
“ Shakira? Kekasihku?! ” tanya Ares bingung
Lyra membuang mukanya mulai muak karena Ares masih berusaha menutup-nutupi hal itu.
“ Hei Lyra lihat aku ” ucap Ares sambil menahan wajah Lyra agar menghadap padanya.
“ Siapa yang mengatakan Shakira kekasihku? ” tanyanya.
“ Gavrill ” jawab Lyra tapi masih tidak mau menatap Ares
“ Gavrill? Aku akan membunuh bocah bermulut besar itu ”
“ Tidak perlu menghukumnya aku yang menanyakan itu padanya ”
“ Lalu dia mengatakan padamu Shakira kekasihku dan kau langsung percaya ”
“ Seandainya dia tidak bilang pun, aku juga percaya kalau Shakira itu kekasihmu! ” geram Lyra
“ Kenapa kau berpikir Shakira kekasihku? ”
“ Pertanyaan bodoh apa itu? Apa aku orang bodoh yang tidak bisa menebak saat seorang wanita memanggil sayang kepada pria itu lalu memeluk bahkan menciumnya ”
“ Jadi? ”
“ Mas berkata jadi. Ya itu sudah menjelaskan semuanya, tidak perlu menyangkal lagi ”
“ Karena Shakira memanggil aku dengan sebutan sayang, memeluk, lalu menciumku kamu menyebut dia kekasihku. Tapi sayangnya dia bukan kekasihku ” ucap Ares santai
“ Oh! Aku salah baiklah berarti tidak masalah jika aku memeluk atau mencium pria lain toh dia bukan kekasihku! ” pekik Lyra dia tetap harus meredam suaranya karena mereka berada di keramaian.
“ Jangan pernah melakukan itu atau aku akan membunuh siapa pun pria itu ” ancam Ares
“ Kamu akan bilang aku ini istrimu, aku milikmu dan tidak seharusnya di sentuh pria lain bla bla bla . Lalu kamu apa pria beristri yang bebas di sentuh wanita lain? ”
“ Aku tidak pernah membiarkan wanita lain menyentuhku. Dengar Lyra Shakira itu sahabatku satu-satunya, dia bahkan sudah aku anggap seperti saudara. Untuk panggilan dan tindakannya menciumku aku bisa jelaskan ” tutur Ares.
“ Baj*ngan! Apa pantas kamu melakukan itu dengan sahabatmu? Oh! Berapa banyak sahabat wanitamu?! ”
“ Hanya satu. Itu Shakira ”
“ Kamu tahu lebih buruk rasanya saat kamu menyangkal seperti ini. Dari pada mengakui semuanya ” ucap Lyra menjauh dari Ares. Dengan sedikit berlari Lyra meninggalkan ruang pesta itu.
Dia dapat mendengar Ares yang memanggilnya di belakang, tapi memilih tidak menghiraukan itu dan terus berlari menjauh.
“ Lyra! Dengarkan dulu! ” panggil Ares
“ Lyra! Aku bilang tunggu sebentar! ” cegat Ares menahan tangan Lyra.
__ADS_1
Lyra diam tak menjawab dia hanya berusaha melepaskan genggaman Ares. Semuanya berubah menyakitkan untuknya, dadanya terasa sesak dan dia tak dapat menahan air matanya lagi.
“ Lepaskan aku! ” ucapnya terisak.
“ Aku tidak akan membiarkanmu pergi. Kenapa kamu suka sekali berlari sambil menangis? ”
“ Lepaskan! Biarkan aku sendiri! ”
“ Cukup Lyra, jangan menangis lagi dengarkan aku Shakira tidak pernah menjadi kekasihku. Dia hanya sahabatku kalau tidak percaya kamu bisa menanyainya ”
“ Bohong! Kamu memeluknya aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri! ” Lyra mengusap kasar air matanya.
“ Aku akui aku memeluknya tapi itu bukan berarti dia berpacaran denganku ”
“ Menjauhlah dariku hikss aku tidak peduli hiks ”
Ares menarik Lyra ke pelukannya, di dekapnya kuat wanita itu.
“ Sudah berhenti menangis ”
“ Lepaskan! ” pekik Lyra berontak memukuli dada Ares dengan kedua tangannya. Tapi Ares menahan tangannya dan terus memeluknya.
“ Aku tidak mau terus ada diantara hubungan kalian, itu benar-benar menyakitkan untukku. Saat kamu memilih pergi dengannya hatiku sakit. Kamu bahkan tidak menghargai aku. Se-setidaknya jangan bermesraan di depanku ” keluh Lyra
“ Apa kamu bahkan tidak memikirkan betapa terlukanya harga diriku saat itu. Aku tidak peduli kamu mau melakukan apa saja dengan wanita itu, tapi jangan di depanku! ”
“ Aku tidak punya hubungan lebih dari sahabat dengan Shakira. Aku berjanji tidak akan pernah melakukan hal itu lagi. Berhentilah menangis ” ucap Ares melepaskan Lyra pelan dari pelukannya tapi tetap memegangi bahu gadis itu.
