Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Pria Asing ( Story of Gavrill )


__ADS_3

Ares melontarkan tatapan sinis melihat perilaku tidak hormat pria itu.


“ Duduklah ” perintahnya singkat tak membalas uluran tangan pria itu.


Dengan muka masam Gerry duduk di hadapan Ares.


“ Menurutmu mengapa kita harus menandatangani kontrak ini? ” tanya Ares.


“ Tentu saja untuk keuntungan masing-masing perusahaan ” jawab Gerry enteng.


“ Apa keuntungan yang didapat perusahaanku dari kesepakatan ini? ” Ares ingin menguji pengetahuan Gerry sebagai seorang wakil direktur dan juga karena ditugaskan menangani kontrak mereka.


“ Perusahaan Anda tentu saja mendapatkan keuntungan melimpah dengan bekerja sama dengan perusahaan besar seperti kami ” Gerry menyeringai bangga.


Ares tertawa meremehkan mendengar jawaban pria itu.


“ Maaf Tuan maksud dari Pak Gerry dengan adanya kesepakatan kontrak ini maka diharapkan kedua perusahaan akan diuntungkan. Kami akan berusaha menjamin perusahaan kami dapat bertahan sebagai pemasok semua perlengkapan hotel-hotel yang Tuan jalankan. Tentu saja dengan harga yang telah disepakati sebelumnya ” jelas sekretaris Gerry melihat bahwa bosnya telah memberikan jawaban asal yang tidak masuk akal.


“ Nampaknya Anda kurang menguasai tentang kontrak ini ” ucap Ares sinis pada Gerry.


“ Bukan begitu tapi bukankah kesepakatan ini lebih baik dipercepat maka perusahaan Anda akan untung ”


“ Aku bisa mencari perusahaan furnitur lain yang lebih besar, keuntungan yang diberikan perusahaanmu tidak seberapa ”


“ Apa? Anda sebelumnya telah sepakat akan menerima kesepakatan ini ” Gerry mulai panik.


“ Bekerja sama dengan seseorang yang bahkan tidak mengerti kesepakatannya justru lebih tidak berguna. ” ujar Ares dingin.


“ Pak sebaiknya Anda minta maaf ” bisik sekretarisnya pelan pada Gerry.


“ Bodoh aku tidak akan mau merendahkan harga diriku dengan meminta maaf padanya ” desah Gerry geram kepada sekretarisnya.


“ Anda tidak ingat peringatan dari Tuan besar jika kontrak ini batal maka Anda akan dipecat ”


“ Sialan ” Gerry hanya bisa menahan emosinya, bagaimana pun dia pasti tidak akan bisa lolos lagi jika terus melakukan kesalahan.


“ Saya minta maaf Tuan, saya memang kurang handal dalam kontrak ini. Tapi saya harap Anda mau memikirkan lagi untuk tidak membatalkan kontrak ini. ” Gerry menahan diri dan berubah lembut dan sopan.


Ares tertawa sinis melihat itu, dia tidak tahu ancaman apa yang diberikan sekretaris itu. Yang pasti itu benar-benar menjinakkan Gerry.


“ Aku dengar Anda adalah pewaris Debest Company. Nampaknya Tuan Sanjaya harus memikirkan lagi apa itu keputusan yang tepat ” ucap Ares sambil menandatangani kontrak itu. Pada awalnya dia memang berniat untuk tetap melakukan kesepakatan itu, tapi tingkah sombong Gerry tentu saja tidak bisa di terimanya.


“ Terima kasih banyak Tuan ” balas Gerry cepat walaupun sangat marah mendengar perkataan Ares tentang dirinya yang tak layak sebagai pewaris.


* * *


“ Dia pikir dirinya sehebat itu. Dasar kunyuk! ” maki Gerry.


Dia telah menggerutu terus menerus setelah keluar dari ruangan Ares.


Sekretarisnya hanya dapat menghela napas dan memilih segera mengeluarkan mobil mereka dari parkiran.

__ADS_1


“ Wah!! Ini hari kesialan! ” Gerry berdecit.


“ Silakan Nona ” Gavrill membukakan pintu untuk Adhisti.


Gerry berjalan mendekat sambil menjentikkan jarinya untuk mendapat perhatian Gavrill.


“ Siapa dia? ” tanya Adhisti begitu dia keluar dari mobil.


“ Sebaiknya Nona pergi duluan saja saya akan menyusul nanti ” jawab Gavrill.


“ Aku akan menunggumu ” Adhisti berjalan meninggalkan Gavrill karena sepertinya dia butuh ruang untuk pembicaraannya dengan pria asing itu.


Adhisti mengawasi Gavrill dari balik pintu masuk, di sana dia tidak bisa mendengar apa yang dibicarakan dua pria itu. Namun dapat dengan jelas melihat mereka.


“ Lama tidak bertemu ternyata anak gundik ini bekerja sebagai supir ” ujar Gerry sambil tertawa hina.


“ Benar Tuan lama tidak bertemu karena saya harus kembali bekerja saya permisi dulu ” Gavrill akan beranjak namun lengannya di tahan oleh Gerry.


“ Siapa wanita itu? ” tanya Gerry.


