
Acara wisuda akhirnya selesai. Nyonya Rosalina memeluk erat menantu kesayangannya, tuan Julian mengelus puncak kepala sang menantu sebagai bentuk kasih sayang sang seorang ayah dan Adrian tidak bisa berhenti mengucap kagum pada kakak iparnya.
Tidak lama, Sean datang menghampiri sang istri. Dia memasangkan cincin pernikahan yang beberapa hari lalu di antar oleh pengrajin berlian.
Meskipun, mereka sudah memiliki satu, hanya saja tidak sesuai dengan apa yang Sean inginkan sehingga dia membuat ulang cincin pernikahan.
" Bukankah, kita sudah memilikinya satu?" Tanya Bella yang heran saat Sean memasangkan cincin pernikahan.
" Ini akan menjadi satu-satunya."
" Kau membuang-buang uang."
" Tidak ada yang namanya membuang-buang uang kalau itu demi cinta."
Bella tersenyum kecil, dia senang memiliki suami yang tidak pelit dengan uang.
Saat keluar dari universitas, Bella dan keluarga Anderson tidak menyangka kalau ada beberapa reporter yang sudah menunggu mereka di luar. Awalnya kelompok reporter bisa dihitung dengan jari. Namun, kini meningkat dengan sangat banyak dan mengelilingi mereka.
Sean awalnya tidak ingin di wawancarai dan meminta pengawal untuk mengusir para reporter. Tetapi di cegah oleh Bella, mengingat perkataan sang Dosen dia ingin mencoba memberikan sedikit tamparan pada keluarga yang telah menyakitinya.
Dan akhirnya mereka tidak keberatan membuat sesi wawancara kecil.
" Selamat, nyonya Bella atas kelulusannya. Kami benar-benar tidak menduga bahwa anda sangat luar biasa dalam dunia pendidikan." Ucap salah satu reporter.
" Tuan Sean sangat beruntung memiliki istri yang sangat jenius." Ucap reporter lain.
" Kalian adalah pasangan yang sempurna dan di ciptakan untuk saling melengkapi." tambah reporter lainnya.
" Nyonya dan Tuan Anderson pasti sangat bangga memiliki menantu hebat seperti nyonya Bella."
Awalnya, sesi wawancara berlangsung dengan baik. Para reporter memberi selamat pada mereka.
Namun, beberapa dari mereka yang suka membuat sensasi dan scandal membuat sesi wawancara semakin memanas.
Beruntung Bella, tidak tersinggung atau tersindir mendengar pertanyaan mereka.
__ADS_1
" kenapa anda hanya mengundang keluarga suami anda, nyonya? Bukankah seharusnya anda mengundang keluarga sendiri? karena mereka sudah merawat dan membesarkan anda. Bagaimanapun anda lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga Glover daripada keluarga suami anda." Pertanyaan pertama yang membuat keluarga Anderson sangat jengkel.
" Benar, bukankah ini sama saja anda tidak menghargai kedua orang tua anda?"
" Hanya karena anda sudah hidup enak dan nyonya Sean, anda melupakan keluarga kandung anda."
" Atau jangan-jangan anda juga melakukan hal yang sama ketika anda mendapatkan gelar S1 anda?." Tuduhan bertubi-tubi sudah menyerang Bella. Tapi dia terlihat baik-baik saja.
" Bukankah ilmu anda sama sekali tidak berguna? Apa gunanya anda menjadi hebat jika anda pada akhirnya melupakan dari mana ada berasal?"
" Tidak heran jika keluarga Glover tidak pernah menganggap anda. Ternyata anda memiliki sifat tidak tahu diri."
Tangan Sean sudah mengepal. Andai saja kakinya tidak lumpuh mungkin para reporter sudah tertidur di lantai.
" Sepertinya wanita yang gila uang memang pantas untuk anda. Tanpa mengingat rasa terimakasih pada keluarga anda. Anda bisa melupakan mereka setelah memiliki pendukung yang kuat.
Nyonya Rosalina tidak tahan dengan ucapan para reporter, dia akhirnya menyela. Dia benar-benar tidak bisa mengabaikan saat orang-orang yang tidak tahu apa-apa tentang kehidupan menantunya berbicara seenaknya.
" Apa begini cara kerja reporter?! Tanpa mencari tahu, langsung menyimpulkan hal-hal mengerikan yang bahkan tidak pernah terjadi." Suara nyonya Rosalina terdengar sangat kesal.
" Ibu, tenanglah. Ibu tidak perlu membuang waktu untuk orang tidak penting seperti mereka. Aku akan menjawab setiap pertanyaan yang mereka ajukan hingga mereka semua senang." Bella akhirnya angkat bicara.
Tanpa mencari tahu, banyak dari mereka menyimpulkan bahkan melebih-lebihkan apa yang tidak terjadi.
