Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Pembicaraan Berujung Amarah


__ADS_3

“ Kita bisa membuat banyak anak, sehingga rumah tidak akan sepi ” ujar Ares.


“ Hoek ” Lyra seketika keselek mendengar perkataan Ares tersebut dan segera meraih air di gelas dan meminumnya cepat.


“ Dasar! Anda pikir itu lucu! Punya anak banyak, yang ada enaknya untuk Tuan saja. Hamil anak satu saja belum selesai ” rutuk Lyra.


Ares tertawa mendengar itu.


“ Aku hanya mengatakan solusinya saja, kailau kamu tidak mau ya sudah aku bisa apa ”


Aku bisa apa! Aku bisa apa! Dia pikir hamil ama melahirkan itu mudah. Kalau cuma bikin mah gampang!, rutuk Lyra dalam hati.


“ Solusi itu hanya baik untuk Anda bukan untukku. Kalau kasih ide yang logis dong ” ucap Lyra.


“ Aku akan mempekerjakan beberapa pelayan di sini, jadi kamu tidak perlu merasa kesepian tinggal sendiri ” jelas Ares.


“ Benarkah? Baguslah kalau begitu ”


“ Aku juga tidak tenang meninggalkanmu sendiri di rumah, dan mengerjakan pekerjaan di sini sendiri ”


“ Baiklah terima kasih ” syukur Lyra.


Lalu selanjutnya mereka menyelesaikan makan dengan tenang.


Lyra mengambil piring bekas Ares dan peralatan makan lainnya untuk di cuci.


“ Letakkan saja, biar aku yang mencucinya ” Ares berkata dengan percaya diri dan menghampiri Lyra ke wastafel.


“ Anda nyakin bisa mencucinya? ” tanya Lyra tak nyakin.


“ Jangan meremehkan aku, pekerjaan seperti ini merupakan hal mudah ”


“ Ya sudah kalau begitu ” Lyra lalu menyingkir membiarkan Ares berdiri di depan wastafel.


Dengan santai Ares meraih spons cuci piring itu, lalu memegang piring itu dan menggosoknya dengan spons.


Lyra sedikit tercengang melihat itu.


“ Tuan...sabunnya, Anda mencucinya tanpa sabun ” Lyra berdecik.


“ Ahh...itu aku hanya untuk permulaan saja. Tentu saja harus pakai sabun ” Ares meraih botol sabun itu dan berusaha membukanya.


Lyra mencoba menahan tawa ketika Ares berusaha membuka botol sabun itu tapi tak berhasil karena dia tidak tahu.


“ Ada yang salah dengan sabun ini, tidak bisa di buka ” ucap Ares setelah memutar tutup sabun kuat.


“ Benar-benar ini tidak bisa dibuka. Nampaknya perusahaan sabun ini tidak melakukan pekerjaan dengan benar. Aku harus mengajukan protes pada mereka ” rutuk Ares.


Lyra tertawa melihat hal itu.


“ Berikan padaku ” Lyra meraih botol sabun itu dari tangan Ares.


“ Bukan sabunnya yang bermasalah, Anda saja yang tidak tahu cara membukanya ” ejek Lyra.

__ADS_1


“ Lalu apa kamu bisa? ” Ares bertanya seakan mencoba menantang Lyra.


Dengan cepat Lyra menarik saluran kecil di penutup botolnya.


“ Lihat ” ucap Lyra bangga sambil menuangkan sabun itu ke spons.


“ Ba-bagaimana bisa ” guman Ares malu.


“ Karena Tuan tidak tahu, sudahlah biar aku saja yang cuci. Akan lebih cepat jika aku melakukannya ”


Lyra lalu mencuci piring itu dan menyusunnya kembali ke tempatnya dengan rapi.


“ Aku bisa melakukan pekerjaan lain, mungkin karena sudah lama tidak pernah mengerjakannya saja ” Ares membela diri.


“ Iya...iya aku tahu. Setiap orang itu punya keahliannya masing-masing Tuan, hanya kalau Anda memang tidak bisa. Tidak perlu bilang bisa ”


Akhirnya Ares mendesah pasrah.


Lyra membawa buah yang telah selesai di bukanya dan berjalan ke ruang keluarga. Dia menyalakan televisi dan duduk menonton serial kesukaannya.


“ Hmmm ” desah Lyra puas setelah menikmati buah yang terasa manis itu.


“ Jadi selama tidak masuk kuliah kamu akan melakukan apa? ” tanya Ares setelah menghampiri Lyra.


“ Aku akan istirahat di rumah ” jawab Lyra sambil mengunyah buah di mulutnya.


“ Baguslah kalau begitu kamu memang harus banyak istirahat ”


“ Iya sebentar lagi akukan mau ngajuin skripsi, jadi harus persiapan tenaga dulu ”


“ Aku tidak mau lulus karena sogokan, jadi Tuan jangan pernah berpikir untuk melakukannya ” ujar Lyra memperingatkan.


