
Jordan bahkan tidak berani melihat. Bukannya takut, hanya saja ada banyak rasa bersalah jika itu benar-benar istri sahnya.
Laura tidak pernah menduga bahwa adik kembarnya. Sosok yang sudah dia siksa selama bertahun-tahun, masih hidup bahkan muncul di hadapannya.
" Sepertinya, kau tidak lagi merindukan ku."
Kata-kata itu membuat Jordan tidak sanggup lagi, dia berbalik menatap sang istri dengan penuh air mata. Dia menyesali semuanya, kenapa dia tidak menyadarinya dari awal.
" Mari kita pulang, nak. Sepertinya ayah mu tidak merindukan kita."
Tidak, Jordan tidak akan membuat hal itu terjadi, dia berlari secepat kilat lalu bersujud di hadapan sang istri yang duduk di kursi roda.
Saat menyentuh kakinya. Jordan menyadari satu hal. Kedua kaki sang istri sudah tidak ada, hanya meninggalkan bagian paha sampai lutut. Bukan hanya itu, wajahnya sangat pucat dan tangannya terlihat sangat kurus. Memperlihatkan tulang yang hanya dibalut kulit.
Naura ikut menangis, ini semua kesalahannya. Dia yang memulai semuanya.
" Maaf, ini semua salahku." Memang, Naura adalah wanita paling lemah dan berhati mulia namun sering dijadikan korban dari keegoisan banyak orang termasuk saudara kembarnya sendiri.
" Kenapa kau meminta maaf? Ini semua salah ku! Aku yang tidak menyadarinya. Aku hidup dengan monster sedangkan kau harus mengalami banyak hal yang mengerikan. Aku benar-benar pria paling bodoh di dunia ini." Jordan memeluk rok lusuh sang istri.
Sebenarnya, Naura tidak ingin mengingat kembali kisah itu semua terasa menyeramkan untuknya.
Ketika menyadari bahwa saudari kembarnya mengambil alih posisi. Naura yang baru saja sembuh dari pasca melahirkan tidak bisa melawan. Di tambah lagi wanita itu mengancam akan membunuh kedua putrinya. Terpaksa dia hanya pasrah dan menerima takdirnya. Namun Laura yang sangat kejam pada saudara kembarnya, merasa tidak puas sehingga dia meminta pada Naura untuk melahirkan anak kembali. Jika Naura tidak melakukannya maka dia tidak akan bertemu dengan putri kembarnya.
Naura yang sangat lemah, tidak pernah memiliki dendam dan akan melakukan apa saja demi anak-anaknya. Namun, sekali lagi dia dimanipulasi oleh saudaranya. Setelah melahirkan dia di bawa pergi dari ibu kota. Kehidupannya tidak membaik bahkan lebih mengerikan, dan puncaknya mereka memotong kedua kakinya dalam keadaan sadar.
Sungguh, jika Naura tidak mengingat dirinya untuk bertemu dengan putra dan putrinya mungkin dia akan menyerah. Penyiksaan itu tidak akan pernah dia lupakan.
Lalu, beberapa hari yang lalu. Sekelompok orang menemukannya yang sudah menjadi gelandangan selama bertahun-tahun dan membawanya ke Negara asalnya.
Tidak sengaja dia bertemu dengan salah satu putrinya. Sebenarnya, kunjungannya kerumah suaminya hanya ingin melihat dari kejauhan.
Suaminya sudah menyadari sosok penggantinya, dan berniat membunuhnya. Naura tidak ingin Jordan jadi seorang pembunuh. Maka dia segera menghentikannya.
Laura yang melihat pertemuan Jordan dan Naura, dia semakin kesal. Dan tidak membiarkan mereka bersama. Dia berencana membunuh keduanya menggunakan pisau. Namun, rencananya di gagalkan oleh Chelsea.
Chelsea yang memiliki mata tajam dan sudah memperhatikan gerak-gerik mencurigakan Laura segera mengeluarkan pistol kecil yang selalu dia bawa lalu mengarahkan pelatuk pada kaki Laura.
Semua orang terkejut ketika mendengar suara tembakan dan tubuh Laura yang jatuh dengan pisau di tangannya.
" Maaf, tangan ku tidak sengaja melakukannya." Lalu tembakan kedua terdengar dan kaki lainnya terkena peluru. " Astaga, tangan ku tergelincir." Dan tembakan ke tiga jauh ke tangan kanan Laura.