“ Aku tidak peduli! ”
“ Aku hanya tidak ingin kamu memaksakan diri pergi ke pesta bersamaku saat kamu mual seperti itu. Karena alasan itu aku ingin mengajak Shakira, bukan karena aku merasa kamu tidak pantas ”
“ Bohong! Aku tidak akan percaya ”
“ Kamu bisa bertanya langsung pada Shakira dia akan menjelaskannya padamu. Aku tidak berbohong apa pun padamu ”
Lyra menggelengkan kepalanya menolak perkataan Ares.
“ Berhentilah menangis tidak seharusnya kamu menangis seperti ini ” Ares mengusap air mata Lyra. Tapi Lyra menyingkirkan tangan Ares.
“ Jangan menyentuhku! ”
Ares membuang nafasnya kasar dia juga merasa sakit saat melihat Lyra menangis seperti itu.
“ Ayo kita pulang sekarang ” ajak Ares
“ Tidak mau aku akan pulang sendiri pergilah! ” tolak Lyra
__ADS_1
“ Aku tidak akan biarkan ”
“ Pemaksa! Itu egois! Biarkan aku sendiri! ”
Ares menyugar rambutnya kasar dia tidak tahu harus bagaimana dengan semua penolakan Lyra itu.
“ Ini sudah larut ikut denganku! ” Ares menarik tangan Lyra
“ Lepaskan! Aku sudah bilang tidak mau pulang bersamamu! ” Lyra berusaha berontak melepaskan tangan Ares.
Ares terus menahan tangan Lyra menghentikan perlawanan wanita itu.
“ Pergilah! ”
Ares sudah mulai tidak sabar dengan sifat Lyra itu. Dia menyudutkan gadis itu sampai ke dinding. Ares menekankan tubuhnya pada Lyra.
“ Menjauh dariku! ” pekik Lyra
Ares tidak mempedulikan itu dia menarik tengkuk Lyra cepat. Dia mencium Lyra. Lyra cukup terkejut dengan serangan Ares di dorongnya pria itu dengan tangannya agar menjauh darinya. Tapi dengan cepat Ares menyilangkan tangannya di atas kepalanya sehingga Ares dapat dengan bebas menciumnya.
Ares terus mencium Lyra dengan sedikit mendesak memaksa Lyra agar membuka mulutnya. Dengan bebasnya dia memainkan lidahnya di sana. Mencicipi rasa bibir Lyra sepuasnya.
Cukup lama Ares mencium Lyra lalu perlahan ciumannya mulai melembut. Lalu turun ke leher jenjang Lyra menciuminya dan memberi banyak tanda di sana.
Seluruh tubuh Lyra meremang dia ingin menjauhkan pria itu darinya tetapi tangannya di tahan kuat oleh Ares. Lama kelamaan sendi-sendi kakinya seakan melemah yang membuatnya seakan berdiri saja tak mampu.
Ares melepaskan tangan Lyra, lalu perlahan tangannya bergerak lembut di perut Lyra terus naik hingga Ares sampai di payudara Lyra. Dia membelainya lembut dengan tangannya lalu meremas gundukan itu.
Secepatnya Lyra menahan tangan Ares menghentikan pria itu.
“ Apa kamu juga mencium dan menyentuh wanita itu seperti ini Mas? ” ucapnya lemah.
Ares mendongakkan wajahnya menatap Lyra, dia memegangi wajah Lyra dengan kedua tangannya.
“ Tidak aku hanya menciummu ” jawabnya sambil mengusap bibir Lyra dengan ibu jarinya.
Lyra tersenyum meremehkan seakan merasa jijik dengan perkataan Ares tadi.
“ Aku lebih suka berdebat denganmu. Dari pada mencium wanita lain ” Ares kembali mengecup bibir Lyra.
“ Biar aku beritahu hanya padamu aku selalu kehilangan kendaliku. Kamu satu-satunya wanita yang membuatku menggila karena sangat menginginkanmu ”
Lyra tidak menjawab perkataan Ares dia hanya terus menatap pria itu.
“ Jadi saranku ikutlah pulang denganku selamatkan dirimu atau aku akan lepas kendali dan menidurimu di sini saat ini juga ” bisiknya penuh penekanan pada Lyra.
"**Aku tidak bisa melupakan kita telah sampai sejauh ini. Aku tidak akan pernah melupakanmu, apa yang telah kamu lakukan untukku. Aku sangat mencintaimu."-Anonim
__ADS_1
Mystorios_Writer🌚🌚**