Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Mengunjungi


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.......


“ Inilah saatnya kami panggilkan mahasiswa berprestasi Universitas kita untuk hadir di atas panggung ini. Mahasiswa dengan pujian Cum Laude selamat kepada Lyra! ” seru MC acara wisuda itu dengan lantang.


Lyra berjalan anggun ke atas panggung dengan menggunakan baju toganya, setelah berjabat tangan dengan rektor dan menerima ijazah kelulusannya. Dia menaiki podium sesuai arahan MC.


“ Saya mengucapkan rasa syukur yang sebesar-besarnya kepada Tuhan karena atas karunia-Nya saya dapat berdiri disini dengan semua kehormatan ini. Saya mengucapkan hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak rektor dan juga seluruh dosen dan staf mengajar yang senantiasa selama ini telah membimbing saya. ” Lyra menarik napas sejenak.


“ Untuk semua pencapaian ini saya mengucapkan terimakasih kepada keluarga, teman-teman, dan sahabat saya. Terutama suami saya atas dukungannya ” Lyra melirik sebentar Ares yang sedang berdiri di bagian paling belakang ruangan itu.


Hadirin yang ada disana menunjukkan keterkejutannya mengetahui fakta bahwa ternyata Lyra sudah menikah, karena sangat jarang mahasiswa yang telah menikah mendapatkan pujian Cum Laude.


“ Saya harap kita semua akan memperoleh keberhasilan. Terima kasih ” Lyra membungkuk hormat kepada hadirin dan berjalan menuruni panggung.


Lyra di sambut langsung oleh Adhisti dan Shera mereka memeluk Lyra erat sebagai ucapan selamat. Lyra dan Shera mengikuti wisuda bersama, sedangkan Adhisti belum walaupun mereka seangkatan.


Lyra menoleh ke belakang menatap Ares, Ares tersenyum kepada Lyra dan memberi kode agar dia fokus kembali ke acara wisudanya. Sebelumnya Ares sudah mengatakan pada Lyra bahwa dia akan menyaksikan wisuda itu dari jauh, agar keberadaannya tidak mencolok dan mengundang kehebohan di sana.


Setelah semua rangkaian acara selesai, Adhisti dan Shera mengajak Lyra untuk berfoto. Mereka nampak sangat bahagia, tentunya kelas Shera juga datang ke acara itu.


“ Ayo ” ajak Ares merangkul Lyra.


“ Ya...Kak..kami masih mau berfoto bersama ” protes Adhisti karena melihat Ares yang sudah mengajak Lyra pergi.


“ Kalian sudah banyak mengambil foto tadi ” tolak Ares.


“ Walaupun begitu sebaiknya kalian juga mengambil foto bersama. Momen inikan tidak akan terulang lagi ” saran Shera dengan tersenyum kepada Lyra.


Lyra memandang ke arah Ares seolah bertanya apa dia mau foto bersama.


“ Tidak apa-apa, kalau begitu aku akan pulang duluan ” ucap Lyra karena Ares tak menanggapi saran Shera.


“ Kemarilah ” dengan cepat Ares merangkul pinggang Lyra, lalu melepaskan kacamata hitam yang dipakainya.


“ Lihat ke kamera ” perintah Ares karena Lyra masih bengong menatap ke arahnya.


Lyra tersadar lalu menatap ke arah kamera dengan tersenyum senang, Adhisti dengan cepat mengabadikan momen itu.


“ Sudah selesai, ayo pergi ” Ares menarik tangan Lyra agar dia mengikutinya.


“ Pemaksa dan selalu terburu-buru ” ucap Adhisti memandang kepergian Ares dan Lyra. Shera hanya tertawa mendengar itu.


* * *


“ Kita akan pergi kemana? ” tanya Lyra setelah melihat Ares tidak melalui jalur ke arah rumah.

__ADS_1


“ Restoran biasanya setelah kelulusan dirayakan dengan makanan. Atau kamu ingin pergi ke tempat lain? ”


Lyra melepaskan baju toganya.


“ Aku cukup terbantu dengan baju toga ini ” syukur Lyra sambil mengusap perutnya yang membesar, karena baju toga yang besar jadi perutnya tidak menonjol. Karena hamil dia tidak menggunakan kebaya seperti kebanyakan orang yang wisuda, dia hanya menggunakan gaun selutut yang nampak pas di tubuhnya.


Ares tersenyum melihat itu.


“ Jadi kamu setuju dengan pergi ke restoran? ” tanya Ares lagi.


“ Hmm..sejujurnya aku ingin pergi ke tempat lain ”


“ Katakan, kita akan pergi ke sana ”


“ Aku ingin pergi ke makam Ibuku, lalu ke panti ” ujar Lyra tanpa memandang Ares.


“ Baiklah ” jawab Ares lalu memutar jalur


tujuan mereka.


Lyra berjalan lurus perlahan melewati beberapa makam, Ares mengikuti Lyra tepat di samping wanita itu.