Suara jeritan terdengar, Amanda yang melihat kondisi ibunya semakin ketakutan.
" Sayang, kau terlalu ceroboh. Bagiamana jika kau masuk penjara dan aku akan sendirian di luar." Li Wei akhir-akhir ini sering menggodanya, namun dia hanya bisa menerimanya.
" Diam."
__ADS_1
Baru itu pula Jordan menatap fokus pada kedua sosok yang mendampingi Naura.
Wajah Chelsea yang sangat mirip dengan Naura dan Bella membuat Jordan yang tidak tahu tentang kelahiran bayi kembar terkejut.
" Bella?"
" Bukan, dia Chelsea. Putri pertama mu sekaligus saudara kembar Bella, putri kedua kita." Jawab Naura.
" Kembar? Kenapa aku tidak tahu?"
" Laura sengaja membayar Dokter untuk memanipulasi hasil USG. Sebenarnya jadwal melahir ku bukan hari itu, dia dan kelompok yang menargetkan bayi-bayi jenius di dunia untuk dijadikan budak membayar rumah sakit untuk memaksa ku melahirkan sebelum hari perkiraan melahirkan. Setelahnya, mereka membawa Chelsea dan meninggalkan Bella sebagai cadangan. Tidak ada anak pembawa sial, mereka sengaja menjauhkan Bella dari keluarga William agar suatu saat nanti, ketika mereka membutuhkannya mereka tidak repot-repot mencarinya. Satu hal lagi, mark menjadi target selanjutnya setelah mereka membawa Bella."
Jordan semakin membenci dirinya sendiri. Kenapa dia bisa sebodoh itu? Dan tidak pernah merasakan apapun saat di buang ke sarang Monster lainnya lalu dia mulai melupakan kedua putranya.
Belum selesai kesedihan Jordan, Bella dan Sean tiba di kediamannya.
Beberapa jam yang lalu, Bella mendapatkan laporan bahwa ibu mereka sudah di temukan dan tiba di Negara A. Hanya saja, Bella yang belum sempat bertemu mendapatkan laporan bahwa ibunya ingin mengunjungi tuan William. Yang notabenenya adalah ayah mereka.
Karena terlalu penasaran dan tidak sabar mendengar langsung cerita sang ibu tentang kisah menyedihkan merek. Bella menarik suaminya pergi ke kediaman tuan William.
" Bereskan wanita itu." Sean yang baru saja tiba langsung di minta oleh Chelsea membereskan Laura.
" Bukankah kakak memiliki pangeran berkuda putih? Kenapa kakak harus meminta suamiku membereskannya jika kakak bisa meminta pangeran kakak untuk bertindak, bukankah begitu guru?" Lagi-lagi Bella menggoda kakaknya.
" Benar, pangeran ini pasti bisa membereskannya dan tidak akan ada yang bisa menyentuh tuan putri ku, bahkan seujung jari pun." Li Wei ikut menggoda Chelsea.
" Baiklah, bisakah kita fokus untuk membereskan wanita ini?" Jawab Chelsea.
" jadi, anda adalah ibu kami?" Bella sedikit tidak nyaman. Bagaimanapun, ini baru pertemuan pertama mereka. Dia tidak tahu harus bertindak seperti apa.
" Ya, kau dan kakak mu sudah tumbuh menjadi wanita hebat. Maaf, ibu sudah membuat kalian hidup menderita."
" Cerita secara singkat apa yang terjadi, bagaimanapun kami harus mendengar penjelasan dari dua sisi agar tidak ada kebencian yang berkepanjangan atau kesalahpahaman yang membuat kita saling menyakiti."
" Ibu membawa bibi kal-"
" Jangan sebut wanita itu sebagai bibi kami! Dia bahkan lebih buruk dari seorang monster. Aku bahkan tidak bisa menerima kenyataan bahwa aku memiliki hubungan darah dengannya."
" Baiklah, maafkan ibu, ini salah ibu. Kebodohan ibu membawanya masuk ke dalam rumah kita hingga membuat keluarga kita hancur berantakan. Dia yang di bantu oleh kelompok gila itu berhasil memisahkan kita semua."
" Lalu, kenapa bisa ada Mark. Sedangkan anda sudah di bawa pergi oleh mereka setelah melahirkan aku dan kak Chelsea?"
" Mereka tidak puas. Kau tahu, aku terlahir jenius dan kalian juga mewarisinya. Jadi, tidak hanya kau dan Chelsea. Mereka juga ingin yang lainnya. Maka mereka memaksa ibu hamil kembali, hanya saja itu dibawah tekanan dan ancaman."
