Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Pantai


__ADS_3

Seperti biasanya, jika mereka pulang cepat ke rumah. Bella dan Sean selalu menyempatkan untuk makan bersama dan berbicara santai.


" Apa kau suka pantai?" Tanya Sean kepada istrinya. Dia berencana membawa Bella ikut keluar kota.


" Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?" Bella sedikit heran dengan pertanyaan Sean.


" Aku mau mengajakmu ikut dengan ku, keluar kota. Katanya di sana ada pantai yang sangat indah pemandangannya. Kau juga bisa bermain di pantai . Kebetulan aku ada pekerjaan di sana." Kata Sean, Dia sengaja melakukan hal itu karena dia tahu istrinya sangat menyukai alam.


Sean ingin memanjakan istrinya. Dia akan membuat wanitanya semakin dekat dengannya, dan tidak akan bisa berpisah bahkan tidak bisa menjauh dari nya.


" Oke, kapan?" Bella sangat antusias, baginya tidak apa-apa kalau libur beberapa hari. Karena kliniknya memiliki dokter lain, yang sewaktu-waktu membantu dia ketika pasien sedang banyak atau mengalami hal yang membuat dia tidak bisa ke kliniknya.


" Besok, dan kita akan kembali lusa."


" Baiklah." Bella sangat senang. Selama ini dia tidak pernah berlibur karena sibuk dan tidak pernah memikirkan hal-hal seperti itu.


" Apa kau tidak minta izin kepada dosen mu?" Sean sengaja bertanya seperti itu, karena dia ingin menguji istrinya akan jujur atau tidak.


" Tidak perlu, karena aku sedang libur semester saat ini." Kata Bella. Dia memang libur kuliah, sebenarnya Bella melanjutkan pendidikan S2 nya di kampus tempat dia lulus pendidikan S1 nya.


" oke." Sean tidak kecewa sama sekali kepada bella yang tidak jujur kepada nya. Dia tahu kalau Bella punya alasan untuk tidak memberi tahu siapa pun tentang identitasnya.


Setelah sepakat mereka berangkat pagi. Kini mereka kembali ke kamar masing-masing untuk menyiapkan pakaian yang akan mereka bawa ke pantai.


Tapi sebelum itu Sean menyuruh Jhon untuk menyiapkan beberapa dokter pengganti di klinik Bella. Dia tidak ingin jika klinik istrinya mendapatkan citra yang buruk, karena pelayanan mereka yang tidak baik.


***


Kini Sean dan Bella sudah sampai di hotel tempat dia menginap selama satu hari. Sean dan Jhon akan melakukan pertemuan dengan seseorang untuk melakukan pekerjaannya.


Sean menyuruh beberapa pengawalnya untuk menjaga Bella, ketika istrinya ke pantai. Bella yang acuh tidak keberatan jika ada beberapa pengawal yang mengikutinya. Bahkan dia senang karena merasa dia tidak sendirian berada di pantai.


Bella yang sudah ada di pantai sangat menikmatinya, dia mengumpulkan cangkang kerang menikmati terik matahari di pagi ini.


" Tuan nyonya sedang mengumpulkan cangkang kerang." Pengawal 1, memberikan informasi kepada Sean.

__ADS_1


" Tuan, kami sudah membersihkan area yang sudah tempati nyonya." Lapor pengawal 2.


Bella yang sudah merasa perutnya keroncongan, menyuruh pengawalnya untuk membantu dia menyiapkan pembakaran. Dia sudah membawa bekal beberapa ikan dan cumi-cumi segar sebelum mereka ke pantai.


Setelah pengawal membuatkan pembakaran dia melapor lagi ke Sean tentang kegiatan nyonyanya. " Tuan, sekarang nyonya sedang membakar ikan dan cumi-cumi."


Setelah selesai membakar ikan dan cumi-cumi kini Bella mengisi perutnya yang dari tadi sudah keroncongan. Dia tidak makan sendirian karena tidak mungkin bisa menghabisi semua makanan. Dia memanggil para pengawalnya untuk menemani dia makan, Bella tidak pernah memandang rendah orang meskipun sekarang dia adalah nyonya muda dari keluarga Anderson.


Setelah puas menikmati makanannya, dia pergi kepinggir pantai untuk merendam kakinya, dia juga sangat senang memainkan air. senyum nya tidak pernah luntur karena hari ini dia sangat bahagia.


