku hanya bilang aku menyukaimu. Itu salah ”
Lyra memalingkan wajahnya.
Kenapa sih dia? Akhh jantung tenanglah sedikit jangan berdegup sekencang itu, rutuk Lyra dalam hati.
“ Aku akan meminum obatku ” Lyra meraih botol obat di sampingnya. Berusaha menghentikan pembicaraan itu.
Ares memberikan air minum padanya, dengan cepat Lyra menelan obat itu.
“ Ka-kalau begitu aku akan istirahat dulu ” ucap Lyra sedikit salah tingkah lalu berbaring dan menarik selimut ke tubuhnya.
“ Jangan berbaring terlentang seperti itu tidak baik untuk bayinya, ayo kamu harus berbaring ke samping ” jelas Ares.
“ Sini biar aku bantu ” Ares dengan mudahnya mengangkat tubuh Lyra dan membuatnya menyamping.
“ Apa pinggangmu sakit? ” tanyanya.
Lyra menggeleng cepat dia terkejut dengan tindakan Ares. Yang membuat jantungnya kembali berdetak tak menentu.
“ Baguslah... nanti aku akan belikan bantal khusus yang bisa menyangga agar kamu tidak terlalu lelah berbaring seperti ini ” Ares lalu membenarkan selimut Lyra.
__ADS_1
Lyra segera menutup matanya berusaha menutupi kegugupannya dengan cepat berpura-pura tidur.
*Degg!!
Degg!!
Degg!!
Degg*!!
Lyra menekankan tangannya ke dadanya.
Berhenti berdegup seperti itu. Seolah-olah jantungku akan keluar dari dadaku, batinnya.
Bukannya tenang dia malah semakin gelisah, malu, gugup bercampur aduk dalam satu waktu.
Dia menarik napasnya dan berusaha tetap menutup matanya mengabaikan keberadaan Ares yang begitu mendominasi.
*Tetap tenang...
Tetap tenang..
Aku mohon tenanglah*..
Lyra seakan mengucapkan matra itu pada dirinya.
“ Akhhh!! ” rutuknya kesal.
“ Ada apa? ” tanya Ares lembut pada Lyra.
Lyra membuang napasnya kasar melihat tingkah tenang pria itu. Sementara dia hampir mati karena tegangnya.
“ Kenapa Anda terus menatapku? Itu sangat mengganggu!! ” pekiknya frustasi.
“ Apa masalahnya? Aku hanya menatapmu. Tidurlah bukankah tadi kamu ingin istirahat ”
“ Masalahnya-
Jantungku tidak tenang saat kau terus memandangiku seperti itu.
“ Akhh sudahlah Anda menyebalkan ” rutuk Lyra lalu menarik selimut sampai menutupi kepalanya.
“ Hei! Kenapa kamu marah aku hanya menatapmu. Tidak boleh aku memandangimu bukannya sudah ku bilang aku sangat menyukaimu ” ucap Ares sambil berusaha menarik selimut itu dari Lyra tapi di tahan oleh wanita itu.
“ Aku bilang berhenti mengatakan omong kosong seperti itu!! ”
“ Itu bukan omong kosong. Apa tidak boleh jika aku benar-benar menyukaimu. Kamu itu istriku atau aku harus menyukai wanita lain ”
“ Ya?! ” teriak Lyra marah membuka selimut itu dari kepalanya.
“ Kenapa berteriak? Katamu yang aku bilang hanya omong kosong. Jadi biar saja aku akan menyukai wanita lain saja ”
“ Jahat sekali!! ” Lyra memukul bahu Ares.
“ Kamu tidak mau aku sukai. Lalu kenapa tidak boleh menyukai wanita lain ” Ares terus membuat Lyra kesal.
“ Karena aku-
Lyra menghentikan ucapannya lalu berbalik membelakangi Ares.
“ Karena kamu apa? ” tanya Ares.
“ Tidak tahu. Terserah Anda mau melakukan apa ” balas Lyra sinis.
“ Kalau begitu ayo berkencan. Setelah kamu sembuh ayo kita pergi kencan ” tutur Ares tenang.
__ADS_1
“**Penderitaan menjadi indah ketika seseorang menghadapi kesulitan besar dengan keceriaan, tidak dengan keterpurukan tapi dengan kebesaran pikiran.”-Aristoteles
Mystorios_Writer 🎲🎲**