
Dari sudut ruangan tuan Julian dan Sean memperhatikan keakraban Bella dan Adrian.
" Apa kau tidak takut?" Tanya tuan Julian kepada Sean yang masih memperhatikan kearah Bella dan Adrian.
" Takut apa?"
" Kau tidak takut, jika istri mu malah jatuh cinta sama Adrian! Bukannya papa bermaksud memberikan kalian konflik antar saudara. Tapi papa tidak mau kau menyesal nantinya."
Sebenarnya tuan Julian bisa melihat jika Adrian hanya menganggap Bella sebagai kakak iparnya. Tetapi dia ingin Sean lebih peka dengan perasaannya, dan lebih mengenal Bella agar dia tidak menyesal.
" Iya, pa. Tapi aku yakin Adrian bukan orang seperti itu, dan Bella sepertinya bukan tipe wanita yang mudah jatuh cinta." Hidup dengan Bella beberapa bulan, dengan sifat Bella yang acuh, membuat Sean paham dengan sifat Bella. Walau mereka jarang berinteraksi.
" Kenapa kau mudah sekali menyimpulkannya?" Tanya tuan Julian penasaran.
" Karena dia wanita paling jujur yang pernah aku temui, pa." Sebenarnya dari tatapan Bella saja, Sean bisa lihat kalau Bella tidak tertarik dengan hal-hal perasaan.
" Maksud mu apa, Sean? kau baru saja beberapa bulan menikah dengan Bella, tapi seakan-akan sudah mengenal Bella sejak lama." Tanya tuan Julian heran yang melihat Sean begitu yakin.
" Sebenarnya, pa. Sebelum pernikahan kami bertemu. Aku mengajukan surat perjanjian pernikahan kepadanya."
" Kenapa kau melakukannya?" Kini tuan Julian semakin heran dengan sikap Sean.
" Aku melakukan ini, bukan untuk diri ku pa. Aku hanya ingin dia belajar dan tahu kalau aku bukanlah seorang suami yang baik, Agar Bella tidak berharap banyak dengan pernikahan kami." Sean tidak ingin Bella hidup dengannya karena mengasihinya.
__ADS_1
" Kenapa kau langsung melakukan itu nak? Kau tidak akan tahu kedepannya perasaan mu akan bagaimana. Kau Seperti papa dulu, dengan sombongnya papa mengatakan tidak akan jatuh cinta kepada mama mu. tetapi sekarang mama mu bagaikan dunia papa. Aku bahkan bukan siapa-siapa tanpa mama mu."
" Tapi aku cacat, pa. Aku tidak ingin dia hidup lama dengan pria seperti diri ku. Dan kita berbeda, papa bisa memiliki mama dalam keadaan normal."
Tuan Julian langsung merangkul putranya. Dia tahu bahwa kepercayaan Sean hilang setelah kejadian buruk menimpanya. Sean tidak mau orang yang ada disekitarnya terbebani dengan kondisinya saat ini.
" Apa kau tidak mau mencoba perasaan mu pada Bella? Kau tahu, kenapa papa langsung setuju dengan keputusan mama mu, untuk menikahkan kau dengan Bella dan menjadikannya menantu kami! Bukan hanya dia wanita yang baik tapi dia juga sangat tulus. Dia tidak pernah memandang seseorang dari fisiknya, bahkan dia akan melakukan segala cara untuk membalas kebaikan orang lain."
" Papa tahu dari mana, kalau dia wanita seperti itu?" Tanya Sean penasaran.
" Papa ini pebisnis, nak. perjalanan papa di dunia bisnis sudah lama, dan pertemuan mama mu dengan Bella juga tidak di sengaja."
" Maksud papa, apa? Apakah mama terluka? Siapa yang berani mengganggu mama?" Tanya Sean yang khawatir.
Sean sekarang paham, kenapa mamanya meminta dia menikahi wanita asing yang sekalipun dia tidak pernah bertemu.