Para pengawal yang melihat keceriaan di wajah nyonyanya ikut senang, kemudian salah satu dari mereka memberikan informasi lagi kepada tuannya.


" Tuan, nyonya sekarang berada di pinggir pantai dan merendam kakinya." Lapor salah satu pengawalnya.


Sean yang merasa kalau selama ini tidak ada pengawalnya yang memberikan informasi yang membuat dia khawatir jadi dia penasaran.


" Apa ada pria yang berani melihat kearah istri ku?" Tanya Sean


Tentu saja ada dan mereka sangat banyak. Mereka ingin mengatakan hal itu kepada tuannya tetapi mereka masih sayang dengan nyawanya sehingga mereka tidak berani melaporkan itu kepada Sean.


Bagi pengawal Sean, tuannya sangat beruntung karena bisa menikahi wanita yang begitu cantik, dan memiliki hati yang baik. Seakan akan mereka sudah di takdirkan untuk bersama.


" Tidak, tuan. Sekarang kami sudah membersihkan area tempat nyonya." Lapor salah satu pengawalnya.


" Baiklah, sekarang kalian kembali ke hotel dan menyuruh staf hotel untuk menyiapkan makan malam di balkon kamar ku."


Karena hotel tempat mereka menginap menghadap ke pantai sehingga pemandangan malam hari pasti indah. Sean tidak akan menyia-nyiakan suasana malam ini karena dia ingin memanjakan istrinya.


" Baik, tuan. Kami ke hotel sekarang."


Setelah memerintahkan para pengawal yang menjaga istrinya pergi ke hotel. Kini dia akan menjemput istrinya di pantai.


Sean meminta Jhon yang setia berdiri di sisinya untuk mengantarnya ke pantai. Dia begitu bersemangat karena tidak sabar bertemu dengan istrinya yang sudah seharian berada di pantai.


Kini Sean sudah berada di pantai bersama Jhon. Dia masih melihat istrinya duduk ditepi pantai dan memainkan air. Senyuman istrinya membuat dia semakin jatuh cinta.

__ADS_1


Karena kursi rodanya tidak bisa melewati pasir, dia hanya meminta John untuk menghampiri Bella dan memintanya pulang jika istrinya sudah puas menikmati pantai.


Sean yang melihat istrinya sudah dekat dari hadapannya sangat bahagia melihat wajah ceria istrinya.


" Apa kau sudah puas menikmati pantai?" Tanya Sean kepada istrinya yang sudah berada di dekatnya.


" Iya, apa kau juga sudah menyelesaikan pekerjaan mu." Tanya Bella balik.


" Hmm, ayo kita pulang ke hotel."


" Tunggu dulu! Bagaimana kalau kita menunggu matahari turun sebelum kita pergi." Bella sebenarnya ingin melihat matahari terbenam tapi dia melihat Sean sendirian.


Dia tahu kalau Sean tidak bisa menghampirinya kerana keterbatasan, sebenarnya Bella merasa bersalah karena tidak bisa membantu Sean. Meskipun sebenarnya mampu.


Namun dia masih enggan untuk memberi tahu Sean kalau dia adalah dokter yang jenius karena dia masih ragu kepada suaminya. Mereka baru saling mengenal beberapa bulan yang lalu.


Sebenarnya tempat Sean tidak terlalu jauh dari tepi pantai hanya saja ada pasir makanya dia tidak bisa menghampiri istrinya.


" Baiklah, kita akan melihat matahari terbenam." Apa pun Sean akan lakukan demi ke bahagian istrinya.


" Oke."


" Dimana sepatu mu." Tanya Sean. Dia tidak suka kaki istrinya yang mulus itu, di lihat orang lain.


Kini Sean semaki posesif dan serakah, dia tidak mau jika orang melihat tubuh istrinya sekalipun itu hanya kaki.


" Sepertinya aku meninggalkannya di pantai. Kau tunggu disini biar aku ambil dulu."


" Tidak perlu, kau pakai saja sepatu ku."


" Tapi sepatu mu sangat besar."


" Tidak apa-apa, lagi pula hotel dekat dari sini." Dia terus meyakinkan istrinya agar dia cepat memakai sepatu dan menutup kaki mulusnya.


Setelah matahari terbenam, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke hotel.

__ADS_1


__ADS_2