
“ Lyra ada apa? ” tanya Ares cepat menghampiri Lyra.
Bukan menjawab Lyra malah semakin terisak.
“ Siapa yang membuatmu menangis katakan padaku ” Ares terus bertanya pada Lyra.
“ A-aku...mau pulang ” ucap Lyra dengan tangisan.
“ Katakan siapa yang membuatmu menangis? ”
Lyra menggeleng.
“ Antar aku pulang hiks hiks aku mau pulang ”
“ Aku tidak akan mengantar pulang saat kamu menangis seperti ini ”
Ares membawa Lyra duduk di sofa walaupun wanita itu menolak.
Ares merangkul Lyra tapi dengan cepat Lyra menepis tangan Ares.
“ A-aku hiks mau pulang..aku akan pergi hiks..hiks sendiri ”
“ Ly, kamu tidak akan menceritakannya padaku ” pinta Ares dengan tegas.
Lyra yang menangis tersedu-sedu menggelengkan kepalanya.
“ Kamu tidak percaya padaku? Sudah aku katakan kamu bisa bicara apa pun padaku. Lalu mengapa memilih diam ” desah Ares sedikit kesal karena Lyra tidak mau bicara sedangkan Ares sangat khawatir.
Akhirnya Lyra berhenti berontak. Ares merangkul Lyra menyandarkan wanita itu di dadanya.
Membiarkan Lyra menangis sepuasnya, Ares berusaha menenangkan Lyra dengan mengelus pelan punggung Lyra dan memberi kecupan lembut di pucuk kepalanya.
Semakin lama tangisan Lyra mulai mereda.
“ Aku mau pulang ” ucap Lyra sendu.
“ Baiklah kita akan pulang, boleh aku tahu penyebab kamu menangis ” pinta Ares lagi dengan lembut.
“ Saat ini aku hanya ingin pulang ”
Memutuskan untuk tidak memaksa Lyra bercerita sekarang akhirnya Ares menuruti perkataan Lyra.
Ares dan Lyra sedang berada di depan gedung menunggu supir datang menjemput mereka.
“ Kita akan segera tiba di rumah jangan menangis lagi ” ucap Ares sambil menggenggam tangan Lyra karena wanita itu terus menunduk.
__ADS_1
“ Aku akan pulang sendiri....sebaiknya Tuan tetap di sini ”
“ Tidak aku akan mengantarmu ”
“ Aku akan pulang sendiri ku mohon tetaplah di sini....aku akan baik-baik saja ” Ares menatap Lyra yang berkaca-kaca.
“ Tapi, Ly-
Belum sempat Ares menyelesaikan perkataannya Lyra segera menghambur masuk ke dalam mobil.
“ Selesaikan pekerjaan Anda...aku akan menunggu di rumah ” Lyra memaksakan tersenyum. Setelahnya Lyra memerintahkan supir.
Ares melayangkan tinjunya ke udara melihat kepergian Lyra, dia ingin segera mengejar wanita itu, tapi melihat Lyra yang tidak mengizinkan Ares mengikutinya akhirnya Ares dengan pasrah kembali ke ruangannya, bersabar untuk sedikit menunggu Lyra lebih tenang.
* * *
Begitu tiba di rumah Lyra langsung masuk ke kamarnya. Dia menangis di sana, perkataan para karyawan Ares cukup menyakitkan baginya.
Dia tidak terima mereka menyebutnya wanita murahan atau pun penggoda. Karena tidak sedikit pun terpikir olehnya akan menikah dengan Ares, yang bahkan tak dikenalnya sama sekali saat itu.
Tapi anggapan mereka Lyra menggoda Ares dan menjebaknya dengan kehamilannya. Dia tidak ingin berlama-lama berada di kantor Ares sesuai dengan perkataan mereka Lyra menghambat pergerakan.
Dia hanya dapat menangisi nasibnya saja. Di lihatnya ponselnya yang sudah penuh dengan panggilan tak terjawab dari Ares. Lyra memang sengaja tidak mengangkat telepon Ares, rasanya belum sanggup jika pria itu menanyakan alasannya. Ares pasti berpikir dia wanita lemah.
Lyra mengetik sebuah pesan pada Ares yang memberitahu dia telah tiba dengan selamat di rumah dan tidak perlu khawatir.
Ares memanggil Gavrill ke ruangannya.
“ Ada apa Tuan? ” tanya Gavrill sopan begitu dia masuk ke ruangan Ares.
“ Apa terjadi sesuatu saat Lyra berada di kantor ini tadi? ”
“ Kebetulan tadi saya sedang mengerjakan sesuatu Tuan, sepengetahuan saya Nona Lyra hanya melihat sebagian area kantor dan selanjutnya ke kantin kantor, lalu saya lihat tadi Nona Lyra segera kembali ke ruangan Anda Tuan ” jelas Gavrill.
