
Pukul 5 pagi Lyra terbangun, dia merasa perutnya sangat lapar. Dia memiliki banyak persediaan makanan di lemari es, jadi dengan mudah dia dapat memenuhi keinginan makannya.
Baru pukul 7 selesai mandi, dia dengan segera bersiap untuk kuliah.
Ting tong ting tong
“ Siapa itu? ” guman Lyra, lalu dia membuka pintu.
“ Tuan Ares?! ”
Ares berdiri di depan Lyra.
Untuk apa dia datang ke sini?, batin Lyra.
“ Hai, Ly ”
“ Ada apa Anda kemari? ”
“ Hmm boleh aku masuk ” ucap Ares kikuk.
Dengan ragu Lyra mengangguk saja, kalau menolak dia juga tidak enak toh apartemen ini milik Ares.
“ Hai Nona Lyra lama tidak berjumpa ” sapa Gavrill, dia membawa beberapa kotak makanan.
Dia juga datang! Aku bersyukur Gavrill ada di sini setidaknya Tuan Ares tidak akan berbuat yang tidak-tidak.
“ Masuklah ” ucap Lyra membalas sapaan Gavrill, lalu dia menutup pintu kemudian menyusul Ares ke dalam.
“ Aku datang membawakan makanan untuk sarapan. Gavrill bawa ke meja makan ” perintah Ares.
“ Baik Tuan, Nona silakan duduk dan makan ”
Dia datang hanya untuk membawa makanan? Sungguh hanya untuk itu, tanya Lyra dalam hati.
Lyra lalu berjalan ke arah meja makan, dia melihat makanan yang di sajikan Gavrill, jujur saja dari semua makanan itu tapi Lyra tidak berselera sama sekali.
“ Aku sudah makan tadi, kalian saja yang makan ” ucap Lyra kemudian.
“ Benarkah? ini baru pukul 7 ternyata kau sarapan lebih awal. Aku tidak tahu maaf ”
Hah?! Telingaku bermasalah aku tidak salah dengarkan, tadi Tuan bilang maaf, guman Gavrill dalam hati. Dia menatap heran ke arah Ares.
“ Gavrill bawa kembali semua makanannya ” ucap Ares santai.
Aku juga yang harus menderita menyusun kembali makanan ini ke dalam kotak, rutuk Gavrill. Dia menatap Lyra seakan meminta belas kasihan agar Lyra dapat mencegah dia menyimpan kembali makanan itu.
“ Tunggu karena kalian sudah membawanya, aku akan memakannya ” seakan mengerti ekspresi yang di tunjukkan oleh Gavrill, akhirnya Lyra tidak tega.
“ Tapi sebaiknya kalian juga ikut makan, aku tidak bisa menghabiskan semua sendiri ”
“ Kau akan makan, itu bagus. Gavrill duduklah kau juga boleh ikut makan ” seru Ares girang.
Lyra menatap makanan itu, dia sedang memilah makanan yang akan diambilnya. Setelah lama dia memilih memakan ikan goreng dengan nasi putih saja. Ares terus memperhatikan Lyra.
Porsi makannya sedikit sekali, itu tidak baik untuk kondisinya, pikir Ares.
__ADS_1
Ares duduk dan makan bersebelahan dengan Gavrill, dia duduk berjauhan dari Lyra.
Sesaat kemudian mereka telah menyelesaikan makannya.
“ Terima kasih untuk makanannya Tuan, hmmm tapi tidak perlu seperti ini lain kali ” ucap Lyra sambil membawa piring bekasnya.
“ Kau tidak suka aku datang membawa makanan? ”
“ Bukan begitu, tapi aku terbiasa makan masakanku sendiri, dan tidak nyaman harus... bertemu dengan Anda ” jawab Lyra, dia tidak ingin berpura-pura baik-baik saja jika Ares datang menemuinya, Lyra tetap merasa terancam berdekatan dengan Ares.
“ Baiklah maaf aku tidak memikirkan hal itu, tapi kalau kau butuh sesuatu jangan sungkan memberitahuku, aku akan menyuruh Gavrill yang datang membawakannya ”
“ Aku juga tidak suka Gavrill dia menyebalkan ” dengan santainya Lyra mengucapkan itu. Ares langsung menatap tajam Gavrill seakan meminta penjelasan mengapa dia membuat Lyra terganggu. Dengan cepat Gavrill menggeleng bentuk pembelaan diri.
APA?! Sebenarnya apa sih maksud Anda Nona, aku pasti akan terkena masalah, sesal Gavrill.
“ Aku akan mencari orang lain, untuk membantumu kalau begitu ” tutur Ares membujuk Lyra.
“ Tapi aku tidak membutuhkan itu. Sudahlah Tuan tidak perlu memikirkan itu ” sahut Lyra dingin.
Dia marah, astaga aku membuatnya marah lagi. Niatku ingin memperbaiki hubungan dengannya gagal seketika, guman Ares dalam hati.
“ Ly, aku berencana membawamu pindah dari sini ” lanjut Ares lembut, sebenarnya tujuannya membujuk Lyra dengan tenang pindah ke tempat lain, dia tidak mau Lyra selalu terbayang traumanya jika terus tinggal di apartemen.
