Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Gannendra Crimson


__ADS_3

Lyra kembali mendengus kesal memikirkan kembali semua nama yang disarankan Ares. Dia akhirnya memilih menghentikan pembicaraan mereka tentang nama bayi itu daripada dia akan bertambah kesal.


“ Lyra bagaimana keadaanmu? ” Adhisti menghampiri Lyra, di ikuti oleh Gavrill.


“ Aku baik-baik saja, kenapa kalian semua datang ke sini? Bagaimana dengan bayinya? ”


“ Bayinya sedang tidur dengan nyenyak sekarang. Terima kasih karena sudah melahirkan keponakan setampan itu ” Adhisti memeluk Lyra sebentar.


“ Tubuhnya masih sangat kecil, aku harap bisa menggendongnya segera ”


“ Tentu saja ” Adhisti berpikir sejenak melihat suasana di ruangan itu.


“ Apa kamu sedang kesal? ” bisik Adhisti pada Lyra.


“ Bagaimana tidak kesal? Kakakmu orang yang sangat menyebalkan ” tukas Lyra.


Serentak Adhisti dan Gavrill melihat Ares seakan meminta penjelasan.


“ Kami hanya sedang memilih nama bayi, tapi sepertinya Lyra tidak suka dengan semua nama yang aku sarankan ” ungkap Ares berusaha membela diri.


“ Nama yang disarankan Kakak tidak bagus ya? Sampai kamu kesal begini ”


“ Tidak tahu tanyalah Kakakmu itu ”


“ Aku menyarankan nama yang menurutku bagus seperti Dimas, Budi, atau Tono tapi Lyra tiba-tiba kesal ” Ares berbicara tanpa rasa bersalah sama sekali.


“ Apa?! Kakak menyarankan nama-nama itu! Pantas saja Lyra kesal aku juga kesal mendengarnya ”


“ Apa yang salah dengan nama itu? Kalian bereaksi berlebihan ”


Gavrill tertawa kecil mendengar pembicaraan itu, dia juga tak habis pikir Ares memikirkan nama-nama yang terkesan terlalu pasaran itu.


“ Cukup, Kak! Jangan memberikan saran yang lain lagi. Apa kamu mempunyai ide lain, Ly? ”


“ Argantara atau Angkasa menurutku cukup bagus. Tapi Mas Ares tidak suka katanya ”


“ Setidaknya itu lebih bagus dari sarannya...aku juga mempunyai beberapa ide coba pilih dari beberapa nama ini Harry, Zayn, Louis, Niel ”


“ Apa bayinya akan bergabung dengan One Direction? ” sela Gavrill sambil tertawa.


Adhisti dan Lyra menatap Gavrill dengan sinis. Merasakan perubahan suhu ruangan itu.


“ Maaf..maaf aku hanya berpikir itu terlalu-


“ Kami tidak minta penilaianmu, Gav ” kesal Lyra.


“ Kenapa? Apa maksudnya One Direction? ” tanya Ares penasaran.


“ Itu nama-nama anggota One Direction, mereka penyanyi Hollywood ” jelas Gavrill.


“ Aku tidak mau anakku diberi nama berdasarkan nama artis ” protes Ares tak terima.


“ Tapi aku tidak mau menamai dia Tono, Mas..”


“ Aku sudah memikirkan nama lain”


“ Berhenti jangan bilang! Atau aku akan sangat marah” Lyra tak mau lagi mendengar saran dari suaminya itu. Dia ingin nama bayinya bagus dan memiliki arti yang berharga.

__ADS_1


“ Coba pikirkan nama lain, Isti. Mari ikuti saran Kakakmu jangan nama selebriti ”


“ Hmmm..bukan nama selebriti Abirama! ”


“ Bagus ” puji Lyra.


“ Atau..Ganjar, oh iya Gerald juga nama yang bagus menurutku ”


“ Memang bagus aku akan memilih diantara nama-nama itu mana yang lebih bagusnya ” Lyra dan Adhisti mulai merenung.


“ Aku tidak suka satu pun nama itu ” Ares kembali protes tapi tidak ada yang mempedulikan perkataannya. Gavrill juga sibuk memikirkan nama-nama yang disarankan Adhisti.


“ Gerald nama yang bagus, apa kita namai dia Gerald ” seru Lyra.


“ Setuju” sahut Adhisti dan Gavrill bersamaan.


“ Tidak setuju! Kenapa kalian memutuskan sendiri! Aku tidak setuju! ” Ares memberikan penolakannya tapi mereka bertiga tidak ada yang peduli. Malah nampak senang karena berhasil memutuskan nama bayinya.


“ Hei! Kalian dengar tidak! ” ucap Ares sedikit keras.


Mereka bertiga menatap Ares dengan kesal.


“ Mas, Gerald itu nama yang bagus. Kenapa tidak setuju. Aku pikir Mas juga tidak punya rekomendasi yang lebih baik lagikan ”


“ Ada, Gannendra. Mari kita namai dia Gannendra ”


Mereka bertiga tercengang, tidak menyangka Ares bisa menyarankan nama yang bagus.


