Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Bertemu Kembali


__ADS_3

Hari ini dosen membatalkan jadwal pembelajaran, sehingga pukul 9 pagi Lyra masih tetap bermalas-malasan di atas sofa. Dia menonton serial kesukaannya, sambil memakan buah anggur yang ada di meja.


Tring tring tring๐ŸŽถ


Dengan malas Lyra meraih hpnya yang berbunyi, di bacanya nama yang tertera di sana.


โ€œ Halo Shera โ€ sapanya begitu menjawab telpon itu.


โ€œ Halo Lyra, kau sedang apa? โ€ jawab Shera dari seberang.


โ€œ Aku hanya sedang menonton TV โ€


โ€œ Oh Lyra aku ingin mengajakmu keluar, ayo pergi jalan-jalan denganku, kau mau kan? โ€


โ€œ Kita akan pergi ke mana? โ€


โ€œ Ya hanya pergi ke mall saja dan kalau kau mau kita bisa pergi ke bioskop. Kau ikut ya aku sangat bosan jika harus pergi sendiri โ€


โ€œ Baiklah aku akan bersiap kalau begitu โ€


โ€œ Okay kita bertemu di mall M. Aku akan menunggumu โ€ jawab Shera riang.


โ€œ Okay โ€


Lalu panggilan itu di akhiri.


Lyra beranjak dari sofa, dan segera masuk ke kamarnya untuk mandi. Setelah sekitar setengah jam dia sudah keluar dari apartemen menunggu taksi online yang dipesannya. Begitu taksi itu tiba dia segera memerintahkan untuk mengantarkannya ke mall M.


Turun dari taksi, Lyra telah tiba di depan mall, diambilnya hpnya dan menelpon Shera.


โ€œ Shera apa kau sudah tiba di mall? โ€


โ€œ Sudah, aku menunggu di cafe mall. Datanglah kemari โ€


โ€œ Okay โ€


Lyra lalu berjalan masuk menuju cafe yang di maksud Shera.


โ€œ Lyra sebelah sini! โ€ panggil Shera sambil melambai begitu melihat Lyra.


โ€œ Kau sudah lama menunggu โ€ ucap Lyra setelah dia duduk berhadapan dengan Shera.


โ€œ Belum, aku juga baru saja tiba. Bagaimana kalau kita makan dulu? โ€


โ€œ Boleh, tapi aku pesan makanan ringan saja tadi pagi aku makan banyak โ€


โ€œ Okay tunggu sebentar ya. Aku pesankan dulu โ€


Selang beberapa menit Shera kembali lagi.


โ€œ Aku sangat bosan harus berada di rumah seharian ini, seharusnya kita bisa menghabiskan waktu dengan kuliah, tapi dosen kita mengganti jadwal โ€ ucap Shera


โ€œ Kau benar, aku juga hanya menghabiskan waktu dengan bermalas-malasan. Baguslah kau mengajakku keluar โ€


โ€œ Untung kau juga berpikir begitu, oh iya hampir lupa โ€


Shera mengeluarkan sesuatu dari tasnya dan menyerahkannya pada Lyra.


โ€œ Ambillah โ€


โ€œ Apa ini? โ€


โ€œ Biskuit khusus ibu hamil, jika kau memakannya di pagi hari membantu meredakan morning sickness โ€


โ€œ Benarkah? tapi aku tidak mengalami morning sickness โ€


โ€œ Wahh berarti kau salah satu yang beruntung hahha Eslin yang menyarankan aku memberikannya โ€


โ€œ Ohh sampaikan terima kasihku padanya, aku akan memakannya โ€ balas Lyra tersenyum dia senang mereka begitu perhatian padanya.

