
“ Aku tidak mengajakmu karena kamu merasa mual jika dekat denganku! Aku juga tidak suka jika orang lain menatapmu seolah mereka menginginkanmu! Aku tidak suka hal itu! ” geram Ares.
“ Tapi ajaibnya sekarang kamu tidak mual sama sekali! ” lanjutnya.
Lyra mulai membenarkan ucapan Ares tidak mungkin juga dia ikut ke pesta kalau akan muntah jika didekat Ares. Tapi itu hanya kebohongan Lyra saja.
“ Terdengar seperti alasan yang bagus, cukup bagus sebagai pengalihan bahwa sebenarnya Mas mau pergi dengan Shakira ” Lyra tersenyum malas.
“ Itu bukan alasan, kebenarannya memang begitu. Sekarang aku malah lebih curiga mual hanya alasanmu untuk bisa menjauh dariku karena kamu dekat dengan pria itu! ”
“ Waw.. jadi Mas mau memancing pertengkaran, apa salahku jika waktu itu aku mual? Akhhh aku tidak bisa di tuduh seperti ini ” desah Lyra panjang.
“ Baiklah maaf aku tidak bermaksud menuduhmu berbohong. Aku hanya tidak bisa menerima kamu menjadi pasangan pria lain ” ucap Ares
“ Sudahlah Mas aku berpasangan dengan Pak Aslan hanya sebagai sekretaris tapi kamu- Akh Sudahlah ” Lyra menepis tangan Ares yang mencegatnya.
Lyra berjalan menjauh tapi dengan cepat Ares menariknya lagi. Ares menyudutkan Lyra ke dinding mengurungnya dengan tubuhnya.
“ Kamu pikir mau pergi kemana? ” tanyanya tepat di wajah Lyra. Dia menumpukkan kedua lengannya penghalang untuk Lyra agar tidak bisa pergi.
“ Aku akan kembali ke dalam ”
“ Aku bilang kamu tidak boleh pergi ke sana! ”
“ Apa salahnya aku pergi ke pesta itu? aku tidak pantas berada disana?! ”
“ Itu benar! ”
“ Kamu jahat sekali! Apa aku serendah itu?! Aku tidak pantas bergaul dengan orang-orang di sini karena mereka dari kalangan atas, atau penampilanku benar-benar memalukan menurutmu?! ” bentak Lyra
“ Kalau aku mengatakan sesuatu mengenai penampilanmu kau akan marah. Ya jelas aku tahu itu ”
“ Menurutmu aku tidak marah saat kau mengatakan penampilanku tidak pantas dan buruk! ” rutuk Lyra
“ Ya memang tidak pantas orang-orang di sini melihatmu dengan gaun yang begitu *****ng! Seksi! Sialnya kamu terlihat cantik sekali!! ” tegas Ares cepat kepada Lyra.
Lyra yang tadinya marah karena Ares mengatakan dia tidak pantas, seketika pipinya memerah mendengar pujian Ares yang sedikit frontal.
Lyra menatap manik mata Ares yang masih menunjukkan kemarahannya.
“ Siapa yang memberimu gaun ini?! ” tanya Ares sambil memegang kedua bahu polos Lyra.
“ Aku membelinya dengan kartu yang Mas kasih ” jawab Lyra terus menatap Ares dia senang pria itu terjebak ke permainannya.
“ Beruntunglah gaun ini tidak diberikan oleh baj*ngan itu! Kalau tidak aku sudah menariknya dari tubuhmu ”
“ Lalu membiarkan aku telanjang. Aneh! ” ejek Lyra
“ Kau bilang apa? tidak mungkin aku membiarkan itu ” ucap Ares
__ADS_1
“ Karena tidak ada masalah lagi apa bisa kita kembali ke pesta ” tekan Lyra
“ Kenapa kamu terus memaksa kembali ke pesta itu? ”
“ Aku mau tahu bagaimana rasanya berada di sana. Apa itu bahkan tidak di izinkan? ”
“ Bukan itu masalahnya?! ” rutuk Ares
“ Kalau begitu ayo pergi! Dari pada Mas mengeluh tak jelas tentang bajuku lebih baik cari cara menutupinya ” ucap Lyra lalu dia melanjutkan langkahnya menuju ruangan pesta.
“ Hufttt wanita itu ” desah Ares frustasi lalu dengan sedikit berlari dia menyusul Lyra. Ares meraih pinggang Lyra dan menggandengnya.
“ Kalau kamu ingin berada di pesta ini tetap di sampingku ” bisiknya pada Lyra.
Lyra tidak menjawab dia tetap fokus melihat ke depan.
Sekarang kamu harus mengakui pesonaku yang membuat para pria terus menatap ke arahku. Bukankah itu cukup menarik, batin Lyra.
