
Setelah puas bercerita dengan Reva. Bella akhirnya memutuskan sambungan telepon dan berbalik. Berniat duduk kembali di sofa namun terkejut melihat kehadiran suaminya yang menatapnya penuh cinta.
Hanya saja kekesalan pada Tara yang dia lampiaskan pada suaminya masih ada.
Ini aneh, Bella semakin bingung dengan perasaannya. Akhir-akhir ini dirinya mulai melakukan hal-hal di luar batas kebiasaannya.
Pertama, dia sering merindukan suaminya.
Kedua, dia mulai buta dengan ketampanan pria lain. Matanya hanya memuja suaminya.
Ketiga, dia suka marah-marah tidak jelas saat mendengar ada wanita lain yang berniat merebut suaminya.
Dulu dia tidak pernah merasakan hal seperti itu. Pada Alex maupun Li Wei yang jelas-jelas sudah mengakui cinta padanya.
" Senang mendengar kalau istri ku bisa tertawa dengan sahabatnya."
" Hmm."
Sean merasa ada yang tidak beres dengan istrinya. Dia tiba-tiba acuh padanya, ekspresinya cukup dingin dan dia menjawab pertanyaannya dengan singkat.
Kini Sean berpikir, kesalahan apa yang dia perbuat sampai Bella mengacuhkannya.
" Kemana perginya kekasih masa kecil mu? Kenapa kau tidak mengundangnya masuk? Aku tidak masalah jika aku harus keluar dari ruangan ini. Aku tidak ingin mengganggu reuni pasangan kecil yang terpisah selama bertahun-tahun." Sindiran Bella membuat Sean menyadari kesalahan apa yang sudah membuat istrinya memberikan punggung dingin padanya.
Bukannya marah. Ekspresi Sean bahkan sangat bahagia. Ini kejutan kedua yang sangat membahagiakan hari ini.
Setelah kakinya kembali normal, kini istrinya pun sudah mencintainya bahkan sekarang dia sedang cemburu.
" Ada apa dengan ekspresi mu? Apa menyenangkan di kejar oleh wanita tua yang mengaku kekasih masa kecil mu? Jika aku tahu seleramu hanya wanita tua seperti itu. aku tidak akan pernah menutup mata ku pada pria lain." Bella terus melampiaskan amarahnya pada Sean yang tengah bahagia ketika tahu kalau istrinya sudah jatuh cinta padanya.
" Baiklah, aku tidak akan menganggu reuni kalian. Bagaimanapun dia wanita pertama mu bahkan memanggil mu penuh cinta, benar-benar menggelikan untuk di dengar." Karena tidak mendapatkan respon apapun dari Sean. Akhirnya Bella memutuskan untuk pergi. Jika, di teruskan mungkin dia akan memukul wajah suaminya pada detik berikutnya.
Jangan berpikir kalau Bella tidak berani.
Melihat bahwa istrinya akan pergi. Sean mulai tersadar dan langsung menarik tangan istrinya lalu membenamkan wajah istrinya di dadanya.
" Jangan pergi, kita bahkan belum menyelesaikan makan siang bersama."
" Lepaskan!"
" Aku tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun sebelum menikah dengan mu. Kau yang pertama dan terakhir. Seleraku wanita seperti mu, bukan wanita tua sepertinya." Sean menjawab semua pertanyaan istrinya dengan singkat.
__ADS_1
" Aku tidak menyuruh mu menjawab pertanyaan ku!"
Sean tahu itu ketika wanita sedang marah. Dia sudah belajar dari sikap ibunya terhadap ayahnya di masa lalu. Jadi, Sean tidak merasa sakit ketika mendengar nada tinggi dari sang istri.
" Jangan marah lagi, kau terlihat sangat menggoda saat marah. Aku takut tidak bisa menahannya. Jadilah patuh, beberapa hari lagi kita akan menepati janji mu tentang anak- anak." Kebetulan villa yang di tengah hutan sudah direnovasi. Mereka hanya tinggal datang, lalu semua kesenangan yang Sean nantikan akan segera terwujud.
" Aku tidak ingin anak."
" Kau masih marah?" Sean merasa kemarahan istrinya cukup menggemaskan
" Siapa yang bilang kalau aku marah?" Pada akhirnya Bella sadar kalau dia sudah sangat keterlaluan.
" Ya, istri ku tidak marah. Hanya saja, istri ku yang cantik ini sedang cemburu. Aku senang, tapi aku tidak mau dia juga membenci ku. Di masa depan aku akan menjauh dari wanita manapun agar istri ku tidak cemburu atau marah padaku."
