Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Aku Ingin Hidup Untuk Diriku Sendiri


__ADS_3

“ Maaf Pak, Anda nyakin akan menjalankan ide itu? ” tanya Lyra.


“ Tentu saja, jika kamu sendiri nyakin bahwa desain itu layak ” balas Aslan tak kalah antusias.


Aslan kembali teringat, saat pertama kali melihat desain yang di buat oleh Lyra, dan bagaimana ia sangat nyakin bahwa desain itu akan menjadi sebuah bangunan hotel terbaik sesuai kriteria perusahaannya. Namun sangat disayangkan dia harus bertentangan dengan para eksekutif perusahaan yang menganggap bahwa desain tersebut hanya karya yang dibuat untuk memenangkan lomba, tanpa perkiraan terhadap proyek nyata.


“ Saya bingung untuk menjawabnya Pak, karena saya sendiri hanya seorang mahasiswa belum punya pengalaman langsung ” jawab Lyra penuh pertimbangan.


“ Dengar ya, yang ingin aku pastikan adalah apakah desain ini kamu buat semata-mata hanya untuk lomba, tanpa penyesuaian dengan proyek nyata? ” tekan Aslan.


“ Saya membuat desain ini dengan banyak perencanaan dan penyesuaian lingkungan, sesuai kriteria yang lomba saat itu ”


“ Bagus! ” seru Aslan.


Lyra tidak tahu harus berekspresi seperti apa.


“ Maka dengan itu kamu akan aku tetapkan sebagai penanggung jawab untuk pelaksanaan proyek desain ini ” lanjut Aslan, yang tak kala membuat Lyra semakin terkejut.


“ Ta-tapi Pak, saya sama sekali belum mengerti menanggung jawabi, itu adalah sebuah proyek yang merupakan tugas penting ” ucap Lyra menyakinkan.


“ Tenanglah aku juga sudah memikirkan hal itu, kamu akan menjadi wakil atau asisten arsitek utama, kalian akan saling bekerja sama untuk menyelesaikan proyek itu ”


“ Benarkah?! terima kasih banyak Pak. Saya merasa sangat terhormat mendapatkan kepercayaan itu ” seru Lyra bersyukur.


“ Oke untuk selanjutnya mungkin akan dijelaskan oleh sekretaris ku, kamu boleh pergi sekarang ” ucap Aslan.


“ Baik terima kasih Pak ”


Lyra masih merasa seperti mimpi, setelah keluar dari ruangan Aslan, ia menuju tempat sekretaris sesuai yang diarahkan.


* * *


Tepat pukul 6 sore, Lyra tiba di rumahnya. Hari ini cukup memuaskan baginya karena semua urusan pekerjaannya berjalan lancar.


Baru saja dia melangkahkan kakinya ke dalam rumah, dia telah dikejutkan dengan sosok Ares yang tengah duduk di sofa.


“ Kau dari mana? ” tanya Ares dengan tatapan menyelidik pada Lyra.


Sekarang apa lagi, batin Lyra ia meremas erat tas tangannya.


“ Aku pikir itu pertanyaan retoris ” jawab Lyra berusaha setenang mungkin.


“ Maksudmu? ” ucap Ares bingung.


“ Tuan Anda kemari pasti sudah mengetahui saya dari mana, tanpa perlu aku jawab ” Lyra merasa percuma saja jika Ares menganggap dia tidak tahu bahwa dia selalu menempatkan penguntit disekitar Lyra.

__ADS_1


“ Kenapa kau melakukan pekerjaan magang? apa ada kebutuhanmu yang kurang? ” tukas Ares, yang bagi Lyra adalah sebuah pernyataan bahwa dengan semua kemewahan disekitar Lyra untuk apalagi dia bekerja.


“ Aku melakukannya bukan karena uang, tapi aku ingin segera menyelesaikan tugas magangku untuk skripsi akhir ” jawab Lyra seadanya.


“ Jadi karena hal itu, baiklah kau bisa mengundurkan diri dan bekerja di perusahaanku ” ucap Ares


“ Aku tidak akan melakukannya ” bantah Lyra.


Air muka Ares seketika berubah, rahangnya mengeras menerima bantahan dari Lyra.


Lyra tahu Ares sedang marah, dia ingin segera meninggal pria itu, maka dia segera melanjutkan berjalan menuju kamarnya.


“ Mengapa kau selalu membuat semuanya sulit Lyra? ” tanya Ares dengan penuh penekanan.


“ Aku sudah memutuskan untuk bekerja di sana, apa aku tidak bisa memutuskan sesuatu untuk diriku ” jawab Lyra menghentikan langkah kakinya.


“ Lalu bagaimana dengan bayinya, kau sudah memikirkan yang terbaik untuknya. Ketika kau bekerja dan sesuatu terjadi denganmu dan bayi kita, sudahkah kau memikirkan hal itu? ”


“ Dibandingkan Anda, aku lebih tahu tubuhku, batas kemampuanku, dan saat dimana aku merasa tubuhku tidak baik. Tapi apakah Tuan pernah berpikir bahwa setiap kita bertemu Anda selalu saja memulai pertengkaran ” ucap Lyra sebagai serangan telak untuk Ares.


