Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Kunjungan


__ADS_3

“ Maaf permisi kami mencari pasien bernama Lyra, boleh tahu dia ada di kamar rawat nomor berapa? ” tanya Robert pada petugas administrasi rumah sakit itu.


“ Sebelumnya Tuan saya harus tahu hubungan Anda dengan pasien ” jawab petugas itu.


“ Saya adalah rekan kerjanya ”


“ Baik Pak akan saya periksa terlebih dahulu ”


Robert menunggu beberapa saat.


“ Maaf Pak hanya ada satu pasien dengan nama yang bapak sebutkan dan pasien tersebut tidak dapat di temui ” jelas perawat yang bertugas itu.


“ Tidak bisa ditemui? Kenapa? ” tanya Robert lagi


“ Maaf Pak kami tidak diperkenankan mengatakan alasan yang menjadi privasi pasien kami ” jawab perawat itu.


“ Baiklah kalau begitu Terima kasih Nona ” ucap Robert lalu dia meningggalkan bagian administrasi itu, dan pergi menemui Aslan yang menunggunya.


“ King sepertinya kita salah rumah sakit ” ucapnya sambil menepuk bahu Aslan.


“ Salah rumah sakit bagaimana maksudmu? jelas-jelas ini alamat rumah sakit yang di kirim Lyra ” tegas Aslan


“ Aku sudah bertanya pada perawat di sini, tapi hanya ada satu pasien dengan nama Lyra dan tidak dapat ditemui ” jelas Robert


“ Bisa jadi itu Lyra, tapi mengapa dia tidak bisa ditemui? ” Aslan mulai menerka-nerka alasan yang logis.


“ Sudahlah coba hubungi Lyra ” saran Robert


Walaupun pun tak menjawab Aslan memang melakukan saran Robert, dia menelpon Lyra.


“ Halo Lyra ” ucapnya begitu panggilan itu di jawab.


“ Halo Pak ” jawab Lyra


“ Aku dan Robert sudah datang ke rumah sakit yang kamu bilang-


“ Bapak benar-benar datang? ” potong Lyra


“ Iya, Ly. Tapi menurut perawatnya kamu tidak dapat ditemui atau mungkin kamu salah memberi alamat, Ly ”


“ Tidak bisa ditemui? Tidak Pak aku memberi alamat rumah sakit yang tepat ”


Atau jangan-jangan ini karena perintah Tuan Ares, batin Lyra.


“ Begitu ya, jadi bagaimana Ly, apa kamu bisa coba konfirmasikan ke perawatnya untuk mengizinkan kami masuk ” ucap Aslan


Tidak mungkin menyuruh mereka pulang, padahal sudah menyempatkan waktu hanya untuk menjengukku.


“ Baik Pak, tunggu sebentar ya. Aku akan coba ” jawab Lyra.


Lalu Lyra memutuskan panggilan itu.


Lyra mulai menyusun kalimat yang akan dikatakan pada Ares untuk mendapatkan izin. Karena saat ini Ares sedang berada di toilet.


Tak berapa lama Ares keluar dari toilet.


“ Tuan ” panggil Lyra

__ADS_1


“ Iya kau membutuhkan sesuatu? ” tanya Ares


“ Begini Bosku dan salah satu rekan kerjaku datang berkunjung... tapi sepertinya mereka tidak diizinkan masuk ” ucap Lyra


“ Aku memang tidak mengizinkan orang lain untuk berkunjung karena itu bisa membahayakan ”


“ Tapi Tuan mereka adalah rekan kerjaku, bagaimana bisa membahayakan ” protes Lyra


“ Tidak bisa, Ly. Jangan lupa kamu diculik sebagai ancaman untuk perusahaanmukan, jadi suruh saja mereka pulang ” tegas Ares


Sudah kuduga kalau cara halus tidak bisa, maka aku akan pakai cara kasar, batin Lyra.


“ Baiklah kalau begitu sebaiknya Tuan juga tidak perlu menjenguk aku lagi karena Anda juga membahayakan ” ucapnya mulai menjalankan rencananya.


“ Apa?! ” tanya Ares terkejut


Lyra tetap diam menunggu reaksi Ares selanjutnya.


“ Jangan berpikir kalau kau mengatakan itu, maka aku akan berubah pikiran. Itu tidak akan berhasil ” kekeh Ares


Dasar keras kepala, lihat saja jangan pikir ini telah selesai.


Lyra mengeluarkan sebuah buku dari laci, dia menunjukkan tulisan di buku itu pada Ares.


“ Aku tidak akan mau bicara lagi dengan Anda ” ucap Ares membaca tulisan di buku itu.


“ Hei apa maksudnya itu? ”


Lyra tak menghiraukan dia menarik selimut sampai menutup semua tubuhnya termasuk kepala.


Aku tidak akan mau mendengarkanmu biarkan tetap saja seperti ini, batin Lyra.


“ Kau benar-benar tidak mau bicara ”


Sudah sekitar sepuluh menit Ares terus berusaha mengajak Lyra bicara tapi Lyra tetap diam.


