
“ Habisnya kamu pura-pura menolak padahal mau ” ungkap Ares.
“ Apa?! ”
Ares tertawa melihat reaksi Lyra.
“ A-aku tidak begitu Anda suka sekali mengada-ada ” lanjut Lyra terbata-bata karena gugup.
Dorr!!
“ Astaga!! ” pekik Lyra terkejut dan menutup matanya.
Dan dengan cepat suara letusan-letusan lainnya menyusul.
“ Buka matamu, nanti menyesal ” perintah Ares karena Lyra masih menutup matanya dan juga telinganya dengan tangannya.
Perlahan Lyra membuka matanya.
“ Waahh!!! ” serunya.
“ Ini pertunjukan kembang api!! ”
“ Iya makanya jangan menutup mata ”
“ Aku pikir tadi ada sesuatu yang meledak hahahha ternyata kembang api ” Lyra tertawa puas mengingat keterkejutannya tadi.
Langit malam itu seketika di penuhi kembang api yang menyala seketika di udara.
“ Aku senang sekali bisa ikut menikmati ini ” tukas Lyra pada Ares.
Ares mendekat kepada Lyra merangkul pundak wanita itu. Lyra sedikit gugup karena itu tetapi memilih untuk membiarkannya saja dari pada harus merusak suasana indah itu.
“ Aku menginginkannya sekarang, Ly ” bisik Ares lembut di telinga Lyra.
“ Ingin apa? ” tanya Lyra menatap bingung kepada Ares.
“ Waktu itu kamu bilang kalau aku menginginkannya aku bisa memintanya padamu ” ucap Ares kembali dengan suara beratnya.
Deggg!!!
Jantung Lyra mencelos seketika mengetahui apa yang sebenarnya di maksud pria itu.
“ Aku ingin kita melakukannya sekarang ” ujar Ares lembut tepat di depan wajah Lyra.
Dada Lyra naik turun karena rasa gugup dan paniknya.
“ A-aku...aku sedang haid ” Lyra dengan cepat memundurkan tubuhnya menjauh dari Ares.
Ares menaikkan sebelah alisnya bingung mendengar jawaban wanita itu.
“ Bagaimana mungkin saat hamil kamu haid ” ucap Ares.
“ Hah?! Haid?! ” Lyra baru sadar dengan ucapannya.
Akhh!! Bodoh! Dari semua alasan kenapa aku harus mengucapkan itu! Haid! astaga bodoh!!, Lyra merutuki kebodohannya dalam hati.
“ Apa aku bilang haid? hahhaha Anda pasti salah dengar ” lanjut Lyra tertawa canggung.
“ Baiklah anggap saja aku salah dengar, kalau begitu kita bisa melakukannya ” ujar Ares.
__ADS_1
“ I-itu...itu ” Lyra memundurkan tubuhnya kembali.
“ Kita tidak mungkin melakukan hal seperti itu di sini ” ungkap Lyra setelah mendapat ide, tidak mungkinkan mereka melakukanya di ruang terbuka.
Ares dengan cepat meraih tubuh Lyra dan menggendongnya ala bridal style.
“ Kita akan melakukannya di tempat yang benar ” ucap Ares lalu melangkah cepat.
“ Tu-tuan ” lidah Lyra terasa kelu, sehingga dia tak sanggup berkata-kata.
Mengapa aku mengatakan itu? Sekarang apa yang akan bisa menyelamatkanku, batin Lyra.
Ares dengan percaya diri melewati kerumunan pesta itu dengan tetap menggendong Lyra tanpa peduli tanggapan orang-orang yang ada di sana, sedangkan Lyra hanya bisa pasrah dan menyembunyikan wajahnya di dada Ares.
Lalu dengan cepat Ares membawa Lyra ke sebuah kamar besar yang ada di hotel.
“ Kamar siapa ini? ” tanya Lyra heran bisa-bisanya mereka asal masuk, kalau kamar itu sebelumnya di tempati orang lain bisa jadi masalah.
“ Ini kamar milikku, hanya aku yang bisa menempatinya ” Ares mendudukkan Lyra di ranjang.
“ Kapan Anda menyiapkan semua ini? Tuan sudah merencanakan kita akan menginap? ”
“ Saat aku mengajakmu aku sudah merencanakan akan membawamu menginap di sini ” jawab Ares.
“ Hotel ini juga milik Tuan? Lalu Anda bisa menangani semua ini? ” tanya Lyra.
Ares tak menjawab.
“ Berapa banyak pekerja yang tinggal di pulau ini? Mereka khusus menetap di sini? ” tanya Lyra lagi.
“ Tenanglah Nona, bukankah tiba-tiba kamu jadi banyak bicara. Kamu gugup? ” Ares membelai rambut Lyra.
Apa terlihat terlalu jelas? Aku hanya ingin mengajaknya mengobrol sehingga dia melupakan ucapannya tadi, batin Lyra.
“ Baguslah kalau begitu mendekat kepadaku ”
Menerima perintah itu Lyra dengan kaku bergeser ke arah Ares.
“ Boleh kita melakukannya sekarang ” pinta Ares menangkup wajah Lyra dengan kedua tangannya.