" Aku tidak cemburu." Kini Bella sudah tenang, dan kemarahannya sudah pergi entah kemana.
" Terimakasih, sayang." Tidak menjawab atau melawan. Sean membuat kata-kata yang membuat Bella bingung namun tidak berusaha bertanya kembali.
Setelah itu, mereka makan siang dengan damai. Sean jatuh cinta pada masakan sang istri, meskipun rasanya tidak sebaik makanan yang biasa mereka konsumsi di rumah. Tapi bagi Sean ini makanan paling enak di dunia karena ini di buat oleh tangan sang istri.
***
" Akhirnya aku sudah melihat daratan kembali." Li Wei dan kelompoknya akhirnya tiba di pelabuhan di Negara A.
Setelah tiba di Negara A, Li Wei memutuskan mencari tahu siapa sebenarnya wanita itu.
Jika itu Bella yang dia kenal, dia tidak akan melakukan apapun. Namun, jika dia Bella yang lain. Maka ini akan menjadi sangat menarik, bisa jadi dia akan menetap lama di Negara A.
" Kemana tujuan kita, tuan."
" Apartemen ku." setelah resmi jadi guru Bella di masa lalu, Li wei memiliki apartemen untuk di tempati. Dan akan di urus seseorang jika dirinya meninggalkan Negara A.
Semua bawahan Li Wei bergerak. Hadia yang di bawa oleh Li Wei untuk Bella sangat banyak. Membuat orang yang ada di pelabuhan tertarik.
***
" Perkenalkan, nama saya Jhon. Bawahan tuan Sean." Daniel terpana ketika mendengar nama pria yang mengajaknya bertemu secara diam-diam.
" Halo, aku Daniel. Adik kak Bella."
" Aku sudah tahu. Tuan Sean memintaku untuk membantu mu menjalankan rencana mu. Menghancurkan keluarga Glover." Tanpa basa-basi Jhon langsung mengatakan apa maksud dari pertemuannya dengan pemuda itu.
__ADS_1
Daniel terkejut, tidak menduga kalau Sean akan membantunya. Balas dendamnya pasti lebih mudah dan menarik.
" Tolong sampaikan pada Tuan Sean rasa terimakasih ku. Aku sangat berterimakasih karena bersedia membantu ku."
" Tuan, melakukannya. Hanya demi nyonya kami." Jhon mempertegas alasan tuannya, namun Daniel tidak keberatan.
Dia tahu bagaimana cinta Sean pada kakak perempuannya. Jadi, wajar kalau pria itu melakukan apa saja demi istrinya.
" Baik."
***
" Sebelah kiri."
" Apa maksud anda, bos?"
" Bukan kau, tapi aku berbicara dengan istriku."
Pihak lain yang bekerja sebagai orang kepercayaan Sean di perusahaan Negara lain terpana.
" Aku bisa melakukannya sendiri." Setelah berbaikan, Bella awalnya ingin kembali kerumah tapi di hentikan oleh Sean.
Saat dia mencari kesibukan lain, seperti memotong kuku. Tiba-tiba saja pria itu mengambil alih dan meninggalkan pekerjaannya begitu saja.
" Aku suka melakukannya." Betapa malangnya pihak lain yang diabaikan oleh bosnya.
" Sudah, kuku merasa terhormat karena di potong oleh tuan Sean yang super sibuk." akhirnya pihak lain paham apa yang dilakukan sang bos dan istrinya.
Ini benar-benar gosip yang sangat menarik. Sepertinya banyak wanita yang patah hati bahwa pria yang triliunan dolar memotong kuku istrinya dan meninggalkan pekerjaan seolah mereka tidak penting.
Berbeda jauh dari bos mereka yang tergila-gila dengan pekerjaan.
" Lanjutkan pekerjaan mu. Aku akan tidur siang." Entah kenapa Bella ingin tidur.
Tanpa menjawab, Sean langsung berdiri dan menggendong istrinya lalu menuju kamar pribadi yang sering dia gunakan ketika memilih lembur di perusahaan.
Bella yang terkejut, sekuat tenaga menutup mulutnya agar tidak menimbulkan suara yang ambigu. Lalu membuat orang yang menunggu suaminya bicara menjadi salah paham.
Setelah selesai menyelimuti, Sean memberi kecupan di bibir lalu meninggalkan Bella yang masih terpana.
Bella yakin, di masa depan kakinya tidak akan sering menginjak tanah. Setelah kaki suaminya normal kembali.
__ADS_1
Setelah berpikir sejenak, akhirnya Bella bisa tidur nyenyak. Sedangkan Sean kembali fokus bekerja.
"