
“ Apa saja kerjaan Kalian?! Ini sudah satu hari berlalu, tapi kalian masih berani mengatakan Lyra belum di temukan!! ” suara Ares menggelegar di ruangan itu, sekarang dia sedang berada markas khusus.
Semua anak buahnya diam tak berkutik melihat kemarahan Ares. Tiba-tiba ponsel Ares berbunyi.
“ Halo Gavrill, bagaimana apa ada perkembangan? ” tanya Ares.
“ Maaf Tuan, semuanya seperti sudah di rencanakan jauh-jauh hari semua CCTV yang harusnya dapat merekam daerah kantor Nona Lyra benar-benar sudah di rusak, begitu juga dengan semua kamera pengawas jalanan sekitarnya ” lapor Gavrill.
“ AHhh! aku tidak butuh kata maaf kalian, aku ingin Lyra segera di temukan bagaimana pun caranya! ” bentak Ares di bantingnya keras handphone nya ke meja.
Sudah satu hari Lyra menghilang tetapi belum ada kabar, atau sesuatu yang di temukan yang dapat memastikan apakah Lyra di culik atau tidak. Semua tempat yang kemungkinan di datangi Lyra sudah di periksa bahkan Ares menempatkan anak buahnya di sana, tetapi hasilnya nihil.
* * *
Gavrill kembali datang ke Founding Company, dia akan melakukan segala hal untuk mendapatkan informasi yang mungkin membantu.
“ Tuan perusahaan tidak akan mengizinkan tindakan itu ” kembali dia mendapatkan penolakan.
“ Kalian tidak tahu ini benar-benar keadaan darurat, Nona Lyra menghilang ” paksa Gavrill
“ Maaf Tuan tapi saya tetap tidak bisa mengizinkan ” ucap si Resepsionis.
“ Sialan! ” rutuk Gavrill.
“ Anda suka mengganggu ketenangan orang lain, kasihan Nona ini mendapatkan tekanan seperti itu. Ada apa lagi tujuan kedatangan Anda? ” tanya Robert begitu dia melihat Gavrill yang kembali membuat keributan.
Gavrill menatap sinis dan tidak suka terhadap sikap sok ramah Robert.
“ Nona Lyra sampai sekarang belum diketahui ada dimana, aku datang ke sini untuk meminta kerja sama kalian. Setidaknya siapa tahu ada petunjuk yang bisa di temukan. Tapi kalian bahkan tidak memiliki rasa loyal, Nona Lyra bekerja di sini bukan? ” singgung Gavrill.
“ Apa? Lyra menghilang apa terjadi sesuatu? ” Robert mulai cemas
“ Tentunya sesuatu telah terjadi, dan saya harap ini tidak berkaitan dengan perusahaan Anda ”
“ Dimana tepatnya keberadaan Lyra terakhir terlihat? ”
“ Di halte terdekat dari sini, saya ingin memeriksa kamera pengawas kantor ini, siapa tahu ada petunjuk ” jelas Gavrill
“ Oh Tuhan apa yang terjadi? Ini benar-benar buruk, ikuti saya kita akan memeriksa kamera pengawas ” ucap Robert lalu dia bergegas.
Begitu mereka tiba di ruang keamanan, Robert segera memberi perintah pengecekan. Gavrill mulai fokus ikut melihat rekaman-rekaman CCTV.
“ Halo King ”
“ Ya ada apa? kau bisa datang ke ruanganku kenapa perlu menelpon ” jawab Aslan
“ King ini buruk, Lyra menghilang dari semalam semenjak aku mengabarimu ” tutur Robert dengan nada risau.
__ADS_1
“ Apa?! bukankah kau yang bilang Lyra pasti hanya pergi ke suatu tempat makanya terlambat pulang. Lalu apa sekarang?! ” Aslan benar-benar gelisah mendengar kabar itu.
“ Maafkan aku, dugaanku begitu. Tidak di sangka hal ini terjadi ” sesal Robert.
Sebenarnya setelah Gavrill pergi dari kantor itu semalam dan mengatakan Lyra menghilang, dia segera mengabari Aslan. Pria itu ingin segera pergi mencari Lyra, tapi di halangi Robert.
“ Kau ada dimana sekarang? ” tanya Aslan
“ Di ruang keamanan bersama pria yang mencari Lyra itu sedang memeriksa kamera CCTV ” jawabnya.
Tak lama telepon di putus, dapat di pastikan Aslan sedang menuju ke sana.
“ Tolong perlambat rekaman yang tadi! ” perintah Gavrill pada petugasnya.
“ Baik Pak ”
“ Sedikit lagi.... baiklah berhenti di situ ” seru Gavrill ketika dia seakan menangkap sesuatu.
“ Perbesar gambarnya, ke arah pria itu ” tunjuknya pada monitor.
Robert yang juga mulai penasaran apa yang di lihat Gavrill mulai mendekat.
“ Apa ada yang mencurigakan? ” tanya Robert
“ Pria ini aku merasa dia mencurigakan, dia memakai jaket dan topi yang menutupi wajahnya dan beberapa kali terlihat lewat dari depan kantor ini ” jelas Gavrill.