“ Ya?! Tidak aku baik-baik saja tinggal di sini ” tolak Lyra.
“ Kau mengalami traumakan, karena itu kau tidak suka tidur dikamar. Aku tidak bisa terus membiarkanmu tidur di sofa, jelas itu tidak nyaman ”
“ Tidak perlu aku baik-baik saja, walau kelihatan tidak nyaman tapi aku benar-benar suka tidur di sofa ” Lyra tetap mencari alasan menolak.
“ Lyra pikirkan juga kesehatanmu, kondisimu saat ini tidak baik kau bersikeras tidur di sofa, kau bisa mengalami gangguan tidur nantinya ” desak Ares lagi.
“ Tapi aku tidak mau ”
“ Lyra rumah itu bukan apartemen, itu rumah biasa, dan lokasinya dekat dengan kampusmu, kau tidak perlu kesusahan untuk berangkat kuliah. Setidaknya coba pikirkan lagi ini demi kebaikanmu ”
Aku tidak mau dengan pindah nanti dia malah semakin mengekangku.
“ Aku tidak mau aku nyaman di sini ”
Dia masih tetap bersikeras, aku mohon Lyra ini demi kebaikanmu, pikir Ares.
“ Tentu saja aku tidak akan memaksamu, tapi aku harap kau mau ikut denganku untuk melihat rumahnya, mana tau kau tertarik pindah. Kau mau kan? ”
Bagaimana menolaknya, kalau aku menolak jelas sekali sebenarnya aku hanya ingin menjauh saja.
“ Aku akan pergi, tapi aku tidak memastikan apa pun ”
“ Kalau begitu aku akan pergi sekarang. Ayo Gavrill ”
Ares dan Gavrill lalu pergi dari apartemen.
“ Aku juga tidak mau pindah ” guman Lyra.
* * *
__ADS_1
Sore hari Lyra telah selesai dengan kuliahnya, sekarang dia berada di depan gerbang kampus menunggu Gavrill menjemputnya, sesuai perkataan Ares tadi Lyra sudah di beritahu oleh Gavrill bahwa dia akan menjemputnya.
“ Nona!! ”
Si bodoh ini, kenapa berteriak? Orang-orang memperhatikan.
Cepat-cepat Lyra masuk ke dalam mobil.
“ Jangan memanggilku sekeras itu, kau tidak lihat banyak orang di sana. Apa yang mereka pikirkan nanti ” celutuk Lyra memarahi Gavrill.
“ Heheh maaf Nona, aku tidak kepikiran tadi ”
“ Dasar!! ” cibir Lyra.
Benar saja hanya dalam 15 menit mereka sudah tiba didepan sebuah rumah itu tandanya rumah itu memang dekat ke kampus Lyra. Gavrill mengajak Lyra masuk.
Lyra memperhatikan seksama rumah itu, halamannya terawat dengan banyak tanaman bunga, desain rumah minimalis dan memancarkan hangatnya kebersamaan keluarga kecil yang tinggal di sana. Lyra kagum karena rumah ini tidak memamerkan kemewahan seperti apartemen dan rumah Ares yang pernah Lyra datangi, rumah ini terkesan sederhana.
“ Nona ayo masuk Tuan sudah menunggu di dalam ”
“ Ya? Tuan Ares juga datang kemari? ”
“ Benar Nona ”
Setelah mereka masuk suasana di dalam rumah juga memancarkan kesan sederhana yang nyaman.
“ Kau sudah datang? ” tanya Ares basa-basi.
Lyra hanya mengangguk.
“ Kau suka dengan rumah ini? ”
“ Hmmm rumah ini memang bagus, tapi aku tidak ingin pindah, aku sudah nyaman di apartemen ”
“ Karena menurutmu rumahnya bagus maka tinggallah di sini lama-kelamaan pasti kau akan merasa nyaman ”
“ Apa?! ”
“ Tapi akukan sudah bilang tidak mau pindah ”
Ares hanya diam lalu, memberi intruksi agar Lyra mengikutinya. Lyra mengikuti Ares masuk ke dalam sebuah kamar.
“ Rumah ini memiliki 2 kamar, ini kamarmu lebih baik karena kamar yang satu lagi kau harus naik turun tangga, itu tidak baik ” jelas Ares tanpa mempedulikan ekspresi terkejut Lyra.
“ Ini tidak seperti yang Anda katakan, aku datang untuk melihat saja, bukan pindah ke sini ” protes Lyra.
“ Semua bajumu sudah disusun di dalam lemari, begitu juga dengan buku-buku dan yang lainnya, kau bisa melihat sendiri, kalau ada yang tertinggal bilang saja ”
“ Tunggu ini tidak adil, aku sudah bilang tidak mau pindah, aku akan membawa semua barangku ke apartemen. Aku tidak mau pindah ” dengan kokoh Lyra mempertahankan keinginannya.
“ Sayangnya apartemen itu sudah ku jual ” jawab Ares santai.
“ APA?! DIJUAL?! ”
"**Menyukai seseorang, saat memilih mencintainya, berarti aku harus menghargai apa yang dia suka. Meski, aku tidak harus menyukai hal itu."-Anonim
__ADS_1
Mystorios_Writer 🌹**