Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Hubungan Kita sebagai Orang Tua Berhasil


__ADS_3

“ Itu bencana ” ucap Lyra lesu


“ Apa?! ” lonjak Ares kaget mendengar perkataan Lyra


“ Hahahaha semua bencana jika bayinya nanti mirip kakak hhahahhhaa ” gelak Adhisti yang senang mendengar Ares di ejek oleh Lyra.


“ Hei! Tidak ada yang lucu Isti berhenti tertawa! ” ucapnya pada Adhisti, tapi tak dihiraukan gadis itu.


“ Tunggu... Ly, apa maksudnya kalau bayinya mirip padaku akan menjadi bencana? ” tanyanya pada Lyra


“ Huftt... bagaimana tidak seorang anak dengan sifat keras kepala, lebih egois, pemaksa, dan suka mendominasi itu buruk ” kelu Lyra


“ Aku tidak seperti itu! ”


“ Sifat Kakak memang begitu ” Adhisti membenarkan


“ Baiklah kau mungkin hanya memikirkan sisi buruknya, coba bayangkan jika anak kita nanti memiliki wajah yang mirip denganku itu pasti sebuah anugerah ” bangga Ares


“ Nampaknya Anda terlalu percaya diri Tuan, aku juga tidak mau jika anak kita hanya mirip pada Anda ” tolak Lyra


“ Kenapa? ” tanya Ares frustasi


“ Tidak adil aku yang mengandung selama sembilan bulan, seharusnya bayinya mirip denganku ”


“ Aku tidak mempermasalahkan jika anak kita mirip padamu, tapi kau juga tidak bisa menyangkal kemungkinan besar dia akan mirip denganku ”


“ Aku harap itu tidak terjadi, aku tidak akan sanggup ” ucap Lyra


“ Tidak sanggup? Oh.. kau tidak siap jika harus melihat duplikat wajah tampanku setiap saat di wajah anak kita nanti ”


“ Ya?! astaga bagaimana Tuan bisa berpikir begitu, tentu saja tidak. Lagian Anda juga bukan termasuk seseorang yang sangat tampan ” tegas Lyra


“ Tidak termasuk? lalu pria mana yang lebih tampan dariku yang pernah kau temui? ” tanya Ares berusaha membuat Lyra tersudut


“ Aku bertemu banyak pria tampan dan menurutku tampan itu relatif Tuan ” jawab Lyra setenang mungkin.


“ Astaga! Hei sudahlah kalian berdua, berhenti! ” ucap Adhisti menengahi


“ Kalian ini aneh sekali berdebat untuk sesuatu yang belum pasti, bersabarlah tunggu sampai bayinya lahir lalu kalian bisa melihat dia mirip siapa ” lanjutnya, Ares dan Lyra akhirnya memilih diam.


“ Begitu dong! ” ucap Adhisti geleng-geleng kepala melihat tingkah absurd pasangan suami istri itu.


* * *


Lyra mulai menguap sesekali, dia mulai mengantuk setelah lama bermain dengan ponsel genggamnya. Lyra mendapatkan kembali ponselnya dari Ares siang tadi.


Lyra melihat ke arah sofa, Ares tengah tertidur pulas di sana. Adhisti sudah pulang semenjak sore hari.


“ Hoamm... aku akan tidur ” Lyra menguap lagi lalu meletakkan ponselnya di atas meja di sampingnya.

__ADS_1


Setelah beberapa menit Lyra benar-benar akan terlelap, sampai ketika tiba-tiba ada seseorang yang datang mendekat ke arahnya.


Masih mengantuk dia membuka matanya sedikit.


Tuan Ares? Ada apa? ta-tadi dia sudah tidur, batinnya gugup, tapi juga tak berani untuk bangun malah menutup matanya lagi.


Saat dia merasakan telunjuk Ares di perutnya Lyra mulai sedikit tenang.


“ Tadi Mamamu bilang akan buruk jika kamu mirip Papa, tapi menurutku itu tidak benar sangat bagus jika kau tampan, gagah, dan penuh pesona sepertiku ” ucap Ares pelan penuh rasa bangga


Cihh.. tingkat percaya dirinya terlalu tinggi, cela Lyra


“ Dengarkan Papa ya, kamu harus mirip denganku lalu buktikan pada mamamu betapa baiknya hal itu ”


Dia mempengaruhi bayinya itu curang, tindakan seperti itu dilarang, rutuk Lyra


“ Kamu bisa mengambil sedikit kemiripan dengan mamamu, hmm seperti bentuk mata dan senyum mungkin ” ucap Ares


“ Ya!! Mana boleh begitu!! ” bentak Lyra, yang membuat aktingnya berpura-pura tidur terbongkar.


Ares terkejut sekali sampai dia mundur beberapa langkah.


Lyra menatap Ares dengan tatapan marah, ketika menyadari ekspresi terkejut pria itu. Dia akhirnya tersadar bahwa Ares akhirnya tahu dia masih bangun. Selanjutnya Lyra mulai gugup.