Lyra tidak tahu harus menjawab apa dia hanya diam, hingga Ares menciumnya begitu saja.
Ares memperdalam ciuman itu, dengan memberi gigitan kecil agar Lyra mau membuka mulutnya dan menyambut Ares.
Lalu menyesap dalam rasa dan setiap sudut yang ada di sana. Lyra menutup matanya menikmati ciuman itu, terkadang mengeluarkan suara lenguhan kecil.
Setelah mulai kehabisan napas Ares melepas pangutan itu.
“ Tuan aku takut...” lirih Lyra
“ Jangan takut, Ly. Aku tidak akan menyakitimu ”
“ Anda akan bermain kasar ”
Ares menggeleng cepat.
“ Aku akan tetap terkendali dan menjaga keselamatan anak kita ” balas Ares.
“ Saat itu Tuan benar-benar melakukannya dengan kasar.....aku takut ”
__ADS_1
“ Saat itu aku terlalu di kendalikan naf.su dan kemarahan, Ly. Sekarang aku berjanji akan memperlakukanmu dengan sangat lembut ” janji Ares.
“ Aku akan berontak kalau Anda berlebihan ” ujar Lyra menatap dalam mata pria itu.
Mendengar itu dengan cepat Ares kembali melanjutkan ciumannya, menarik Lyra mendekat ke arahnya. Menciumi seluruh wajah Lyra, turun ke tengkuk lehernya memberikan kecupan-kecupan lembut di sana.
Sehingga Lyra tak bisa menahan mulutnya untuk tidak meracau.
Ares melepaskan gaun itu perlahan dari tubuh Lyra, menampakkan bahu polos Lyra dan dadanya yang hanya di tutupi bra. Kembali menciumi pundak Lyra sampai ke belahan dadanya.
“ Tuan...” racau Lyra mengigit bibir bawahnya menahan sensasi itu.
Ares dengan leluasa melepas pengait yang ada di sana, dan membaringkan tubuh Lyra perlahan.
“ Kamu ciptaan terindah yang pernah aku lihat ” ucap Ares lalu menenggelamkan wajahnya di antara kedua gundukan yang nampak penuh itu.
“ Euggh ” desah Lyra sedikit membusungkan dadanya.
Ares menciumi dan memainkannya hingga membuat Lyra mengelanjar seketika. Lyra menelusupkan jarinya ke kepala Ares, menekannya agar tidak menjauh darinya.
Ares mengangkat wajahnya menatap Lyra, sedangkan Lyra memandang dengan ekspresi tak rela Ares menghentikan tindakannya.
“ Aku sangat menginginkanmu ” ucap Ares terengah-engah.
Dengan napas yang naik turun Lyra menganggukkan kepalanya seolah memberi izin pria itu untuk melanjutkannya lagi.
“ Apa aku menyakitimu? ” tanya Ares.
Lyra menggeleng cepat tak ingin pria itu terus bertanya.
“ Haruskah kita melanjutkannya atau sebaiknya berhenti ” ujar Ares.
Lyra segera merenggut kesal saat mendengar itu.
“ Kenapa? Kamu menginginkannya? ” Ares membelai leher Lyra pelan.
“ Jangan mempermainkan aku lakukan saja, secepatnya ” ucap Lyra memegang lengan Ares menyuruh pria itu kembali mendekat ke arahnya.
“ Bukankah kamu mau aku lembut, mengapa terburu-buru begitu? ”
Lyra benar-benar frustasi pria itu nampaknya senang mempermainkannya membuatnya menunggu sentuhan itu kembali.
“ A-aku menginginkan Anda ” ucap Lyra mengigit telunjuknya malu harus meminta kepada pria itu.
Ares tersenyum dengan smirknya mendengar itu, dia memang sengaja memaksa Lyra agar meminta padanya.
Dengan cepat dia kembali menciumi Lyra, membawa wanita itu sampai ke ambang batasnya.
Lyra hanya dapat meracau, meremas sprei yang ada di bawahnya dengan kuat. Tidak tahu mengapa dia sangat menginginkan pria itu malam ini, bahkan lebih.
“ Aku mencintaimu ” ucap Ares dan memulai penyatuan mereka, bergerak dengan sangat lembut memasuki Lyra dan sangat terkendali.
“ Eughh..ahh...” desah Lyra panjang. Dia tidak menduga bahwa rasanya tidak semenakutkan yang dibayangkan nya. Ares benar-benar lembut, bahkan tak sedikit pun terburu-buru. Sampai Lyra bertanya-tanya apa pria itu memang selalu dengan pengendalian diri seperti ini.
Setelah semua pelepasan itu, Ares berbaring dengan napas terengah-engah di samping Lyra dan membawa Lyra ke pelukannya.
“ Terima kasih ” ucap Ares mengecup pucuk kepala Lyra lembut.
"**Aku hanya ingin berbaring di sini bersamamu selamanya"-Anonim.
__ADS_1
Maaf kalau part ini gak terasa hot sama sekali, maklumlah author belum punya pengalaman langsung 🥺
Mystorios_Writer🥵🥵**