__ADS_1


โ€œ Lalu bagaimana dengan mengidam? kau tidak pernah ingin memakan sesuatu misalnya โ€


โ€œ Aku tidak tahu apa itu di sebut mengidam, tapi aku suka buah anggur baru-baru ini โ€


โ€œ Baguslah bayimu tidak menginginkan yang sulit di dapatkan โ€


โ€œ Ya kau benar โ€


Pembicaraan Lyra dan Shera terhenti ketika pesanan mereka telah tiba.


โ€œ Wuuw akhirnya pesanannya datang aku sangat lapar โ€ seru Shera riang.


Lyra tersenyum melihat itu, dia sangat menyukai Shera yang selalu ceria.


Tidak beberapa lama mereka telah menyelesaikan makannya.


โ€œ Ayo pergi berbelanja, aku ingin membeli beberapa pakaian โ€


Lyra mengganguk, lalu mengikuti berjalan di samping Shera. Mereka asik mengobrol dan melihat-lihat barang yang di pajang di sana.


โ€œ Lyra coba lihat ini โ€


Lyra lalu menghampiri Shera dan melihat pakaian yang di tunjukkannya.


โ€œ Kau harus membeli baju ini, pasti sesuai untukmu โ€


โ€œ Ta-tapi Shera itu masih terlalu awal untuk membeli baju hamil, perutku saja belum terlihat โ€ ucap Lyra sambil tersenyum canggung dia merasa aneh membeli baju yang harusnya dipakai oleh seseorang yang sudah hamil besar.


โ€œ Benarkah? menurutku tidak apa-apa kau mengenakan ini dari awal โ€


โ€œ Ya? ehh tidak tidak โ€ Lyra menggeleng keras.


โ€œ Aku akan membelinya ketika sudah sesuai dengan usia kandunganku โ€ ucap Lyra berusaha menyakinkan Shera.


โ€œ Baiklah, tapi bisa saja kau nanti tidak menemukan model yang seperti ini โ€


โ€œ Pasti ada kok, ayo โ€


Shera memilih pakaian yang akan di belinya dan juga beberapa barang lainnya. Lyra hanya mengambil beberapa pasang sepatu snickers.


โ€œ Benar kau cuma akan membeli sepatu? โ€ tanya Shera ketika dilihatnya Lyra hanya memilih sepatu.


โ€œ Ya soalnya kaki suka sakit jika harus memakai heels, makanya aku memutuskan akan mengenakan sepatu snickers saja โ€


โ€œ Ohhh โ€ ucap Shera mengerti mungkin itu disebabkan kehamilannya.


Mereka lalu membayar belanjaan mereka.


โ€œ Kita akan pergi ke bioskop? โ€ tanya Lyra setelah mereka selesai.


โ€œ Tentu saja, sekarang ada film yang baru rilis โ€ balas Shera antusias.


Tring tring tring ๐ŸŽถ


Tiba-tiba handphone Shera berbunyi dia segera


merogoh hpnya yang ada di tas. Sebentar dia menjauh dari Lyra menjawab panggilan telepon itu. Beberapa menit kemudian dia menghampiri Lyra yang menunggunya.


โ€œ Sepertinya aku tidak bisa ikut ke bioskop, tiba-tiba aku ada urusan penting. Aku benar-benar minta maaf Lyra โ€ ucapnya tergesa-gesa.


โ€œ Iya tidak apa-apa, kita bisa melakukannya lain waktu. โ€


โ€œ Maaf ya. Kalau begitu aku akan pulang duluan โ€


Lyra lalu mengikuti Shera sampai di area parkir, Shera mengeluarkan motornya.


โ€œ Lyra maaf karena tidak bisa mengantarmu aku pergi dulu ya โ€ ucap Shera dari atas motornya.


โ€œ Ya tidak perlu khawatir pergilah โ€ balas Lyra sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


Shera lalu melesat pergi dengan motornya. Lyra memutuskan untuk pulang, oleh karena itu dia memesan taksi. Dia berdiri menunggu taksi pesanannya datang.