Saat mereka tiba kembali ke ruangan pesta itu, acara sudah memasuki saat berdansa. Lampu di ruangan itu menjadi cukup redup dan musik yang mengalun lembut. Suasana yang benar-benar romantis.
Lyra tanpa sadar tersenyum, sejujurnya dia senang bisa merasakan suasana yang begitu romantis tersebut melihat pasangan-pasangan itu berdansa.
“ Ikut denganku ” ajak Ares menarik tangan Lyra menuju lantai dansa.
“ Ke-kenapa kita ke sini? ” tanya Lyra kikuk.
“ Mas?! ” ucap Lyra gugup bagaimana tidak tubuhnya benar-benar menempel cukup dekat dengan tubuh pria itu.
“ Apa? Kamu yang mengatakan agar aku mencari cara menutupimu. Ini caraku ” jawab Ares santai.
Lyra entah mengapa menjadi tidak tenang jantungnya seakan tidak bisa tenang. Apalagi saat matanya bertatapan dengan Ares.
“ Untuk siapa kamu berdandan secantik ini? ” tanya Ares lembut ke telinga Lyra.
“ Entahlah.. ” jawab Lyra meremang karena Ares masih belum menjauhkan wajahnya sehingga jelas Lyra dapat merasakan hembusan nafas pria itu di tengkuknya.
“ Sejak kapan kamu suka berpakaian seksi seperti ini? ” tanya Ares tapi tangannya tak tinggal diam dia mengusap lembut pipi Lyra.
“ Ti-tidak tahu ”
“ Wangi sekali..ini aroma rambut atau tubuhmu? ”
“ Ti-tidak tahu kenapa Mas menanyakan hal-hal aneh? ” ucap Lyra sambil memalingkan wajahnya saat Ares begitu dekat seakan menghirup aroma tubuhnya.
Ares mengerakkan kakinya mengajak Lyra untuk mengikuti langkahnya, sehingga mereka berdansa layaknya pasangan lainnya.
Ares menenggelamkan wajahnya ke ceruk leher Lyra, menciumi area tubuh Lyra tersebut.
“ Eughh ” legu Lyra menahan geli
__ADS_1
“ Hentikan Mas kamu tidak akan tahu kapan aku mendorongmu ” Lyra mengingat saat Ares menciumnya waktu itu.
Ares mendongakkan wajahnya menatap Lyra.
“ Kamu akan mendorongku lagi? ” ucapnya mendekat hingga ujung hidung mereka bersentuhan.
“ Bisa saja jadi jangan berbuat yang aneh-aneh ”
Ares tetap membiarkan posisi mereka tetap seperti itu, di pandanginya tubuh Lyra dari atas sampai bawah.
“ Sejak kapan mereka tumbuh menjadi sebesar ini? ”
“ Ya? ” pekik Lyra mendengar pertanyaan Ares yang sangat erotis.
“ Seingatku dulu mereka tidak seperti ini, sekarang itu nampak mendesak ”
“ Berhenti membicarakan hal itu apakah kamu tidak malu. Itu karena model bajunya ” ucap Lyra berusaha menghentikan Ares melanjutkan topik pembicaraan itu.
“ Ohh jadi seharusnya mereka di bebaskan dari baju yang mengekang ini ”
“ Mas! Dasar mesum! ” pekik Lyra memukul dada Ares pelan.
“ Apa salahku? Aku hanya mengatakan kebenarannya saja ”
“ Mengatakan hal-hal mesum seperti itu lagi aku akan segera mendorongmu saat itu juga ”
“ Mesum dengan istri sendiri salah ”
“ Istri? ” tanya Lyra penuh penekanan
“ Iya kamu belum sadar Nyonya Lyra Crimson. Kamu itu istriku ”
“ Tidak perlu mengatakan aku ini istrimu kalau Mas sendiri masih memikirkan wanita lain ”
“ Aku tidak mau kamu manfaatkan sebagai pemuas naf.su saja ” lanjutnya.
“ Wanita lain? Pemuas naf.su apa maksudnya? ” tanya Ares
“ Aku mengetahui semuanya tidak perlu berpura-pura ” desak Lyra
“ Pertama aku tidak memikirkan wanita lain. Kedua jangan bilang kamu aku manfaatkan sebagai pemuas naf.su sedangkan aku baru satu kali menidurimu. Atau kalau mau aku bisa menidurimu lagi baru pernyataan tadi benar ” ucap Ares masih tetap menggoda Lyra dengan perkataan-perkataan erotisnya.
“ Mas jangan pikir aku bodoh tidak tahu bahwa Shakira kekasihmu! Jadi berhenti bermain-main denganku! ” tegas Lyra
“ Shakira? Kekasihku?! ” tanya Ares bingung
"**Kamu penting bagiku dan aku tidak akan pernah membiarkan senyum indah itu memudar, aku akan selalu bersamamu, itulah janjiku."-Anonim
Mystorios_Writer 🌑🌑**
__ADS_1