
Pukul 7 pagi, tiba-tiba saja kediaman Sean menjadi sangat ribut. Siapa lagi kalau bukan Li Wei yang menjadi pelakunya.
Dia yang tidak kunjung bertemu Bella menjadi nekad mengunjungi rumah Sean. Sebenarnya dia di bantu oleh Chelsea. Wanita itu ingin mengunjungi adik iparnya sehingga mengizinkan Li Wei ikut serta.
Dan berita baiknya, akhirnya Li Wei tahu nama wanita yang telah dia bantu sekaligus kakak perempuan dari murid satu-satunya.
Chelsea Anastasya. Nama itu, entah kenapa tertulis jelas di hati Li Wei. Hal yang tidak pernah dia rasakan pada wanita manapun termasuk Bella.
Mungkin dia spesial. Tapi, entahlah. Li Wei belum menemukan jawabannya namun dia merasa nyaman setiap kali Chelsea menghancurkan mentalnya ketika mereka sedang berbicara.
" Tuan, pria yang dari Negara C membuat keributan di depan gerbang. Dia juga bersama wanita yang sangat mirip dengan nyonya." Sean yang baru saja bangun, sangat kesal mendengar suara Li Wei yang berteriak menggunakan pengeras suara. Hanya mengangguk paham.
Dia sudah tahu kalau istrinya memiliki saudari kembar. Namun hal ini masih di selidiki oleh pengawal Sean tanpa sepengetahuan Bella. Dia tidak ingin membuat Bella merasa tidak nyaman ketika tahu kalau dia menyelidiki kehidupan saudari kembarnya dan ikut mencampuri kehidupan keluarga istrinya.
Bella yang mendengar laporan Jhon langsung keluar dari kamar. tanpa mengganti piyama kelincinya, dia berlari menuju tangga dan membuat Sean sedikit panik. Takut sang istri terjatuh.
" Sayang, jangan lari."
" Aku ingin bertemu kakak perempuan."
Tanpa memperdulikan peringatan suaminya, Bella sudah sampai di lantai satu dan menuju pintu.
Melihat betapa antusiasnya Bella pada saudari kembarnya. Sean hanya mengikuti istrinya dari belakang dan membawa jaket untuk menutup tubuh istrinya. Dia tidak ingin pria lain melihat tubuh sang istri meskipun pakaian Bella sudah menutupi dengan benar.
Setelah sampai di gerbang, Bella meminta penjaga untuk membuka gerbang besi lalu memeluk kakaknya. Hal yang tidak pernah dia lakukan pada Brian dan Mark.
Mungkin orang yang melihatnya menganggap Bella egois. Tapi, Bella bisa apa. Dia sangat menyukai kakak perempuannya yang berbagi ruang saat masih dalam kandungan. Dan dia juga akan mengunjungi Brian dan memberikan balasan atas permintaan pria itu padanya beberapa hari yang lalu.
" Kenapa kakak, tidak menghubungiku jika ingin datang?"
" Aku hanya ingin memberikan kejutan dan melihat bagaimana pria itu memperlakukan adik perempuan ku." Chelsea melihat Sean membawa jaket ditangan.
" Dia sangat baik kak. Kakak harus percaya padaku."
" Hmm."
__ADS_1
Sean yang ditatap oleh Chelsea samasekali tidak terusik. Dia dengan lembut memakaikan jaket pada Bella.
" Hei! Kenapa kalian mengabaikan ku?" Li Wei kesal karena tidak di sambut oleh Bella.
" Selama datang rumah ku, guru?" Bagi Bella, Li Wei menyenangkan. Dan terkadang bisa terhibur ketika pria itu dalam mode gila.
" Bagus, ternyata murid ku masih ingat tentangku" Dengan wajah yang terlihat sombong hingga Sean memukul pria yang beberapa tahun lebih tua darinya namun sangat muda dan berwajah cantik.
" Ayo, berikan guru pelukan." Hal ini kadang mereka lalukan di masa lalu jika Bella merasa sedih atau senang karena Bella sudah menganggap Li Wei sebagai kakak laki-laki yang jau lebih tua darinya.
Li Wei juga tidak pernah berniat buruk padanya. Dia memeluknya karena tahu kalau Bella membutuhkannya.