" Untuk para rekan semua. Tolong catat dan rekam baik-baik pernyataan ku hari ini! Aku tidak akan memaafkan kalian jika pemberitaan besok tidak sesuai atau di lebih-lebihkan dari apa yang kukatakan pada kalian hari ini."
Semua orang bekerja keras, kamera dan buku tulis berada ditangan. Mereka memasang telinga dengan baik, karena ini akan menjadi berita yang luar biasa untuk besok.
Jarang-jarang juga keluarga Anderson mau di wawancarai. Para reporter sudah lama menunggu momen seperti ini.
" Alasanku, kenapa aku tidak pernah membawa keluarga itu dan membawa keluarga suamiku adalah, hari ini putri kesayangan mereka sedang ulang tahun sehingga membawanya berlibur keluar Negri. Begitu juga saat acara wisuda program S1 ku, mereka selalu menggunakan alasan ulang tahun dan pergi berlibur setiap kali aku meminta mereka datang. Jadi, kalian bisa menilai sendiri. Kenapa aku lebih memilih keluarga suamiku daripada keluarga Glover."
Memang benar, meskipun hanya sekali. Bella sudah merasa trauma. Bahkan keluarga Glover benar-benar tidak mau mendengar prestasi Bella.
Ketika melihat Bella mengatakan sesuatu, dan menebak dengan benar. Mereka akan menggunakan Clara sebagai alasan.
__ADS_1
Ucapannya tidak ada yang salah meski sedikit dilebih-lebihkan olehnya.
" Dan iya, Aku memang wanita yang gila uang! Lalu apa? Apa aku merugikan kalian atau mengganggu kalian? Apa aku juga mencuri uang kalian? Aku memiliki otak cerdas, jadi kenapa aku tidak menggunakannya dengan benar? setidaknya aku tidak memfitnah orang lain demi keuntungan pribadi. Bukankah begitu?" Sambung Bella yang menatap para reporter dengan santai.
Semua orang terpana dengan jawaban Bella. tidak dibuat-buat bahkan terlihat sangat alami dan tidak ada maksud menarik perhatian.
" Lalu, apa anda tidak malu memiliki suami yang lumpuh?" Entah keberanian darimana yang di dapatkan reporter itu hingga berani bertanya seperti itu.
" Apa kalian semua melihatnya lumpuh?" Tanpa menjawab, Bella bertanya ulang. Dan para reporter mengangguk pelan sebagai jawaban.
Sean merasa tidak berdaya. Dia tidak sakit hati karena di hina. Tapi dia merasa sedih karena melihat istrinya harus mengalami hal memalukan dengan hinaan, dari istri pria lumpuh.
" Sepertinya kalian harus memeriksa kondisi mata kalian."
" Apa maksud anda nyonya?" jawaban Bella membingungkan semua orang-orang.
Mereka sangat yakin kalau mata mereka normal dan Sean memang pria yang lumpuh.
" Maksudku, dia pria yang normal."
" Anda pasti bercanda, nyonya. Jelas-jelas tuan Sean duduk di kursi roda."
" Benarkah, aku merasa kalau itu hanya sofa biasa. Dia hanya duduk santai setelah beberapa tahun bekerja melanjutkan usaha ayah mertuaku."
Ucapan Bella membuat nyonya Rosalina menangis haru dan memeluk suaminya. Tidak salah ketika hatinya mengatakan kalau Bella wanita yang pantas menjadi menantunya.
Adrian menatap kagum pada Bella. Keberanian wanita itu pantas diberikan nilai plus dari cara dia memandang kondisi kakaknya. Hanya dia yang bisa melakukan hal tersebut.
Sean hampir menitikkan air mata. Dia merasa sisi lemahnya sering aktif setiap kali mendengar perkataan indah dari istrinya saat menggambarkan kondisi fisiknya.
" Di mata ku dia pria yang normal. Tidak ada kekurangan yang kalian sebut-sebut kan. Jadi, jika kalian masih melihat suamiku duduk di kursi roda. Maka ada baiknya, kalian memeriksakan kondisi mata kalian. Aku akan memberikan diskon jika kalian datang ke klinik ku."
Semua orang malu ketika mendengar ucapan Bella yang memahami perkataannya.
Mata mereka memang normal, tetapi mereka tidak pernah menggunakannya dengan baik. Berbeda dari cara Bella melihat. Dia bijaksana dan tidak merendahkan kekurangan orang lain atau memberikan tatapan hina.
__ADS_1
Jawabannya memang di luar pemikiran orang. Mungkin wanita lain akan berusaha mengalihkan atau membawa nama Tuhan sebagai alasan.
Hanya Bella yang memiliki jawaban secerdas tadi. Tidak membuat suami dan keluarganya malu sedikit pun.