
“ Hei bangunlah ” Ares menusuk-nusuk pipi Lyra dengan jari telunjuknya.
“ Ehmm ” lenguh Lyra menggeliat pelan.
“ Mandi dulu lalu makan nanti baru tidur lagi ”
“ Hmmm ” Lyra menjawab dengan berdehem namun dia masih belum membuka matanya.
Ares tersenyum nakal melihat tingkah Lyra yang masih nampak enggan untuk bangun.
Dengan gerakankan pasti dia mengendong Lyra, dan membawanya ke kamar mandi.
“ Akh!! Ya?! ” lonjak Lyra kaget dia langsung tersadar saat itu juga.
“ Apa ini?! Turunkan aku!! ” pekik Lyra malu menyadari dia masih telan.jang.
Ares tidak menghiraukan Lyra yang memberontak dia tetap melanjutkan langkahnya, setelah sampai di kamar mandi. Dia menurunkan Lyra ke dalam bath up.
“ Akh!! ” pekik Lyra sedikit terkejut saat air menyentuh kulitnya.
“ Eh..airnya hangat Anda yang menyiapkan ini ” ujar Lyra kagum.
“ Kamu perlu bantuanku untuk membersihkan tubuhmu ”
“ Ya?! Akhh...tidak perlu Anda bisa pergi sekarang! Keluar sana! ” Lyra menyilangkan tangannya untuk menutupi tubuhnya.
“ Dasar..” lirih Ares gemas, dia lalu keluar dari kamar mandi.
Lyra sedikit lebih nyaman karena Ares sudah keluar, dia menikmati tubuhnya yang berendam di dalam bath up yang di penuhi bisa itu. Aroma terapi yang menyerbak juga sangat menenangkan untuk Lyra.
Dia mengusap tubuhnya lembut membersihkan dirinya.
“ Dia pintar menyiapkan ini ” guman Lyra tertawa kecil membayangkan Ares menyiapkan semua ini untuk dirinya.
Setelah puas berendam dia beranjak dari bath up itu, lalu mengatur suhu air di shower menjadi hangat.
Lalu menikmati setiap bulir air yang mengucur ke tubuhnya membasuh sisa sabun yang menempel di tubuhnya.
Lyra mengenakan gaun tidurnya lalu melapisinya dengan jubah tidur yang sedikit tebal untuk memberi rasa hangat di tubuhnya.
Lyra mengeringkan rambutnya dengan tenang, karena dia berada sendiri di dalam kamar itu. Mungkin saja Ares sedang berada di ruang kerjanya pikirnya.
Lyra keluar kamar untuk memastikan keberadaan Ares.
“ Ternyata Anda disini ” ucapnya saat mendapati Ares yang sedang duduk menunggunya di meja makan.
“ Duduklah kamu makan dulu ” balas Ares.
Lyra menuruti pria itu karena dia memang sudah merasa lapar. Dia meletakkan makanan yang ada disana di piringnya, dan menyantap makanan itu.
“ Anda tidak ikut makan? ” tanya Lyra karena Ares hanya duduk diam di kursi samping Lyra.
“ Aku sudah makan tadi ” jawab Ares.
“ Ohhh ” Lyra lalu meneruskan makannya.
Ares menyelipkan kembali rambut Lyra ke telinganya karena nampak sedikit menganggu Lyra.
“ Terima kasih, makanannya juga sangat enak ” ucap Lyra sambil tetap fokus dengan makanannya.
“ Sama-sama ” jawab Ares dan dengan cepat mengecup leher Lyra.
Lyra menegang seketika.
“ Apa itu?! Aku sedang makan! ” sungutnya dengan mulut penuh.
“ Kamu menambahkan aroma terapi lain ke bath upnya tadi? ” tanya Ares tak menghiraukan larangan Lyra tadi.
“ Tidak ” lirih Lyra karena dia kesulitan menjawab banyak dengan mulut yang mengunyah makanan.
