
“ Kita bisa membuat banyak anak, sehingga rumah tidak akan sepi ” ujar Ares.
“ Hoek ” Lyra seketika keselek mendengar perkataan Ares tersebut dan segera meraih air di gelas dan meminumnya cepat.
“ Dasar! Anda pikir itu lucu! Punya anak banyak, yang ada enaknya untuk Tuan saja. Hamil anak satu saja belum selesai ” rutuk Lyra.
Ares tertawa mendengar itu.
“ Aku hanya mengatakan solusinya saja, kailau kamu tidak mau ya sudah aku bisa apa ”
Aku bisa apa! Aku bisa apa! Dia pikir hamil ama melahirkan itu mudah. Kalau cuma bikin mah gampang!, rutuk Lyra dalam hati.
“ Solusi itu hanya baik untuk Anda bukan untukku. Kalau kasih ide yang logis dong ” ucap Lyra.
“ Aku akan mempekerjakan beberapa pelayan di sini, jadi kamu tidak perlu merasa kesepian tinggal sendiri ” jelas Ares.
“ Benarkah? Baguslah kalau begitu ”
“ Aku juga tidak tenang meninggalkanmu sendiri di rumah, dan mengerjakan pekerjaan di sini sendiri ”
“ Baiklah terima kasih ” syukur Lyra.
Lalu selanjutnya mereka menyelesaikan makan dengan tenang.
Lyra mengambil piring bekas Ares dan peralatan makan lainnya untuk di cuci.
“ Letakkan saja, biar aku yang mencucinya ” Ares berkata dengan percaya diri dan menghampiri Lyra ke wastafel.
“ Anda nyakin bisa mencucinya? ” tanya Lyra tak nyakin.
“ Jangan meremehkan aku, pekerjaan seperti ini merupakan hal mudah ”
“ Ya sudah kalau begitu ” Lyra lalu menyingkir membiarkan Ares berdiri di depan wastafel.
Dengan santai Ares meraih spons cuci piring itu, lalu memegang piring itu dan menggosoknya dengan spons.
Lyra sedikit tercengang melihat itu.
“ Tuan...sabunnya, Anda mencucinya tanpa sabun ” Lyra berdecik.
“ Ahh...itu aku hanya untuk permulaan saja. Tentu saja harus pakai sabun ” Ares meraih botol sabun itu dan berusaha membukanya.
Lyra mencoba menahan tawa ketika Ares berusaha membuka botol sabun itu tapi tak berhasil karena dia tidak tahu.
“ Ada yang salah dengan sabun ini, tidak bisa di buka ” ucap Ares setelah memutar tutup sabun kuat.
“ Benar-benar ini tidak bisa dibuka. Nampaknya perusahaan sabun ini tidak melakukan pekerjaan dengan benar. Aku harus mengajukan protes pada mereka ” rutuk Ares.
Lyra tertawa melihat hal itu.
“ Berikan padaku ” Lyra meraih botol sabun itu dari tangan Ares.
“ Bukan sabunnya yang bermasalah, Anda saja yang tidak tahu cara membukanya ” ejek Lyra.
__ADS_1
“ Lalu apa kamu bisa? ” Ares bertanya seakan mencoba menantang Lyra.
Dengan cepat Lyra menarik saluran kecil di penutup botolnya.
“ Lihat ” ucap Lyra bangga sambil menuangkan sabun itu ke spons.
“ Ba-bagaimana bisa ” guman Ares malu.
“ Karena Tuan tidak tahu, sudahlah biar aku saja yang cuci. Akan lebih cepat jika aku melakukannya ”
Lyra lalu mencuci piring itu dan menyusunnya kembali ke tempatnya dengan rapi.
“ Aku bisa melakukan pekerjaan lain, mungkin karena sudah lama tidak pernah mengerjakannya saja ” Ares membela diri.
“ Iya...iya aku tahu. Setiap orang itu punya keahliannya masing-masing Tuan, hanya kalau Anda memang tidak bisa. Tidak perlu bilang bisa ”
Akhirnya Ares mendesah pasrah.
Lyra membawa buah yang telah selesai di bukanya dan berjalan ke ruang keluarga. Dia menyalakan televisi dan duduk menonton serial kesukaannya.
“ Hmmm ” desah Lyra puas setelah menikmati buah yang terasa manis itu.
“ Jadi selama tidak masuk kuliah kamu akan melakukan apa? ” tanya Ares setelah menghampiri Lyra.
“ Aku akan istirahat di rumah ” jawab Lyra sambil mengunyah buah di mulutnya.
“ Baguslah kalau begitu kamu memang harus banyak istirahat ”
“ Iya sebentar lagi akukan mau ngajuin skripsi, jadi harus persiapan tenaga dulu ”
“ Aku tidak mau lulus karena sogokan, jadi Tuan jangan pernah berpikir untuk melakukannya ” ujar Lyra memperingatkan.