“ Maaf Tuan saya tidak bisa memberikan informasi mengenai itu ”


“ Ternyata kau masih sama bocah sombong yang tidak tahu diri. Nampaknya sifat itu menurun dari Ibumu ”


Gavrill mengepal tangannya menahan diri menerima hinaan itu.


“ Hei! Kau tahu siapa dia? ” tanya Gerry kepada sekretarisnya sambil menunjuk ke arah Adhisti.


“ Nona itu adalah adik perempuan Tuan Ares Pak ” jawab sekretaris itu.


“ Bisa kau atur waktu agar aku bisa tidur dengannya ” ucapnya pada Gavrill.


Gavrill melepaskan genggaman Gerry dari tangannya.


“ Sebaiknya Tuan jangan mengusik Tuan Ares ” Gavrill memperingatkan.


“ Hahaha bocah ini sok tahu! Dengar turuti perintahku atau Ibumu-


“ Saya tidak akan membiarkan Anda mengusik Tuan Ares. Jika Anda menggunakan Ibuku sebagai ancaman. Maka perlu Anda ketahui sekali Anda melakukan itu. Saya akan mengambil apa yang menjadi hak saya saat itu juga ” tegas Gavrill.


“ Kau pikir bisa melakukan itu!! Jangan pernah lupa posisimu! ”


“ Saya sangat bisa, jadi ingat batasan Anda dengan baik. Permisi ” Gavrill membungkuk sedikit dan berlalu meninggalkan Gerry dengan nyali yang menciut.


Adhisti yang melihat interaksi Gavrill dengan pria itu yang nampak bersitegang. Dia juga sangat terkejut saat melihat Gavrill membungkuk pada pria itu. Selama ini yang dia ketahui Gavrill hanya membungkuk hormat pada Kakaknya. Dia bertanya-tanya siapa pria itu sampai Gavrill membungkuk hormat padanya.


“ Terima kasih telah menunggu Nona, kalau begitu kita bisa pergi sekarang ” Gavrill mengajak Adhisti dan berjalan sedikit mendahului wanita itu.


Adhisti dapat melihat raut tegang dari wajah Gavrill.


“ Pria tadi itu siapa? Kau mengenalnya? ” tanya Adhisti.

__ADS_1


“ Jangan memikirkan hal itu ”


“ Apa dia mengatakan sesuatu? Kamu nampak marah dan tidak biasanya kamu memberi hormat kepada orang lain selain-


“ Sebaiknya Anda menemui Tuan Ares, saya permisi ” Gavrill tidak mendengarkan perkataan Adhisti sampai selesai, dia berlalu pergi meninggalkan wanita itu.


“ Sebenarnya ada apa dengan pria itu? ” guman Adhisti heran dengan reaksi Gavrill.


Akhirnya dia memilih melanjutkan langkahnya dan menemui Ares di ruangannya.


Sebenarnya dia ingin meminta izin Kakaknya itu untuk melakukan perjalanan ke luar kota.


Setelah perbincangan dengan Ares, dan keputusan akhirnya tetap sama idenya di tolak langsung oleh Ares. Dengan berbagai alasan.


“ Kalau begitu aku pergi dulu, percuma saja datang ke sini ” sungut Adhisti masih kesal.


Sekilas dia melihat berkas yang terletak di meja Ares.


Dia meraih berkas itu dan mengamati foto yang terpampang di sana.


“ Kak, siapa dia? ” Adhisti menunjukkan foto itu pada Ares.


“ Tentu saja rekan bisnisku ” jawab Ares tidak terlalu peduli.


“ Aku tahu itu, tapi aku bertanya dia ini siapa? ” tanya Adhisti serius.


“ Wakil direktur Debest Company, Gerry Sanjaya ”


Adhisti sama sekali tidak mengenal pria itu.


“ Apa dia memiliki hubungan dengan Gavrill? ”


Ares segera mendongak ketika Adhisti melontarkan pertanyaan itu.


“ Kenapa menanyakan itu? ” Ares balik bertanya.


“ Tadi mereka berdua bertemu di luar, aku memang tidak mendengar pembicaraan mereka. Tapi nampaknya pria ini mengatakan sesuatu yang membuat Gavrill marah ” jelas Adhisti.


“ Jangan memikirkannya, itu bukan urusanmu ” tukas Ares.


“ Kakak mengetahui sesuatu tentang mereka? ”


“ Adhisti ada saatnya kita tidak boleh terlalu ikut campur urusan seseorang. Mengenai pria itu biarkan Gavrill mengurusnya sendiri ” Ares menekankan hal itu pada Adhisti.


“ Baiklah kalau begitu aku pergi dulu ” Adhisti berjalan keluar dari ruangan Ares dengan perlahan.


“ Pasti ada sesuatu dengan pria itu? Kakak juga nampaknya tahu sesuatu. Apa itu sebuah rahasia penting? ” , Adhisti bertanya-tanya dalam hati.


“ **Untuk sebuah pencapaian dibutuhkan sebuah pengorbanan ”-Anonim


From Author

__ADS_1


Untuk beberapa episode selanjutnya akan Author akan mengungkap kisah tentang Gavrill, Terima kasih😘💕


Mystorios_Writer🥠🥠**


__ADS_2