Sesampainya di makam Diandra, Lyra berdiri diam sejenak.


Lalu dia meletakkan bunga yang dia sempatkan beli di perjalanan tadi.


“ Sejujurnya aku sangat merindukanmu, tapi aku tidak sanggup harus datang menemuimu dalam keadaan hancur. Saat itu semuanya terasa buruk, Ibu. Aku tahu Ibu akan bersedih jika melihatku seperti itu, karena itu aku tidak punya keberanian untuk datang ” Lyra mengusap pelan air matanya yang menetes membasahi wajahnya.


“ Tapi sekarang semuanya sudah berubah aku sangat bahagia dengan kehidupanku sekarang. Aku harap Ibu juga berbahagia di sana. Hari ini aku wisuda, Bu. Dengan nilai yang cukup bagus dan...tiga bulan lagi aku akan menjadi seorang Ibu. Hari ini suamiku juga datang, Bu sangat disayangkan Ibu tidak pernah bertemu dengannya. Awalnya memang sulit untuk kami berdua, tetapi sekarang jauh lebih baik. Mas Ares adalah orang yang baik. Ibu tidak perlu khawatir aku nyakin dia bisa menjagaku ” Ares merangkul Lyra yang mulai terisak.


“ Anda adalah orang yang baik, terima kasih telah menjaga Lyra selama ini. Aku akan berusaha untuk terus menjaganya ” ucap Ares dengan tulus.


Ares memasangkan seatbelt Lyra, lalu mengusap sisa air mata di wajah Lyra.


“ Jangan menangis lagi ” pintanya lembut.


“ Hmmm...rasanya lega sekali ” ujar Lyra tersenyum.


“ Sekarang kita akan pergi ke panti ” Ares melajukan mobil itu.


Karena jarak panti dan tempat pemakaman tidak terlalu jauh, tak berapa lama mereka telah tiba.


Lyra melangkahkan kakinya perlahan keluar dari mobil, menatap sekeliling panti yang banyak berubah.


Ares membukakan gerbang untuk Lyra.

__ADS_1


“ Begitu banyak yang berubah ” ujar Lyra kagum melihat bangunan panti yang nampak baru mungkin karena renovasi, dan di samping panti yang awalnya hanya sebuah tanah kosong. Sekarang berganti menjadi sebuah taman bermain.


“ Mas yang memerintahkan semua ini? ” tanya Lyra pada Ares.


“ Karena sudah lama tidak kemari, makanya terasa berubah sebenarnya hanya sedikit yang berubah ” balas Ares.


Begitu Lyra meneruskan langkahnya, anak-anak panti seketika menyadari kehadirannya. Anak-anak itu berlari menghampiri Lyra.


“ Pelan-pelan nanti kalian terjatuh ” ujar Lyra sedikit kewalahan karena anak-anak itu berhambur memeluknya.


Lyra memeluk dan mengecupi satu persatu puncuk kepala anak-anak itu, yang selama ini sudah dianggapnya seperti adiknya sendiri.


“ Bagaimana kabar kalian? ”


“ Kami baik, kenapa Kakak datangnya lama sekali? ”


“ Iya, Kak. Kami rindu sekali ”


“ Kakak lama sekali datangnya kami rindu sekali ”


Ucap anak-anak itu hampir bersamaan. Lyra menahan air matanya yang mulai mengenang.


“ Maaf...Kakak ada pekerjaan di tempat yang jauh. Makanya baru datang sekarang ” lirih Lyra.


“ Maaf ya Kakak janji akan sering datang. Kakak senang kalian baik-baik saja ” Lyra merangkul anak-anak itu dan membawa mereka duduk teratur di bangku taman itu.


Ares mengawasi kedekatan Lyra dengan anak-anak itu.


“ Kakak menjadi gendut. Apa Kakak makan banyak sekali? ” tanya seorang anak dengan polosnya.


Ares yang mendengar itu juga ikut tertawa kecil mendengar pertanyaan polos itu.


“ Bukan, ayo ke sini ” Lyra mengenggam tangan anak itu dan meletakkannya di perutnya.


“ Saat ini Kakak sedang hamil, di dalam perut Kakak ada bayi. Makanya badan Kakak jadi lebih besar ” terang Lyra secara lembut.


Anak-anak lain segera menghambur ke arah Lyra ikut memegang perut Lyra karena mereka semua penasaran.


“ Benarkah Kakak punya bayi? ”


“ Kenapa bayinya di simpan di perut, Kak? ”


Berbagai pertanyaan polos lainnya yang keluar dari anak-anak kecil itu, Lyra hanya bisa tertawa dan mencoba menjelaskan lagi dengan lembut.


“ **Satu hal yang pasti di dunia ini yaitu waktu dan perubahannya ”-Anonim

__ADS_1


Mystorios_Writer🌊🌊**


__ADS_2