
Akhirnya keduanya mendapatkan apa yang mereka cari. Sean puas dengan malam panjangnya namun tidak berniat untuk berhenti, dia mulai tergila-gila dengan tubuh istrinya. Sama seperti sang ayah di masa lalu saat pertama kali dengan ibunya.
" Lagi?" Tanya Bella pada suaminya, dia terkejut melihat Sean kembali berada diatas tubuhnya.
" Hmm, aku tidak berencana membiarkan mu tidur malam ini." Dan Bella mulai menyesali keputusannya membiarkan Sean berhasil malam ini.
Harusnya dia mengatakan bahwa tubuhnya sakit dan sangat lelah. Tapi, apa yang bisa dia lakukan sekarang? Sudah terlambat dan dia harus melayani suaminya dengan baik.
Ada banyak kesenangan malam ini untuk Sean dan Bella. Namun tidak untuk sebagian orang di luar sana.
***
" Tuan, nona Bella sedang berlibur bersama suaminya."
" Aku tahu."
" Lalu, kemana anda ingin pergi?"
" Ke neraka! Ingin menuntut raja neraka, kenapa aku memiliki bawahan yang sangat cerewet." seluruh bawahannya yang mendengar ucapan Li Wei langsung tertawa.
Sebenarnya, mereka tahu kenapa tuan mereka terlihat frustasi. Bukan karena Bella yang di bawa pergi berlibur oleh suaminya, tetapi wanita asing yang mirip dengan bella memberikan punggung dingin pada pria itu.
" Bella? Apa yang kau maksud Isabella?" Tiba-tiba saja wanita asing itu berbicara.
" Apa kau mengenalnya?" Li Wei kembali bersemangat. Melihat bagaimana wanita itu cukup penasaran dengan Bella-nya. Li Wei merasa ini sangat menarik.
" Apa dia Dokter hebat itu?" Bukannya menjawab, dia malah balik bertanya. Membuat Li Wei kembali frustasi. Ini pertama kalinya ada yang berani mengabaikannya.
" Ya, dia murid ku dan dia sangat mencintai ku." Li Wei mulai membual karena frustasi menghadapi wanita asing itu.
" Begitukah?" pertanyaan itu penuh ejekan.
" Ya!" Sedangkan Li Wei hanya bisa menghibur diri sendiri setiap kali berbicara dengan wanita itu.
" Tapi yang kudengar, dia menolak mu dan sudah bahagia dengan pria bernama Sean. Jika aku jadi dia, aku juga akan melakukan hal yang sama. Siapa yang. Mau jatuh cinta pada pria yang berwajah wanita dan berperilaku seperti ibu tiri yang kejam."
Pisau tajam itu akhirnya mengenai jantungnya. Li Wei bahkan hampir memuntahkan darah satu cangkir setelah mendengar hinaan dari wanita yang sampai sekarang tidak berniat memberitahu namanya.
" Tidak bisakah hanya Bella yang berlidah tajam? Aku benar-benar akan segera tua jika lama-lama menghadapi wanita seperti kalian berdua." Para bawahan yang mendengar tatapan tuan mereka, hanya bisa memberikan dukungan dalam hati pada wanita itu. Bagaimanapun ini sangat menyenangkan. Tidak ada yang berani sebelumnya dan kekesalan mereka pada tuannya terbalaskan melalui wanita itu.
" Kemana mereka pergi dan kapan mereka pulang?" Wanita itu bertanya pada bawahan Li Wei.
" kedalam hutan dan kami tidak tahu kapan mereka kembali."
__ADS_1
" Hutan?"
" Ya, pria itu memiliki hutan sendiri dan sepertinya mereka sedang melakukan perjalanan romantis sebagai pasangan suami istri."
" Beritahu aku jika mereka sudah kembali."
" Baik."
Lalu wanita itu meninggalkan Li Wei yang sedang penasaran, kenapa wanita itu ingin bertemu dengan Bella-nya.
" Apa kalian sudah berhasil menyelidiki wanita itu?"
" Sudah, tuan. Sebenarnya dia." Bawahannya memberi tahu hasil penyelidikan mereka dan wajah Li Wei berubah drastis.
***
Keesokan paginya, tepat pukul sebelas, Sean membangunkan Bella untuk sarapan meskipun seharusnya itu sudah menjadi makan siang.
Tubuh Bella tidak berdaya. Bahkan untuk bagian terakhir, Sean melakukannya saat sang istri tertidur.