“ Dasar! Sepertinya kepalamu dipenuhi pikiran negatif. Aku ingin membantumu dengan skripsi itu bukan mau membuatmu lulus cepat dengan menyuap ”
“ Ooo ” jawab Lyra singkat.
“ Kecuali kamu yang ingin cepat-cepat lulus dengan cara itu, karena mau secepatnya jadi istri yang baik ”
“ Ehh...ngasal aku bisa menyelesaikan skripsiku ” ucap Lyra mengerucutkan bibirnya.
“ Makanya aku tawarkan bantuan dari seseorang yang lulus dengan pujian Cum Laude ” Ares berbangga diri.
“ Cum Laude? Benar Anda itu lulus dengan pujian Cum Laude? ” tanya Lyra cepat.
“ Tentu saja. Kenapa baru tahu kalau suamimu itu seorang jenius sejati ”
“ Biasanya orang jenius itu tidak suka memuji dirinya sendiri ” ucap Lyra malas sebenarnya dia juga kagum mendengar fakta itu.
“ Itu namanya selflove ”
“ Ooh astaga tapi kalau berlebihan namanya narsis ” timpal Lyra.
“ Kamu nyakin tidak akan bosan hanya di rumah saja selama seminggu penuh ” tutur Ares.
__ADS_1
“ Sebenarnya aku juga pasti merasa bosan, tapi kalau aku ingin keluar bersama teman-temanku pun mereka saat ini sedang sibuk ”
“ Kalau kamu bosan bilang saja aku akan menyuruh seseorang untuk membawamu pergi ke tempat wisata misalnya ”
“ Tidak perlu aku juga tidak suka bepergian sendirian ”
“ Untuk saat ini aku tidak bisa menemanimu pergi banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan ”
“ Lagian siapa juga yang minta di temani oleh Anda ”
“ Ly, kenapa kamu tidak pernah berkunjung ke panti? ” tanya Ares.
Lyra terdiam karena Ares tiba-tiba menanyakan hal itu.
“ Sejak Nyonya Diandra meninggal sepertinya kamu tidak pernah mengunjungi panti lagi ” lanjut Ares.
“ Karena belum sempat saja, begitu banyak yang terjadi. Sampai tidak pernah ada waktu yang cukup untuk pergi ke sana ” ucap Lyra beralasan.
“ Benar karena hal itu, lalu minggu ini kamu tidak berniat pergi ke sana. Bukankah seminggu ini kamu senggang? ”
“ Aku akan pikirkan nanti ”
“ Bukan karena hal itukan, sebenarnya karena alasan apa kamu tidak pergi ke panti? Kamu sudah tidak peduli lagi dengan panti itu setelah Nyonya Diandra meninggal ”
“ Bagaimana Anda bisa beramsumsi seperti itu? A-aku hanya tidak sempat saja, sudah aku katakan ”
“ Kamu tidak seperti ini, dulu saja saat aku melarangmu kamu mencuri-curi waktu untuk pergi diam-diam ke panti. Akan sangat jelas kamu berbohong mengatakan alasan itu ” ujar Ares.
Lyra menarik napasnya kuat menahan air matanya yang mulai mengenang.
“ Aku akan pergi ke panti...ya segera ” ucapnya.
“ Segera itu kapan? ”
“ Kenapa Anda seperti ini? Aku sudah katakan aku pasti pergi ke panti, masalah kapan itu urusanku ”
“ Aku tahu kamu nampaknya memiliki masalah akan hal itu.”
“ Apa yang Anda tahu? Kenapa menebak sesuka hati Tuan saja? ” Mata Lyra mulai memerah dengan air mata yang tertahan.
“ Kamu berusaha menyembunyikannya Lyra, aku tahu karena kamu dulu sangat peduli dengan panti itu tidak seperti sekarang ”
“ Sekarang aku bagaimana? Tidak peduli terhadap panti? ” tanya Lyra sedikit meninggi.
“ Bukan itu maksudku ” bantah Ares.
“ Dengar Tuan, aku mengorbankan segalanya untuk panti itu. Aku memilih menikah dengan Anda demi panti itu. Apa aku terlihat seperti orang yang tidak peduli? ” Ares menghela napasnya.
“ Agar Anda tahu aku ini orang yang sangat mempedulikan panti itu ” ucap Lyra lalu dia berlalu meninggalkan Ares di sana.
Ares membuang napasnya kasar.
“ Selalu seperti ini....ujung-ujungnya kemarahan yang terjadi. Padahal aku sudah berusaha membicarakannya sebaik mungkin ” rutuk Ares dengan ******* panjang.
__ADS_1
“ **Sebenarnya tidak ada kata yang salah, hanya saja penempatan dan nada kita bicara yang menentukan makna kalimat ”-Mystorios_Writer
Mystorios_Writer 🌋🌋**