
“ Akh! ” teriak Lyra mendorong Ares keras
Ares membeku ketika Lyra mendorongnya saat mereka sedang berciuman seperti itu.
“ Maaf ” ucap Lyra lalu berlari ke kamarnya. Terdengar suara pintu yang di tutup keras di belakangnya. Lyra mengunci pintu itu cepat, dia terduduk di kasurnya lemas. Air matanya mulai berjatuhan.
Lyra tidak tahu apa yang di rasakannya saat ini tapi hatinya terasa sakit ada rasa bersalah.
Dia memukuli pelan dadanya yang terasa sesak.
Suara isakan mulai keluar dari mulutnya walaupun sekeras apa dia mencoba meredam.
“ Aku tidak bisa hiks sa-saat aku menutup mataku bayangan saat malam itu dia memaksaku hiks kembali datang dan membuatku takut ” isak Lyra
“ Hiks aku tidak tahu tapi hatiku terasa sakit melihat betapa kecewanya dia hiks saat aku mendorongnya ” tangis Lyra.
Lyra terus menangis sendirian di kamar itu.
Sementara Ares segera pergi dari rumah, dia melajukan mobilnya menembus jalanan malam. Dia merasa butuh udara segar untuk menenangkan pikirannya.
Ares merasa sangat bersalah melihat betapa terlukanya Lyra saat dia mengatakan maaf. Awalnya Ares memang terkejut sekaligus kecewa ketika Lyra mendorongnya tiba-tiba, tapi setelah menyadari Lyra seperti itu karena traumanya. Dan penyebab trauma itu Ares sendiri.
Dia benar-benar merasa bersalah, hingga bahkan tidak sanggup harus bertemu dengan Lyra saat itu.
* * *
Lyra bangun dari tidurnya, dia enggan keluar dari kamar membayangkan Ares ada di sana. Dia tidak tahu harus berekspresi seperti apa pada pria itu.
Akhirnya Lyra membatalkan rencananya untuk pergi ke kampus, dia memilih mengirimkan laporan yang harus diberikannya melalui email. Lalu dia melanjutkan mandi, lama dia merendam dirinya dalam bath up.
“ Aku akan minta maaf lagi ” gumannya pelan setelah dia selesai merias diri. Perlahan dia berjalan keluar dari kamarnya.
Setelah melihat Ares tidak berada di ruang keluarga, memberanikan diri Lyra memeriksa ke kamar pria itu.
“ Tidak ada ” ucapnya begitu mendapati kamar yang kosong.
“ Apa dia sudah pergi? Ini baru jam 8 biasanya dia belum berangkat. Apa dia masih marah? ” gumam Lyra bertanya-tanya.
__ADS_1
Terpaksa Lyra menerima keadaan bahwa Ares tentu saja marah atau muak padanya sehingga memilih untuk tidak bertemu.
Lyra mengunyah roti di tangannya dengan malas. Tiba-tiba hpnya berbunyi karena ada pesan yang masuk. Dengan malas di meraih ponselnya dan membaca pesan yang ada di sana.
Segera Lyra mempercepat makannya, lalu bergegas ke kamar. Dia dengan cepat berganti pakaian, memakai sepatunya dan bergegas keluar.
Beberapa menit kemudian taksi yang di pesannya telah tiba, tak menunggu lama Lyra melesat pergi bersama taksi itu.
* * *
“ Aku di suruh langsung ke ruangan Pak Aslan? ” tanya Lyra lagi memastikan pada Resepsionis itu.
“ Iya Nona Lyra silakan masuk ” jawab sang Resepsionis.
Lyra lalu melanjutkan langkahnya. Begitu membaca pesan yang diberikan Aslan padanya mengatakan padanya jika dia sudah sembuh agar secepatnya menemuinya di kantor. Lyra segera datang karena dia merasa kondisinya sudah cukup baik.
Ketika dia sudah sampai di depan ruangan itu dia mengetuk pintu.
“ Masuk ” jawab seseorang dari dalam, dan dapat Lyra pastikan itu suara Aslan.
“ Selamat Pagi Pak ” sapanya ketika sudah masuk, ketika melihat Robert ada disana juga dia menyapa lagi.
“ Pagi ” balas Robert singkat
“ Duduklah ” perintah Aslan.
Lyra menurut saja dia lalu duduk di kursi di depan Aslan. Robert saat itu tengah berdiri di sisi meja Aslan dapat di bilang kita mereka berdua berhadapan langsung dengan Lyra.
“ Lyra aku tidak akan berlama-lama, sebenarnya apa alasanmu bekerja di sini? ” tanya Aslan kaku dimana biasanya sikapnya tidak seperti itu.
Lyra sedikit terkejut mendengar pertanyaan itu tapi dia berusaha tenang dan menjawabnya.
