Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Cemburu


__ADS_3

Sean menerima undangan makan malam, untuk melakukan pertemuan dengan beberapa rekan bisnis perusahaan Anderson. Dia harus membawa pasangan dalam acara itu, karena rekan-rekan bisnisnya yang mempunyai pasangan juga harus membawa pasangannya jika sudah menikah atau bertunangan.


Malam ini, Bella diajak oleh Sean untuk menghadiri acara makan bersama. Awalnya Bella menolak karena dia tidak biasa datang ketempat seperti itu.


Tapi karena dia mengingat kalau Sean suka minum alkohol, makanya dia menyetujui untuk menemani Sean malam ini.


Mengingat janjinya akan selalu melindungi keluarga Anderson, Bella akan melakukan apa saja agar keluarga mereka baik-baik saja.


Setelah sampai di hotel tempat dimana mereka melakukan pertemuan. Kini mereka masuk, semua mata tertuju kepada mereka dan menjadi pusat perhatian, Pasangan muda yang tidak biasa. Pria tampan yang Segala aktivitas nya di bantu oleh kursi rodanya, sedangkan wanita cantik yang ada di sampingnya memasang wajah acuh seakan dia tidak ada kaitannya dengan acara ini.


sementara itu ada seorang pria yang sudah memperhatikan Bella dari jauh. Dia sangat senang karena bisa melihat pujaan hatinya malam ini.


Kini Bella sudah duduk di kursi sedangkan Sean duduk di kursi rodanya. Tidak lama datang seorang pria menghampiri mereka.


" Bella." Suara pria yang memanggil nama Bella.


Melihat siapa yang memanggilnya Bella hanya menghela nafas pelan. Sungguh ini pertemuan yang tidak dia inginkan, apalagi saat ini statusnya sekarang adalah istri Sean.


" Aku tidak menyangka kau akan datang ke acara seperti ini?" Tanya Alex kepada Bella tanpa menghiraukan kehadiran Sean yang ada di samping Bella. Dia sengaja melakukan itu karena dia sangat kesal kepada Sean yang sudah merebut pujaan hatinya, bahkan ingin memusnahkan pria itu di muka bumi ini.


" Aku menemani suamiku." Kata Bella. Dia tidak memikirkan perasaan orang lain, dia selalu berkata apa adanya.


" Apa kau sudah makan? Aku bisa mengambilkan makanan untuk mu. Atau kau mau kita mengambil makan bersama?" Alex mulai berani bahkan dia mengabaikan ucapan Bella.


Sean sangat kesal dengan kelakuan Alex. Apalagi dia sudah tahu siapa Alex sebenarnya. Walaupun Bella tidak pernah mencintai pria itu, tetapi Sean tetap tidak bahagia melihat hal seperti ini. Bella adalah miliknya, tidak ada yang boleh akrab dengan istrinya kecuali dia.


" Sayang, aku mau makan kue dan jus, bisakah kau ambilkan untukku? Aku tiba-tiba lapar." Kata Sean semanis mungkin dan menekan rasa cemburunya.


" Tentu." Tara tidak keberatan karena tempat makanan tidak jauh dari tempatnya.

__ADS_1


" Bagaimana bisa anda menyuruh istri anda untuk mengambilkan makanan untuk anda? Bukankah seharusnya anda yang mengambilkan makanan untuk istri anda?" Ada nada ejekan yang dikatakan oleh alex dan Sean merasakan itu.


Lagi-lagi kelumpuhannya dijadikan bahan hinaan.


" Aku tidak keberatan, jadi jangan katakan hal seperti itu lagi." Bella tidak mau ada keributan disini.


" Aku akan menemanimu." Alex sengaja menawarkan dirinya, karena dia ingin bertanya bagaimana hidup Bella setelah menikah dengan Sean yang cacat.


" Tuan Alex, Bella adalah istri ku. Meskipun anda lebih dulu mengenal istri ku, tapi sangat tidak sopan jika kau mendekati istri ku. Jangan sampai orang-orang berfikir kalau anda menggoda istri orang." Kata Sean berusaha menekan emosinya.


" Baguslah kalau anda tahu kalau kami sudah mengenal sejak lama, setidaknya anda tahu kalau dia tetap menjadi wanita yang selalu ada dalam hatiku."


" Apa anda tidak malu mengatakan hal seperti itu tentang istriku?"