“ Aku sudah memikirkannya Gannendra nama yang bagus, artinya pasukan dewa. Nama itu juga sederhana. Kita bisa memanggilnya Endra nanti ”


“ Kamu setujukan?” pertanyaan Ares menyadarkan Lyra.


“ Akh..i-itu nama yang bagus. Aku setuju ” jawab Lyra sedikit salah tingkah.


“ Berarti namanya adalah Gannendra Crimson ” tegas Ares dengan bangga.


“ Baiklah selamat...Gannendra, dipanggil Endra itu nama yang bagus ” puji Adhisti. Dari ekspresi Gavrill nampaknya dia juga suka dengan nama itu.


* * *


Air mata Lyra kembali menetes walaupun sudah berusaha menahannya. Ares mengelus-elus lembut bahu Lyra menenangkan dia.


Setelah 3 hari semenjak peristiwa kebakaran itu, berita tentang kebakaran dan kematian dua orang korban kebakaran itu. Yang tak lain adalah Jack dan Tara. Selalu disiarkan tak henti-hentinya di televisi.


Seperti saat ini Lyra yang menyaksikan tayangan berita tentang itu, dia menangis sedih tak menyangka Tara gadis yang selama ini dikenalnya sangat baik itu ternyata telah meninggal di dalam tragedi itu.


“ Prosesi pemakaman mereka berjalan lancarkan Mas? ” tanya Lyra lirih.


“ Aku berusaha melakukan yang terbaik ”


“ Setelah keadaanku pulih aku harap bisa ziarah ke makam mereka ”


Ares membalas dengan anggukan.


“ Ly! Aku sudah tanya perawat dan sudah diberi izin! ” seru Adhisti begitu dia masuk ke ruangan itu.


“ Benarkah?! Mas ayo kita ke sana! ” Lyra berbinar-binar.

__ADS_1


Ares membantu Lyra turun dari ranjang itu dan membantu membawa infusnya.


Setelah 3 hari ini kali ke empat mereka diizinkan untuk masuk ke ruang NICU untuk melihat bayinya secara dekat.


Sebelum mereka masuk mereka harus menggunakan pakaian APD lengkap dengan masker dan penutup Kepala untuk menjaga kesterilan ruangan NICU.


“ Dia tidur begitu tenang ” ucap Lyra bersyukur dapat melihat bayinya langsung walaupun masih di dalam inkubator dan alat bantu pernapasan.


“ Endra sangat mirip dengan Mommynya ” tukas Adhisti.


“ Benar, aku senang sekali dia mirip denganku....rasanya tidak sia-sia aku yang mengandungnya”


“ Seharusnya dia juga mengambil sedikit kemiripan dengan Papanya. Tapi sangat disayangkan ” Ares memang tidak bisa menyangkal anaknya benar-benar duplikat Ibunya.


“ Hahahaha..Endra sukanya mirip sama Mommykan. Uhhh lucunya ”


“ Kamu seharusnya di panggil Mamakan. Kenapa mengatakan Mommy, seperti Adhisti ” protes Ares.


“ Aku lebih suka di panggil Mommy, Endra bisa memanggilku Mom, terus Mas dipanggil Dad ”


“ Aku lebih suka dengan panggilan Mama Papa ”


“ Tidak aku suka Mommy Daddy, Mas ” kekeh Lyra.


“ Sudahlah, Kak. Biarkan Endra memanggil Mommy Daddy saja. Lalu aku bisa dipanggil Aunty. Hi...Endra ini Aunty” Adhisti melambai kepada Endra.


“ Apa ini? Lyra sepertinya sudah terkena pengaruh Adhisti. Selama ini dia suka panggilan Mama Papa ”, batin Ares.


“ Ly, Mama Papa saja ya ”


“ Tidak mau, Mas ” tolak Lyra dengan tegas. Ares hanya dapat menghela napas pasrah.


* * *


Lyra asik menonton video Endra yang ada di ponselnya. Adhisti banyak merekam Endra dan mengirim video itu kepada Lyra. Ares pergi menyelesaikan urusannya di kantor sedangkan Adhisti harus kuliah.


Oleh karena itu Lyra tinggal sendiri diruangan itu.


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.


“ Masuklah ” Lyra berpikir itu hanya perawat yang ingin mencek kondisinya. Karena terlalu fokus dengan ponselnya ketika orang itu melangkah mendekat barulah Lyra menoleh.


Mata Lyra melotot tak percaya melihat orang itu.


“ Dilihat dari reaksimu sepertinya kamu sudah mengenalku ” ucap orang itu.


“ Michael Winanjaya!! Ayahnya Mas Ares!! ”


Lyra memang belum pernah melihat orang itu secara langsung, tapi karena dia adalah seorang pengusaha sukses. Tidak sulit untuk melihat wajahnya bertebaran di setiap produk makanan yang dikeluarkan perusahaannya.


Tapi mengapa orang ini? Ayah Ares yang telah memutuskan hubungan dengan Ares datang menemui Lyra?


“ A-apa yang Anda inginkan Tuan? ” tanya Lyra gemetar karena dia tahu kisah pria itu dari suaminya.


"**Hanya kepada ketulusan, kita akan mampu belajar makna dari sebuah keikhlasan dalam kehidupan."-Anonim


Mystorios_Writer 🍰🍰**

__ADS_1


__ADS_2