" Jadi, anda bahkan harus menutup mulut saat anda tinggal Kembali bersama dengan tuan William?"
" Ya, maafkan ibu. Saat itu, ibu terlalu bodoh dan percaya pada janji mereka."
__ADS_1
" Baiklah, aku sudah mendengarnya. Tapi, kenapa mereka tidak menargetkan kak Brian?"
" Meskipun kakak mu juga jenius, mereka tidak menargetkannya bahkan mereka menghapusnya dari daftar target setelah mereka tahu bidang apa yang kakak mu kuasai."
" Bukankah itu aneh? Bisa saja mereka meminta kakak mempelajari bidang apa yang mereka butuhkan."
" Itu akan merepotkan mereka.ereka tidak suka membuang-buang waktu, di tambah mereka memiliki perjanjian dengan Laura. Jadi, mereka memutuskan mengabaikan kakak kalian."
" Kalau begitu, ayo kita pergi. Tidak perlu repot-repot mengurus keluarga William."
Jordan yang mendengar ucapan Bella menjadi semakin sedih, meskipun dia menyadari bahwa dia bersalah. Dia tidak rela jika istrinya pergi meninggalkannya.
" Baik, ibu akan ikut kalian." Tentu saja Naura juga tidak rela meninggalkan suaminya sendiri. Tetapi, dia mengerti satu hal.
Putra dan putrinya akan semakin membenci sang suami jika dia memilih tinggal bersamanya sekarang. Dia harus menenangkan mereka sebelum kembali.
" Tidak bisakah kau tinggal bersama ku, sayang? Aku tahu, aku salah dan berjanji akan menebus semuanya."
" Jika kau ingin aku tinggal, maka selesaikan apa yang sudah terjadi. Bukan niat ku membuat mu menanggung semuanya, tapi hal-hal yang sudah berlalu tidak bisa diperbaiki hanya karena sebuah kata maaf."
" Tidak bisa, bukankah dia tidak menyadari wanita pengganti itu? Ibu tidak harus memaafkannya." Bella merasa Jordan tidak pantas mendapatkan ibunya kembali mengingat kebodohannya di masa lalu.
" Baik, ibu akan ikut dengan kalian, dan tidak akan lagi membahas tentang keluarga william."
" Kalau begitu, ayo pergi." Bella puas dengan keputusan ibunya.
" Tidak bisakah kalian memberi ku satu kesempatan?"
" Kalau begitu, kami akan menunggu saat kau berhasil meyakinkan kami semua bahwa kau pantas menjadi suami dan ayah yang baik." Ucap ibu Bella.
" Baik, aku akan berusaha keras."
" Bu. Kenapa ibu malah memberikan kesempatan padanya? Bukankah ibu berjanji melupakan dia?" Bella sangat kesal pada ibunya.
" Nak, Tuhan saja memberikan kesempatan pada hambanya yang banyak melakukan kesalahan. Lalu, kenapa kita tidak memberikan ayah kalian kesempatan? Dia pasti sudah sangat menyesalinya."
" Kita bukan Tuhan? Jadi, kenapa kita harus memberinya kesempatan."
Sean yang merasa bahwa istrinya mulai marah segera mengambil tindakan.
" Sayang, jangan selalu melihat dari sudut pandang mu. Ibu mertua pasti memiliki alasan dan kita tidak bisa memaksanya melakukan apa yang kita minta."
" Tapi dia sudah kejam! Dia bahkan mengabaikan kak Brian dan Mark. Dia hanya memanjakan anak supir itu, dan bahkan membiarkannya mengambil alih perusahaan."
Amanda yang sejak tadi terdiam merasa terhina mendengar ucapan Bella yang menyebutnya anak supir.
" Semua orang pasti akan melakukan kesalahan. Mari kita pulang, bawa ibu bersama kita. Lagipula kita harus menyelamatkan wanita itu aga bisa menyiksanya di masa depan. Kita tidak akan membiarkannya mati dengan mudah."
__ADS_1
" Tidak! Aku tidak bisa membiarkan pria itu mengambil ini kembali."
Chelsea setuju dengan pendapat Sean. meskipun awalnya dia setuju dengan ucapan Bella, tapi melihat sudut pandang dari sisi kedua orang tuanya. Mereka pasti ingin saling menemani di saat masa tua mereka.