" Dia wanita yang baik, papa harap kau bisa bahagia dan memiliki keluarga kecil yang bahagia. Aku ingin menebus kesalahan yang pernah papa lakukan kepada mu dulu dan adikmu. Bahkan papa sering melukai perasaan mama mu. Aku tidak ingin kau seperti papa yang lambat mengatakan kalau papa jatuh cinta kepada mama mu."
" Jadi, papa pernah melukai perasaan mama?" Sean terkejut karena selama ini Tuan Julian terlihat sangat mencintai mamanya. Bahkan tidak pernah melihat pertengkaran diantara kedua orangtuanya.
" Iya, papa dulu berfikir tidak akan merasakan yang namanya jatuh cinta. Tapi setelah menikahi mama mu, dan mama mu begitu menghargai ku dan perhatiannya membuat papa merasa kalau mama mu adalah segalanya bagi ku, bahkan dia seperti dunia ku. Tanpa mama mu, duniaku akan kosong." Inilah tuan Julian sekarang dia sangat bucin dengan istrinya.
" Jadi bagaimana cara papa memberi tahu tentang perasaan papa ke mama?"
__ADS_1
" Tidak segampang yang kau bayangkan, Sean. Sebenarnya papa malu menceritakannya kepada mu tapi papa tidak Mau kau mengalami hal yang sama dengan papa yang dulu lambat menyadari kalau papa sudah jatuh cinta kepada mama mu."
" Iya, tapi aku mau mendengar cerita papa."
" Ayah berfikir kalau pernikahan kami akan baik-baik saja, bahwa apapun yang terjadi kepada kami. Kita akan selalu bersama, tetapi papa salah. karena beberapa hal dan kesalahan fatal papa yang tidak menerima mu saat kau hadir dalam hidup kami. mama mu membawa mu pergi tanpa memperkenalkan diri mu kepada ku." Kata tuan Julian, penuh penyesalan. Kepergian istrinya membuat dia sadar kalau dia tidak bisa hidup tanpa nyonya Rosalina.
" Kenapa papa menolak ku? Apa papa membenciku?"
" Tidak begitu, nak. Papa hanya takut kehilangan mama mu. Kau tahu, pamanmu dulu kehilangan istri yang dia cintainya, dan meninggalkan dia selamanya karena mempertahankan anaknya. meskipun kematian ada di tangan Tuhan, Tapi papa selalu beranggapan kalau mama mu akan meninggalkan aku jika mempertahankan diri mu. Maaf kan papa nak, karena terlalu pengecut di masa lalu."
" Tidak apa-apa, pa. Mungkin, jika aku yang ada di posisi papa, pasti akan melakukan hal yang sama."
Sean setuju dengan perasaan papanya. suami mana yang tidak takut kehilangan istri yang dicintainya. Dan Sean sangat bersyukur karena mamanya tetap mempertahankannya.
" Terus, penolakan papa pada Adrian adalah hal yang sama?" Sean masih mengingat betapa tuan Julian bersifat kekanakan saat nyonya Rosalina hamil anak kedua.
" Iya, mama mu berjanji hanya kau yang dia miliki. Tapi siapa yang tahu kalau dia akan melahirkan lagi. Sebenarnya papa ingin melenyapkan adikmu sebelum lahir, tetapi mama mu sangat kuat, dan Adrian yang ada di perut mama mu juga tetap bertahan. Jadi sekarang dia menjadi anak kedua kami."
Begitulah cinta Tuan Julian kepada istrinya. Bahkan seorang anak dia ingin hilangkan jika menyangkut nyawa istrinya. Obsesi yang berlebihan di masa lalu membuatnya merasa bersalah kepada kedua anaknya. Kini dia begitu menyayangi kedua putranya, bahkan rela melakukan apapun untuk kebahagiaan anak-anaknya.
Sean yang mendengar kata-kata papanya hanya diam dan kehabisan kata-kata. Dia benar-benar baru tahu kalau cinta papanya kepada mamanya sangat berisiko. Tapi syukurlah dengan kesabaran hati nyonya Rosalina membesar kan anak-anaknya, membuat tuan Julian bisa menerima buah cinta mereka. Sean bersyukur karena semuanya baik-baik saja.
"
__ADS_1