Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Aku Menemanimu


__ADS_3

“ Akhh! Sialan! ” maki Aslan sambil memukul meja di depannya kuat.


“ Hei tenanglah! aku tidak ingin mati jantungan disini ” ucap Robert memegangi dadanya sangking terkejutnya.


“ Kenapa harus dia! ” bentak Aslan lagi


“ Aku juga tidak habis pikir bagaimana bisa istri seorang Ares Crimson bekerja di sini. Aku benar-benar tidak menyangka bahwa dugaanku ada sosok yang berkuasa melindungi Lyra benar dan orang itu Ares Crimson ” tegas Robert


“ Sialan! ” maki Aslan mendengar nama Ares disebut-sebut


“ Hei tenangkan dirimu aku tahu seberapa marahnya kau saat ini King tapi kita tetap harus selalu dingin kepala ”


Aslan membuang nafasnya kuat lalu duduk di kursinya.


“ Bagaimana kau bisa menerima Lyra bekerja magang, bahkan menempatnya sebagai sekretarisku. Padahal dia sudah menikah? ” tanya Robert


“ Waktu wawancara jelas dia mengatakan masih kuliah ”


“ Jangan gila King, orang yang kuliah tidak dilarang untuk menikah. Setidaknya kau sudah memeriksa CVnya atau memang Lyra yang menipu kita ” terka Robert


Aslan mulai ingat saat dia menerima CV rekomendasi dari manager perusahaannya, tanpa pikir panjang dan memeriksa terlebih dahulu. Dia langsung memilih Lyra sebagai pelamar yang lulus.


“ Aku juga tidak tahu karena terlalu bersemangat untuk merekrutnya aku bahkan tidak memeriksa CVnya ” sesal Aslan


“ Apa? bagaimana bisa kau seceroboh ini? ” rutuk Robert


“ Lyra sangat berbakat, kau juga bisa melihat sendiri kinerjanya sangat baik ” bela Aslan


“ Lalu apa selanjutnya? kita memecatnya karena dia sudah menikah atau karena suaminya adalah Ares Crimson yang merupakan seorang saingan bisnis yang merebut semua tender dan proyek yang berusaha kita dapatkan. Itu logis menurutmu? ”


“ Robert! berhentilah menggerutu aku sedang mencoba berpikir ”


Robert mengangkat bahunya pertanda dia sudah menyerah dan membiarkan Aslan yang memutuskan sendiri hal itu.


Aslan memijit pelipisnya mencoba memikirkan sesuatu, lalu dia terpikir sesuatu. Di bukanya laci di sampingnya dan mencari sesuatu di situ.


“ Ketemu ” ucapnya sambil memegang sebuah map


“ Apa itu? ” tanya Robert penasaran


“ CV milik Lyra aku akan memeriksanya ” jawab Aslan lalu membaca isi map itu.


“ Sialan! ini salahku Lyra jelas memberitahu statusnya yang sudah menikah ”


Tanpa bertanya terlebih dahulu Robert merebut map itu dari Aslan dan membacanya.


“ Astaga aku tidak tahu berapa banyak kesalahan yang kau lakukan! ” bentak Robert


“ Apa?! ”


“ Lyra sedang hamil! kau menerimanya bekerja oh astaga aku tidak habis pikir betapa bahayanya saat dia di culik ” ucap Robert prihatin


“ Hamil?! ”


Seperti sebuah bom bagi Aslan kepalanya serasa hampir meledak.


“ Kau baca ini dengan jelas! ” tegas Robert


Membaca tulisan yang tertera disana membuat Aslan benar-benar emosinya campur aduk antara marah dan juga rasa bersalah karena menjadi penyebab Lyra harus mengalami penculikan di tengah kondisinya.