“ Lalu kenapa aromanya tidak sama, sebelumnya wanginya bukan seperti ini ” ungkap Ares.
__ADS_1
Lyra hanya membalas dengan mengedikkan bahu tanda dia juga tidak tahu.
“ Aku akan pastikan lagi ” Ares kembali mencium leher Lyra, sehingga dengan cepat Lyra menjauh karena merasa geli.
“ Anda sedang mencari kesempatan!! Mesum sekali!! ” protes Lyra merasa Ares saat ini sedang menjahilinya.
“ Aku sedang makan...” sungut Lyra kesal.
“ Ok..ok aku tidak sedang menggodamu, hanya saja aromanya benar-benar berbeda ” jelas Ares.
“ Apa itu masalah besar? Aromanya jadi busuk saat aku memakainya begitu? ”
“ Jelas saja tidak, aromanya menjadi lebih manis saat tercium dari tubuhmu. Makanya aku penasaran bagaimana bisa begitu ”
Lyra merenggut tak mengacuhkan penjelasan Ares.
“ Coba kamu cium ini ” Ares menunjuk ke arah bahunya.
“ Untuk apa? ” tanya Lyra.
“ Cium saja ”
Dengan pasrah Lyra menuruti perintah suaminya itu.
“ Bagaimana? Kamu bisa merasakan perbedaannya? ” tanya Ares tak sabaran.
“ Aromanya sama seperti saat di bath up tadi, seperti perpaduan antara aroma bunga dan beberapa rempah mungkin ” ujar Lyra.
“ Benarkan? Tapi aroma tubuh berbeda itu malah seperti aroma buah yang manis ”
Lyra mencoba mencium aroma tubuhnya.
“ Biasa saja aku rasa sama saja ” jawabnya asal.
“ Kamu tidak menyadarinya yang jelas aromanya berbeda, apa itu karena aroma khas tubuhmu juga? ”
“ Entahlah...Anda saja yang terlalu sensitif terhadap aroma ”
“ Terserah Anda saja, bisa aku melanjutkan makanku? ” tanya Lyra tegas.
Lalu Lyra melanjutkan makannya setelah sempat terhenti karena berdebat dengan pria itu.
“ Tu-tunggu....apa maksud..Anda mengatakan tubuhku terasa berbeda? Apa Anda membandingkannya dengan tubuh wanita lain? ” tanya Lyra cepat penuh selidik pada Ares.
“ Tidak aku hanya bilang tubuhmu berbeda ” ucap Ares membela diri.
“ Iya Anda tahu berbeda karena Anda membandingkan dengan banyak tubuh wanita lainkan ” tukas Lyra.
“ Aku tidak membandingkan tubuhmu hanya saja aku bisa merasakan perbedaan aroma yang dipancarkan tubuhmu berbeda dari kebanyakan wanita ” jelas Ares.
“ Anda suka mencium aroma tubuh wanita lain?! ” lonjak Lyra tak percaya dengan yang dikatakan pria itu. Bagaimana dia bisa membandingkan aroma tubuh Lyra dengan kebanyakan wanita lainnya.
“ Tentu saja tidak, tapi aku cenderung bisa merasakan aroma tubuh orang lain saat berada dekat denganku ” Ares berusaha membela dirinya karena nampaknya Lyra salah paham padanya.
Lyra masih menatap Ares dengan penuh selidik.
“ Aku sensitif terhadap aroma dan hidungku memiliki penciuman yang lebih kuat ” lanjut Ares menyakinkan Lyra.
“ Awas saja kalau itu tidak benar!! ” Lyra menancapkan garpu yang dipakainya ke meja.
Ares bergidik ngeri melihat tindakan mengancam Lyra.
“ Aku tidak akan membiarkan Anda hidup tenang!! ” Lyra mengores garpu itu hingga mengeluarkan suara.