“ Dasar! Sepertinya kepalamu dipenuhi pikiran negatif. Aku ingin membantumu dengan skripsi itu bukan mau membuatmu lulus cepat dengan menyuap ”


“ Ooo ” jawab Lyra singkat.


“ Kecuali kamu yang ingin cepat-cepat lulus dengan cara itu, karena mau secepatnya jadi istri yang baik ”


“ Ehh...ngasal aku bisa menyelesaikan skripsiku ” ucap Lyra mengerucutkan bibirnya.


“ Makanya aku tawarkan bantuan dari seseorang yang lulus dengan pujian Cum Laude ” Ares berbangga diri.


“ Cum Laude? Benar Anda itu lulus dengan pujian Cum Laude? ” tanya Lyra cepat.


“ Tentu saja. Kenapa baru tahu kalau suamimu itu seorang jenius sejati ”


“ Biasanya orang jenius itu tidak suka memuji dirinya sendiri ” ucap Lyra malas sebenarnya dia juga kagum mendengar fakta itu.


“ Itu namanya selflove ”


“ Ooh astaga tapi kalau berlebihan namanya narsis ” timpal Lyra.


“ Kamu nyakin tidak akan bosan hanya di rumah saja selama seminggu penuh ” tutur Ares.

__ADS_1


“ Sebenarnya aku juga pasti merasa bosan, tapi kalau aku ingin keluar bersama teman-temanku pun mereka saat ini sedang sibuk ”


“ Kalau kamu bosan bilang saja aku akan menyuruh seseorang untuk membawamu pergi ke tempat wisata misalnya ”


“ Tidak perlu aku juga tidak suka bepergian sendirian ”


“ Untuk saat ini aku tidak bisa menemanimu pergi banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan ”


“ Lagian siapa juga yang minta di temani oleh Anda ”


“ Ly, kenapa kamu tidak pernah berkunjung ke panti? ” tanya Ares.


Lyra terdiam karena Ares tiba-tiba menanyakan hal itu.


“ Sejak Nyonya Diandra meninggal sepertinya kamu tidak pernah mengunjungi panti lagi ” lanjut Ares.


“ Karena belum sempat saja, begitu banyak yang terjadi. Sampai tidak pernah ada waktu yang cukup untuk pergi ke sana ” ucap Lyra beralasan.


“ Benar karena hal itu, lalu minggu ini kamu tidak berniat pergi ke sana. Bukankah seminggu ini kamu senggang? ”


“ Aku akan pikirkan nanti ”


“ Bukan karena hal itukan, sebenarnya karena alasan apa kamu tidak pergi ke panti? Kamu sudah tidak peduli lagi dengan panti itu setelah Nyonya Diandra meninggal ”


“ Bagaimana Anda bisa beramsumsi seperti itu? A-aku hanya tidak sempat saja, sudah aku katakan ”


“ Kamu tidak seperti ini, dulu saja saat aku melarangmu kamu mencuri-curi waktu untuk pergi diam-diam ke panti. Akan sangat jelas kamu berbohong mengatakan alasan itu ” ujar Ares.


Lyra menarik napasnya kuat menahan air matanya yang mulai mengenang.


“ Aku akan pergi ke panti...ya segera ” ucapnya.


“ Segera itu kapan? ”


“ Kenapa Anda seperti ini? Aku sudah katakan aku pasti pergi ke panti, masalah kapan itu urusanku ”


“ Aku tahu kamu nampaknya memiliki masalah akan hal itu.”


“ Apa yang Anda tahu? Kenapa menebak sesuka hati Tuan saja? ” Mata Lyra mulai memerah dengan air mata yang tertahan.


“ Kamu berusaha menyembunyikannya Lyra, aku tahu karena kamu dulu sangat peduli dengan panti itu tidak seperti sekarang ”


“ Sekarang aku bagaimana? Tidak peduli terhadap panti? ” tanya Lyra sedikit meninggi.


“ Bukan itu maksudku ” bantah Ares.


“ Dengar Tuan, aku mengorbankan segalanya untuk panti itu. Aku memilih menikah dengan Anda demi panti itu. Apa aku terlihat seperti orang yang tidak peduli? ” Ares menghela napasnya.


“ Agar Anda tahu aku ini orang yang sangat mempedulikan panti itu ” ucap Lyra lalu dia berlalu meninggalkan Ares di sana.


Ares membuang napasnya kasar.


“ Selalu seperti ini....ujung-ujungnya kemarahan yang terjadi. Padahal aku sudah berusaha membicarakannya sebaik mungkin ” rutuk Ares dengan ******* panjang.

__ADS_1


“ **Sebenarnya tidak ada kata yang salah, hanya saja penempatan dan nada kita bicara yang menentukan makna kalimat ”-Mystorios_Writer


Mystorios_Writer 🌋🌋**


__ADS_2