Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Dua Gadis Mabuk


__ADS_3

“Hei! Berjalan yang benar! ” rutuk Lyra kesal karena kedua sahabatnya itu sudah mabuk berat dan mulai melantur.


“ Apa ini tanahnya berputar-putar hahhaha Ly! Lyra! Tanahnya ikut bergoyang ” celoteh Shera berjalan sempoyongan.


“ Kenapa kalian minum kalau mabuk seperti ini! Ya ampun aku harus memanggil taksi. Jangan bertingkah! ” Lyra memperingatkan karena dia harus memesan taksi untuk mereka.


“ Hei! Kamu mau mati! Ayo ke sini! ” Lyra menyeret Eslin yang ingin pergi ke tengah jalan.


“ Biarkan aku mati...lagian aku tidak berguna. Kamu tahu aku ini tidak berguna ” keluh Eslin sambil terduduk dia meronta-rontakan kakinya seperti anak kecil.


“ Aku mulai frustasi jangan bertingkah seperti ini ” guman Lyra.


“ Sabarlah sampai taksi datang.. tetap tenang ya ” ucapnya sambil memegangi kedua orang yang telah terduduk lemas karena mabuk itu.


“ Ly! aku pulang dulu dengan motorku! ” seru Shera.


“ Ya! Bagaimana bisa kau mengendarai motor saat mabuk! ” bentak Lyra menahan tangan Shera.


“ Bisa... aku bisa lihat ya.. hmmm mana motornya oh itu ngeng... ngeng.. brum ” Shera berdiri seakan menaiki sebuah motor.


“ Oh Ya ampun! Memalukan sekali! Duduklah! ” Lyra menarik Shera untuk kembali duduk.


“ Huwaaaa aku memang memalukan bahkan..kamu mengatakan aku memalukan hwaa hiks hiks ” Eslin menangis histeris.


“ Aku tidak mengatakan itu padamu ” bantah Lyra berusaha menenangkan Eslin.


“ Tutup mulutmu! Kenapa kau terus menangis?! Berisik! ” Shera mendorong Eslin.


“ Kamu mendorongku! Dasar wanita jelek! ” teriak Eslin lalu menjambak rambut Shera.


Lalu terjadilah pertengkaran bodoh antara dua orang yang sedang dalam keadaan mabuk.


“ Aku patahkan kakimu! Jangan pikir kau bisa naik motor lagi! ”


“ Apa? Kalau begitu aku akan patahkan tanganmu! Kau tidak akan bisa memegang stetoskop bodoh itu lagi! Mana tangan mu...Oh ini dia patah! ”


“ Akhhh tanganku... sudah patah ” Eslin mengibas-ibaskan tangannya yang baik-baik saja.


“ Mereka bahkan lebih buruk dari dua bocah... jangan pernah menyentuh alkohol lagi ” rutuk Lyra walaupun tak di dengarkan oleh mereka.


“ Lyra! ” panggil seseorang pada Lyra.


Lyra melihat ke arah suara itu datang.


“ Mas Ares! ” gumannya terkejut melihat kedatangan pria itu.


“ Ayo ikut pulang denganku ” ajak Ares.


“ Aku tidak bisa meninggalkan mereka. Setidaknya sampai taksi datang ”


“ Taksi biasanya akan lama ini sudah larut ” ucap Ares


“ Tapi mau bagaimana lagi ”


“ Tunggu sebentar aku akan suruh Gavrill mengantar mereka ” Ares lalu menelpon Gavrill menyuruh pria itu datang ke sana.


“ Hei!! Tunggu dulu! Siapa pria ini?! Apa dia berniat jahat, Ly!! ” teriak Shera berdiri sempoyongan.


“ Bukan.. bukan ini suamiku. Buruk sekali mengenalkan kalian di saat seperti ini ” pasrah Lyra.


“ Apa?! Bajig*n itu! Aku akan memberimu pelajaran! ”

__ADS_1


Lyra bergerak ingin menahan Shera tapi wanita itu sudah bergerak terlebih dahulu.


Bughh!!


Satu pukulan mendarat di perut Ares.


“ Astaga!!! ” pekik Lyra kaget.


“ Shera! Apa yang kau lakukan? jangan berhenti! ” Lyra menahan Shera.


“ Biarkan aku menghajar dia! Berani sekali dia membuatmu sedih! ”


“ Sudah berhenti! Ya ampun... ” desah Lyra panjang.


“ Aku akan menghajarmu!! ” ucap Shera sambil menunjuk Ares.


“ Mana dia?! Dimana pria mesum itu?! Dia pikir bisa macam-macam denganku! ” teriak Eslin ikut menyusul sambil berjalan sempoyongan.


“ Hei! Eslin jangan bilang kau juga ikut! Akhhh aku tidak sanggup lagi ” Lyra mulai frustasi melihat kedua sahabatnya itu.


“ Dimana kau?! Berengs*k jangan pikir bisa sembunyi! ”


Ares menatap heran melihat kedua orang mabuk itu, dia bahkan sangat terkejut mendapatkan serangan mendadak dari Shera.


“ Jangan hanya berdiri! Tolong aku.. ” pinta Lyra pada Ares yang hanya menontonnya menahan kedua gadis itu.


“ Aku bisa apa mereka tidak menyukaiku. Kamu lihat tadi temanmu memukulku dan itu masih sakit ” Ares memegangi perutnya pura-pura kesakitan.


“ Akhh aku berharap pada orang yang salah ” rutuk Lyra kesal


Ares tertawa melihat wanita itu harus kesusahan menahan kedua temannya, bagi Ares sedikit menyenangkan menjahili Lyra.