“ Kau bangun?! ” tanya Ares padanya


Matilah! Harus jawab apa ini, batin Lyra


“ Kau berpura-pura tidur? ”


“ Ehh tidak itu.. itu aku sudah akan tidur.. tapi terbangun, aku terkejut tiba-tiba Tuan.. ” ucap Lyra terbata-bata


“ Benarkah? Kau takut ya? ”


“ Ti-tidak ”


“ Nampaknya aku mengganggu tidurmu maaf... harusnya aku tidak melakukan itu ” sesal Ares


“ Tidak a-aku hanya belum terlalu nyenyak saja ta-tadi ” bantah Lyra gugup


“ Sudahlah tidak perlu berbohong, aku tahu itu pasti menakutkan bagimu ”


Bagaimana ini? Tuan Ares pasti merasa bersalah tapi bukan itu masalahnya.


“ Tuan! ” panggil Lyra pada Ares yang mulai beranjak pergi


Ares berpaling ke arah Lyra lagi. Dia menatap Lyra dengan diam melihat kegelisahan wanita itu.


“ Mendekatlah ” ucap Lyra pelan tapi masih terdengar oleh Ares, dan tanpa bertanya Ares mendekat ke arah Lyra.

__ADS_1


Lyra semakin gugup, dia merasa sekarang detak jantungnya tak beraturan. Bahkan tak dapat dikendalikan olehnya.


Sekarang Ares tepat berdiri di sisiNya, bahkan hampir tak berjarak lebih dari selangkah.


Ini harus diluruskan bagaimana pun, teguh Lyra dalam hati.


Dengan cepat dia meraih tangan Ares, dan meletakkan tangan itu lembut di atas perutnya.


Ares sangat terkejut akan hal itu bahkan sampai ingin menarik kembali tangannya tapi di tahan oleh Lyra.


“ Katakan pada bayinya bahwa dia harus memiliki banyak kemiripan denganku, aku kesal ketika Tuan hanya perlu sedikit mirip denganku ” ucapnya sambil menahan tangan Ares.


“ A-apa?! ” tanya Ares gugup.


“ Anda curang mengatakan pada bayinya harus mirip pada Anda Tuan ” rengek Lyra


Ares butuh waktu sejenak untuk mencerna semua yang terjadi, Lyra mengizinkan Ares menyentuhnya bahkan melakukan itu sendiri.


“ Tuan! Sudahlah kalau Anda tidak ingin mengatakannya! ” rutuk Lyra, dia mulai menepikan tangan Ares dari perutnya.


“ Tidak! akan aku katakan.. hmmm kamu sebaiknya mirip dengan mamamu saja, jadilah anak yang baik, pintar, manis dan penurut ” tutur Ares cepat sambil mempertahankan tangannya tetap di perut Lyra.


“ Hahhhaha itu baru benar hahahahha ” tawa Lyra dengan begitu tenang dan tulus.


Ares terpukau melihat tawa yang terukir dengan tulusnya dari wajah wanita itu, dia memandang tangannya yang berada di perut Lyra.


Ini untuk pertama kalinya dia menyentuh perut itu dengan kelima jarinya, tanpa perlu merasa takut membuat Lyra terbangun. Hingga tanpa sadar dia bergerak mengeluskan tangannya.


Ares begitu senangnya karena tidak ada sedikit pun ekspresi ketakutan dari wanita itu, bahkan Lyra seakan tak peduli dan terus tertawa lepas.


“ Ly..apakah kamu tidak takut lagi saat bersentuhan denganku? ” tanya Ares ragu-ragu, walaupun enggan menanyakan hal itu, karena tak ingin Lyra tersadar jika seandainya dia belum tahu bahwa Ares benar-benar menyentuhnya saat ini.


Lyra menghentikan tawanya pelan, dia sejenak memandang ke arah Ares.


“ Sepertinya aku tidak takut jika Anda hanya menyentuh perutku, dan ya karena tentunya Tuan tidak memiliki niat lain ” ucapnya tenang


“ Benarkah? Ly, ini serius kau tidak sedang berbohongkan? ” tanya Ares tak nyakin akan apa yang di dengarnya.


Lyra mengangguk.


“ Aku harap setidaknya hubungan kita sebagai orang tua berhasil ” lanjutnya.


Ares tersenyum mendengar perkataan Lyra.


Hubungan sebagai orang tua, baiklah untuk saat ini mari kita jalani ini dengan perlahan. Tidak perlu terburu-buru, baik itu kedekatan karena anak kita atau karena kebutuhan kita sendiri. Lihat saja nanti akhirnya, ucap Ares dalam hati.


"**Temui hari baru, Sayang! Aku akan mengisinya dengan cinta tanpa syarat, gairah membara, tawa, dan kebahagiaan tanpa akhir!”-Anonim


Selamat datang di bulan Maret teman-teman, semoga bulan ini penuh berkat dan rezeki 😇

__ADS_1


Mystorios_Writer🌻🌻**


__ADS_2