Setelah membersihkan tubuh Bella. Mereka tertidur lalu Sean bangun pukul sepuluh dan menyiapkan sarapan untuk mereka sebelum membangunkan istrinya.
" Sayang, Bagun kau harus makan."
Bella tidak berniat membuka matanya, tubuhnya sangat kelelahan.
Bella yang mulai terusik, akhirnya terbangun.
" Jangan lagi, aku benar-benar tidak sanggup melakukannya." Bella salah paham dan membuat Sean tertawa kecil.
" Tidak, kita hanya makan. Dan kau butuh asupan."
" Tubuhku bahkan tidak bisa bergerak. Pinggang ku sakit! Aku sudah meminta mu untuk berhenti tapi kau malah meneruskannya." Bella penuh keluhan.
Mereka melakukannya sampai pukul lima pagi. Bayangkan bagaimana kondisi Bella saat ini.
" Maaf, lain kali aku akan mendengarkan mu." Sean akan membuang kebiasaan yang membuat istrinya terjaga di malam hari. Hanya saja, dia akan menggunakan banyak trik setelah ini.
" Aku tidak percaya!"
" Baiklah, aku akan menguranginya."
" Menyebalkan." Sean dibuat gemes dengan perilaku Bella setelah tadi malam dimakan habis olehnya.
__ADS_1
Sean membantu Bella makan. Mereka tidak pergi keruang makan kerena Sean tidak yakin kalau Bella bisa duduk lama duduk lama setelah kejadian tadi malam.
Setelah makan, Bella tersadar kalau dia sudah bersih dan pakaiannya juga sudah berganti menjadi sweater lembut berpola kelinci.
" Ya, jangan merasa malu seolah aku belum pernah melihat seluruh tubuh mu."
" Tidak bisakah kau membiarkanku seperti wanita yang tersipu dan terharu atas tindakan heroik suaminya."
" Oh, maaf. Kau bisa mengulangi pertanyaan mu tadi dan aku akan menjawab seperti pria yang heroik."
" Tidak perlu, aku sudah tidak ingin melakukannya."
Sean hanya bisa tertawa mendengar ucapan istrinya. Bella benar-benar berubah menjadi berani dan ketus, namun terlihat lucu Dimata Sean.
" Kemana perginya penjaga villa?" Bella tidak pernah melihat atau mendengar Sean berbicara dengan orang lain setelah mereka tiba.
" Ke Markas tidak jau dari sini."
" Kau memiliki markas?" Bella terkejut, dia dan sean sama-sama memiliki rahasia.
" Lalu, dimana pengawal ku akan tinggal? Sebagian dari mereka ku pekerjakan di perusahaan dan sebagiannya lagi di rumah keluarga Anderson. Sedangkan pasukan khusus, hanya bertugas saat sesuatu paling berbahaya terjadi pada seluruh anggota keluarga Anderson.
Bella akhirnya paham, dan tidak melanjutkan lagi pembicaraannya.
" Oh ya, tentang rumah sakit mu. Para arsitek dari perusahaan ku sudah menyelesaikan rancangan mereka dan hanya menunggu persetujuan darimu."
" Secepat itu?"
" Ya, mereka sudah terbiasa bekerja dengan cepat."
" Hmm, aku tidak terlalu peduli pada interior atau desain bangunannya. Bagaiman jika kau yang menentukannya?"
" Apa kau yakin?" Sean tidak menduga kalau istrinya sangat mempercayainya.
" Tentu, aku percaya kalau suamiku memiliki selera yang bagus tentang desain bangunan."
" Baiklah aku akan melakukannya."
" Terimakasih."
" Tidak perlu berterima kasih. Ini memang seharusnya kulakukan jika istri ku yang meminta." Tentu saja Sean akan melakukannya.
Merasa tubuhnya masih lelah, Bella memutuskan untuk istirahat kembali. Sedangkan Sean menemani istrinya sampai tertidur nyenyak
__ADS_1
Setelah merasa Istrinya sudah tertidur. Sean membersihkan kembali peralatan dapurnya karena tidak ada pelayan di villa, sehingga dia harus melakukannya.
Memanjakan istrinya tidak sebanding dengan apa yang dia dapatkan tadi malam. Bahkan dia sangat bahagia karena bisa memiliki istrinya seutuhnya, meskipun Bella belum pernah mengatakan bahwa dia sudah jatuh cinta pada suaminya.