“ Menurutku telah terjadi sesuatu di kantin, Lyra kembali sambil menangis dan memaksa untuk pulang. Aku tidak mau tahu saat ini juga temukan penyebabnya ” perintah Ares tak sabaran.
Aku pikir karena mereka bertengkar sehingga Nona Lyra memaksa pulang, batin Gavrill.
Tanpa menjawab lagi Gavrill segera bergegas menuju ruang keamanan kantor, dan memeriksa dari CCTV kira-kira kemana saja istri bosnya itu pergi.
Gavrill dapat melihat Lyra yang segera bergegas meninggalkan kantin. Dia lalu menyelidiki lebih lanjut hal itu.
Sekitar lima belas menit kemudian dia kembali ke ruangan Ares.
“ Tuan aku sudah menemukan penyebabnya ” ucap Gavrill.
__ADS_1
“ Apa yang terjadi? ”
“ Saat Nona Lyra berada di kantin, beberapa karyawan telah mengatakan hal-hal buruk tentang Nona, dan sepertinya Nona Lyra mendengar semuanya. ”
“ Apa yang mereka katakan hingga Lyra menangis seperti itu ” geram Ares.
“ Maaf Tuan saya tahu ini tidak pantas tetapi mereka mengatakan bahwa Nona Lyra adalah wanita ****** yang menggoda Anda, dan menjebak Tuan dengan dalih kehamilan-
“ Berhenti berani sekali kau mengatakan hal itu pada istriku ” bentak Ares menyela perkataan Gavrill, Ares memukul meja kerjanya keras.
“ Maaf Tuan saya hanya menyampaikan perkataan para karyawan saja. Tidak sekali pun saya berpikir buruk tentang Nona Lyra ”
Mati aku! Itu bukan aku Tuan aku hanya menyampaikan saja. Tidak mungkin aku berpikir sejahat itu, ucap Gavrill dalam hati.
Ares membuang napasnya kasar, tersadar benar itu bukan perkataan Gavrill dia hanya melaporkan saja. Tetapi mendengar semua perkataan buruk pada Lyra membuat emosinya meluap seketika.
“ Kumpulkan semua karyawan saat ini juga terutama yang telah mengucapkan hal buruk itu. Seret mereka ke hadapanku sekarang!!” tegas Ares.
Sudahlah ini akan menjadi akhir bagi mereka. Lagian punya mulut busuk sekali, rutuk Gavrill dalam hati.
Dengan segera para karyawan berkumpul di aula kantor. Mereka bertanya-tanya alasan mereka di kumpulkan tiba-tiba seperti ini.
Saat Ares masuk aura kemarahannya langsung menyebar, sehingga para karyawan itu hanya dapat menunduk takut.
“ Bawa mereka ke hadapanku sekarang!!” bentak Ares yang sukses membuat semua orang yang ada di sana merinding ketakutan.
Gavrill segera mendorong beberapa karyawan wanita itu ke depan Ares.
“ Aku tidak ingin ada satu pun karyawan yang bekerja di perusahaan ini yang berani untuk membicarakan kehidupan pribadiku. Itu sudah menjadi aturan dasar perusahaan ini saat kalian di terima bekerja di sini!! ” suara Ares menggelegar.
“ Tapi hari ini istriku telah di rendahkan di perusahaan ini!! ”
Para karyawan mulai resah bertanya-tanya siapa pelakunya.
“ Mereka adalah orang yang dengan beraninya membicarakan kehidupan pribadiku dan merendahkan istriku!! ” bentak Ares menunjuk para karyawan wanita yang tertunduk malu. Berdiri di hadapan para karyawan lain.
“ Dengan mulut busuknya mereka berani mengatakan istriku adalah wanita penggoda dan mengkritik kehamilannya!! ” Ares benar-benar berada di puncak amarahnya.
“ Kalian pikir akan lolos dengan mudah setelah melakukan itu pada istriku!! Hari ini juga kalian di pecat dari perusahaan ini dan akan aku pastikan satu pun dari kalian tidak akan di terima bekerja di mana pun!! ”
Para karyawan itu segera memelas memohon ampun, namun dengan cepat anak buah Ares mengusir mereka keluar.
“ Aku tegaskan pada kalian dia adalah istriku. Tidak satu pun dari kalian layak menilai dan melontarkan kata-kata jahat padanya!! Jika kalian masih ingin bertahan di perusahaan ini ingatlah aturan untuk tidak pernah membicarakan masalah pribadiku!! Aku tidak akan pernah membiarkan kalian hidup tenang setelah melakukan itu!! ”
Mendengar ancaman tegas dari Ares membuat semua karyawan di sana hanya dapat menunduk. Tidak satu pun dari mereka yang akan berani melanggar hal itu, karena mereka semua tahu bagaimana pengaruh nyata dari seorang Ares Crimson.
__ADS_1
“Mulailah dari mana kau berada. Gunakan apa yang kau punya. Lakukan apa yang kau bisa." - Arthur Ashe
Mystorios_Writer💥💥