“ Aku tidak berniat selalu berselisih denganmu ”


“ Kalau begitu bagus, bisakah biarkan saja hal ini dan tidak mempermasalahkannya lagi. Karena itu melelahkan ” keluh Lyra.


Lyra menatap intens ke arah Ares, dapat Ares tebak tatapan lelah dari wanita itu.


“ Itu tidak perlu Anda bisa pulang, aku akan makan nanti ” tolak Lyra


“ Pergilah Ly, jika kau tidak ingin terus berdebat. Maka lakukan saja ” ucap Ares.


Lyra jelas kesal akan hal itu, tapi dia tidak mendebat Ares lagi melainkan dia segera masuk ke kamarnya untuk mandi.


Setelah sekitar setengah jam, Lyra keluar dari kamar dan menuju meja makan. Di sana sudah tersaji beberapa makanan.


“ Duduklah, aku memesankan makanan ini, tapi jika kau ingin yang lain bilang saja ” perintah Ares.


“ Tidak perlu ” jawab Lyra dan segera duduk. Setelahnya mereka makan dalam keadaan diam, hanya suara peralatan makan yang terdengar.


“ Perusahaan mana kau bekerja? ” tanya Ares memecah keheningan ketika mereka telah selesai makan, dan Lyra sedang mencuci piring di wastafel.


“ Founding Company ” jawabnya singkat.


“ Berapa lama kau akan magang? ”


“ Hanya sekitar 3 bulan ”

__ADS_1


“ Kenapa kau memutuskan menyelesaikan kuliahmu di semester ini? ”


“ Hmmm... aku hanya ingin menyelesaikannya saat kandunganku masih belum besar, sehingga nanti aku bisa fokus pada bayinya ” jelas Lyra.


“ Kalau kau merasa tidak nyaman bekerja disana, katakan padaku kau dapat bekerja di perusahaanku kapan saja ”


Lyra tak menjawab dia hanya terus fokus pada cuciannya.


Selesai mencuci piring dia melihat Ares yang masih duduk disana, sibuk memainkan handphonenya.


“ Anda ingin minum sesuatu? ” tanya Lyra ragu-ragu pada Ares, karena ia juga sekalian akan meminum susu hamilnya.


“ Tidak, aku juga akan segera pulang ” jawab Ares.


Lyra mengangguk lalu dia membuat susunya.


“ Ly, lalu bagaimana dengan panti? ” tanya Ares tiba-tiba.


Apa sekarang dia akan kembali mengancam ku dengan alasan anak-anak panti, batin Lyra.


Dia menatap Ares lekat mencari niat sebenarnya pria itu.


“ Itu terserah pada Anda ” jawab Lyra.


Kali ini aku tidak boleh menunjukkan kelemahan sehingga mereka bisa menekanku untuk itu.


“ Maksudku setelah Nyonya Diandra meninggal, tentu saja Panti harus memiliki pengasuh sekaligus kepala panti, kau tidak ingin menjadi kepala yayasan panti itu? ”


“ Tidak Tuan, mungkin Anda dapat mencari orang lain untuk mengurus panti. Aku tidak akan ikut campur lagi ” tutur Lyra walaupun dalam hati kecilnya, ia tidak tega akan sikapnya yang acuh terhadap panti setelah meninggalnya ibunya.


“ Aku akan tetap membiayai panti kau tidak perlu khawatir akan hal itu ” Ares menebak bahwa Lyra khawatir dia akan melakukan sesuatu terhadap panti itu.


“ Itu terserah pada Anda, sejujurnya aku tidak menganggap aku terikat akan perjanjian kita lagi. Setelah ibuku meninggal aku tidak memiliki alasan untuk terus mengikuti perjanjian itu. Di dalam suratnya tidak tertulis bahwa aku tidak bisa membatalkan perjanjian itu ” jelas Lyra setenang mungkin.


“ Aku juga tidak menjalankan perjanjian itu lagi, tanpa perjanjian itu aku juga akan tetap membiayai panti, kau tidak perlu khawatir akan hal itu ”


“ Aku tidak khawatir, walaupun Tuan tidak mau lagi membiayai panti, aku tidak akan ikut campur lagi. Sekarang aku hanya ingin hidup untuk diriku sendiri ” tambah Lyra.


Ares terdiam mendengar perkataan Lyra.


“ Nyatanya kita perlu sedikit egois, dan mementingkan diri kita sendiri. Merelakan semua yang mungkin adalah takdir dan hanya cukup bahagia untuk diri sendiri ”


Lyra mengulang kembali apa yang pernah dikatakan Diandra pada Lyra, bahwa saat semuanya cukup sulit untuk Lyra tidak apa-apa untuk menjadi egois.


"**Aku sangat lelah untuk berjuang. Sesekali, aku juga ingin diperjuangkan."-Anonim

__ADS_1


Mystorios_Writer💐💐


Mohon dukungannya para teman-teman readers semua, untuk tetap memberi like dan komentar mendukung sebagai penyemangat. Dan mohon bantuan rekomendasinya jika sekiranya novel ini bagus untuk dibaca**.


__ADS_2