“ Aku tidak mau ada wanita lain!! ” Lyra dengan cepat mengarahkan ujung garpu itu pada Ares seolah bersiap menikam pria itu.
Ares hanya dapat ternganga melihat itu.
“ Wah...tiba-tiba Nona manis ini berubah menyeramkan ” ujar Ares tak menyangka.
Lyra menurunkan garpu itu perlahan dan meletakkannya keras ke atas meja.
__ADS_1
“ Aku hanya memperingatkan, tapi kalau Anda memang penasaran dengan sisi jahatku. Tidak masalah bagiku untuk menunjukkannya ” Lyra mengoyangkan kepalanya sedikit.
Lalu kembali memakan makanannya.
Ares tertawa kagum melihat aksi Lyra, dia tidak habis pikir istrinya itu memiliki sisi berani seperti ini.
“ Kamu boleh melakukan itu kalau aku memang berbuat jahat padamu ” ujar Ares dengan masih tertawa.
Lyra memilih tidak menjawab pria itu.
Setelah menegak air di gelas itu, Lyra benar-benar merasa lega telah menyelesaikan makannya.
“ Ini ” Ares menyodorkan segelas susu padanya.
“ Kalau tahu Anda membuatkan susu untukku harusnya aku tidak meminum semua air itu tadi ” sesal Lyra karena setelah meminum air di gelas tadi perutnya terasa penuh.
“ Minumlah sedikit saja, itu penting untuk kesehatanmu ” pinta Ares.
Dengan malas Lyra meneguk susu itu, karena susu akan lebih baik diminum saat hangat dari pada dingin.
“ Pintar ” ucap Ares sambil membelai rambut Lyra karena dia menghabiskan susu itu.
“ Kenapa Anda memperlakukan aku seperti anak kecil begitu? ” Lyra merasa sedikit malu.
“ Karena bagiku kamu itu seperti bayi kecilku ”
Lyra hampir tergelak mendengar itu.
“ Oohh..baiklah karena aku seperti bayi bagi Anda, maka Tuan juga bisa jadi Ayah untukku ” ucap Lyra melenggang menjauh dari Ares.
“ Apa maksudnya kamu menganggapku ayah? ”
“ Akukan bayi, jadi ayah...” Lyra mengucapkannya seperti memanggil Ares.
“ Berhenti, Ly. Itu terdengar mengerikan ”
“ Kenapa Ayah? Bayi kecil ini hanya ingin memanggil Ayahnya? ” Lyra tertawa puas berhasil menjahili Ares.
“ Kau sedang menjahiliku ” tegas Ares namun tak dihiraukan Lyra, wanita itu berjalan menjauh dari Ares.
“ Ayah! ”
“ Ayah! Bayi kecil ini memanggil Ayahnya!! ”
Lyra terus melanjutkan tingkah jahilnya, sampai dia tergelak melihat wajah kesal Ares.
“ Sekarang coba panggil lagi! ” tegas Ares saat dia berhasil menyudutkan Lyra ke dinding sehingga wanita itu tidak bisa lari.
Jelas saja Lyra tak berani lagi, dia hanya menggelengkan kepala.
“ Kamu tidak akan memanggilku begitu lagi! ”
Lyra secepat kilat menganggukkan kepala.
“ Kalau kamu bayi kecilku, kamu hanya bisa memanggilku Daddy ” bisik Ares di telinga Lyra.
Lyra memejamkan matanya bergidik karena merasa geli.
“ Just call me Daddy....sekarang coba panggil! ” tegas Ares.
“ Daddy ” jawab Lyra cepat.
Ares tertawa puas lalu meninggalkan Lyra yang terdiam di sana.
“ Sebenarnya siapa yang dijahili disini? ” , sesal Lyra dalam hati.
“ **Mencintai berarti mengenali diri sendiri dalam diri orang lain" - Eckhart Tolle.
Happy Reading....
Mystorios_Writer🍒🍒**
__ADS_1