“ Hufttt... ” Ares mendengus kesal.


“ Oke.. oke aku akan biarkan mereka datang berkunjung ” ucap Ares frustasi


“ Benarkah?! ” lonjak Lyra girang.


“ Setelah mendengar itu baru kau mau bicara, tidak aku hanya bercanda tadi ”


Sialan!!


Lyra menatap kesal, lalu dia kembali masuk ke dalam selimut.


“ Baiklah..aku biarkan mereka masuk tapi hanya lima belas menit ” ucap Ares


Kau kira aku akan tertipu lagi, bodoh! aku tidak akan menjawab.


Melihat Lyra yang tak menunjukkan reaksi apapun terpaksa Ares benar-benar harus memberi izin. Dia lalu menelpon anak buahnya.


Tak lama seorang perawat menemui Aslan dan Robert, mengantarkan mereka sampai ke pintu masuk lantai dua rumah sakit itu.


“ Maaf Tuan kami harus memeriksa Anda terlebih dahulu sebelum diizinkan masuk ” ucap salah seorang pengawal itu mencegat Aslan.

__ADS_1


“ Oh astaga! aku semakin terkejut harus diperiksa terlebih dahulu, ini sudah seperti kita akan mengunjungi aset berharga negara ” cela Robert melihat betapa berlebihannya para pengawal itu.


Tapi tentu saja ucapannya tak dihiraukan mereka tetap di periksa satu persatu setelahnya baru di izinkan masuk.


“ Pengawal lagi! ” rutuk Robert begitu mendapati masih ada dua orang pengawal di depan pintu. Namun mereka diizinkan masuk tanpa harus ditanyai lagi.


“ Lyly! oh astaga! Kau ini siapa sebenarnya? ” sergah Robert begitu mereka masuk ke ruangan itu dan bertemu Lyra.


“ Tidak perlu menghiraukan dia, kamu sudah tahu sifatnya. Bagaimana keadaanmu? ” tanya Aslan pada Lyra.


“ Aku sudah membaik Pak, cuma masih belum bisa berjalan karena luka yang aku dapat ada di kaki ” jelas Lyra


“ Syukurlah kalau begitu, aku benar-benar minta maaf kamu harus mengalami semua ini ”


“ Tidak apa-apa Pak itu bukan kesalahan Anda ”


“ Wow!! aku tidak bisa memikirkan berapa tepatnya biaya perawatanmu, Ly. Sebuah ruangan rawat dengan semua fasilitas ini dan.. jangan bilang aku salah seluruh lantai dua di reservasi ” tutur Robert setelah mengamati ruangan itu.


Aku harus bilang apa, aku saja tidak tahu, batin Lyra


“ Tidak Pak, mungkin Anda hanya salah menduga saja hmmm... tidak mungkinkan seluruh kamar di reservasi hanya untukku.. itu tidak masuk akal ” jawab Lyra dengan tersenyum canggung


“ Lalu apa penjelasanmu tentang para pengawal itu? ” tanya Robert intens


“ i-itu.. pengawal-


“ Tidak perlu dijelaskan pun sudah tentu itu untuk menjaga keamanannya ” potong Aslan lalu memberi kode pada Robert untuk berhenti bertanya mengenai hal itu.


“ Baiklah lupakan, ini kami bawakan beberapa buah, ya tapi maaf bentuknya berantakan seperti ini setelah pemeriksaan tadi ” ucap Robert sambil meletakkan parsel itu di atas meja.


“ Beruntungnya kami tidak menyembunyikan senjata di dalamnya hahahhaha ”


“ Terima kasih ” Lyra juga ikut tertawa mendengar lelucon Robert


Mereka melanjutkan obrolan itu, sesekali mereka tertawa akan suatu lelucon.


Kenapa mereka masih belum selesai? Ini sudah lebih dari cukup, batin Ares.


Dia melangkah keluar dari balkon, kembali masuk ke ruangan itu.


“ Waktu berkunjung sudah habis ” ucapnya.


“ Lihat pengawalmu bahkan mengingatkan seperti sebuah alarm hahhaha ” ucap Robert tertawa tanpa melihat ke arah Ares.


Lyra sudah melotot terkejut melihat kedatangan Ares, di tambah lagi dengan perkataan Robert barusan. Aslan juga menatap Ares dengan terkejut.


Ares melangkah tak menghiraukan perkataan Robert, lalu duduk tepat di sisi ranjang Lyra.


“ Waktu kalian sudah habis dan aku bukan pengawal. Aku suaminya ” ucap Ares ngeri.


Robert seketika bungkam ketika melihat sosok pria yang bicara.


“ Suami? ” tanya Aslan tak kala terkejut


“**So it’s not gonna be easy. It’s gonna be really hard. We’re gonna have to work at this every day, but I want to do that because I want you. I want all of you, forever, you and me, every day –The Notebook


Semoga teman-teman suka dengan novel ini, mohon dukungannya. Terima kasih 😊

__ADS_1


Mystorios_Writer☔☔**


__ADS_2