Tiba-tiba sebuah mobil hitam berhenti tepat di depannya, dia tidak mengenali mobil itu. Pintu mobil terbuka dan seseorang keluar dari sana. Lyra tercengang melihat siapa yang ada didepannya saat ini.


โ€œ Lyra โ€ sapa orang itu.


โ€œ Tu-tuan Ares โ€ gumannya.


Ares berjalan semakin dekat ke arahnya, sontak Lyra menjauhkan dirinya. Dia masih memiliki rasa trauma dan ketakutan terhadap pria itu.


โ€œ Lyra aku ingin bicara denganmu โ€ ucap Ares yang melihat Lyra menjauh darinya.


Lyra menggeleng, dia makin menjauh dari Ares seketika melihat pria itu membuatnya panik.


โ€œ Aku benar-benar harus bicara denganmu โ€


Ares mengerti kenapa Lyra tidak mau bertemu dengannya, gadis itu ketakutan melihat Ares.


Lyra kalang kabut mencari cara menjauh dari Ares, hingga akhirnya sebuah taksi berhenti tak jauh dari belakang mobil Ares, nampaknya itu taksi yang dipesan oleh Lyra. Melihat itu Lyra segera lari menghambur masuk ke taksi dan segera pergi.


โ€œ Lyra! Lyra! tunggu dulu โ€ panggil Ares namun tak dihiraukan.


โ€œ Ohh! Sial nampaknya dia tidak mau bertemu denganku โ€ geram Ares.


Dia berniat mengejar Lyra, tapi itu akan percuma saja walaupun dia menyusul Lyra kalau wanita itu tetap tak mau bicara dengan Ares.


Karena pertemuannya dengan Lyra tidak berjalan lancar Ares memutuskan kembali ke rumahnya.


* * *


Lyra meremas kuat pinggiran gaunnya, dia syok dan ketakutan. Dia berusaha menenangkan dirinya.


Aku belum sanggup bertemu dia. Setelah semua yang dilakukannya baru hari ini dia datang. Dari mana saja dia selama ini, pikir Lyra.


Lyra turun dari taksi dan berjalan masuk ke apartemennya, dia lega Ares tidak menyusulnya sampai kemari.


* * *


Setelah sampai di rumah Ares merebahkan dirinya dikasurnya, kepalanya di penuhi bayang-bayang Lyra. Teringat lagi olehnya saat pertama dia bertemu wanita itu, dan bagaimana hari ini setelah sekian lama dia melihatnya lagi banyak yang berubah darinya.


โ€œ Kak apa aku boleh masuk? โ€ terdengar suara Adhisti dari balik pintu.


Ares bangun dan duduk di ranjangnya.


โ€œ masuklah โ€ balasnya.


Adhisti lalu membuka pintu dan masuk menemui kakaknya.


โ€œ Ada apa? โ€ tanya Ares


โ€œ Kakak sudah bertemu dengan Lyra? โ€


โ€œ Hmm โ€


โ€œ Semuanya baik-baik saja? โ€ tanya Adhisti penasaran melihat ekspresi kakaknya.


โ€œ Tidak, dia sepertinya tidak suka bertemu denganku, bahkan belum sempat mengobrol dia sudah pergi โ€


โ€œ Aku khawatir pada Lyra, dia harus menghadapi semua itu karena aku โ€


โ€œ Kakak akan mencoba menemuinya lagi โ€


โ€œ Jangan terlalu memaksa atau bersifat kasar padanya, sepertinya dia masih sangat terpukul karena kematian ibunya โ€


โ€œ Iya โ€


Adhisti lalu meninggalkan Ares sendirian.


Seharusnya aku tidak melakukan hal itu padanya, batin Ares.

__ADS_1


"**Belajarlah membahagiakan orang lain selain dirimu. Belajarlah, walau hanya dengan menjaga mulut untuk tak menyakiti orang-orang di sekitarmu." - Opick


Mystorios_Writer๐Ÿ”ฑ**


__ADS_2