“ Sama seperti saat saya ditanyai pada wawancara Pak, saya bekerja di sini karena ingin segera menyelesaikan tugas magang kuliah. Dimana perusahaan ini memiliki kualifikasi yang sesuai dengan target saya ” jawabnya.
Aslan nampak tidak puas mendengar jawaban Lyra.
“ Lalu untuk apa seseorang yang sudah menikah harus memaksakan diri untuk bekerja yang dimana sebenarnya itu tidak kamu perlukan ” tegas Aslan
__ADS_1
“ Maaf Pak tapi saya tidak paham maksud Anda , saya bekerja di sini karena saya benar-benar memerlukan pekerjaan ini ”
“ Aku lebih tidak paham mengapa kamu bekerja di sini saat kau sudah menikah, bahkan sampai membahayakan diri mengalami penculikan sedang seharusnya kamu bisa pergi ke suamimu ” ucap Aslan tanpa pikir panjang.
Lyra jelas merasa tersakiti mendengar semua perkataan Aslan.
“ King! Itu sedikit berlebihan ” tegur Robert
“ Sebenarnya yang menjadi masalah di sini itu pernikahanku, atau kehamilan ku, atau bahkan karena siapa suamiku. Maaf Pak tapi aku tidak pernah berbohong apa pun aku memberitahu aku sudah menikah dan benar saat ini aku sedang hamil ” jelas Lyra penuh penekanan.
“ Lalu bagaimana kalau ini karena suamimu? Seorang istri Ares Crimson di kirim bekerja di sini untuk memata-matai perusahaan ini karena Founding Company adalah saingan bisnis untuk Ares Crimson, hingga dia memanfaatkan istrinya ”
“ King! Cukup itu sudah kelewatan! Dengar, Ly. Tidak usah hiraukan dia kebanyakan melantur ”
Tapi Lyra merasa perkataan Aslan sudah sangat keterlaluan. Dia berdiri dari duduknya.
“ Memata-matai perusahaan ini? Dimanfaatkan? Bukankah Anda sudah melewati batas, bukan hanya menghinaku tapi Anda juga menghina suamiku. Dan ya benar Ares Crimson adalah suamiku. Dia suamiku! ” tekan Lyra kesabarannya mulai habis.
“ Lyly tenanglah bersabar dulu ” lerai Robert berusaha menghentikan Lyra
“ Aku tidak bisa tenang mendengar semua ini aku harus luruskan sesuatu di sini. Aku bekerja di sini karena aku sendiri yang memilih bekerja di perusahaan ini, perkataan Anda yang mengatakan aku di kirim oleh suamiku jelas salah dan mengatakan aku di manfaatkan suamiku untuk memata-matai perusahaan ini lebih tidak bisa ku terima! ”
“ Suamiku bahkan tidak pernah menanyakan apa yang aku kerjakan di perusahaan ini, dia tidak tahu aku bekerja untuk posisi apa dia tidak tahu. Bahkan saat aku diculik seharusnya dia bebas menanyaiku tentang pekerjaan ini karena apa aku diculik. Tapi tidak sekalipun dia menanyakan itu. Aku akan tegaskan ini sepertinya Anda telah salah paham berpikir suamiku menganggap perusahaan ini sebagai saingan bisnisnya ” lanjut Lyra
Aslan serasa di tusuk di dadanya saat mendengar itu, setelah semua yang di pikirkannya semua telah di rencanakan oleh Ares tapi mendengar penuturan Lyra dia tidak tahu harus berkata apa.
Lyra menghela nafas panjang.
“ Saat aku di terima bekerja di sini walaupun aku telah menikah dan sedang mengandung. Membuatku benar-benar senang, aku berpikir perusahaan ini benar-benar berotoritas tinggi tak mementingkan fakta itu. Tapi fokus pada kemampuan bekerja seseorang. Tak menyangka ternyata aku salah ini bahkan lebih buruk. Maaf Pak tapi aku benar-benar tak masalah jika di keluarkan dari perusahaan Anda ” ucap Lyra kemudian dia berjalan cepat keluar dari ruangan itu.
“ Lyly! Lyly! Lyra tunggu sebentar ” cegat Robert
“ Permisi Pak ” ucap Lyra tak menghiraukan Robert dia tetap berjalan pergi dari ruangan itu.
“ King! Apa yang kau lakukan?! Kau benar-benar seperti seorang baj*ngan! Apa menurutmu tindakanmu tadi menghina Lyra seperti itu hebat atau keren? Persetan! ” maki Robert
“ Aku juga tidak mengerti kenapa bisa mengatakan semua itu ” sesal Aslan, lalu dengan cepat dia berlari berusaha mengejar Lyra.
__ADS_1
"**Cinta selalu saja misterius. Jangan diburu-buru, atau kau akan merusak jalan ceritanya sendiri" - Tere Liye
Mystorios_Writer🌛🌛**