“ Tuan ada apa? ” tanya Gavrill kebingungan begitu dia sampai di sana. Karena melihat Lyra yang nampak kesusahan, juga dua orang wanita yang tak henti-hentinya mengoceh tak jelas.


“ Mengantar mereka pulang? Tapi Tuan mereka mabuk dan aku juga tidak tahu alamatnya ” keluh Gavrill


“ Beritahu Gavrill alamatnya ” ucap Ares pada Lyra.


“ Baiklah aku akan kirim alamatnya melalui pesan ” Lyra lalu meraih ponselnya dan segera mengirim alamat itu pada Gavrill.


“ Sudah ” ucap Lyra


“ Antarkan mereka. Ayo Lyra ” Ares menarik tangan Lyra meninggalkan Gavrill mengurus mereka sendiri.


“ Tapi Tuan ” ucap Gavrill sia-sia Ares telah naik ke mobilnya bersama Lyra.


“ Kenapa aku harus mengantarkan dua orang mabuk ini ” rutuk Gavrill dia menyugar rambutnya malas.


“ Hei! Diam kau Mesum! ” teriak Eslin sambil melayangkan tinjunya ke arah Gavrill.


Beruntungnya pria itu mengelak secepatnya kalau tidak bisa-bisa dia terkena bogem mentah.


“ Akhh!! Mati aku! ” teriaknya terkejut.


“ Tuan kenapa jahat sekali padaku.. ” desahnya frustasi.


* * *


Apa dia sedang marah? Tidak biasanya dia hanya diam saja seperti ini. Biasanya dia akan menanyaiku banyak hal, batin Lyra sambil menatap Ares yang hanya diam sambil mengemudi.


“ Kenapa? Kamu ingin mengatakan sesuatu ” ucap Ares menyadari tatapan Lyra.

__ADS_1


“ Hem.. aku hanya terkejut Anda tidak marah ”


“ Siapa bilang aku tidak marah. Aku tentu saja marah ”


“ Apa? ”


“ Aku marah ketika kamu tidak memberitahu padaku langsung kalau kamu akan pergi dengan temanmu tapi malah menyuruh Adhisti untuk memberitahunya ”


Flashback On


“ Halo Kak ” sapa Adhisti melalui telepon.


“ Iya ada apa? ” tanya Ares


“ Kakak sedang menunggu Lyra ya ”


“ Bagaimana kamu tahu? Lyra belum pulang sampai sekarang ” Ares telah gelisah menunggu Lyra sedari tadi.


“ Istrimu tadi mengirim pesan kalau dia akan pergi ke cafe bersama teman wanitanya. Kasihan sekali kakak di tinggal ” goda Adhisti


“ Cafe? Kenapa tidak mengabari padaku langsung ”


“ Lyra mungkin tidak suka kakak hahhahha maaf.. maaf aku bercanda ” tawa Adhisti


“ Dia pergi ke Cafe mana? ”


“ Sebenarnya saat ini dia sedang ada di tempat karaoke. Aku peringatkan ya kak, Lyra sudah baik menyuruhku memberitahumu setidaknya dia masih peduli. Jadi jangan membuat keributan dengan pergi menjemput Lyra secara paksa. Wanita juga butuh waktu sendiri untuk bersenang-senang ” jelas Adhisti.


Ares akhirnya mengurungkan niatnya untuk segera menjemput Lyra.


“ Kalau begitu beritahu alamat tempat karaoke itu, setidaknya untuk berjaga-jaga bila terjadi sesuatu ” ucap Ares.


“ Kakak berjanji tidak akan memaksa Lyra pulang ” tekan Adhisti


“ Iya ”


“ Baiklah aku akan kirim alamatnya ”


Ares lalu mengakhiri panggilan telepon itu. Setelahnya dia segera berangkat menuju tempat karaoke yang dimaksud Adhisti. Dia menunggu Lyra di mobilnya.


Flashback Off.


“ Apalagi saat mengetahui teman-temanmu mabuk seperti tadi ” lanjut Ares tetap menatap lurus ke jalanan.


“ Tapi aku tidak minum. Aku sama sekali tidak menyentuh alkohol! ” tegas Lyra


“ Aku tahu. Aku hanya khawatir terjadi sesuatu padamu ” ucapnya lembut sambil menatap Lyra sebentar lalu kembali fokus mengemudi.


Lyra juga kembali menatap lurus ke depan, dia sedikit terkejut dengan sikap lembut Ares saat ini. Biasanya pria itu selalu meledak-ledak jika ada sesuatu yang tak sesuai kehendaknya.


“ Maaf karena tadi teman-temanku tidak sopan. Mereka seperti itu karena sedang mabuk ” ucapnya pada Ares.


“ Tidak masalah aku mengerti, tapi apa aku selalu membuatmu sedih? ”


Lyra menatap bingung mendengar pertanyaan Ares itu.


“ Tadi temanmu bilang begitu ” tutur Ares.


“ Itu hanya ucapan melantur. Tidak perlu di pikirkan ” elak Lyra.


Kalau aku mengatakan bahwa aku memang sedih karena kamu masih bersama wanita itu. Itu tidak akan merubah apapun, malah kita akan bertengkar tak jelas, batin Lyra dia kembali fokus menatap jalanan di depannya.

__ADS_1


“**Realitas kehidupan Anda adalah deskripsi dari jiwa dan pikiran Anda.”-Anonim


Mystorios_Writer 🐾🐾**


__ADS_2