“ Lyra tidak bersalah di sini King, dia memberitahukan segalanya. Bahkan kehamilannya ” rutuk Robert


“ Tapi dia tidak pernah mengungkit tentang pernikahan atau kehamilannya sekalipun pada kita ” keluh Aslan


“ Menurutmu dengan mudahnya dia membicarakan hal-hal yang sangat pribadi padamu, sadarlah kau siapanya? ” kesal Robert


“ Sudahlah aku tidak tahu lagi ” ucap Aslan frustasi

__ADS_1


“ Begini saja saat Lyra sudah masuk kerja, kita tanyakan langsung padanya alasan sebenarnya dia bekerja di perusahaan ini. Kita harus mendapatkan alasan yang logis mengapa seorang Nyonya Crimson bekerja di perusahaan ini ” jelas Robert


“ Kau benar ” ucap Aslan.


Sialan! kenapa semua yang ingin kuraih dengan mudahnya di rebut oleh Ares, bahkan Lyra yang bahkan belum aku perjuangkan sama sekali. Tapi sudah menjadi miliknya, rutuk Aslan dalam hati.


* * *


Lyra terbangun di lihatnya jam di meja menunjukkan pukul 2 pagi.


“ Kira-kira Tuan Ares kemana? Kenapa jam segini tidak ada apa mungkin dia pulang? ” ucapnya ketika menyadari pria itu tidak di sana.


“ Aku harus ke toilet ” gumannya lalu dia menekan bel yang disediakan rumah sakit untuk memanggil perawat.


Setelah terus menekan lama tapi tak kunjung ada perawat yang datang.


“ Apa belnya rusak? ” tanya Lyra bingung.


“ Ahh... aku sudah tidak tahan lagi ”


Perlahan dia menurunkan kakinya sebelah dari ranjang, lalu selanjutnya menurunkan kakinya yang terluka.


“ Aww.. masih sakit apa aku bisa ”


Dia memegangi kakinya yang sakit mencoba menahan sebentar sakitnya, lalu berjalan perlahan sambil bertumpu pada tembok.


“ Tinggal beberapa langkah lagi aku pasti bisa ” ucapnya menyemangati diri sendiri


Dia telah berada di depan pintu toilet, perlahan di bukanya knop pintu itu. Tapi karena tak berhati-hati tangannya yang bertumpu pada knop pintu tergelincir.


Tubuhnya menjadi tidak seimbang dan karena kakinya belum kuat dengan cepat dia terjatuh.


“ Awwww ” ringis Lyra panjang karena sekarang yang sakit bukan hanya pahanya tapi juga pantatnya habis terjatuh.


Lyra berusaha berdiri dengan memegang tembok tapi tak berhasil, dia menatap ke arah ranjang. Jangankan untuk pergi ke toilet untuk kembali ke ranjangnya lagi pun dia tidak bisa.


“ Apa ada seseorang di sana?! Aku minta tolong! ” teriaknya


“ Hikss.. hiks kemana semua orang saat di butuhkan malah tidak ada hikss... aww ” isaknya.


Pelan-pelan dia mulai menyeret pantatnya menuju ranjang, tapi itu jelas membuat rasa sakit untuk kakinya. Sehingga baru bergerak sedikit dia berhenti.


“ Lyra! ” panggil seseorang kuat dengan suara baritton yang khas dari arah belakang Lyra. Secepatnya Lyra melihat ke arah itu.


“ Ada apa? bagaimana kau bisa tergeletak di lantai? ” tanya Ares sambil menghampiri Lyra


“ A-aku ingin ke toilet hikss... tapi malah terjatuh.. ” isak Lyra


Ares begitu kasihan melihat wajah wanita itu yang penuh air mata. Dengan cepat dia mengangkat Lyra, lalu membawanya ke kamar mandi. Mendudukkannya di toilet.


“ Aku akan menunggu di luar panggil aku begitu selesai ” ucap Ares karena sudah pasti Lyra tidak mau dia ada di sana. Lyra tak menjawab.


Setelah selesai Lyra memanggil Ares, dan pria itu segera membawanya ke ranjang. Selesai membaringkan Lyra Ares mengambil tisu lalu memberikan pada Lyra.


“ Terima kasih ” ucap Lyra sambil menghapus air matanya.