Perdebatan mereka tidak sampai menarik perhatian orang lain. bagaimana pun mereka masih memikirkan harga diri Bella.


Jangan sampai orang lain mendengar dan menyebarkannya dan mengira kalau Bella menggoda pria lain.


" Jhon suruh sopir menunggu didepan sekarang." Perintah Sean kepada Jhon dia sudah tidak tahan lagi dengan sikap Alex. Bahkan dia mengira kalau Bella melerai mereka karena membela Alex.


" Baik tuan." Kini Jhon meninggal kan ketiga orang itu, dia sangat tahu kalau tuannya sekarang sedang cemburu. Dia hanya tersenyum kecil melihat kelakuan Sean.


Ternyata Sean sudah jatuh cinta dan takut kehilangan Bella. Dia akan mencatat momen ini dan menceritakannya kepada nyonya Rosalina dan tuan Julian.


" Kita pulang!" Sean sangat kesal karena istrinya tidak membelanya.


Sedangkan Bella tidak tahu kenapa Sean tiba-tiba ingin pulang. Namun dia hanya bisa mengikuti kemauan pria itu.


Setelah Bella berpamitan pada Alex kini dia mendorong kursi roda suaminya. Sean yang kesal menyuruh Bella mendorong kursi rodanya padahal waktu masuk dia tidak melakukan itu.

__ADS_1


Sekarang mereka sudah duduk diatas mobil. Bella yang sibuk melihat keluar karena menikmati pemandangan gedung-gedung yang dia lewati, tidak tahu dan tidak melihat wajah cemberut Sean. sedangkan Sean tambah muram karena diabaikan oleh Bella.


Jhon yang melihat tidak ada interaksi antara keduanya membuat dia tersenyum geli.


baginya ini pemandangan yang sangat langka. tuannya yang memiliki sifat yang sangat dingin, acuh dan tidak berperasaan. Kini bersama dengan wanita yang sama dengan sifatnya.


" Apa dia pacarmu?" Tanya Sean, karena semakin kesal karena diabaikan oleh Bella. akhirnya membuka suaranya dan dia ingin menunjukkan kepada Bella kalau sekarang dia sedang cemburu.


" Tidak." Jawab Bella singkat karena merasa itu tidak penting


" Lalu kenapa dia bilang, kalau di menyukai mu dan memandang ku dengan tatapan ' seakan-akan aku merebut mu darinya dan menghancurkan hubungan kalian'?"


" Ada apa dengan mu?" Bella semakin merasa aneh. Dia melihat wajah Sean yang sangat cemberut dan entah kenapa dia melihat Sean sangat menggemaskan.


" Jawab saja pertanyaan ku!"


" Aku dan dia tidak punya hal-hal manis. Dia memang mencintai ku. Tapi karena perbedaan derajat, aku memutuskan untuk mundur sebelum kisah kami di mulai."


Sungguh malang nasib Sean, dia yang berharap bisa terhibur kini malah tambah kesal karena istrinya hampir jatuh cinta kepada Alex.


" Menurut mu siapa yang lebih tampan, aku atau Alex?"


Seketika Jhon dan supirnya melihat Sean dari kaca depan, mereka tidak menduga kalau Sean yang ditakuti banyak orang kini bersifat kekanak-kanakan. Tentu saja jawaban mereka adalah Sean, tapi tidak tahu dengan jawaban Bella.


" Kenapa kau bertanya hal seperti itu?" Kini Bella menatap bingung Sean.


" Jawab saja! Kenapa kau bertanya terus?' Sean semakin kesal, di tambah lagi dia harus siap mendengar jawaban Bella.


" Tentu saja kau yang lebih tampan. Bukan karena kau suamiku, tapi mataku yang melihat dari sekian banyak pria yang kulihat hanya kau yang paling tampan." Kata Bella yang begitu jujur dan selalu mengatakan hal yang sesuai dengan kenyataan. Dia tidak menghibur Sean.

__ADS_1


Senyum Sean mengembang, bahkan telinganya begitu merah. Untung suasana mobil sedikit temaram jadi Bella tidak memperhatikannya.


Kini mereka sudah tiba di rumah Sean. Mereka langsung kekamar mereka masing-masing. sedangkan Jhon langsung pergi bersama sopir pribadi Sean.


__ADS_2