Hanya saja, sekarang Bella sudah memiliki hewan peliharaan yang bisa buas dan jinak dalam waktu yang bersamaan. Jadi, pelukan itu akan sulit di dapatkan oleh Li Wei yang tengah merindukan murid kesayangannya.
Bella menghampiri Li Wei dan berniat memeluk namun langkahnya segera terhenti karena pinggangnya di tarik oleh Sean. Bahkan pelukan itu berbalik menjadi milik Sean.
Li Wei yang melihat hal tersebut langsung kesal.
" Hei! itu pelukan ku."
" Dia istri ku, milikku."
" Sopan? Pria yang berwajah seperti seorang wanita harus di hormati? Apa kau tidak malu?"
" Kurang ajar! Beraninya kau. Apa kah tahu bahwa banyak wanita yang langsung jatuh cinta ketika melihat ketampanan ku. Tidak seperti kau yang bertubuh besar layak Hulk yang berwarna hijau. Sangat menyeramkan! Berbeda dengan ku yang lembut dan terpelajar."
Pada akhirnya, kedua pria itu berkelahi seperti kelompok wanita yang tidak menyerang fisik.
Bella tertawa mendengarnya, memang tubuh Sean jauh lebih besar dari Li Wei yang tidak pernah melakukan olahraga ekstrim.
Tubuhnya seperti tuan muda terpelajar di drama Negara C genre kerajaan. Lembut dan kulitnya jauh lebih putih dari Sean dan Bella.
Bisa di bayangkan bagaimana penampilan Li Wei. Tapi meskipun begitu dia terlihat gagah dan tampan di mata para wanita termasuk Bella. Namun sayang, ketampanannya tidak membuat Bella jatuh cinta.
" Bukankah bertubuh kekar lebih baik daripada tubuh mu yang sangat lembek. Aku tidak perlu mengerahkan banyak tenaga, hanya satu pukulan saja kau akan jatuh ketanah." Entah kenapa Sean termakan dengan sikap Li Wei yang selalu mencari keributan, bahkan bersedia meladeninya.
__ADS_1
" Betapa sombongnya! Mari kita buktikan."
" Kau menantang ku?"
" Ya! Murid ku, apa kau akan memihak guru mu ini?" Li Wei mencari dukungan.
" Dia harus memihak suaminya!" Sean tidak suka.
" Aku lebih tua dari mu dan aku lebih dulu mengenalnya. Jadi, dia pasti memihak ku."
Melihat pertengkaran keduanya yang memperebutkan dirinya. Bella memilih jalan damai. Dia melepas pelukan Sean lalu memeluk Chelsea.
" Ayo, kalian harus bertarung seperti pria pada umumnya. Aku tidak akan memihak siapapun, bahkan jika aku harus memihak aku akan berdiri disamping kak Chelsea."
Sean dan Li Wei menatap Chelsea yang dari tadi hanya masang wajah yang dingin dan datar.
" Ini tidak adil! Dia tidak ada hubungannya dengan pertarungan kami." Li Wei protes.
" Benar, sayang. Kau pasti memihak ku ."
" Hei! Hentikan dia pasti memihak ku ." Mereka bertengkar lagi.
Bosan melihat pertengkaran keduanya. Bella mengajak Chelsea masuk kerumah dan meninggalkan kedua pria itu. Lagi pula jika mereka bertengkar, hasilnya pasti seimbang.
Sean memang kuat tetapi Li Wei tidak bisa di anggap remeh. Dia menguasai ilmu bela diri dan ahli dalam jarum. Jadi, tidak ada yang menang atau kalau.
" Lihat, murid ku pasti memikirkan ku sehingga dia tidak memihak mu." Li Wei berkata sombong.
Bella yang sudah sedikit menjauh, tiba-tiba berteriak.
" Guru! Ayo masuk kedalam, aku akan memberikan teh untuk mu."
Wajah Sean berubah sendu dan Li Wei terlihat bahagia, dia memukul bahu Sean sebelum pergi mengikuti Bella dan Chelsea.
Melihat istrinya yang bahkan mengabaikannya. Sean berusaha menahan tangannya mencari benda berbahaya untuk di lemparkan ke kepala Li Wei yang begitu sombong.
__ADS_1
Para penjaga dari masing-masing pihak hanya bisa menatap tanah.
Bawahan Li Wei berusaha menjauhkan diri dari Sean. Mereka memang takut pada Li Wei, tapi Sean bukan juga pria lembut. Jadi, lebih baik menghindar.