Dan benar beberapa kali pria itu tertangkap kamera memasuki sebuah mobil yang terparkir tak jauh dari kantor itu.
“ Dia nampak mengawasi sesuatu ” ucap Gavrill sembari tangannya sibuk menulis nomor plat mobil pria itu.
“ Tapi dia tidak pernah terlihat berinteraksi dengan seseorang atau bahkan Lyra ” tukas Robert
“ Kemungkinan sekecil apapun, harus di perhatikan siapa tahu berkaitan dengan hilangnya Nona Lyra ” jawab Gavrill.
Lalu terdengar langkah kaki yang tergesa-gesa memasuki ruangan itu.
“ Apa kau menemukan sesuatu? ” dia adalah Aslan.
“ Ada seseorang yang nampak mencurigakan, tapi belum pasti juga ” jawab Robert.
“ Apa hubungan Anda dengan Lyra? Apakah kalian sudah menemukan petunjuk yang lain? ” tanyanya pada Gavrill.
“ Maaf Tuan aku tidak akan menjawab pertanyaan Anda, yang bisa ku beritahu adalah Nona Lyra saat ini masih belum ditemukan ” jawab Gavrill dingin.
Aslan membuang nafasnya kasar, dia merasa kesal sampai saat ini belum ada kabar Lyra.
Handphone Aslan saat itu tiba-tiba berbunyi, dengan perasaan kesal dia mengangkat panggilan itu, tanpa memperhatikan siapa yang menelpon.
__ADS_1
“ Halo ini siapa? ” tanyanya cepat.
“ Hi Tuan Aslan yang terhormat nampaknya Anda sedang terburu-buru, Anda sedang gelisah? ” jawab suara berat dari seberang.
“ Ini siapa? ” tanya Aslan semakin kesal.
“ Mungkin Anda akan kenal setelah mendengar ini. Cepat bicaralah Nona manis! ”
“ Tolong aku hikss hiks! aku-
“ Cukup Nona, apakah Anda sudah kenal? ” tanya pria itu lagi.
Aslan yang mengenal suara tangisan itu darahnya mendidih seketika.
“ Jangan main-main!! Siapa kau?! Apa yang kau lakukan padanya!! ” teriak Aslan, yang sontak membuat Robert dan Gavrill terkejut.
“ Nona ini baik-baik saja, untuk saat ini ya cukup baik. Tapi siapa tahu ke depannya ” ucap pria itu menyeramkan.
“ Apa yang kau mau?! ” bentak Aslan lagi
“ Begitu seharusnya dari tadi, aku ingin semua pembangunan di Area itu di hentikan. Ketika semua kegiatan di area pembangunan sudah beres. Aku kabari lagi hahahhahhah ” tawa jahat pecah dari pria itu sebelum dia mengakhiri panggilan itu.
“ Hei!! Ahh!! Baj*ngan!! ” rutuk Aslan.
“ Ada apa King? Hei cepat beritahu! ” paksa Robert yang mulai tidak sabar.
“ Lyra di culik, tadi yang menelpon ada penculiknya ” jawab Aslan.
“ Saya akan memeriksa nomor telepon pencuri itu ” ucap Gavrill cepat. Dengan cekatan dia mencatat nomor tersebut.
“ Apa yang di inginkan pencuri itu? mengapa menculik Nona Lyra? ” tanya lagi kemudian.
“ Nampaknya mereka adalah komplotan preman yang mengacau di lokasi pembangunan. Mereka ingin agar pembangunan di hentikan ” jelas Aslan.
“ Ikuti saja untuk saat ini keinginan mereka, saya tidak ingin keselamatan Nona Lyra di pertaruhkan saat ini. Ini nomor ponsel saya, harap kabari jika ada kabar selanjutnya ” ucap Gavrill lalu dia beranjak pergi dari sana.
Di mobil dia segera menghubungi anak buahnya untuk melacak nomor ponsel serta plat mobil penculik tadi. Lalu segera dia menghubungi Ares untuk melaporkan pada Bosnya itu.
“ Halo Tuan, saya sudah dapat kabar saat ini Nona Lyra di culik oleh para preman yang bermasalah terhadap Founding Company, Nona di tawan oleh mereka untuk mengancam Founding Company. Saat ini anak buah kita sedang melacak nomor ponsel mereka ” jelas Gavrill serinci mungkin.
“ Ber*ngs*k!! Aku akan memusnahkan mereka! Secepatnya temukan para penculik sialan itu!! ” bentak Ares betapa dia sangat marah setelah mendengar kabar itu.
Aku tidak akan mengampuni siapa pun yang berani menyakitimu, ucap Ares dalam hati.
"**Apa pun yang akan terjadi, akan terjadi, apakah kita khawatir atau tidak." - Ana Monnar
Terima kasih teman-teman Readers semua berkat dukungan kalian, novel ini berhasil meraih 10 K Popularitas 🎉🎊. Ini merupakan pencapaian yang sangat mengembirakan sekaligus mengharukan bagi Author. Mohon tetap mendukung novel ini😀
__ADS_1
Mystorios_Writer ☀✨**