“ Kenapa tidak memanggil perawat? ” tanya Ares


“ Sudah.. aku sudah menekan belnya berulang kali tapi tidak ada perawat yang datang dan pengawal di luar juga tidak ada yang datang ketika aku panggil ” jelas Lyra, memang berjalan sendiri adalah pilihan yang salah.


“ Benarkah? Bisa-bisanya mereka lalai ” rutuk Ares


Lalu dia segera menelpon perawat rumah sakit itu dengan telepon yang ada di ruangan itu.


“ Mengapa bel sudah di tekan berulang kali kalian tidak datang! Sebenarnya apa pekerjaan kalian! ” bentak Ares


“ Maaf Tuan saya tidak mendengar karena tertidur maaf Tuan ” ucap perawat itu

__ADS_1


“ Tertidur? ini merupakan kelalaian aku-


“ Tuan aku mohon sudah jangan marah padanya, wajar jika dia tertidur ini sudah jam 2 subuh ” potong Lyra


Mendengar itu Ares tidak punya pilihan lain.


“ Segera datang kemari! ” perintahnya pada perawat itu lalu menutup telponnya.


“ Sudah Tuan tidak perlu semarah itu sampai menyuruhnya datang ke sini ” keluh Lyra


“ Dia harus datang memeriksamu, lihat lukamu kembali berdarah ” tegas Ares


“ Berdarah? ”


Lyra melihat lukanya dan ternyata benar luka itu kembali berdarah bahkan sampai mengenai bajunya.


“ Aku tidak sadar ” ucapnya.


“ Lain kali sebaiknya jika perawat tidak datang, kau bisa menelponku ” tutur Ares


“ Baik Tuan, tapi tadi Anda dari mana? ”


“ Aku dari kantor ada sesuatu yang harus aku selesaikan secepatnya. Kau tidak tidur karena menunggu aku? ”


“ Tidak Tuan aku hanya terbangun bukan menunggu Anda ” bantah Lyra


“ Benarkah? aku pikir kau sedang menunggu aku ”


“ Tidak ”


“ Baguslah kalau begitu karena sepertinya aku harus pergi lagi ” ucap Ares


“ Pergi? kemana lagi? ” tanya Lyra heran


“ Kembali ke kantor ”


“ Eh.. harus ya ”


“ Iya, kau tidak masalahkan aku tinggal sendiri ”


Lyra terdiam sebenarnya dia mengharap Ares tidak pergi lagi. Tapi tidak mungkin juga melarang.


“ Iya kalau Tuan harus pergi silakan saja ” ucapnya pasrah.


“ Baiklah aku pergi dulu ” ucap Ares sambil beranjak pergi dari duduknya


“ Hmm Tuan apakah urusan itu sangat penting? ” tanya Lyra ragu-ragu


“ Kenapa? ”


Aku tidak mau ditinggal sendiri disini lagi, aku takut suasananya sepi sekali. Itu salah Anda juga kenapa seluruh lantai di reservasi, batin Lyra.


“ Kalau tidak terlalu penting, tidak bisa Tuan perginya besok saja ” ucap Lyra malu-malu


Ares tidak langsung menjawab dia diam sejenak.


“ Baiklah kalau kau ingin aku menemanimu di sini ” ucapnya kemudian.


Lyra jelas malu tapi dia juga senang, dia tersenyum.


Sebenarnya aku tidak akan pergi hahahha tapi menyenangkan membuatnya harus meminta dengan tersipu malu, girang Ares dalam hati.


“**Tak perlu seseorang yang sempurna. Cukup temukan orang yang selalu membuatmu bahagia dan membuatmu berarti lebih dari siapa saja." (Habibie & Ainun)


From Author


Aku benar-benar berterima kasih atas dukungan teman-teman. Yang selalu setia membaca dan memberi like terhadap novel ini. Karena semangat dari teman-teman akhirnya novel ini bisa mencapai 50 episode dan mencapai 40 K popularitas. Terima kasih teman-teman dan mohon dukungannya untuk mempromosikan novel ini😃

__ADS_1


Mystorios_Writer 💐💐**


__ADS_2